Jadwal & Hasil
Pemandangan Udara Stadion Si Jalak Harupat Bandung
Stadion

Stadion Si Jalak Harupat: Profil, Kapasitas & Info Lengkap Stadion

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Bandung

Lokasi

27.000

Kapasitas

2005

Dibuka

Rumput Manila

Jenis Rumput

Stadion Si Jalak Harupat adalah stadion olahraga multi-fungsi berstandar internasional yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Memiliki kapasitas 27.000 penonton all-seater, stadion bersejarah yang dibuka pada tahun 2005 ini merupakan markas utama Persikab Bandung, sering digunakan Persib Bandung, dan menjadi panggung turnamen dunia FIFA U-17.

Sejarah Pembangunan dan Asal-Usul Nama

Stadion Si Jalak Harupat dibangun atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Bandung mulai tahun 2001. Pembangunan ini bertujuan untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Bandung, sekaligus sebagai rumah baru bagi Persikab Kabupaten Bandung. Pembangunan sempat memakan waktu sekitar empat tahun karena berbagai penyesuaian teknis dan anggaran, hingga akhirnya selesai sepenuhnya dan diresmikan pada 26 April 2005, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-364.

Nama “Si Jalak Harupat” diambil dari julukan pahlawan nasional legendaris asal Bandung, Raden Oto Iskandar di Nata. Dalam budaya Sunda, “Jalak Harupat” adalah sebutan untuk burung jalak jantan yang dikenal berani, tangguh, nyaring bunyinya, dan pantang menyerah saat bertarung. Dengan menyematkan nama tersebut, diharapkan stadion ini menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan sportivitas yang tinggi bagi setiap atlet yang bertanding di dalamnya.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan dan pengelolaan stadion ini tetap berada di bawah kendali Pemerintah Kabupaten Bandung. Untuk mempertahankan statusnya sebagai stadion berkelas internasional, serangkaian renovasi besar terus dilakukan, khususnya pada tahun 2010 saat Persib mulai menggunakannya secara reguler untuk kompetisi kancah Asia, serta renovasi total pada tahun 2020-2023 demi kelayakan penyelenggaraan event FIFA.

Arsitektur dan Lapangan Rumput Manila

Stadion Si Jalak Harupat memiliki desain arsitektur yang khas dengan atap tribun barat dan timur yang melengkung aerodinamis mirip dengan kepakan sayap burung. Tribun penonton dirancang melingkar penuh, namun tetap menyediakan lintasan atletik selebar 400 meter di sekeliling lapangan utama. Desain ini memberikan jarak aman bagi penonton sekaligus membuat stadion dapat digunakan untuk ajang multi-cabang olahraga nasional.

Lapangan sepak bola di Si Jalak Harupat dilapisi oleh rumput alami berjenis Rumput Manila (Zoysia matrella). Rumput jenis ini dinilai sebagai standar emas untuk lapangan sepak bola di wilayah tropis karena kerapatan daunnya yang sangat baik, elastisitas tinggi terhadap gesekan sepatu pemain, serta warna hijau pekat yang tahan lama.

Sistem drainase di bawah lapangan dirancang dengan konsep gravel-faced subdrains yang terhubung dengan saluran pembuangan luar stadion. Dalam renovasi terbaru untuk Piala Dunia U-17, sistem ini dibongkar dan diganti dengan material pasir halus berstandar FIFA agar air hujan dapat meresap ke bawah dengan kecepatan tinggi, meminimalkan genangan air di lapangan. Kualitas lapangan yang mumpuni ini menjadikannya salah satu ikon sepak bola Jawa Barat, bersanding dengan kemegahan stadion nasional seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno di ibu kota.

Renovasi Menuju Piala Dunia U-17 FIFA 2023

Kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023 membawa berkah renovasi besar bagi Si Jalak Harupat. Kemenkes dan Kementerian PUPR bersinergi meningkatkan infrastruktur stadion agar lolos verifikasi ketat dari perwakilan FIFA.

Salah satu fokus utama renovasi adalah konversi penuh seluruh tribun menjadi sistem kursi tunggal (single seat). Dengan konfigurasi kursi baru yang dicat warna gradasi biru, kuning, dan putih, kapasitas kapasitas stadion yang semula diperkirakan mencapai 40.000 penonton berdiri kini dipangkas menjadi 27.000 tempat duduk bernomor. Selain itu, pagar pembatas antara tribun dan lapangan diganti menggunakan material akrilik transparan berstandar keselamatan tinggi, memberikan pandangan yang lebih leluasa bagi penonton.

Sistem pencahayaan juga tidak luput dari pembenahan. Lampu stadion yang sebelumnya menggunakan lampu merkuri kini diganti penuh menjadi lampu LED pintar berkekuatan 2.500 lux yang hemat energi namun memiliki pancaran sinar jauh lebih terang dan merata. Ruang ganti pemain, ruang wasit, ruang medis, hingga area khusus penonton difabel turut disesuaikan agar ramah terhadap standar inklusi internasional.

Kandang Bersejarah Persib Bandung dan Orbitan Bintang Muda

Meskipun secara historis didirikan untuk Persikab, pamor Stadion Si Jalak Harupat melonjak tajam setelah dijadikan sebagai kandang alternatif oleh klub raksasa Indonesia, Persib Bandung. Atmosfer fanatisme suporter Bobotoh yang membiru di tribun stadion ini selalu memberikan magis tersendiri. Berbagai pertandingan penting persaingan sengit el-clasico Indonesia maupun laga internasional di ajang Piala AFC telah dimainkan di sini.

