FIFA The Best: Perbedaan dengan Ballon d'Or & Pemenang Semua Edisi | SBH Nation | SBH Nation
terminologi
calendar_today 3 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 3 Mei 2026

FIFA The Best: Perbedaan dengan Ballon d'Or & Pemenang Semua Edisi | SBH Nation

bolt SBH Quick Take
  • FIFA The Best lahir pada 2016 setelah FIFA dan France Football memutuskan mengakhiri kerja sama enam tahun mereka untuk Ballon d'Or.
  • Perbedaan utama: FIFA The Best melibatkan suara fans (25%), kapten & pelatih timnas (masing-masing 25%), dan jurnalis (25%), sementara Ballon d'Or hanya jurnalis.
  • Lionel Messi memegang rekor sebagai pemain dengan gelar FIFA The Best terbanyak (3 kali: 2019, 2022, 2023), disusul Robert Lewandowski (2 kali: 2020, 2021).
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Sejarah dan Evolusi FIFA The Best: Perbedaan dengan Ballon d’Or & Pemenang Semua Edisi

FIFA The Best adalah penghargaan tahunan yang diberikan FIFA kepada pemain sepak bola terbaik di dunia. Penghargaan ini lahir pada 2016 setelah FIFA dan France Football memutuskan untuk mengakhiri kemitraan enam tahun mereka dalam penyelenggaraan FIFA Ballon d’Or (2010–2015). Sejak saat itu, dua penghargaan bergengsi ini berjalan paralel: FIFA The Best dikelola oleh FIFA, sementara Ballon d’Or kembali dikelola oleh France Football dengan kriteria dan sistem voting yang berbeda.

Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada siapa yang memilih. FIFA The Best melibatkan empat kelompok pemilih dengan bobot masing-masing 25%: kapten tim nasional, pelatih tim nasional, jurnalis yang dipilih FIFA, dan fans (melalui voting online). Sementara itu, Ballon d’Or hanya dipilih oleh jurnalis sepak bola internasional — satu jurnalis per negara. Perbedaan ini membuat hasil kedua penghargaan seringkali berbeda, seperti yang terjadi pada 2021 ketika Robert Lewandowski memenangkan FIFA The Best, sementara Lionel Messi memenangkan Ballon d’Or.

Selain itu, periode penilaian juga berbeda. FIFA The Best menilai performa pemain dari Agustus hingga Juli tahun berikutnya (mengikuti kalender musim Eropa), sementara Ballon d’Or menilai dari Januari hingga Desember (kalender tahun kalender). Perbedaan ini sering menjadi sumber kontroversi, terutama ketika turnamen besar seperti Piala Dunia diadakan di tengah tahun.

Kontroversi lain yang mewarnai sejarah FIFA The Best adalah voting kapten dan pelatih timnas. Banyak yang menganggap suara dari negara-negara kecil atau non-unggulan seringkali tidak berdasarkan performa objektif, melainkan popularitas atau hubungan personal. Contoh nyata terjadi pada 2019 ketika kapten timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, memberikan suaranya untuk Lionel Messi, sementara pelatih Timnas Indonesia saat itu, Simon McMenemy, memilih Virgil van Dijk. Meskipun demikian, FIFA The Best tetap dianggap lebih demokratis karena melibatkan suara fans.

Daftar Pemenang dan Rekor

Berikut adalah tabel lengkap pemenang FIFA The Best sejak edisi pertama pada 2016 hingga 2025:

TahunPemenang PriaKlubPemenang WanitaKlub
2016Cristiano RonaldoReal MadridCarli LloydHouston Dash
2017Cristiano RonaldoReal MadridLieke MartensFC Barcelona
2018Luka ModrićReal MadridMartaOrlando Pride
2019Lionel MessiFC BarcelonaMegan RapinoeReign FC
2020Robert LewandowskiBayern MünchenLucy BronzeOlympique Lyonnais
2021Robert LewandowskiBayern MünchenAlexia PutellasFC Barcelona
2022Lionel MessiParis Saint-GermainAlexia PutellasFC Barcelona
2023Lionel MessiInter Miami CFAitana BonmatíFC Barcelona
2024Lionel MessiInter Miami CFAitana BonmatíFC Barcelona
2025Kylian MbappéReal MadridAitana BonmatíFC Barcelona

