Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak
Stadion

Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA): Profil, Kapasitas & Info Lengkap Stadion

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Pontianak

Lokasi

5.500

Kapasitas

1985

Dibuka

Rumput Alami

Jenis Rumput

Stadion Sultan Syarif Abdurrahman adalah stadion olahraga serbaguna yang berlokasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1985 untuk penyelenggaraan MTQ Nasional, stadion ini menjadi markas resmi klub Persipon Pontianak dan kini berfungsi sebagai pusat pengembangan atlet sepak bola serta kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Kalimantan Barat.

Sejarah Pembangunan dan Latar Belakang

Pembangunan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) erat kaitannya dengan sejarah perkembangan infrastruktur publik dan olahraga di Provinsi Kalimantan Barat pada dekade 1980-an. Pada tahun 1985, Kota Pontianak terpilih menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke-14. Event berskala nasional tersebut menuntut adanya sebuah fasilitas pertemuan akbar yang representatif dan mampu menampung ribuan tamu dari seluruh penjuru tanah air. Pemerintah daerah bersama dengan pemerintah pusat kemudian memutuskan untuk membangun sebuah kompleks olahraga dan seni terpadu yang berpusat pada sebuah stadion utama.

Stadion ini diresmikan secara megah pada tanggal 3 Mei 1985 oleh Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto. Sejak saat itu, kompleks olahraga ini berganti nama menjadi Kompleks Olahraga Sultan Syarif Abdurrahman, mengambil nama dari tokoh penting pendiri Kesultanan Pontianak, yakni Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Nama ini disematkan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya lokal sekaligus sebagai identitas kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga Pontianak. Setelah penyelenggaraan MTQ selesai, fungsi stadion ini dialihkan sebagai sarana olahraga multi-cabang, terutama untuk sepak bola dan atletik.

Peran Bagi Persipon Pontianak dan Sepak Bola Kalbar

Stadion Sultan Syarif Abdurrahman adalah rumah spiritual bagi klub sepak bola kebanggaan kota khatulistiwa, Persipon Pontianak. Sejak klub ini berkompetisi di kasta kedua maupun ketiga Liga Indonesia, SSA selalu menjadi tempat para pendukung setia Persipon, yang dikenal dengan julukan Elang Khatulistiwa, berkumpul. Pertandingan kandang Persipon di stadion ini selalu dipadati oleh warga Pontianak yang haus akan hiburan sepak bola berkualitas.

Di stadion ini, pembinaan sepak bola usia dini juga terus berjalan dengan memanfaatkan lapangan utama dan area luar kompleks stadion. Meskipun perkembangannya tidak secepat klub elite di Kalimantan Timur seperti Borneo FC Samarinda, Persipon Pontianak tetap konsisten menggunakan SSA sebagai sarana melahirkan pemain-pemain berbakat lokal. Pola pelatihan usia muda di Pontianak juga sering mengadopsi kurikulum kepelatihan terstruktur seperti di SSB Ragunan di Jakarta, demi menjamin kesinambungan bakat sepak bola nasional. Melalui turnamen antarklub lokal yang rutin diadakan di SSA, para pelatih lokal dapat memantau potensi bibit muda untuk kemudian diproyeksikan ke tim utama Persipon atau klub-klub nasional lainnya.

Kondisi Fisik, Arsitektur, dan Fasilitas

Stadion Sultan Syarif Abdurrahman memiliki arsitektur khas stadion klasik Indonesia era 1980-an, di mana di sekeliling lapangan permainan terdapat lintasan atletik berbahan tanah atau gravel. Tribun stadion dibagi menjadi tribun barat yang memiliki atap pelindung permanen serta tribun terbuka di sisi timur, utara, dan selatan. Kapasitas stadion ini berkisar antara 5.500 hingga 15.000 penonton tergantung pada jenis pengaturan tempat duduk yang diterapkan. Sebagian besar tribun penonton saat ini masih menggunakan format tribun beton semen tanpa kursi tunggal individu (single seat), kecuali untuk area VIP di tribun barat.

