Rekor Kemenangan Terbesar Liga 1 Indonesia
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Rekor Kemenangan Terbesar Era Modern Liga 1 (Sejak 2017)
- 1. Madura United 8-0 Barito Putera (Liga 1 2022/2023)
- 2. Bali United 6-1 Mitra Kukar (Liga 1 2017)
- 3. Persija Jakarta 6-1 Badak Lampung FC (Liga 1 2019)
- Rekor Historis Terbesar Sejak Era Liga Indonesia (1994-2016)
- 1. Persik Kediri 18-0 Persgres Gresik (Divisi Utama 2003)
- 2. Persipura Jayapura 10-0 PSAP Sigli (ISL 2011/2012)
- Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Skor Ekstrem
- Regulasi Pembenahan Lisensi Klub oleh PSSI
Rekor Kemenangan Terbesar Liga 1 Indonesia: Sejarah Pembantaian Gol Terbanyak
Dalam kompetisi sepak bola, gol adalah tujuan akhir dari setiap skema taktis dan strategi yang dirancang oleh pelatih. Namun, ada kalanya sebuah pertandingan berjalan sangat tidak seimbang, di mana satu tim mendominasi laga secara total dan mencetak gol demi gol tanpa bisa dibendung oleh lawannya. Di kancah sepak bola tertinggi tanah air, pembantaian gol seperti ini beberapa kali terjadi, meninggalkan catatan rekor sejarah yang sangat menarik untuk dibahas.
Bagi komunitas pecinta sepak bola nasional di SBH Nation, mengetahui rekor kemenangan terbesar dengan selisih atau margin gol terbanyak dalam satu laga Liga Indonesia merupakan topik informasi yang seru. Tim mana saja yang memegang rekor pembantaian gol terbesar sejak era Liga Indonesia 1994 hingga era modern Liga 1? Berikut adalah ulasan data dan statistik lengkapnya.
Rekor Kemenangan Terbesar Era Modern Liga 1 (Sejak 2017)
Sejak kompetisi kasta tertinggi diubah namanya menjadi Liga 1 pada musim 2017 di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia Baru (LIB), persaingan antar-klub dinilai berjalan lebih ketat dan profesional. Namun, rekor pembantaian gol dengan selisih ekstrem tetap tercipta.
Berikut adalah daftar kemenangan dengan skor terbesar di era modern Liga 1 sejak tahun 2017:
1. Madura United 8-0 Barito Putera (Liga 1 2022/2023)
Rekor kemenangan terbesar di era modern Liga 1 dipegang oleh Madura United saat membantai Barito Putera dengan skor telak 8-0 pada pekan pembuka Liga 1 musim 2022/2023, tepatnya tanggal 23 Juli 2022 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Di bawah asuhan pelatih Fábio Lefundes, Madura United tampil kesurupan. Penyerang Lulinha mencetak hat-trick di laga tersebut, sementara gol lainnya disumbangkan oleh Beto Goncalves, Ricki Ariansyah, Pedro Henrique, Malik Risaldi, serta gol bunuh diri Lutfi Kamal. Kemenangan dengan margin 8 gol tanpa balas ini menjadi rekor selisih gol terbesar dalam satu pertandingan sejak kompetisi bertajuk Liga 1 bergulir pada 2017.
2. Bali United 6-1 Mitra Kukar (Liga 1 2017)
Pada musim perdana Liga 1 tahun 2017, Bali United mencatatkan kemenangan luar biasa saat menggilas Mitra Kukar dengan skor 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 27 Agustus 2017. Bintang kemenangan Bali United kala itu adalah bomber naturalisasi Sylvano Comvalius yang memborong 5 gol dalam satu laga, menyamai rekor gol terbanyak individu dalam satu pertandingan Liga Indonesia. Koleksi gol tersebut mengantarkan Comvalius menjadi top skor akhir musim dengan rekor 37 gol.
