Rachmat Irianto: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Gelandang serba bisa dengan visi passing tajam dan kemampuan bertahan solid
- Pilar utama di lini tengah Timnas Indonesia era Shin Tae-yong
- Produk akademi Persebaya Surabaya yang kini menjadi andalan Persib Bandung
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi
- Awal Mula di Persebaya Surabaya
- Debut Profesional dan Perkembangan Pesat
- Puncak Karier di Persebaya
- Pindah ke Persib Bandung
- Analisis Gaya Bermain
- Kekuatan Utama
- Peran Taktis
- Kelemahan yang Perlu Diperbaiki
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Debut dan Perkembangan
- Piala AFF 2020 dan 2022
- Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Tabel Rating Atribut
- Nilai Pasar dan Prospek Karier
- Nilai Pasar Saat Ini
- Prospek Karier
- Statistik Musim per Musim
Tactical Radar Analysis
Rachmat Irianto adalah salah satu gelandang terbaik yang dimiliki sepak bola Indonesia saat ini. Lahir di Surabaya pada 3 September 1999, pemain berpostur 175 cm ini telah membuktikan kualitasnya sebagai gelandang serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi lini tengah, bahkan sebagai bek tengah dalam situasi darurat. Kariernya yang cemerlang bersama Persebaya Surabaya, kemudian pindah ke Persib Bandung, serta menjadi andalan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong, menjadikannya salah satu aset paling berharga di sepak bola nasional.
Dengan nilai pasar mencapai Rp 7,5 Miliar, Rachmat Irianto menjadi salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di Liga 1. Kemampuannya dalam membaca permainan, distribusi bola yang akurat, serta ketenangan dalam menguasai bola di area build up play membuatnya menjadi gelandang yang sangat dicari. Tidak heran jika ia menjadi rebutan klub-klub besar dan selalu menjadi pilihan utama di setiap level Timnas.
Perjalanan Karier & Akademi
Awal Mula di Persebaya Surabaya
Rachmat Irianto memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Persebaya Surabaya, salah satu klub terbesar di Indonesia. Sejak usia muda, bakatnya sudah terlihat jelas. Ia bergabung dengan tim U-19 Persebaya dan dengan cepat menunjukkan kualitas yang membuatnya dipromosikan ke tim senior. Debut profesionalnya terjadi pada musim 2018, saat Persebaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Debut Profesional dan Perkembangan Pesat
Pada musim 2018, Rachmat Irianto langsung mendapatkan menit bermain yang cukup banyak. Ia tampil dalam 22 pertandingan di Liga 1 dan mencetak 1 gol. Perannya sebagai gelandang bertahan yang cerdas mulai terlihat. Ia tidak hanya menjadi pemutus serangan lawan, tetapi juga menjadi inisiator serangan balik cepat dari lini tengah. Kemampuannya dalam high press dan membaca pergerakan lawan membuatnya menjadi momok bagi gelandang lawan.
Puncak Karier di Persebaya
Musim 2019 menjadi titik balik karier Rachmat Irianto. Ia tampil dalam 30 pertandingan di Liga 1 dan mencetak 2 gol. Penampilannya yang konsisten membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia U-23 dan kemudian ke Timnas senior. Pada musim ini, ia mulai menunjukkan kematangan sebagai gelandang. Ia mampu mengatur tempo permainan, memberikan through ball yang akurat, dan juga membantu pertahanan dengan sempurna.
Pindah ke Persib Bandung
Pada musim 2022, Rachmat Irianto mengambil keputusan besar dengan pindah ke Persib Bandung. Kepindahan ini menjadi salah satu transfer terbesar di Liga 1 musim tersebut. Di bawah asuhan pelatih Luis Milla, ia langsung menjadi pilar utama lini tengah Maung Bandung. Bersama Marc Klok dan Dedi Kusnandar, ia membentuk trio gelandang yang sangat solid.
Analisis Gaya Bermain
Kekuatan Utama
Rachmat Irianto adalah gelandang dengan profil yang sangat lengkap. Kekuatan utamanya terletak pada visi permainan dan kemampuan passing. Ia mampu memberikan passing pendek yang akurat dalam tiki-taka maupun long ball untuk memulai serangan balik. Kemampuannya dalam build up play sangat krusial, terutama saat timnya menghadapi tekanan tinggi dari lawan.
Selain itu, ia juga memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik. Ia sering kali melakukan intercept dan tekel yang bersih. Kemampuannya dalam membaca arah bola membuatnya menjadi gelandang yang sangat sulit dilewati. Ia juga sangat disiplin dalam menjaga posisi, terutama saat timnya melakukan high press.
Peran Taktis
Di Timnas Indonesia, Rachmat Irianto sering dimainkan sebagai gelandang bertahan (defensive midfielder) dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 milik Shin Tae-yong. Tugas utamanya adalah menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan. Ia bertanggung jawab untuk memulai serangan dari area pertahanan dan juga menjadi pelapis pertama saat lawan melakukan serangan balik.
Di Persib Bandung, perannya sedikit lebih ofensif. Ia sering dimainkan sebagai gelandang tengah (central midfielder) yang memiliki kebebasan untuk maju membantu serangan. Kemampuannya dalam melakukan overlap dan memberikan assist menjadi senjata tambahan bagi tim.
Kelemahan yang Perlu Diperbaiki
Meskipun memiliki banyak kelebihan, Rachmat Irianto juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Kelemahan paling mencolok adalah kecepatan dan daya ledak. Dalam situasi transisi cepat, ia sering kali kesulitan mengejar penyerang lawan yang lebih cepat. Hal ini terutama terlihat saat ia bermain sebagai bek tengah dalam situasi darurat.
Selain itu, ia juga kurang agresif dalam duel udara. Dengan postur 175 cm, ia sering kalah dalam duel heading melawan pemain lawan yang lebih tinggi. Ini menjadi titik lemah yang sering dieksploitasi oleh tim lawan saat melakukan set piece atau crossing.
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Debut dan Perkembangan
Rachmat Irianto memulai debutnya di Timnas Indonesia senior pada tahun 2019 di bawah asuhan pelatih Simon McMenemy. Namun, ia benar-benar bersinar saat Shin Tae-yong mengambil alih kursi pelatih pada tahun 2020. Pelatih asal Korea Selatan itu melihat potensi besar dalam diri Rachmat Irianto dan langsung menjadikannya pilihan utama di lini tengah.
Piala AFF 2020 dan 2022
Pada Piala AFF 2020 (yang digelar pada 2021), Rachmat Irianto menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Indonesia ke final. Ia tampil solid di lini tengah dan membantu tim meraih clean sheet di beberapa pertandingan. Sayangnya, Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Thailand.
Pada Piala AFF 2022, ia kembali menjadi pilar utama. Meskipun Indonesia kembali gagal menjadi juara, penampilannya tetap konsisten. Ia menjadi jangkar di lini tengah yang membuat serangan lawan sering kali gagal total.
Kualifikasi Piala Dunia 2026
Salah satu momen paling berkesan dalam karier Rachmat Irianto adalah saat ia menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang berhasil melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam pertandingan melawan Vietnam, ia tampil gemilang dengan memenangkan banyak duel di lini tengah dan memberikan assist krusial. Penampilannya membuatnya mendapatkan pujian dari berbagai pihak, termasuk pelatih Shin Tae-yong yang menyebutnya sebagai “gelandang paling cerdas yang pernah saya latih.”
Tabel Rating Atribut
| Atribut | Rating (1-100) | Catatan |
|---|---|---|
| Kecepatan | 70 | Kurang dalam sprint jarak pendek, butuh peningkatan daya ledak |
| Fisik | 75 | Kuat dalam duel statis, namun kurang dominan di udara |
| Teknik | 85 | Passing pendek dan panjang sangat akurat, kontrol bola tenang |
| Bertahan | 82 | Membaca permainan dengan baik, tekel bersih, posisi disiplin |
| Visi | 88 | Mampu memberikan through ball dan mengatur tempo permainan |
Nilai Pasar dan Prospek Karier
Nilai Pasar Saat Ini
Menurut data terbaru, nilai pasar Rachmat Irianto mencapai Rp 7,5 Miliar. Angka ini menjadikannya salah satu pemain termahal di Liga 1. Nilai ini didasarkan pada performa konsistennya di level klub dan Timnas, usia yang masih produktif (26 tahun), serta potensi untuk bermain di liga yang lebih kompetitif.
Prospek Karier
Dengan usia yang masih 26 tahun, Rachmat Irianto masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan kariernya. Ia memiliki potensi untuk bermain di luar negeri, terutama di Liga Malaysia atau Liga Thailand yang memiliki level kompetitif lebih tinggi. Beberapa klub asing dikabarkan sudah mulai memantau perkembangannya.
Namun, untuk bisa mencapai level tersebut, ia perlu memperbaiki kelemahannya dalam hal kecepatan dan duel udara. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu gelandang terbaik Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persib Bandung | BRI Liga 1 | 26 | 4 | 3 | 4 |
| 2023/24 | Persib Bandung | BRI Liga 1 | 28 | 3 | 4 | 5 |
| 2022/23 | Persib Bandung | BRI Liga 1 | 24 | 2 | 2 | 3 |
| 2021/22 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 27 | 5 | 4 | 6 |
| 2020 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 3 | 0 | 1 | 1 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 30+ | 4 | 5 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Pantau terus update terbaru dan statistik lengkap pemain hanya di SBH.co.id.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