Banyak pemain bintang nasional yang dibina melalui akademi daerah maupun yang bertanding di sini meniti kesuksesan luar biasa. Pemain muda berbakat Persib seperti Beckham Putra Nugraha dan penyerang sayap lincah Febri Hariyadi mencatatkan penampilan impresif dan mencetak gol-gol indah yang memukau penonton di bawah gemuruh tribun Si Jalak Harupat. Proses pembinaan mereka tidak lepas dari ekosistem sepak bola Jawa Barat yang terintegrasi, yang sering kali melibatkan uji coba melawan tim-tim akademi legendaris seperti SSB Ragunan.

Di panggung dunia, selama Piala Dunia U-17 2023, stadion ini sukses menggelar laga-laga sengit babak penyisihan grup hingga babak 16 besar yang melibatkan tim-tim besar dunia seperti Jepang, Spanyol, dan Argentina. Keberhasilan penyelenggaraan ini mencatatkan nama Bandung di peta sepak bola internasional.

Akses dan Konektivitas Tol Soroja

Lokasi Si Jalak Harupat yang berada di wilayah Soreang sempat dikeluhkan karena jaraknya yang cukup jauh dari pusat Kota Bandung dan kemacetan parah di jalur arteri Kopo. Namun, masalah ini teratasi sepenuhnya setelah diresmikannya Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) pada akhir tahun 2017.

Dengan adanya Tol Soroja, penonton yang menggunakan kendaraan pribadi dapat berkendara dari Kota Bandung menuju gerbang tol Soreang hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit. Keluar dari gerbang tol Soreang, kompleks stadion dapat dijangkau dalam waktu kurang dari 5 menit. Bagi pengguna transportasi umum, dinas perhubungan menyediakan Trans Metro Bandung serta angkutan kota yang beroperasi secara terjadwal dari Terminal Leuwipanjang langsung menuju area Kutawaringin di dekat stadion.

Informasi Faktual Stadion

ParameterKeterangan
Nama ResmiStadion Si Jalak Harupat
Kapasitas27.000 (All-Seater)
AlamatKec. Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Tahun Diresmikan2005
Klub UtamaPersikab Kabupaten Bandung, Persib Bandung
Jenis RumputManila grass (Zoysia matrella)
Kekuatan Penerangan2.500 Lux (LED)

FAQ tentang Stadion Si Jalak Harupat

Mengapa stadion ini dinamakan Si Jalak Harupat?

Nama “Si Jalak Harupat” diambil dari julukan pahlawan nasional asal Bandung, Raden Oto Iskandar di Nata. Julukan ini melambangkan karakter burung jalak jantan yang berani, tangguh, dan pantang menyerah.

Berapa kapasitas tempat duduk Stadion Si Jalak Harupat sekarang?

Setelah renovasi besar untuk persiapan Piala Dunia U-17 FIFA 2023, seluruh area tribun telah dipasangi kursi tunggal (single seat), sehingga kapasitas pastinya sekarang adalah 27.000 tempat duduk.

Bagaimana cara paling cepat menuju stadion dari Kota Bandung?

Rute tercepat adalah menggunakan kendaraan pribadi atau taksi melalui Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) dan keluar di gerbang tol Soreang, yang letaknya sangat dekat dengan kompleks stadion.

Apakah Stadion Si Jalak Harupat memiliki lintasan atletik?

Ya, Stadion Si Jalak Harupat dirancang sebagai stadion multi-fungsi dan dilengkapi dengan lintasan atletik selebar 400 meter di sekeliling lapangan utama sepak bola.

🏟️ Fasilitas Stadion

Lapangan Rumput Manila Standar Internasional
Sistem Kursi Tunggal (Single Seat)
Sistem Penerangan Lapangan 2.500 Lux
Lintasan Atletik 400 Meter
Tribun Penonton VIP dan VVIP
Area Parkir Terbuka Luas
Akses Media Center Terpadu

🚆 Panduan Transportasi Umum

🚇
Kendaraan Pribadi / Tol Melalui Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja), keluar langsung di gerbang tol Soreang yang berjarak 5 menit dari kompleks stadion.
🚇
Angkutan Umum Menaiki bus Trans Metro Bandung (TMB) atau angkutan kota jurusan Soreang dari Terminal Leuwipanjang, lalu turun di gerbang stadion.

🎟️ Kategori Tiket & Estimasi Harga

Tribun Utara / Selatan Rp 40.000 - Rp 60.000
Tribun Timur Rp 75.000 - Rp 100.000
VIP Barat Rp 150.000 - Rp 200.000

🔧 Riwayat Renovasi

2010

Pemasangan kursi tunggal di tribun barat dan peningkatan fasilitas media untuk memenuhi standar lisensi AFC bagi Persib Bandung.

2023

Renovasi menyeluruh lapangan utama, drainase, lampu stadion, dan penambahan single seat di seluruh tribun untuk Piala Dunia U-17 FIFA 2023.

Pertandingan Bersejarah
  • Timnas Indonesia 2 - 1 Malaysia (Penyisihan Grup AFF Championship 2008)
  • Persib Bandung 3 - 0 Arema Cronus (Semifinal ISL 2014)
  • Timnas Jepang U-17 3 - 1 Timnas Spanyol U-17 (Babak 16 Besar Piala Dunia U-17 FIFA 2023)

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel

Menu Lainnya