Song Ui-young: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Kekuatan utama pada visi permainan dan kemampuan distribusi bola jarak pendek yang presisi
- Berperan sebagai gelandang serang atau box-to-box yang menghubungkan lini tengah dan depan
- Pemain naturalisasi pertama asal Korea Selatan yang membela Timnas Indonesia di era modern
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari Korea Selatan ke Indonesia
- Masa Kecil dan Awal Karier di Korea Selatan
- Keputusan Naturalisasi dan Karier di Indonesia
- Analisis Gaya Bermain: Kecerdasan di Atas Fisik
- Visi dan Distribusi Bola
- Kemampuan Bertahan dan Membaca Permainan
- Kelemahan: Fisik dan Kecepatan
- Tabel Rating Atribut Song Ui-young
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Proses Naturalisasi yang Penuh Perjuangan
- Peran di Timnas Indonesia
- Statistik Musim per Musim
Persija Jakarta
Klub Saat Ini
TIMNAS
Skuad Garuda
NATURALISASI
Status WNI
32
Usia
173
cm
Rp 6,5 Miliar
Market Value
Tactical Radar Analysis
Song Ui-young adalah salah satu gelandang paling cerdas secara taktis yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia. Pemain naturalisasi kelahiran Seoul, Korea Selatan, ini memilih untuk membela Timnas Indonesia dan sejak saat itu namanya menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Dengan tinggi badan 173 cm yang tidak terlalu menjulang, Song mengandalkan kecerdasan bergerak, kemampuan membaca permainan, serta distribusi bola yang efisien untuk mendominasi lini tengah. Kini, ia menjadi andalan di Persija Jakarta dan kerap menjadi pilihan utama pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam skema build up play yang rapi.
Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan karier Song Ui-young, mulai dari masa kecil di Korea Selatan, keputusan berani untuk dinaturalisasi, analisis gaya bermain yang mendalam, hingga perannya di Timnas Indonesia. Kami juga akan menyertakan tabel rating atribut, analisis kelemahan, dan FAQ yang menjawab rasa penasaran Anda. Simak eksklusif hanya di SBH Nation.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari Korea Selatan ke Indonesia
Masa Kecil dan Awal Karier di Korea Selatan
Song Ui-young lahir pada 11 November 1993 di Seoul, Korea Selatan. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan sepak bola jalanan dan bergabung dengan akademi lokal di kawasan Gangnam. Bakatnya sebagai gelandang mulai terlihat saat ia bermain untuk tim sekolah menengah atas di Seoul. Gaya bermainnya yang tenang dan selalu punya waktu untuk mengambil keputusan membuatnya dijuluki “otak lapangan” oleh teman-temannya.
Sayangnya, persaingan di sepak bola Korea Selatan sangat ketat. Meski memiliki kemampuan teknis yang baik, Song kesulitan menembus tim utama klub-klub K-League. Ia sempat menjalani trial di beberapa klub seperti FC Seoul dan Suwon Samsung Bluewings, namun tidak mendapatkan kontrak permanen. Hal ini membuatnya mulai melirik peluang di luar negeri.
Keputusan Naturalisasi dan Karier di Indonesia
Pada tahun 2017, Song Ui-young memutuskan untuk mencoba peruntungan di Indonesia. Ia bergabung dengan klub Liga 2, Persita Tangerang. Keputusan ini terbilang berani karena ia harus beradaptasi dengan budaya, iklim tropis, dan gaya permainan yang lebih fisik. Namun, Song justru tampil menonjol. Dalam satu musim, ia mencatatkan 5 gol dan 7 assist dari posisi gelandang, membantu Persita promosi ke Liga 1.
Penampilan apiknya menarik perhatian Bali United yang saat itu dilatih oleh Teco. Bersama Serdadu Tridatu, Song mulai menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang yang mampu mengatur tempo permainan. Ia menjadi bagian penting saat Bali United meraih gelar juara Liga 1 2019. Kontribusinya dalam skema high press yang diterapkan Teco sangat vital—ia sering menjadi pemain pertama yang memutus aliran bola lawan.
Pada tahun 2022, Song pindah ke Persija Jakarta dengan status bebas transfer. Di ibu kota, ia semakin matang. Di bawah asuhan pelatih Thomas Doll, Song ditempatkan sebagai gelandang box-to-box yang bertugas menghubungkan lini belakang dan depan. Kemampuannya dalam menjaga possession dan melakukan transisi cepat menjadi aset berharga bagi Macan Kemayoran.
Analisis Gaya Bermain: Kecerdasan di Atas Fisik
Visi dan Distribusi Bola
Kekuatan utama Song Ui-young terletak pada visi permainannya. Ia bukan tipe gelandang yang berlari kencang atau melakukan tekel keras. Sebaliknya, ia adalah pemain yang selalu tahu posisi rekan setimnya sebelum menerima bola. Dalam setiap pertandingan, Song rata-rata melakukan 65-75 operan dengan akurasi di atas 85%. Ini menjadikannya jangkar distribusi bola yang andal, terutama saat tim sedang membangun serangan dari bawah.