3. Persija Jakarta 6-1 Badak Lampung FC (Liga 1 2019)
Raksasa ibu kota Persija Jakarta juga mencatatkan rekor pembantaian serupa saat mengalahkan Badak Lampung FC dengan skor 6-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada 20 Oktober 2019. Penyerang asing andalan Persija, Marko Simic, tampil gemilang dengan mencetak hat-trick, memuaskan puluhan ribu suporter The Jakmania yang memadati stadion.
Rekor Historis Terbesar Sejak Era Liga Indonesia (1994-2016)
Jika ditarik lebih jauh ke belakang sejak era unifikasi Divisi Utama Liga Indonesia pertama kali digulirkan pada tahun 1994, terdapat beberapa pertandingan dengan skor pembantaian yang jauh lebih ekstrem. Hal ini dikarenakan gap kualitas finansial dan teknis antartim pada era tersebut masih sangat lebar.
Berikut adalah rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah sepak bola Indonesia:
1. Persik Kediri 18-0 Persgres Gresik (Divisi Utama 2003)
Rekor kemenangan terbesar yang mustahil dipecahkan dalam sejarah sepak bola Indonesia dipegang oleh Persik Kediri saat menghancurkan Persgres Gresik dengan skor fantastis 18-0 pada kompetisi Divisi Utama musim 2003. Laga yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, ini diwarnai oleh aksi penyerang asing legendaris Persik, Bamidelle Frank Bob Manuel, yang memborong 9 gol dalam satu laga — sebuah rekor gol individu terbanyak dalam satu pertandingan resmi di Indonesia yang bertahan hingga hari ini. Kemenangan luar biasa ini memuluskan langkah Persik Kediri untuk merengkuh gelar juara Liga Indonesia pertama mereka di bawah arahan pelatih Jaya Hartono.
2. Persipura Jayapura 10-0 PSAP Sigli (ISL 2011/2012)
Raksasa timur Indonesia, Persipura Jayapura, mencatatkan kemenangan dengan margin dua digit saat membantai PSAP Sigli dengan skor telak 10-0 pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012 di Stadion Mandala, Jayapura. Legenda sepak bola Papua, Boaz Solossa, menjadi bintang lapangan dengan mencetak hat-trick, memimpin tim mutiara hitam mendominasi permainan secara total atas tim tamu asal Aceh tersebut.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Skor Ekstrem
Berdasarkan analisis taktis SBH Nation, terjadinya skor pembantaian di kancah domestik umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial di dalam maupun di luar lapangan:
- Runtuhnya Mentalitas Bertahan: Ketika sebuah tim tertinggal 3 atau 4 gol di babak pertama, organisasi pertahanan sering kali runtuh secara total karena pemain kehilangan motivasi bertanding, menyisakan ruang bebas bagi striker lawan seperti David da Silva untuk menambah pundi gol.
- Krisis Finansial Klub: Pada era pra-Liga 1, beberapa klub sering kali mengalami keterlambatan gaji pemain tengah musim. Kondisi internal yang tidak kondusif ini berdampak langsung pada performa dan konsentrasi pemain di lapangan, yang menjadi sasaran empuk bagi klub mapan.
- Kualitas Kedalaman Skuad: Tim promosi atau tim dengan anggaran minim sering kali kesulitan melakukan rotasi saat jadwal padat, sehingga terpaksa menurunkan skuad pelapis yang kualitas taktisnya jauh di bawah tim papan atas.
Regulasi Pembenahan Lisensi Klub oleh PSSI
Untuk mencegah terulangnya skor-skor pembantaian yang mencoreng nilai kompetitif liga, PSSI sejak era Liga 1 menerapkan aturan ketat mengenai Club Licensing Regulation standar AFC. Aturan ini mewajibkan setiap klub peserta untuk memenuhi 5 aspek profesionalisme: olahraga, infrastruktur, personel dan administrasi, hukum, serta finansial. Pembenahan ini terbukti efektif mempersempit jarak kualitas antartim di Liga 1 2025/2026, meminimalkan terjadinya skor pembantaian satu sisi demi menjaga kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Menurut analisis pembaca SBH Nation, apakah di era Liga 1 modern saat ini masih mungkin tercipta skor pembantaian dua digit seperti yang pernah dilakukan Persik Kediri di tahun 2003?
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.