Sebagai stadion tertua dan terbesar di Pontianak, pemeliharaan fasilitas di SSA menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah. Pengelolaan stadion berada di bawah tanggung jawab Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat. Meskipun memiliki keterbatasan anggaran dibandingkan stadion-stadion baru di Jawa, pihak pengelola secara berkala melakukan perbaikan kualitas rumput lapangan utama dan fasilitas ruang ganti pemain.

Lapangan utama SSA menggunakan rumput alami lokal yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis basah Kota Pontianak yang sering diguyur hujan deras. Sistem drainase di bawah lapangan dirancang dengan parit terbuka di sekeliling lintasan lari untuk mengalirkan air hujan secepat mungkin agar tidak menimbulkan genangan air di lapangan. Meskipun belum dilengkapi dengan lampu sorot LED berkapasitas tinggi setara dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta atau kemegahan Stadion Batakan di Balikpapan, stadion ini tetap mampu menggelar pertandingan sore hari dengan kualitas pencahayaan alami yang optimal.

Kompleks Olahraga Serbaguna dan Aktivitas Publik

Kompleks Olahraga Sultan Syarif Abdurrahman tidak hanya berdiri sebagai stadion sepak bola tunggal, melainkan merupakan kawasan terpadu yang memadukan berbagai fasilitas olahraga lainnya. Di sekitar stadion utama, terdapat GOR Pangsuma yang sering digunakan untuk pertandingan futsal, bola basket, dan bulu tangkis tingkat regional. Selain itu, terdapat juga kolam renang standar nasional, lapangan tenis, dan area panahan.

Keberadaan kompleks olahraga ini menjadikannya sebagai paru-paru kota sekaligus pusat interaksi sosial bagi masyarakat Pontianak. Setiap akhir pekan, kawasan di luar stadion dipenuhi oleh warga yang melakukan berbagai aktivitas fisik mulai dari joging, senam bersama, bersepeda, hingga sekadar berjalan santai bersama keluarga. Sektor kuliner informal juga berkembang pesat di sekitar gerbang masuk kompleks stadion, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan makanan khas daerah, menciptakan perputaran ekonomi mikro yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Panduan Transportasi dan Akses Menuju SSA Pontianak

Terletak di kawasan Pontianak Selatan, kompleks Stadion Sultan Syarif Abdurrahman memiliki lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses dari berbagai wilayah di Kota Pontianak maupun dari luar kota.

  1. Menggunakan Kendaraan Pribadi: Dari arah bandara Internasional Supadio, Anda dapat berkendara menyusuri Jalan Ahmad Yani menuju arah pusat kota selama sekitar 30 menit. Pintu masuk utama kompleks stadion terletak tepat di sisi Jalan Ahmad Yani. Tersedia area parkir terbuka yang sangat luas di dalam kompleks olahraga untuk menampung mobil dan motor pengunjung.
  2. Menggunakan Angkutan Kota (Angkot): Bagi pengguna transportasi publik tradisional, Anda dapat menaiki angkot jurusan Ahmad Yani dan meminta pengemudi untuk turun langsung di depan gerbang Kompleks GOR Sultan Syarif Abdurrahman.
  3. Menggunakan Layanan Daring: Pontianak memiliki jaringan ojek dan taksi online yang sangat luas. Anda cukup mengetikkan tujuan “Stadion Sultan Syarif Abdurrahman” di aplikasi gawai Anda untuk mendapatkan layanan transportasi langsung ke area stadion.

🏟️ Tim Kandang (Tenants)

🏟️ Fasilitas Stadion

Lapangan Sepak Bola Alami
Lintasan Atletik
Tribun Penonton
Ruang Ganti Pemain
Area Parkir Terbuka

🚆 Panduan Transportasi Umum

🚇
Kendaraan Pribadi Melalui Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan, terletak di dalam kompleks olahraga SSA.
🚇
Angkutan Kota Gunakan angkot jurusan Ahmad Yani dan turun di depan gerbang Kompleks Olahraga SSA.

🎟️ Kategori Tiket & Estimasi Harga

VIP Rp 50.000
Tribun Ekonomi Rp 25.000

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel