Stadion Manahan: Profil, Kapasitas & Info Lengkap Stadion
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Sejarah Pembangunan dan Inisiasi Awal
- Arsitektur “Miniatur Bung Karno” dan Fasilitas Kelas Dunia
- Rumah Bagi Persis Solo dan Panggung Pertandingan Dunia
- Panduan Rute Transportasi Menuju Stadion Manahan
- Detail Informasi Stadion Manahan Solo
- FAQ tentang Stadion Manahan
- Berapa kapasitas penonton Stadion Manahan setelah renovasi?
- Lapangan Stadion Manahan menggunakan jenis rumput apa?
- Apakah Stadion Manahan pernah menggelar pertandingan internasional FIFA?
- Di mana lokasi stasiun kereta api terdekat dari Stadion Manahan?
Surakarta
Lokasi
20.003
Kapasitas
1998
Dibuka
Rumput Bermuda
Jenis Rumput
Stadion Manahan adalah stadion olahraga multi-fungsi berstandar FIFA yang terletak di Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Memiliki kapasitas 20.003 tempat duduk all-seater, stadion modern yang dibuka tahun 1998 ini merupakan markas utama klub Persis Solo dan terkenal sebagai miniatur Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah renovasi besar.
Sejarah Pembangunan dan Inisiasi Awal
Stadion Manahan Solo memiliki latar sejarah yang erat dengan kepemimpinan nasional di era Orde Baru. Proyek pembangunan stadion ini diinisiasi langsung oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, pada pertengahan dekade 1990-an. Pemerintah saat itu memproyeksikan sebuah kawasan olahraga terpadu di Kota Solo guna merangsang pertumbuhan atlet-atlet daerah berbakat di Jawa Tengah. Pembangunan dimulai pada tahun 1995 dan memakan waktu sekitar tiga tahun.
Stadion ini diresmikan secara meriah oleh Presiden Soeharto pada tanggal 21 Februari 1998. Pada awal berdirinya, Stadion Manahan dirancang untuk menampung hingga 25.000 hingga 35.000 penonton dengan tribun semen terbuka tanpa pembatas tempat duduk individual. Selama bertahun-tahun, stadion ini menjadi pusat kegiatan sosial dan olahraga terbesar di Kota Surakarta, menyelenggarakan berbagai ajang mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), konser musik nasional, hingga upacara keagamaan berskala besar.
Keberadaannya di tengah kota membuat Stadion Manahan mudah diakses dan dengan cepat melekat dalam identitas kultural masyarakat Solo. Namun seiring dengan tuntutan profesionalisme sepak bola modern, stadion ini membutuhkan pembenahan menyeluruh agar dapat terus bersaing menyelenggarakan kompetisi internasional di bawah naungan PSSI.
Arsitektur “Miniatur Bung Karno” dan Fasilitas Kelas Dunia
Pada tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai proyek revitalisasi besar-besaran untuk Stadion Manahan dengan total anggaran mencapai Rp 300 miliar. Tujuan utama proyek ini adalah mentransformasi Stadion Manahan menjadi stadion kelas dunia dengan mengadopsi struktur arsitektural yang menyerupai Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dalam format yang lebih ringkas.
Stadion Manahan yang baru kini dilengkapi dengan atap baja melengkung yang menutup seluruh tribun penonton (cantilever roof), melindungi tribun barat, timur, utara, dan selatan secara menyeluruh dari terpaan angin dan hujan. Fasad luar stadion juga dihiasi dengan motif batik Kawung, yang merupakan batik khas Surakarta, memadukan nilai modernitas internasional dengan kekayaan kearifan lokal Nusantara.
Permukaan lapangan Stadion Manahan dilapisi oleh rumput berstandar FIFA dari jenis Rumput Bermuda (Cynodon dactylon). Rumput Bermuda dipilih karena memiliki ketahanan luar biasa terhadap injakan sepatu bola, kemampuan adaptasi cuaca panas yang sangat baik, serta tekstur daun yang lembut yang meminimalkan risiko cedera geser (sliding) bagi para pemain. Lapangan ini didukung oleh sistem drainase bawah tanah berpori yang dilapisi pasir silika khusus, yang mampu menyerap air hujan dengan cepat sehingga pertandingan tidak perlu dihentikan meskipun hujan mengguyur lebat.
Di area tribun, sistem kursi tunggal (single seat) bernomor telah dipasang di seluruh sektor penonton. Warna kursi ditata sedemikian rupa dengan warna merah, biru, dan kuning membentuk pola ombak dinamis yang estetis. Kapasitas resmi stadion setelah pemasangan kursi tunggal ini dikunci pada angka 20.003 tempat duduk yang dijamin aman dan nyaman.
Rumah Bagi Persis Solo dan Panggung Pertandingan Dunia
Bagi publik sepak bola Solo, Stadion Manahan adalah rumah spiritual. Stadion ini merupakan markas utama dari klub legendaris Persis Solo yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia. Kehadiran suporter fanatik Pasoepati dan Surakartans yang memadati tribun dengan warna kebesaran merah selalu menghadirkan atmosfer pertunjukan yang luar biasa dan mengintimidasi lawan.
