Stadion Demang Lehman (Stadion Indrasari): Profil, Kapasitas & Info Lengkap Stadion
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Martapura
Lokasi
7.200
Kapasitas
2013
Dibuka
Zoysia Matrella
Jenis Rumput
Stadion Demang Lehman adalah stadion sepak bola berstandar nasional yang berlokasi di Desa Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dibuka resmi pada tahun 2013 untuk menggantikan fungsi stadion lama, arena olahraga yang dikelilingi pemandangan alam asri ini memiliki kapasitas terbaru 7.200 kursi tunggal dan menjadi markas utama bagi klub Liga 1 Barito Putera.
Sejarah Pembangunan dan Latar Belakang
Pembangunan Stadion Demang Lehman dimulai pada awal dekade 2010-an untuk menjawab kebutuhan mendesak akan sebuah fasilitas olahraga modern dan representatif di wilayah Kabupaten Banjar. Sebelum adanya stadion ini, kegiatan olahraga berskala besar di Martapura harus mengandalkan lapangan umum yang fasilitasnya sangat minim dan kurang memadai untuk pertandingan tingkat profesional. Pemerintah Kabupaten Banjar kemudian menginisiasi pembangunan sebuah kompleks olahraga terpadu di kawasan Indrasari untuk mendukung peningkatan prestasi atlet daerah sekaligus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Selatan pada tahun 2013.
Stadion ini pertama kali diresmikan pada tanggal 18 Januari 2013 oleh Sultan Haji Khairul Saleh, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Banjar. Peresmian tersebut disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh masyarakat setempat karena menandai era baru kebangkitan infrastruktur olahraga di Banua. Stadion yang awalnya dikenal dengan nama Stadion Indrasari ini langsung menjadi pusat perhatian publik sepak bola di Kalimantan Selatan. Keberadaan stadion baru ini juga menjadi solusi bagi klub kebanggaan daerah, Barito Putera, yang kala itu sedang mencari markas alternatif untuk menggelar pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia karena stadion mereka di Banjarmasin sedang mengalami renovasi.
Asal-usul Nama Demang Lehman
Pemilihan nama Demang Lehman memiliki nilai historis dan kultural yang sangat mendalam bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Demang Lehman adalah salah satu panglima perang yang paling gagah berani dan setia dalam sejarah Perang Banjar. Bersama dengan Pangeran Antasari, beliau memimpin perjuangan rakyat Banjar melawan penjajahan kolonial Belanda pada abad ke-19. Keberanian, keteguhan sikap, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Demang Lehman menjadikannya sosok pahlawan yang sangat dihormati di daerah Banua.
Penggunaan nama pahlawan ini untuk stadion utama di Kabupaten Banjar secara resmi dilakukan untuk menggantikan nama Stadion Indrasari. Langkah ini diambil oleh pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan abadi atas jasa-jasa perjuangan Demang Lehman sekaligus untuk menginspirasi para atlet yang bertanding di dalamnya agar selalu memiliki mental juang yang tinggi dan pantang menyerah di lapangan hijau. Nama ini juga memperkuat identitas lokal yang khas, menegaskan hubungan emosional yang erat antara stadion, klub yang bermarkas di sana, dan masyarakat pendukung setianya yang selalu memadati tribun.
Arsitektur dan Peningkatan Fasilitas Terbaru
Secara arsitektur, Stadion Demang Lehman dirancang dengan mengutamakan aspek fungsionalitas dan kenyamanan penonton. Stadion ini memiliki satu tribun tertutup di sisi barat yang dilengkapi dengan atap pelindung, sementara tribun di sisi utara, selatan, dan timur pada awalnya merupakan tribun terbuka dengan konstruksi beton semen. Desain stadion ini memiliki kemiripan dengan beberapa stadion menengah di luar Jawa, di mana jarak antara lapangan dengan tribun penonton relatif dekat karena tidak dipisahkan oleh lintasan atletik yang terlalu lebar, sehingga menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup dan interaktif.
