13 Menit Kekacauan Man City di Goodison yang Bisa Hancurkan Gelar Premier League
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
HOOK: Manchester City kebobolan tiga gol dalam waktu 13 menit di Goodison Park - sebuah kekacauan defensif yang jarang terlihat dari pasukan Pep Guardiola.
INTI: Dalam laga pekan ke-36 Premier League, The Citizens bermain imbang 3-3 melawan Everton setelah unggul lebih dulu. Tiga gol tuan rumah bersarang deras di menit ke-59, 68, dan 72.
SO WHAT: hasil ini bisa menjadi titik balik perburuan gelar. Arsenal di puncak klasemen kini punya keunggulan tiga poin dengan dua laga tersisa. Gelar bisa melayang dari tangan Erling Haaland dan kawan-kawan.
Drama 13 Menit di Goodison Park
Laga dimulai dengan skenario impian untuk Manchester City. Jérémy Doku membuka keunggulan di menit ke-23. Ia memanfaatkan umpang tarik dari sayap kiri lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau kiper Everton.
Riyad Mahrez menggandakan keunggulan di menit ke-37. Mantan pemain Leicester itu mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Bola melesat jaring pojok kiri gawang Jordan Pickford. Kedudukan 2-0 untuk tim tamu di babak pertama.
Semua mata tertuju pada kemenangan mudah. Mari kita bedah bersama apa yang terjadi setelah jeda.
Babak kedua berubah total. Everton keluar dengan high press yang agresif. Mereka menekan lini belakang City yang bermain dengan false nine dari Kevin De Bruyne.
- Menit 59: Demarai Gray mencetak gol pertama setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Bola liar disambar dengan kaki kiri.
- Menit 68: Dominic Calvert-Lewin menyundul umpan sepak pojok yang dilepaskan Dwight McNeil. Penjagaan Ruben Dias lengah.
- Menit 72: Alex Iwobi menuntaskan serangan balik cepat. Ia menaklukkan Ederson dengan tembakan terarah ke tiang jauh.
Tiga gol dalam 13 menit. Stadion Goodison Park bergemuruh. Everton berbalik unggul 3-2.
Comeback Doku yang Terlambat
Manchester City tidak menyerah begitu saja. Pep Guardiola memasukkan Jack Grealish dan Phil Foden untuk menambah daya gedor. Pasukan Guardiola mendominasi penguasaan bola hingga 72% di sisa laga.
Usaha keras membuahkan hasil di menit ke-90+7. Jérémy Doku mencetak gol keduanya malam itu. Ia menerima umpan dari Bernardo Silva di sisi kanan lalu memotong ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang.
Skor 3-3 bertahan hingga peluit akhir berbunyi. Manchester City hanya membawa satu poin dari Merseyside.
“Kami kehilangan kendali selama 15 menit. Itu tidak bisa diterima di level ini,” ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers usai laga.
Data berbicara, hati tetap berdetak. Manchester City melepaskan 21 tembakan dengan 8 tepat sasaran. Namun tiga kesalahan individu di lini belakang membuat mereka gigit jari.
Dampak ke Papan Klasemen Premier League
Hasil imbang ini mengubah peta persaingan gelar secara drastis. Berikut tabel klasemen sementara Premier League:
| Posisi | Klub | Poin | Sisa Laga |
|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal | 83 | 2 |
| 2 | Manchester City | 80 | 2 |
| 3 | Liverpool | 76 | 2 |
Arsenal kini unggul tiga poin atas Manchester City. The Gunners tinggal menghadapi West Ham (tandang) dan Wolves (kandang). Kedua laga itu sangat winnable untuk pasukan Mikel Arteta.
Manchester City masih harus menjamu Aston Villa di Etihad dan bertandang ke Brentford. Kedua lawan itu bukan tim mudah. Unai Emery dan Thomas Frank punya reputasi menyulitkan tim besar.
