Yann Motta: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Bek tengah dengan kemampuan duel udara superior (tingkat keberhasilan 78%) dan distribusi bola panjang akurat.
- Peran vital dalam skema [build up play](/istilah/build-up-play) Persija Jakarta dan menjadi andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
- Pemain naturalisasi asal Brasil yang telah membela Indonesia di Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari Minas Gerais ke Jakarta
- Masa Kecil dan Awal Mula di Brasil
- Merantau ke Thailand: Babak Baru di Chiangrai United
- Puncak Karier: Persija Jakarta dan Proses Naturalisasi
- Analisis Gaya Bermain: Bek Modern dengan Sentuhan Klasik
- Kemampuan Bertahan: Superior di Udara dan Tangguh di Darat
- Distribusi Bola: Pemicu Serangan dari Belakang
- Kelemahan: Kecepatan dalam Ruang Terbuka dan Konsentrasi
- Tabel Rating Atribut
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Debut dan Peran di Bawah Shin Tae-yong
- Piala Asia 2023 dan
- Statistik Musim per Musim
Persija Jakarta
Klub Saat Ini
TIMNAS
Skuad Garuda
NATURALISASI
Status WNI
28
Usia
185
cm
Rp 7,5 Miliar
Market Value
Tactical Radar Analysis
Yann Motta adalah sosok yang identik dengan ketangguhan di lini pertahanan sepak bola Indonesia. Sejak menjalani proses naturalisasi dan resmi membela Timnas Indonesia, namanya langsung menjadi sorotan. Bukan tanpa alasan, postur menjulang setinggi 185 cm, kemampuan membaca permainan yang tajam, serta keberanian dalam duel membuatnya menjadi salah satu bek paling disegani di Liga 1.
Lahir di Brasil pada 12 Maret 1998, Yann Motta memulai perjalanan sepak bolanya jauh dari hiruk-pikuk Jakarta. Ia mengawali karier di akademi klub Brasil, Clube Atlético Mineiro, sebelum akhirnya merantau ke Asia Tenggara. Perjalanan kariernya penuh lika-liku, mulai dari bermain di Liga Thailand bersama Chiangrai United, hingga akhirnya mendarat di Persija Jakarta pada tahun 2023. Kehadirannya langsung mengubah hierarki pertahanan Macan Kemayoran.
Artikel ini akan mengupas tuntas profil Yann Motta, mulai dari masa kecil, perjalanan karier, analisis taktis mendalam, hingga dampaknya bagi sepak bola Indonesia. Kami juga akan membahas kelemahannya secara jujur, serta proyeksi masa depannya. Simak analisis eksklusif dari SBH Nation.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari Minas Gerais ke Jakarta
Masa Kecil dan Awal Mula di Brasil
Yann Motta lahir di Belo Horizonte, ibu kota negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan bola. Lingkungannya yang penuh dengan budaya sepak bola jalanan membentuk naluri bertahannya. Ia bergabung dengan akademi Clube Atlético Mineiro, salah satu klub raksasa Brasil, pada usia 12 tahun.
Di akademi Galo, Yann Motta dididik dengan disiplin taktis yang ketat. Ia awalnya berposisi sebagai gelandang bertahan, namun posturnya yang terus menjulang membuat pelatih akademi memindahkannya ke posisi bek tengah. Keputusan ini terbukti tepat. Ia berkembang menjadi bek yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki visi passing yang baik, warisan dari masa lalunya sebagai gelandang.
Merantau ke Thailand: Babak Baru di Chiangrai United
Setelah tidak menembus tim utama Atlético Mineiro, Yann Motta memutuskan untuk mencari pengalaman di luar Brasil. Pada tahun 2020, ia bergabung dengan Chiangrai United, klub kasta tertinggi Liga Thailand (Thai League 1). Ini adalah langkah berani, mengingat usianya yang masih 22 tahun saat itu.
Di Chiangrai, ia langsung menjadi pilihan utama. Ia bermain di bawah asuhan pelatih berpengalaman seperti Emerson Pereira. Gaya bermainnya yang keras namun terukur sangat cocok dengan karakter Liga Thailand yang mengandalkan transisi cepat. Selama dua musim, ia mencatatkan lebih dari 50 penampilan dan menyumbang 5 gol. Kemampuannya dalam situasi bola mati menjadi senjata andalan.
Puncak Karier: Persija Jakarta dan Proses Naturalisasi
Pada pertengahan tahun 2023, kabar mengejutkan datang dari Indonesia. Persija Jakarta secara resmi mengumumkan perekrutan Yann Motta. Kedatangannya disambut antusias oleh Jakmania. Ia langsung dipercaya mengisi posisi bek tengah, berduet dengan pemain seperti Ondřej Kúdela atau Rizky Ridho.
Tak butuh waktu lama bagi Yann Motta untuk beradaptasi. Ia langsung menunjukkan kualitasnya di lini belakang Persija. Kemampuannya dalam melakukan clearance dan membaca umpan silang lawan membuat gawang Persija lebih aman. Puncaknya, ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam beberapa pertandingan krusial.
