Statistik Head-to-Head Arema vs Persebaya: Data Lengkap Sejak...
- Arema FC dan Persebaya Surabaya telah bertemu sebanyak 46 kali di kompetisi resmi sejak era Galatama dan Liga Indonesia.
- Persebaya Surabaya unggul tipis dengan 16 kemenangan, sedangkan Arema FC mencatatkan 15 kemenangan, dan 15 pertandingan berakhir imbang.
- Striker legendaris Kurniawan Dwi Yulianto dan David da Silva memimpin daftar pencetak gol terbanyak dalam sejarah Derby Jawa Timur.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Analisis & Data Statistik Head-to-Head Arema vs Persebaya
- Rekapitulasi Statistik Utama Derby Jawa Timur
- Sejarah Pertemuan Sejak Era Galatama hingga Liga 1 Modern
- Rekor Kandang dan Tandang di Malang dan Surabaya
- Daftar Pencetak Gol Terbanyak Derby Jawa Timur
- Momen Paling Dramatis dan Menentukan Dalam Sejarah Derby Jatim
- 🗣️ SBH Nation, Siapakah yang Akan Menjadi Penguasa Jawa Timur di Derby Berikutnya?
Analisis & Data Statistik Head-to-Head Arema vs Persebaya
Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya merupakan salah satu laga klasik yang paling dinantikan dalam kancah sepak bola Indonesia. Dikenal secara luas dengan sebutan Derby Jawa Timur, pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan tiga poin penting untuk mendaki posisi di Klasemen Liga 1, melainkan pertarungan harga diri, tradisi, dan dominasi kewilayahan yang melibatkan jutaan suporter fanatik dari kedua kubu.
Sejak pertama kali bergulir pada era kompetisi profesional unifikasi Liga Indonesia, rekor pertemuan antara Singo Edan dan Bajul Ijo menunjukkan statistik yang sangat berimbang, mencerminkan betapa sengitnya persaingan yang terjadi setiap kali kedua tim bertanding di lapangan hijau.
Rekapitulasi Statistik Utama Derby Jawa Timur
Data historis mencatat bahwa kedua klub telah berhadapan sebanyak 46 kali dalam kompetisi resmi nasional, yang mencakup era Galatama, Divisi Utama Liga Indonesia, Indonesia Super League (ISL), hingga era modern BRI Liga 1.
| Kategori Statistik | Arema FC | Persebaya Surabaya |
|---|---|---|
| Total Pertemuan | 46 | 46 |
| Kemenangan | 15 | 16 |
| Hasil Seri | 15 | 15 |
| Jumlah Gol | 58 | 60 |
| Kartu Merah (10 Tahun Terakhir) | 14 | 16 |
Catatan: Data statistik di atas diperbarui secara berkala dan hanya mencakup pertandingan resmi yang diakui oleh PSSI dan operator liga.
Persaingan ketat ini juga terlihat dari produktivitas gol. Persebaya Surabaya mencetak total 60 gol sepanjang sejarah pertemuan resmi, sedangkan Arema FC menguntit sangat rapat di belakang dengan torehan 58 gol. Margin yang tipis ini menegaskan bahwa tidak ada tim yang benar-benar mendominasi secara absolut dalam duel klasik ini.
Sejarah Pertemuan Sejak Era Galatama hingga Liga 1 Modern
Akar rivalitas kedua tim Jawa Timur ini mulai terbentuk pada akhir dekade 1980-an ketika kompetisi semi-profesional Galatama menjadi panggung unjuk kekuatan Arema Malang, sementara Persebaya Surabaya bersaing di kompetisi Perserikatan. Pertemuan resmi pertama terjadi pada musim Galatama 1988/1989. Pada era tersebut, Arema diperkuat oleh legenda lokal dan berhasil mengimbangi permainan taktis Bajul Ijo yang sudah lebih mapan secara finansial dan sejarah kejuaraan nasional.
Setelah penyatuan liga pada tahun 1994, intensitas Derby Jawa Timur ini semakin meningkat tajam. Pada era Divisi Utama (1994-2008), Persebaya cenderung mendominasi laga kandang mereka dengan dukungan penuh suporter di Surabaya. Namun, Arema FC menunjukkan kebangkitan luar biasa memasuki dekade 2010. Pada era Indonesia Super League (ISL), Arema FC mencatatkan rekor impresif dengan memenangkan 4 dari 6 pertemuan resmi, termasuk kemenangan telak 4-0 di Malang pada tahun 2013 yang menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua tim.
Memasuki era Liga 1 sejak tahun 2017, keseimbangan kekuatan kembali bergeser. Persebaya Surabaya, setelah kembali ke kompetisi kasta tertinggi, menunjukkan konsistensi permainan yang luar biasa di bawah arahan manajemen yang stabil. Dari 12 pertemuan terakhir di Liga 1, Persebaya berhasil mengamankan 5 kemenangan, berbanding 3 kemenangan milik Arema, sementara 4 laga lainnya berakhir imbang. Tren ini membuktikan bahwa faktor stabilitas kepengurusan klub sangat memengaruhi hasil performa tim di lapangan hijau dalam jangka panjang.
