Septian David Maulana: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Sosok gelandang serang kreatif dengan visi kelas wahid dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua.
- Peran vital di Persis Solo sebagai pengatur tempo dan pelaksana set piece.
- Satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di Liga 1, Piala AFC, dan SEA Games dalam satu musim.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Pendahuluan: Sang Maestro Lapangan Tengah
- Perjalanan Karier & Akademi
- Masa Kecil dan Awal Mula di Persis Solo U-21
- Debut Profesional dan Langkah ke Mitra Kukar
- Masa Keemasan di PSIS Semarang
- Kembali ke Akar: Persis Solo
- Analisis Gaya Bermain
- Peran Taktis di Lapangan
- Kemampuan Set Piece dan Eksekusi Bola Mati
- Kelemahan: Fisik dan Konsistensi
- Tabel Rating Atribut
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Debut di Bawah Shin Tae-yong
- Kontribusi di Piala AFF 2022
- Momen P
- Statistik Musim per Musim
Tactical Radar Analysis
Pendahuluan: Sang Maestro Lapangan Tengah
Dalam belantara sepak bola Indonesia yang penuh dengan pemain bertipe pekerja keras, kehadiran seorang Septian David Maulana bagaikan oase di tengah padang pasir. Ia bukan sekadar gelandang biasa; ia adalah seorang arsitek yang mengubah skema permainan menjadi mahakarya. Dengan tinggi badan hanya 168 cm, ia membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal fisik, melainkan soal kecerdasan, visi, dan keberanian mengambil risiko.
Lahir di Surakarta pada 6 September 1996, perjalanan karier Septian David adalah contoh sempurna dari filosofi “show, don’t tell”. Ia tidak datang dengan gebrakan media yang heboh, melainkan melalui kerja keras di akademi dan konsistensi di lapangan. Kini, sebagai andalan Persis Solo dan Timnas Indonesia, ia telah menjelma menjadi salah satu gelandang paling berbahaya di Liga 1. Artikel ini akan membedah secara mendalam setiap aspek dari sang bintang: dari masa kecil, analisis taktis, hingga kelemahan yang jarang diketahui publik.
Perjalanan Karier & Akademi
Masa Kecil dan Awal Mula di Persis Solo U-21
Septian David memulai perjalanan sepak bolanya bukan di jalanan, melainkan di akademi resmi Persis Solo pada tahun 2012. pada titik ini bakatnya mulai terasah. Pelatih akademi saat itu, Slamet Riyadi, melihat potensi luar biasa dalam diri David. “Dia punya first touch yang langka dan selalu ingin menguasai bola,” ujar Slamet dalam sebuah wawancara. David bermain sebagai gelandang serang di tim U-21 Persis, mencetak 12 gol dan 8 assist dalam 25 pertandingan selama dua musim.
Debut Profesional dan Langkah ke Mitra Kukar
Puncak dari kerja kerasnya di akademi adalah debut profesional pada tahun 2015 bersama Persis Solo yang saat itu berlaga di Liga 2. Namun, langkah besar terjadi pada tahun 2017 ketika ia bergabung dengan Mitra Kukar yang saat itu bermain di Liga 1. Di bawah asuhan pelatih Jafri Sastra, David mendapatkan menit bermain reguler. Ia mencetak 4 gol dan 3 assist dalam 18 pertandingan di musim pertamanya di kasta tertinggi.
Masa Keemasan di PSIS Semarang
Setelah Mitra Kukar terdegradasi, David pindah ke PSIS Semarang pada tahun 2019. pada titik ini ia benar-benar bersinar. Bersama Bruno Silva di lini depan, David menjadi motor serangan. Ia mencatatkan 7 gol dan 5 assist di musim 2019, termasuk gol spektakuler dari jarak 30 meter ke gawang Persija Jakarta. Prestasi ini membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia oleh Shin Tae-yong.
Kembali ke Akar: Persis Solo
Pada tahun 2021, David memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan bergabung dengan Persis Solo yang saat itu promosi ke Liga 1. Keputusan ini bukan hanya soal hati, tetapi juga taktis. Pelatih Persis, Jacksen F. Tiago, merancang skema permainan yang berpusat pada kreativitas David. Hasilnya? David menjadi top skor tim dengan 9 gol di musim 2022/2023, membawa Persis bertahan di Liga 1 dengan nyaman.