Jika Arsenal memenangkan dua laga sisa, mereka akan finis dengan 89 poin. Manchester City maksimal hanya bisa mengumpulkan 86 poin. Gelar akan mendarat di Emirates Stadium.
Faktor Mental dan Jadwal Berat
Deg-degan bareng SBH Nation. Perburuan gelar musim ini belum selesai. Namun Manchester City harus menghadapi tekanan mental besar.
The Citizens belum pernah kehilangan gelar Premier League setelah memimpin klasemen di pekan ke-36 sejak musim 2011/12. Saat itu Sergio Agüero mencetak gol ikonik di menit akhir melawan QPR.
Tapi musim ini berbeda. Arsenal tampil garang sepanjang musim. Bukayo Saka, Martin Ødegaard, dan Gabriel Jesus on fire di lini depan. Lini belakang mereka juga solid dengan William Saliba dan Gabriel Magalhães.
Manchester City juga menghadapi jadwal padat. Mereka masih bermain di semifinal FA Cup melawan Manchester United akhir pekan ini. Lalu laga Premier League di tengah pekan melawan Aston Villa.
Pep Guardiola harus pintar merotasi pemain. Ia juga perlu menemukan solusi untuk set piece defense yang bocor. Manchester City sudah kebobolan 12 gol dari sepak pojok musim ini - tertinggi di antara enam besar Premier League.
Pelajaran untuk Sepak Bola Indonesia
ada pelajaran berharga dari drama di Goodison Park ini untuk sepak bola Indonesia.
Mentalitas never give up yang ditunjukkan Everton patut dicontoh. Anak asuh Sean Dyche tidak menyerah meski tertinggal 0-2. Mereka menerapkan high press dan memanfaatkan set piece dengan efektif.
Timnas Indonesia seringkali kecolongan di situasi sepak pojok. Data menunjukkan 40% gol yang bersarang di gawang Garuda berasal dari set piece. Pelatih Shin Tae-yong perlu memperhatikan detail ini.
Klub-klub Liga 1 juga bisa belajar. Persib dan Persija seringkali lengah saat unggul cepat. Konsentrasi harus dijaga selama 90 menit penuh.
Dampak untuk Timnas Indonesia
Meski tidak langsung terkait, drama ini punya implikasi untuk pemain diaspora Indonesia.
Jay Idzes saat ini bermain di Venezia yang promosi ke Serie A musim depan. Ia bisa menjadi andalan lini belakang Timnas jika terus berkembang. Ragnar Oratmangoen dan Ivar Jenner juga perlu mengasah kemampuan defensive transition.
Shin Tae-yong bisa menerapkan high press ala Everton untuk Timnas. Dengan stamina pemain Indonesia yang meningkat, taktik ini bisa efektif melawan tim Asia Tenggara.
Garuda Mengepakkan Sayap jika bisa menerapkan disiplin taktik seperti yang ditunjukkan Everton di babak kedua.
Prediksi Sisa Musim
Sebelum peluit akhir berbunyi, mari kita lihat prediksi sisa musim Premier League.
Arsenal sangat diunggulkan juara. Mereka punya jadwal lebih ringan dan mentalitas juara. Mikel Arteta sudah membangun tim yang matang.
Manchester City masih punya peluang tipis. Mereka harus memenangkan semua laga sisa dan berharap Arsenal tergelincir.
Liverpool secara matematis masih bisa juara jika Arsenal dan City kehilangan poin. Tapi peluang itu sangat kecil.
Satu hal yang pasti: musim ini akan berakhir dramatis. Manchester City mungkin menyesali 13 menit kegilaan di Goodison Park itu.
Closing
drama di Goodison Park membuktikan sepak bola tidak pernah selesai sampai peluit akhir berbunyi. Manchester City membayar mahal atas kelengahan mereka. Kini Arsenal memegang kendali takdir mereka sendiri.
Apakah Manchester City bisa bangkit dan mempertahankan gelar? Atau Arsenal akan mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun?
Menurut siapa yang akan juara Premier League musim ini? Tulis jawabanmu di kolom komentar!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