Rekor Kandang dan Tandang di Malang dan Surabaya
Faktor keunggulan bermain di hadapan pendukung sendiri (home advantage) memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan hasil akhir pertandingan bertensi tinggi ini. Rekor kandang Arema FC saat menjamu Bajul Ijo di Malang menunjukkan dominasi yang sangat kuat, terutama ketika pertandingan diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan maupun Stadion Gajayana. Dari total laga kandang resmi, Singo Edan berhasil memenangkan lebih dari 65% pertandingan saat bermain di bumi Arema.
Sebaliknya, Persebaya Surabaya juga memiliki rekor kandang yang fantastis saat menghadapi Arema FC. Di Surabaya, baik saat bermain di Stadion Gelora 10 Nopember maupun di stadion modern Gelora Bung Tomo, Persebaya sangat sulit dikalahkan oleh tamunya dari Malang. Tekanan atmosfer dari puluhan ribu suporter setia Surabaya selalu menjadi tantangan mental terbesar bagi para pemain Arema FC. Kemenangan tandang dalam derby ini merupakan pencapaian yang sangat langka dan sangat dihargai tinggi oleh suporter masing-masing klub.
Dalam satu dekade terakhir, laga tandang juga diwarnai dengan regulasi ketat demi alasan keamanan. Pertandingan seringkali dilaksanakan tanpa kehadiran suporter tim tamu di dalam stadion guna meminimalisir potensi gesekan fisik. Kebijakan ini secara langsung mengubah dinamika psikologis para pemain di lapangan, namun tidak mengurangi ketatnya tensi permainan yang rata-rata menghasilkan 1,2 kartu merah per pertandingan selama era modern Liga 1.
Daftar Pencetak Gol Terbanyak Derby Jawa Timur
Rivalitas panas ini telah melahirkan deretan nama penyerang legendaris yang tercatat sebagai mesin gol tersubur sepanjang sejarah pertemuan kedua tim. Nama-nama penyerang lokal maupun asing selalu sukses mencuri perhatian lewat kontribusi gol mereka di momen-momen krusial.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah pertemuan Arema vs Persebaya adalah striker legendaris Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, yang mencetak total 5 gol selama kariernya membela panji Arema Malang pada pertengahan tahun 2000-an. Ketajaman Kurniawan di lini depan Singo Edan selalu menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Bajul Ijo.
Dari kubu Surabaya, penyerang tajam asal Brasil, David da Silva, memimpin daftar top skor derby dengan torehan 4 gol yang dicetaknya dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 sebelum ia melanjutkan kariernya ke klub luar negeri. Selain David da Silva, pemain asing asal Mali yang pernah memperkuat kedua klub, Makan Konate, juga memiliki catatan gol yang unik dengan mencetak skor baik saat berseragam Arema FC maupun saat membela Persebaya Surabaya di kompetisi Liga 1. Di era terkini, kapten tim Singo Edan, Dedik Setiawan, juga tercatat telah mencetak 2 gol dalam derby Jatim ini.
Momen Paling Dramatis dan Menentukan Dalam Sejarah Derby Jatim
Salah satu pertandingan yang paling dramatis dalam sejarah modern derby ini terjadi pada pekan ke-24 Liga 1 musim 2018 di Surabaya. Bermain di hadapan lebih dari 50.000 pendukungnya, Persebaya Surabaya sempat tertinggal terlebih dahulu lewat skema serangan balik cepat Arema FC yang dimotori oleh kapten tim Johan Alfarizi. Namun, perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh skuad Bajul Ijo di babak kedua. Melalui skema serangan sayap yang cepat, Irfan Jaya berhasil menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya gol penentu kemenangan dicetak oleh pemain pengganti di menit-menit akhir babak kedua, memicu gemuruh luar biasa di sekeliling stadion.
Momen bersejarah lainnya terjadi pada semifinal turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim tahun 2020. Laga yang digelar di tempat netral tanpa penonton tersebut berlangsung sangat keras sejak menit awal. Arema FC yang mengandalkan gelandang muda berbakat Arkhan Fikri di lini tengah berupaya meredam dominasi penguasaan bola Persebaya yang dipimpin oleh pemain lincah Bruno Moreira. Laga tersebut berakhir dengan skor tipis 4-2 untuk kemenangan Persebaya Surabaya setelah melalui babak perpanjangan waktu yang diwarnai oleh 2 kartu merah bagi masing-masing tim.
Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, di mana 135 suporter meninggal dunia seusai pertandingan kandang Arema FC yang berakhir dengan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya, menjadi titik balik paling kelam dalam sejarah rivalitas ini. Peristiwa ini selamanya mengubah lanskap sistem pengamanan pertandingan sepak bola di Indonesia dan memaksa seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan aspek keselamatan di atas segala rivalitas olahraga.
🗣️ SBH Nation, Siapakah yang Akan Menjadi Penguasa Jawa Timur di Derby Berikutnya?
Apakah menurut kalian dominasi Persebaya Surabaya di era modern Liga 1 akan terus berlanjut berkat stabilitas manajemen mereka, ataukah Arema FC mampu bangkit untuk merebut kembali status sebagai raja sepak bola Jawa Timur di bawah arahan pelatih barunya? Tuliskan analisis taktis kalian di kolom komentar dan bagikan prediksi skor kalian!
Cek juga: Statistik Lengkap Arema FC untuk melihat performa skuad terkini.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.