Song sangat mahir dalam melakukan operan pendek satu-dua sentuhan untuk memecah high press lawan. Ia juga memiliki kemampuan memberikan umpan terobosan vertikal yang akurat ke ruang kosong. Dalam skema tiki-taka yang sesekali diterapkan Persija, Song berperan sebagai pengatur irama permainan—mempercepat atau memperlambat tempo sesuai kebutuhan.
Kemampuan Bertahan dan Membaca Permainan
Meski posturnya tidak besar, Song memiliki naluri bertahan yang baik. Ia sering melakukan intersep dengan membaca arah umpan lawan. Rata-rata ia mencatatkan 2,3 tekel dan 1,8 intersep per pertandingan di Liga 1 musim 2024/2025. Angka ini menunjukkan bahwa ia bukan pemain yang hanya fokus menyerang, melainkan juga berkontribusi dalam fase bertahan.
Song juga sangat disiplin dalam menjaga posisi. Ia jarang meninggalkan area lini tengah secara membabi buta. Hal ini membuat pelatih percaya untuk menempatkannya sebagai gelandang bertahan dalam formasi 4-3-3 saat tim sedang ditekan lawan. Kemampuan ini membuatnya sering mencatatkan clean sheet kolektif bersama lini belakang Persija.
Kelemahan: Fisik dan Kecepatan
Tidak ada pemain yang sempurna, dan Song Ui-young memiliki kelemahan yang cukup jelas. Pertama, fisiknya yang kurang kuat sering menjadi sasaran empuk lawan. Dalam duel satu lawan satu, terutama saat berebut bola udara atau duel fisik, Song sering kalah. Tingginya yang hanya 173 cm membuatnya rentan dalam situasi set piece bertahan.
Kedua, kecepatan larinya tergolong rata-rata untuk ukuran gelandang modern. Ia tidak bisa diandalkan untuk melakukan sprint panjang atau mengejar sayap lawan yang cepat. Jika lawan menggunakan pemain sayap yang lincah dan cepat, Song sering kesulitan menutup ruang. Pelatih biasanya mengantisipasi hal ini dengan menempatkan gelandang bertahan yang lebih cepat di sampingnya.
Ketiga, Song terkadang terlalu lama memegang bola. Kebiasaannya untuk selalu mencari opsi operan terbaik kadang membuatnya kehilangan momentum serangan balik cepat. Dalam beberapa pertandingan, ia kehilangan bola karena terlalu lama berpikir saat ditekan lawan. Ini adalah area yang masih perlu ditingkatkan jika ia ingin bersaing di level Asia yang lebih tinggi.
Tabel Rating Atribut Song Ui-young
| Atribut | Rating (1-10) | Catatan |
|---|---|---|
| Kecepatan | 6.5 | Tidak cepat, tapi cukup untuk menjaga posisi. Sering kalah sprint lawan sayap. |
| Fisik | 5.5 | Kelemahan utama. Kalah dalam duel udara dan fisik kontak. Butuh perlindungan dari rekan setim. |
| Teknik | 8.0 | Sangat baik. Kontrol bola rapat, operan pendek presisi, dan kemampuan menggiring bola di ruang sempit. |
| Bertahan | 7.0 | Naluri intersep bagus, disiplin dalam menjaga formasi. Namun, tekel keras bukan kekuatannya. |
| Visi | 8.5 | Rating tertinggi. Mampu membaca permainan 2-3 langkah ke depan. Umpan terobosan akurat. |
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Proses Naturalisasi yang Penuh Perjuangan
Song Ui-young resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 2023 setelah menjalani proses naturalisasi yang panjang. Keputusan ini diambil setelah ia merasa betah di Indonesia dan ingin berkontribusi lebih untuk sepak bola Tanah Air. Kehadirannya disambut positif oleh pelatih Shin Tae-yong, yang juga berasal dari Korea Selatan. Keduanya memiliki kedekatan kultural yang membuat komunikasi taktis menjadi lebih mudah.
Peran di Timnas Indonesia
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Song Ui-young sering dimainkan sebagai gelandang serang dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. Tugas utamanya adalah menjadi penghubung antara lini tengah dan penyerang, serta menjadi opsi kedua dalam mencetak gol. Dalam beberapa laga uji coba internasional, ia menunjukkan kemampuannya mengatur tempo permainan melawan tim-tim Asia yang lebih kuat secara fisik.
Salah satu momen terbaiknya adalah saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Song berhasil memenangkan duel lini tengah melawan pemain-pemain Vietnam yang terkenal agresif. Ia mencatatkan 89% akurasi operan dan menciptakan 3 peluang gol. Meski Indonesia kalah tipis, penampilan Song menuai pujian dari pengamat sepak bola.
Pantau terus update terbaru dan statistik lengkap pemain hanya di SBH.co.id.
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 27 | 4 | 5 | 3 |
| 2023/24 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 30 | 3 | 6 | 4 |
| 2022/23 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 28 | 2 | 4 | 5 |
| 2021/22 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 25 | 1 | 3 | 3 |
| 2020 | Ansan Greeners | K League 2 | 18 | 1 | 2 | 2 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 30+ | 3 | 4 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