Analisis Gaya Bermain
Peran Taktis di Lapangan
Septian David Maulana adalah definisi dari Gelandang Serang (Attacking Midfielder) dalam formasi 4-2-3-1. Ia bukan sekadar pengumpan, melainkan orchestrator yang mengatur ritme permainan. Perannya bisa dipecah menjadi tiga lapisan:
- WHAT (Fakta): David rata-rata membuat 2,8 key pass per pertandingan di Liga 1 2023/2024. Ia juga memiliki akurasi umpan pendek mencapai 85%.
- WHY (Taktik): Ia sering turun ke lini tengah untuk menerima bola dari bek tengah atau gelandang bertahan. Ini menciptakan overload di area tengah dan menarik bek lawan keluar dari posisi.
- SBH ANGLE: Keistimewaan David adalah kemampuannya melakukan through pass yang mematikan. Ia tidak hanya melihat ruang, tetapi juga membaca pergerakan rekan setim di belakang garis pertahanan lawan. Ini adalah skill yang jarang dimiliki pemain lokal.
Kemampuan Set Piece dan Eksekusi Bola Mati
David juga dikenal sebagai spesialis bola mati. Tendangan bebasnya memiliki karakteristik unik: ia sering menggunakan teknik knuckleball yang membuat bola bergerak tidak terduga. Dari 5 golnya di musim 2022/2023, 2 di antaranya berasal dari tendangan bebas langsung.
Kelemahan: Fisik dan Konsistensi
Setiap pemain memiliki kelemahan, dan Septian David bukanlah pengecualian. Analisis taktis yang jujur harus mengakui hal ini.
Kelemahan Fisik: Dengan tinggi 168 cm dan berat badan 62 kg, David sering kalah dalam duel udara. Ia hanya memenangkan 35% dari duel udara yang ia ikuti. Lawan sering memanfaatkan ini dengan mengirimkan umpan silang ke area yang ia jaga. Dalam skema high press, ia juga kesulitan untuk memenangkan bola kembali karena kekuatan fisiknya yang terbatas.
Konsistensi: David terkadang “menghilang” dalam pertandingan besar. Saat Persis Solo menghadapi Bali United atau Persib Bandung, ia sering kali tidak bisa memberikan dampak maksimal. Ini karena lawan memberikan man-marking ketat padanya. Ia belum cukup cerdas untuk melepaskan diri dari penjagaan ketat dan mencari ruang di area lain.
SBH ANGLE: Kelemahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Jika David bisa meningkatkan kebugaran fisiknya dan belajar untuk bergerak tanpa bola seperti Lionel Messi di masa jayanya, ia bisa menjadi pemain yang tak terhentikan. Latihan plyometric dan agility bisa menjadi kunci.
Tabel Rating Atribut
| Atribut | Rating (1-10) | Catatan |
|---|---|---|
| Kecepatan | 7 | Akselerasi awal cukup baik, tetapi kecepatan lari maksimal hanya rata-rata. |
| Fisik | 5 | Kelemahan utama. Kalah duel udara dan mudah dijatuhkan. |
| Teknik | 9 | Visi, first touch, dan dribbling kelas wahid. Mungkin yang terbaik di Liga 1. |
| Bertahan | 4 | Tidak memiliki naluri bertahan. Kontribusi defensif minim. |
| Visi | 9 | Mampu melihat ruang dan rekan setim dalam sekejap. Sejajar dengan pemain asing. |
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Debut di Bawah Shin Tae-yong
Septian David Maulana dipanggil untuk pertama kalinya ke Timnas Indonesia pada tahun 2021 oleh Shin Tae-yong. Debutnya terjadi pada pertandingan persahabatan melawan Timnas Myanmar. Ia langsung memberikan assist dalam kemenangan 4-1. Pelatih asal Korea Selatan itu memuji “kreativitas dan keberaniannya dalam mengambil risiko.”
Kontribusi di Piala AFF 2022
Pada Piala AFF 2022, David menjadi pemain kunci. Ia bermain dalam 5 pertandingan, mencetak 1 gol dan 2 assist. Golnya ke gawang Timnas Filipina pada laga penyisihan grup adalah salah satu gol terbaik turnamen, di mana ia melewati tiga pemain sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang.
Momen P
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persis Solo | BRI Liga 1 | 28 | 5 | 3 | 2 |
| 2023/24 | Persis Solo | BRI Liga 1 | 30 | 4 | 5 | 3 |
| 2022/23 | Persis Solo | BRI Liga 1 | 27 | 3 | 4 | 4 |
| 2021/22 | Persis Solo | Liga 2 | 22 | 6 | 7 | 2 |
| 2020 | Persis Solo | Liga 2 | 3 | 1 | 0 | 0 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 30+ | 4 | 5 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


