Stadion Gelora Bung Tomo: Profil, Kapasitas & Info Lengkap Stadion
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Sejarah Pembangunan dan Latar Belakang
- Arsitektur dan Kualitas Lapangan Hijau
- Fasilitas Modern Standar FIFA
- Rumah Spiritual Persebaya Surabaya dan Momen Bersejarah
- Panduan Rute Transportasi Menuju GBT
- Ringkasan Informasi Utama Stadion
- FAQ tentang Stadion Gelora Bung Tomo
- Berapa kapasitas resmi Stadion Gelora Bung Tomo saat ini?
- Siapa saja tim sepak bola yang bermarkas di GBT?
- Jenis rumput apa yang digunakan di lapangan GBT?
- Bagaimana cara menuju ke GBT menggunakan transportasi umum?
Surabaya
Lokasi
46.806
Kapasitas
2010
Dibuka
Zoysia japonica
Jenis Rumput
Stadion Gelora Bung Tomo adalah stadion sepak bola berstandar internasional yang berlokasi di Benowo, Surabaya, Jawa Timur. Dengan kapasitas 46.806 penonton setelah renovasi all-seater, stadion modern yang dibuka tahun 2010 ini merupakan markas klub Persebaya Surabaya dan menjadi simbol semangat perjuangan olahraga masyarakat Surabaya.
Sejarah Pembangunan dan Latar Belakang
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dibangun sebagai bagian dari megaproyek Surabaya Sports Center (SSC) di kawasan barat kota Surabaya. Pembangunan fisik stadion dimulai dengan peletakan batu pertama pada 1 Januari 2008. Pemerintah Kota Surabaya merancang stadion ini untuk menggantikan peran Stadion Gelora 10 November yang terletak di Tambaksari, yang kapasitasnya sudah tidak lagi memadai untuk menampung animo pendukung fanatik Persebaya Surabaya, Bonek Mania.
Proses perancangan dan pembangunan GBT dipercayakan kepada KLIA, sebuah firma arsitektur asal Malaysia yang bekerja sama dengan kontraktor lokal. Nama “Gelora Bung Tomo” dipilih secara khusus sebagai penghormatan kepada Bung Tomo, pahlawan nasional Indonesia asal Surabaya yang memimpin perlawanan heroik rakyat dalam Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945. Stadion ini diresmikan secara megah oleh Wali Kota Surabaya pada tanggal 11 Agustus 2010, ditandai dengan pertandingan persahabatan yang melibatkan tim lokal.
Sejak awal diresmikan, stadion ini memiliki tribun beton terbuka yang mampu menampung sekitar 55.000 penonton. Namun, demi memenuhi regulasi keselamatan FIFA untuk penyelenggaraan ajang internasional, kapasitas tersebut disesuaikan menjadi 46.806 kursi tunggal (single seat). Pengurangan ini berdampak positif pada aspek keamanan, kenyamanan, dan pengaturan evakuasi penonton saat terjadi keadaan darurat di dalam stadion.
Arsitektur dan Kualitas Lapangan Hijau
Secara arsitektur, Stadion Gelora Bung Tomo mengusung konsep mangkok raksasa (bowl stadium) dengan tribun melingkar penuh yang memberikan pandangan bebas hambatan dari setiap sudut. Struktur atap baja melengkung menutupi tribun barat (VIP) dan tribun timur, memberikan perlindungan bagi penonton dari cuaca panas dan hujan, sementara tribun utara dan selatan dibiarkan terbuka guna memaksimalkan sirkulasi udara alami.
Salah satu keunggulan utama dari stadion ini adalah kualitas permukaan lapangannya. Lapangan GBT menggunakan rumput alami jenis Zoysia japonica, yang terkenal memiliki karakter akar yang sangat kuat, ketahanan tinggi terhadap iklim tropis, serta kemampuan pemulihan diri yang sangat cepat setelah digunakan untuk pertandingan intensitas tinggi. Keunggulan rumput ini ditopang oleh sistem drainase bawah lapangan yang telah diperbarui menjelang Piala Dunia U-17 FIFA 2023. Sistem drainase ini menggunakan pipa berlubang yang tertanam di bawah lapisan pasir khusus, memastikan lapangan bebas dari genangan air meskipun diguyur hujan lebat di tengah laga.