Proses naturalisasinya berjalan cepat berkat performa gemilangnya. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir melihat potensi besar dalam diri Yann Motta. Pada akhir tahun 2023, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan langsung dipanggil oleh pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Analisis Gaya Bermain: Bek Modern dengan Sentuhan Klasik
Yann Motta bukan sekadar bek jangkung yang hanya mengandalkan fisik. Ia adalah representasi dari bek modern yang paham betul tugasnya dalam fase build up play. Mari kita bedah lebih dalam.
Kemampuan Bertahan: Superior di Udara dan Tangguh di Darat
Kekuatan utama Yann Motta terletak pada duel udara. Dengan tinggi 185 cm dan timing lompatan yang sempurna, ia sangat sulit dikalahkan dalam perebutan bola atas. Statistik Liga 1 musim 2024/2025 mencatat tingkat keberhasilan duel udaranya mencapai 78%, salah satu yang tertinggi di liga. Ia menjadi momok bagi penyerang lawan yang mengandalkan umpan silang.
Di atas permukaan tanah, ia juga tidak kalah garang. Tekel-tekelnya bersih dan tepat waktu. Ia jarang melakukan pelanggaran tidak perlu. Kemampuannya dalam melakukan intercept (memotong umpan) juga patut diacungi jempol. Ia sering membaca arah umpan lawan dan memotongnya sebelum sampai ke sasaran.
Distribusi Bola: Pemicu Serangan dari Belakang
Salah satu aspek yang membuat Yann Motta istimewa adalah kemampuannya dalam mendistribusikan bola. Ia tidak hanya asal membuang bola ke depan. Ia punya visi untuk melepaskan passing panjang terukur ke sayap atau langsung ke striker.
Dalam skema build up play Persija Jakarta, ia sering menjadi pemutus tekanan (pressure reliever) dengan melepaskan bola ke sisi lapangan yang kosong. Akurasi passing panjangnya mencapai 72%, angka yang sangat baik untuk seorang bek tengah. Ia juga tidak ragu untuk melakukan dribel ke depan untuk memecah garis pertahanan lawan jika ada ruang.
Kelemahan: Kecepatan dalam Ruang Terbuka dan Konsentrasi
Tidak ada pemain yang sempurna. Yann Motta juga memiliki kelemahan yang perlu diakui. Kelemahan paling menonjol adalah kecepatan larinya, terutama saat menghadapi penyerang yang lincah dan cepat dalam situasi transisi.
Ketika Persija atau Timnas Indonesia sedang high press dan bola berhasil direbut lawan, Yann Motta sering kali kesulitan untuk mengejar penyerang lawan yang sudah berlari di belakang. Ia kadang terlambat dalam melakukan rotasi atau menutup ruang. Kelemahan ini pernah dieksploitasi oleh tim lawan, terutama saat melawan penyerang sayap cepat seperti Witan Sulaeman atau pemain asing dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, konsentrasinya kadang menurun di menit-menit akhir pertandingan. Beberapa gol yang bersarang ke gawangnya terjadi karena ia lengah dalam mengawal pergerakan pemain lawan saat situasi bola mati. Ini adalah area yang masih perlu ia perbaiki untuk menjadi bek kelas dunia.
Tabel Rating Atribut
| Atribut | Rating (1-10) | Catatan Analitis |
|---|---|---|
| Kecepatan | 6.5 | Cukup dalam ruang sempit, tetapi rentan dalam duel lari jarak jauh. |
| Fisik | 9.0 | Superior dalam duel udara dan kekuatan tubuh. Mumpuni dalam situasi high press. |
| Teknik | 7.5 | Kontrol bola dan passing panjang di atas rata-rata untuk bek. |
| Bertahan | 8.5 | Membaca permainan dengan baik, tekel bersih, dan intercep tajam. |
| Visi | 7.0 | Mampu memulai serangan dari belakang, tapi kadang ragu dalam mengambil risiko. |
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Debut dan Peran di Bawah Shin Tae-yong
Yann Motta menjalani debutnya untuk Timnas Indonesia pada laga persahabatan FIFA Matchday melawan Libya pada Januari 2024. Ia langsung tampil solid. Pelatih Shin Tae-yong, yang dikenal dengan pendekatan taktisnya yang disiplin, langsung menempatkannya sebagai bek tengah andalan.
Dalam skema 3-4-3 atau 4-3-3 yang sering digunakan Shin Tae-yong, Yann Motta menjadi jangkar pertahanan. Ia sering berduet dengan pemain seperti Jordi Amat atau Elkan Baggott. Kehadirannya memberikan dimensi baru: ia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi opsi pertama dalam memulai serangan.
Piala Asia 2023 dan
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 29 | 4 | 2 | 6 |
| 2023/24 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 31 | 3 | 1 | 7 |
| 2022/23 | Chiangrai United | Thai League 1 | 25 | 2 | 1 | 5 |
| 2021/22 | Chiangrai United | Thai League 1 | 27 | 1 | 0 | 8 |
| 2020/21 | Clube Atlético Mineiro B | Campeonato Mineiro | 18 | 0 | 1 | 4 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 15+ | 2 | 1 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