Stadion ini menjadi saksi tumbuhnya bakat-bakat muda masa depan Timnas Indonesia. Penyerang muda andalan Persis Solo, Arkhan Kaka, yang juga menjadi andalan skuad Garuda Muda di ajang Piala Dunia U-17, telah mencatatkan banyak menit bermain berharga di lapangan Manahan. GBT juga menjadi panggung ketajaman penyerang timnas Ramadhan Sananta yang kerap mencetak gol spektakuler di bawah gemuruh suporter tuan rumah. Sinergi antara pemain berbakat, suporter setia, dan fasilitas pembinaan yang baik, mirip dengan apa yang diterapkan di SSB Ragunan, menjadi kunci perkembangan Persis Solo ke arah klub profesional modern.
Momen puncak dalam sejarah Stadion Manahan terjadi pada tahun 2023 ketika kota Solo terpilih menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-17 FIFA 2023. Stadion Manahan dipercaya memegang peran paling krusial, yakni menggelar laga semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga laga final yang mempertemukan Jerman U-17 melawan Prancis U-17. Suksesnya laga final tersebut mempertegas status Stadion Manahan sebagai salah satu stadion terbaik dan paling siap di kawasan Asia Tenggara.
Panduan Rute Transportasi Menuju Stadion Manahan
Terletak tepat di pusat geografis Kota Surakarta, Stadion Manahan memiliki akses konektivitas transportasi publik yang sangat baik dan terintegrasi.
- Menggunakan Batik Solo Trans (BST): Penonton dapat menaiki bus raya terpadu BST Koridor 1 atau Koridor 2 dan turun langsung di halte bus Stadion Manahan yang terletak di Jalan Adi Sucipto. Akses dari halte menuju gerbang masuk stadion hanya berjarak sekitar 50 meter.
- Menggunakan Kereta Api / KRL: Bagi penonton dari luar kota (seperti Yogyakarta atau Semarang), Anda dapat menggunakan KRL commuter line dan turun di Stasiun Purwosari atau Stasiun Solo Balapan. Dari kedua stasiun kereta tersebut, kompleks olahraga Manahan dapat dijangkau menggunakan ojek daring dalam waktu kurang dari 10 menit.
- Menggunakan Kendaraan Pribadi: Dari arah luar kota, pengendara dapat melalui jalan arteri Adi Sucipto atau Menteri Supeno. Kompleks Manahan menyediakan kantong parkir yang luas di area luar stadion untuk menampung ribuan kendaraan roda dua dan roda empat.
Detail Informasi Stadion Manahan Solo
| Parameter Informasi | Keterangan Faktual |
|---|---|
| Nama Resmi | Stadion Manahan |
| Kapasitas | 20.003 (All-Seater) |
| Lokasi | Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah |
| Tahun Dibuka | 1998 |
| Penyewa Utama | Persis Solo |
| Jenis Rumput | Bermuda grass (Cynodon dactylon) |
| Kekuatan Lampu | 2.400 Lux (LED) |
FAQ tentang Stadion Manahan
Berapa kapasitas penonton Stadion Manahan setelah renovasi?
Setelah menjalani renovasi besar oleh Kementerian PUPR, kapasitas Stadion Manahan adalah 20.003 penonton dengan sistem kursi tunggal (single seat) di seluruh area tribun penonton.
Lapangan Stadion Manahan menggunakan jenis rumput apa?
Lapangan sepak bola Stadion Manahan menggunakan rumput alami jenis Bermuda (Cynodon dactylon), yang terkenal kuat terhadap tekanan permainan intensitas tinggi dan memiliki drainase yang sangat baik.
Apakah Stadion Manahan pernah menggelar pertandingan internasional FIFA?
Ya, Stadion Manahan telah beberapa kali menyelenggarakan laga internasional. Puncaknya adalah ketika terpilih menjadi tuan rumah laga semifinal dan laga final Piala Dunia U-17 FIFA pada tahun 2023.
Di mana lokasi stasiun kereta api terdekat dari Stadion Manahan?
Stasiun kereta api terdekat dari Stadion Manahan adalah Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Balapan. Keduanya berjarak kurang dari 2,5 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 5-10 menit dengan berkendara.
🏟️ Tim Kandang (Tenants)
🏟️ Fasilitas Stadion
🚆 Panduan Transportasi Umum
🎟️ Kategori Tiket & Estimasi Harga
🔧 Riwayat Renovasi
Renovasi total senilai Rp 300 miliar oleh Kementerian PUPR untuk merombak struktur tribun menjadi all-seater, atap melingkar penuh, dan peningkatan sistem drainase lapangan.
Renovasi permukaan lapangan, pemasangan rumput baru, peningkatan kualitas lampu stadion, dan penyempurnaan media center untuk Piala Dunia U-17 FIFA.
- ✨ Timnas Indonesia 1 - 0 Malaysia (Persahabatan Internasional FIFA Matchday 2016)
- ✨ Timnas Jerman U-17 2 - 2 (4 - 3 p) Timnas Prancis U-17 (Final Piala Dunia U-17 FIFA 2023)
- ✨ Persis Solo 2 - 0 PSIM Yogyakarta (Derbi Mataram, Liga 2 2019)
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