Rekor penting:

  • Pemain pria dengan gelar terbanyak: Lionel Messi (3 kali: 2019, 2022, 2023)
  • Pemain wanita dengan gelar terbanyak: Aitana Bonmatí (3 kali: 2023, 2024, 2025)
  • Klub dengan pemenang terbanyak: FC Barcelona (7 pemenang: 2 pria, 5 wanita)
  • Satu-satunya pemain yang menang di dua klub berbeda: Lionel Messi (PSG dan Inter Miami)

Analisis SBH Nation

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perdebatan antara FIFA The Best dan Ballon d’Or bukanlah hal asing. Meskipun tidak ada pemain Indonesia yang pernah masuk nominasi, para suporter Liga 1 tetap antusias mengikuti perkembangan kedua penghargaan ini. Setiap tahun, media sosial dipenuhi diskusi tentang siapa yang pantas menang, terutama saat hasil kedua penghargaan berbeda.

Yang menarik, sistem voting FIFA The Best memberi kesempatan bagi fans Indonesia untuk berpartisipasi. Setiap tahun, ribuan suporter Indonesia ikut memilih melalui situs resmi FIFA. Meskipun bobot suara fans hanya 25%, partisipasi ini tetap dianggap sebagai bentuk demokrasi dalam sepak bola global. Sayangnya, tidak sedikit yang memilih berdasarkan popularitas di media sosial ketimbang performa di lapangan.

Dari perspektif Indonesia, kehadiran FIFA The Best juga berdampak pada cara pandang terhadap pemain Asia. Misalnya, pada 2022, pemain Jepang Takefusa Kubo masuk dalam nominasi FIFA FIFPro World11, sementara pemain Korea Selatan Son Heung-min beberapa kali masuk nominasi FIFA The Best. Ini menunjukkan bahwa penghargaan FIFA lebih inklusif secara geografis dibanding Ballon d’Or yang cenderung Eurosentris.

Namun, ada kritik bahwa FIFA The Best terlalu politis. Beberapa tahun terakhir, isu voting dari negara-negara kecil menjadi sorotan. Di Indonesia, misalnya, suara kapten dan pelatih timnas seringkali tidak mencerminkan performa objektif. Pada 2023, kapten Timnas Indonesia Marc Klok memberikan suara untuk Messi, sementara pelatih Shin Tae-yong memilih Erling Haaland. Ini menunjukkan bahwa preferensi personal masih sangat dominan.

Terlepas dari kontroversinya, FIFA The Best tetap menjadi salah satu penghargaan paling prestisius di dunia. Bagi pemain BRI Liga 1, melihat nama-nama besar seperti Messi, Ronaldo, dan Lewandowski di daftar pemenang menjadi inspirasi untuk terus berkembang. Suatu hari, mungkin akan ada pemain Indonesia yang masuk nominasi — dan itu akan menjadi sejarah besar bagi sepak bola nasional.

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara FIFA The Best dan Ballon d’Or?
Perbedaan utama terletak pada sistem voting. FIFA The Best melibatkan empat kelompok pemilih (kapten timnas, pelatih timnas, jurnalis, dan fans) dengan bobot masing-masing 25%, sementara Ballon d’Or hanya dipilih oleh jurnalis sepak bola internasional. Selain itu, periode penilaian juga berbeda: FIFA The Best dari Agustus ke Juli, Ballon d’Or dari Januari ke Desember.

2. Siapa pemain yang paling sering memenangkan FIFA The Best?
Lionel Messi memegang rekor sebagai pemain pria dengan gelar terbanyak (3 kali: 2019, 2022, 2023). Untuk kategori wanita, Aitana Bonmatí memimpin dengan 3 gelar (2023, 2024, 2025). Robert Lewandowski berada di posisi kedua dengan 2 gelar (2020, 2021).

3. Apakah fans Indonesia bisa ikut memilih FIFA The Best?
Ya, fans Indonesia bisa berpartisipasi dalam voting FIFA The Best melalui situs resmi FIFA setiap tahun. Suara fans memiliki bobot 25% dari total penentuan pemenang. Ini menjadi kesempatan unik bagi penggemar di Indonesia untuk berkontribusi dalam pemilihan pemain terbaik dunia.

📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel