Wendy’s telah mengumumkan kemitraan dengan Google Cloud untuk meluncurkan chatbot AI yang disebut “Wendy’s FreshAI” yang akan menerima pesanan dari pelanggan drive-thru. Lebih dari 75% pelanggan Wendy lebih suka memesan melalui drive-thru, menjadikannya area penting untuk fokus pada rantai makanan cepat saji.

Chatbot akan menggunakan pemrosesan bahasa alami untuk memahami apa yang dikatakan pelanggan dan kemudian menghasilkan respons menggunakan algoritma pembelajaran mesin. Teknologi ini sudah digunakan oleh chatbots AI seperti ChatGPT OpenAI, yang telah menunjukkan kemampuan mengesankan dalam menghasilkan respons seperti manusia.

Menurut pernyataan dari Google Cloud, penggunaan chatbot AI untuk melayani pelanggan drive-thru memiliki potensi untuk merevolusi industri makanan cepat saji. Teknologi ini berpotensi mengurangi waktu tunggu, meningkatkan akurasi pesanan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

CEO dan presiden Wendy Todd Penegor mengatakan bahwa chatbot akan “sangat percakapan” dan pelanggan “tidak akan tahu bahwa mereka sedang berbicara dengan siapa pun kecuali seorang karyawan.” Tingkat kemampuan percakapan ini akan menjadi penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang mulus dan menyenangkan.

Kemitraan dengan Google Cloud ini hanyalah contoh terbaru tentang bagaimana AI dan machine learning digunakan dalam industri makanan cepat saji. Rantai lain seperti McDonald’s dan Burger King juga telah bereksperimen dengan teknologi bertenaga AI untuk merampingkan operasi mereka dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Secara keseluruhan, penggunaan chatbots AI seperti “Wendy’s FreshAI” memiliki potensi untuk secara signifikan meningkatkan pengalaman drive-thru bagi pelanggan, sementara juga memberikan penghematan biaya dan efisiensi operasional untuk rantai makanan cepat saji. Karena teknologi ini terus maju, kita dapat berharap untuk melihat semakin banyak solusi bertenaga AI di industri layanan makanan.