Keberadaan lapangan berkualitas tinggi di Jawa Timur ini sering dibandingkan dengan infrastruktur olahraga di kota lain, seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta. Lapangan yang mumpuni sangat menunjang gaya bermain cepat bola-bola pendek yang menjadi ciri khas tim-tim asal Surabaya.
Fasilitas Modern Standar FIFA
Renovasi besar-besaran yang dilakukan pada periode 2019-2023 mengubah wajah interior Stadion Gelora Bung Tomo secara signifikan. Seluruh tribun semen kini telah tertutup oleh kursi lipat tunggal (flip-up single seat) dengan kombinasi warna hijau, kuning, dan putih yang merepresentasikan warna kebesaran Persebaya dan Kota Surabaya.
Untuk pencahayaan lapangan, lampu sorot stadion ditingkatkan menjadi sistem LED berkekuatan 3.500 lux. Peningkatan ini tidak hanya memenuhi syarat minimum siaran televisi definisi tinggi (HD), tetapi juga memungkinkan pengelola menggelar pertunjukan lampu (light show) interaktif sebelum pertandingan dimulai. Fasilitas ruang ganti pemain juga dibuat sangat mewah, dilengkapi dengan kolam jacuzzi berair hangat untuk pemulihan fisik pemain, ruang pijat, kamar mandi modern, serta papan taktik interaktif. Bagi awak media, stadion menyediakan media center ber-AC dengan koneksi internet berkecepatan tinggi serta ruang konferensi pers yang mampu menampung hingga 100 jurnalis.
Pembinaan pemain muda di Jawa Timur juga sering berkaitan dengan fasilitas pendukung di sekitar area Surabaya Sports Center. Banyak talenta muda berbakat yang berasal dari akademi lokal maupun SSB Ragunan yang pernah mencicipi rumput GBT dalam laga kompetisi kelompok umur nasional.
Rumah Spiritual Persebaya Surabaya dan Momen Bersejarah
Bagi pendukung setia Persebaya, Bonek Mania, Stadion Gelora Bung Tomo adalah tempat sakral. Gema nyanyian “Song for Pride” yang dinyanyikan puluhan ribu penonton sebelum sepak mula menciptakan atmosfer luar biasa yang jarang ditemukan di tempat lain. GBT menjadi saksi bisu kebangkitan Persebaya setelah sempat terasing dari sepak bola nasional, termasuk saat mereka menjuarai Liga 2 pada tahun 2017 dan kembali ke kasta tertinggi Liga 1.
Beberapa pemain legendaris dan bintang Timnas Indonesia tercatat pernah menghiasi lapangan GBT. Salah satu talenta muda terbaik Surabaya, Marselino Ferdinan, mencatatkan gol-gol indahnya di stadion ini sebelum melanjutkan kariernya ke luar negeri. Selain itu, gelandang berbakat Evan Dimas juga tumbuh dalam kultur sepak bola Surabaya yang kental dan akrab dengan atmosfer gemuruh di stadion ini sejak usia muda.
Puncak pengakuan internasional terhadap GBT terjadi pada tahun 2023, ketika stadion ini terpilih sebagai salah satu lokasi utama penyelenggaraan Piala Dunia U-17 FIFA 2023. GBT menjadi kandang bagi Timnas Indonesia U-17 di babak grup dan sukses menggelar upacara pembukaan turnamen yang dihadiri oleh Presiden FIFA. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Surabaya siap bersaing di kancah olahraga global.
Panduan Rute Transportasi Menuju GBT
Lokasi stadion yang berada di pinggiran barat Kota Surabaya sempat menjadi tantangan aksesibilitas. Namun, pemerintah telah membangun jalan akses baru berupa jalur lingkar luar barat (JLLB) serta menyediakan moda transportasi publik yang lebih baik.
- Menggunakan Kereta Api: Penonton dapat menaiki kereta api komuter jurusan Surabaya-Lamongan dan turun di Stasiun Benowo. Dari stasiun, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan ojek daring selama 5-10 menit menuju kompleks stadion.
- Menggunakan Shuttle Bus (Saat Event Besar): Dinas Perhubungan Surabaya biasanya menyediakan layanan bus antar-jemput gratis dari beberapa titik kumpul utama seperti Balai Pemuda, Terminal Joyoboyo, dan Terminal Tambak Osowilangun langsung menuju area gerbang stadion.
- Kendaraan Pribadi: Dari arah pusat kota Surabaya, pengendara dapat melalui tol Surabaya-Gresik dan keluar di gerbang tol Romokalisari, kemudian mengikuti petunjuk arah menuju Benowo dan Surabaya Sports Center.
Ringkasan Informasi Utama Stadion
| Aspek | Informasi Faktual |
|---|---|
| Nama Resmi | Stadion Gelora Bung Tomo |
| Kapasitas Penonton | 46.806 (All-Seater) |
| Lokasi | Benowo, Pakal, Surabaya, Jawa Timur |
| Tahun Dibuka | 2010 |
| Klub Penyewa Utama | Persebaya Surabaya |
| Tipe Rumput | Zoysia japonica |
| Kekuatan Lampu | 3.500 Lux (LED) |
FAQ tentang Stadion Gelora Bung Tomo
Berapa kapasitas resmi Stadion Gelora Bung Tomo saat ini?
Kapasitas resmi Stadion Gelora Bung Tomo saat ini adalah 46.806 penonton. Kapasitas ini telah disesuaikan dari kapasitas awal sebesar 55.000 setelah pemasangan kursi tunggal (single seat) di seluruh area tribun untuk memenuhi standar keamanan FIFA.
Siapa saja tim sepak bola yang bermarkas di GBT?
Penyewa utama sekaligus klub yang menjadikan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai markasnya adalah Persebaya Surabaya yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia. Selain itu, Timnas Indonesia juga sesekali menggunakan GBT untuk pertandingan resmi internasional.
Jenis rumput apa yang digunakan di lapangan GBT?
Lapangan utama Stadion Gelora Bung Tomo menggunakan rumput alami berjenis Zoysia japonica. Rumput ini dipilih karena ketahanannya terhadap cuaca tropis dan kemampuan pemulihan yang sangat baik setelah dipakai bertanding.
Bagaimana cara menuju ke GBT menggunakan transportasi umum?
Cara paling mudah adalah menggunakan kereta api komuter dan turun di Stasiun Benowo, lalu menggunakan ojek daring ke stadion. Pada hari pertandingan besar, Pemkot Surabaya biasanya menyediakan shuttle bus gratis dari Joyoboyo dan Balai Pemuda.
🏟️ Tim Kandang (Tenants)
🏟️ Fasilitas Stadion
🚆 Panduan Transportasi Umum
🎟️ Kategori Tiket & Estimasi Harga
🔧 Riwayat Renovasi
Renovasi kursi penonton dari tribun berdiri/semen menjadi sistem kursi tunggal (single seat) all-seater untuk persiapan Piala Dunia U-20.
Peningkatan sistem drainase lapangan, penggantian lampu stadion menjadi LED 3.500 Lux, dan pembersihan area luar stadion untuk Piala Dunia U-17 FIFA.
- ✨ Timnas Indonesia U-17 1 - 1 Ekuador U-17 (Piala Dunia U-17 FIFA 2023)
- ✨ Persebaya Surabaya 1 - 0 Arema FC (Derbi Jawa Timur, Liga 1 2018)
- ✨ Timnas Indonesia 0 - 0 Palestina (Persahabatan FIFA Matchday 2023)
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