Pada tahun 2024, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan proyek rehabilitasi besar-besaran terhadap Stadion Demang Lehman untuk memenuhi standar kelayakan dan keselamatan yang ditetapkan oleh FIFA dan PSSI. Renovasi ini mencakup transformasi menyeluruh pada area tribun penonton, di mana seluruh tribun semen lama kini telah dipasangi kursi tunggal (single seat) lipat standar internasional dengan kapasitas maksimal yang disesuaikan menjadi 7.200 penonton. Pemasangan kursi tunggal ini secara signifikan meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton, sekaligus mempermudah proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Selain tribun, pembenahan juga dilakukan pada kualitas lapangan permainan. Lapangan utama Stadion Demang Lehman kini dilapisi dengan rumput alami jenis Zoysia Matrella, yang merupakan jenis rumput premium standar FIFA untuk wilayah tropis. Kualitas rumput ini setara dengan yang digunakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Batakan di Balikpapan. Rumput Zoysia Matrella dipilih karena memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap gesekan, kerapatan yang tinggi, serta kemampuan pemulihan yang cepat. Sistem drainase bawah lapangan juga ditingkatkan secara total untuk memastikan air hujan dapat meresap dengan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Sistem pencahayaan stadion turut diperbarui dengan pemasangan lampu sorot LED modern berkapasitas tinggi di setiap sudut stadion. Pencahayaan baru ini dirancang untuk mendukung siaran langsung televisi dengan resolusi tinggi (High Definition) pada malam hari tanpa menghasilkan bayangan yang mengganggu di lapangan. Fasilitas ruang ganti pemain juga tidak luput dari pembenahan; kini tersedia ruang ganti yang luas, dilengkapi dengan bak mandi es untuk pemulihan fisik pemain, ruang pijat, dan fasilitas sanitasi modern berstandar hotel berbintang.
Atmosfer Pertandingan dan Peran Bagi Barito Putera
Bagi Barito Putera, Stadion Demang Lehman adalah benteng pertahanan kedua mereka yang sangat bersejarah. Selama bertahun-tahun, stadion ini menjadi saksi bisu dari berbagai perjuangan epik Laskar Antasari di pentas Liga 1 Indonesia. Keberadaan stadion ini sangat krusial bagi klub, terutama ketika Stadion 17 Mei di Banjarmasin tidak dapat digunakan karena renovasi jangka panjang. Di bawah asuhan para pelatih nasional terkemuka, Barito Putera berhasil mencatatkan rekor kandang yang impresif di Martapura, menjadikan Demang Lehman sebagai tempat yang angker bagi tim-tim tamu dari luar Pulau Kalimantan.
Atmosfer pertandingan di Stadion Demang Lehman sangat dipengaruhi oleh militansi para pendukung setia Barito Putera, khususnya kelompok suporter Barito Mania (Bartman). Ketika hari pertandingan tiba, ribuan pendukung berbaju kuning akan memadati tribun barat dan tribun terbuka di sekeliling lapangan, menyanyikan lagu-lagu penyemangat dan membentangkan spanduk raksasa. Kedekatan jarak antara tribun dengan garis lapangan membuat gemuruh suara suporter terdengar sangat kencang dan langsung dirasakan oleh para pemain di lapangan, memberikan suntikan motivasi bagi skuad Barito Putera sekaligus memberikan tekanan psikologis yang besar bagi tim lawan.
Selain menjadi rumah bagi Barito Putera, stadion ini juga aktif digunakan oleh klub lokal Persemar Martapura untuk mengarungi kompetisi Liga 3. Kehadiran berbagai level kompetisi sepak bola di stadion ini membantu menghidupkan ekosistem olahraga di Kabupaten Banjar. Di samping itu, fasilitas lapangan latihan di sekitar kompleks stadion juga dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah sepak bola setempat seperti yang meniru konsep pembinaan di SSB Mitra Kukar untuk menjaring bakat-bakat muda Kalimantan Selatan yang diharapkan dapat memperkuat tim nasional di masa depan.
Panduan Rute Transportasi Menuju Stadion Demang Lehman
Stadion Demang Lehman terletak di kawasan Indrasari, Martapura, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Martapura dan kurang lebih 10 kilometer dari Kota Banjarbaru. Akses menuju stadion ini sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalur arteri utama di Kalimantan Selatan.
- Menggunakan Kendaraan Pribadi: Dari arah Kota Banjarmasin atau Bandara Internasional Syamsudin Noor, Anda dapat berkendara menyusuri Jalan Ahmad Yani menuju arah Martapura. Setibanya di Km 36, silakan ambil belokan ke arah Jalan Indrasari dan ikuti papan petunjuk jalan menuju kompleks olahraga. Stadion ini menyediakan area parkir luar ruangan yang cukup luas untuk menampung ratusan mobil dan ribuan sepeda motor.
- Menggunakan Layanan Transportasi Daring: Layanan ojek dan taksi daring beroperasi secara penuh di wilayah Martapura dan Banjarbaru. Penonton dapat dengan mudah memesan kendaraan langsung dari ponsel mereka untuk menuju ke gerbang masuk utama stadion dengan tarif yang relatif terjangkau.
🏟️ Tim Kandang (Tenants)
🏟️ Fasilitas Stadion
🚆 Panduan Transportasi Umum
🎟️ Kategori Tiket & Estimasi Harga
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


