Provinsi Shandong Tiongkok baru-baru ini mengumumkan strategi komprehensif untuk mengamankan posisi signifikan dalam industri metaverse yang berkembang pesat . Dipelopori oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Provinsi Shandong , provinsi ini bertujuan untuk membangun pasar metaverse senilai 130 miliar yuan ($20,5 miliar) pada tahun 2025. Jumlah ini akan mewakili sekitar 10% dari proyeksi pangsa pasar global. Rencananya memiliki banyak aspek, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, pembuatan konten, pengoperasian platform, dan identifikasi skenario aplikasi praktis.

Investasi dan Kolaborasi

Inti dari strategi Shandong adalah daya tarik investasi dan bakat asing. Provinsi ini secara aktif mencari kemitraan dan kolaborasi di berbagai industri untuk mendorong ambisi metaverse mereka. Rencana tersebut juga menekankan pentingnya inovasi, yang bertujuan untuk menjadi pusat teknologi metaverse mutakhir . Dengan memupuk lingkungan yang kondusif bagi kolaborasi lintas industri, Shandong bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi aplikasi metaverse.

Beragam Aplikasi di Berbagai Sektor

Visi Shandong untuk metaverse lebih dari sekadar hiburan atau interaksi sosial. Provinsi ini mengidentifikasi berbagai sektor di mana metaverse dapat memberikan dampak transformatif. Hal ini mencakup pendidikan , dimana ruang kelas virtual dapat menawarkan pengalaman belajar yang lebih kaya; hiburan, dimana pengalaman mendalam dapat mendefinisikan kembali keterlibatan pengguna; dan pariwisata, dimana kunjungan virtual dapat melengkapi atau bahkan menggantikan perjalanan fisik.