🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: SEPAK-BOLA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Ashley Cole Buka Suara: Dihalangi Inggris, Dibesarkan Italia | SBH Nation
premier league
calendar_today 17 April 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 17 Apr 2026

Ashley Cole Buka Suara: Dihalangi Inggris, Dibesarkan Italia

format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Ashley Cole, legenda bek kiri Inggris, mengaku “dihalangi” untuk jadi pelatih di tanah airnya sendiri. Mantan pemain Chelsea dan Arsenal itu justru menemukan jalannya di Italia. Sementara itu, di Serie A, AS Roma tumbang karena kelemahan mematikan: sepak pojok.

mari kita bedah bersama gosip panas dan pelajaran taktik yang bisa kita petik.

Cole dan Dilema Pelatih Muda Inggris

Dalam wawancara mengejutkan, Ashley Cole mengungkap pengalaman pahitnya. Pemain dengan 107 caps untuk Timnas Inggris itu merasa “dihalangi dan tidak didukung” oleh hierarki sepak bola Inggris saat menyatakan minat menjadi pelatih kepala.

Italia-lah yang menjadikanku seorang manajer, ketika orang-orang di piramida sepak bola Inggris justru menghalangiku,” ujar Cole, yang kini menjadi asisten pelatih di sebuah klub Italia.

Ini adalah tamparan keras bagi sistem kepelatihan Inggris. Cole, yang merupakan salah satu bek terbaik generasinya, harus merantau untuk mewujudkan mimpinya. Padahal, pengalaman bermainnya di level tertinggi bersama Arsenal (gelar Premier League invincible) dan Chelsea (Liga Champions) seharusnya menjadi modal berharga.

  • Cole meraih 107 caps untuk Timnas Inggris (peringkat 7 sepanjang masa).
  • Juara Premier League 2003/04 dengan Arsenal tanpa kalah.
  • Pemenang Liga Champions 2012 dengan Chelsea.

Fenomena ini bukan hal baru. Banyak mantan pemain top Inggris seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard memulai karir kepelatihan dengan tekanan ekstrem dan sedikit bimbingan struktural. Sistem di Italia dan Jerman sering kali dinilai lebih terbuka dalam memberikan sertifikasi dan peluang kepada mantan pemain bintang.

Pelajaran dari Kekalahan Roma: Set Piece adalah Senjata

Berpindah ke Italia, AS Roma baru saja gigit jari. Mereka tersungkur 2-3 dari Torino, dengan dua gol lawan berasal dari sepak pojok. Gian Piero Gasperini, nahkoda Roma, menyebut kebobolan dari situasi set piece itu sebagai “pukulan telak”.

Ini mengungkap kelemahan taktis yang sering terabaikan. Dalam sepak bola modern, efisiensi dari bola mati bisa menjadi penentu. Pertahanan Roma tampak bingung menghadapi zonal marking campur man-to-man yang diterapkan Torino. Analisis sederhana menunjukkan:

  • 30% gol di Serie A musim ini berasal dari situasi bola mati.
  • Roma telah kebobolan 8 kali dari sepak pojok (terbanyak ke-3 di liga).
  • Chris Smalling, andalan lini belakang Roma, absen karena cedera dan sangat dirindukan di kotak penalti.

Kegagalan mengorganisir pertahanan dari sepak pojok ini adalah alarm untuk semua tim, termasuk di Liga 1. Ketelitian dalam latihan set piece, baik menyerang maupun bertahan, bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan primer.

Dampak untuk Sepak Bola Indonesia

Kisah Ashley Cole dan analisis kekalahan Roma memberikan dua pelajaran berharga untuk tanah air.

Pertama, sistem kepelatihan. Apakah PSSI dan klub-klub Liga 1 sudah membuka jalan seluas-luasnya bagi mantan pemain Timnas Indonesia untuk menjadi pelatih? Atau justru birokrasi dan “sekolahan lama” yang menghalangi? Bakat seperti Bambang Pamungkas atau Firman Utina harus mendapat dukungan penuh jika ingin terjun ke dunia kepelatihan, tanpa perlu merasa “dihalangi”.

Kedua, soal set piece. Berapa banyak gol Persib atau Persija kebobolan dari sepak pojok musim ini? Latihan bola mati sering kali kurang mendapat porsi serius dalam pelatihan. Padahal, dengan fisik pemain Indonesia, sepak pojok dan tendangan bebas bisa menjadi senjata ampuh untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan ketat. Sudah saatnya pelatih Liga 1 mempekerjakan set piece specialist.

Weekend Panas Premier League dan Penutup

Sementara dua cerita di atas berkembang, Premier League bersiap untuk weekend penuh tensi. Erling Haaland dan Manchester City akan menghadapi ujian berat melawan Arsenal dalam duel yang disebut “final”. Pasukan Guardiola itu tidak bisa lagi lengah.

Di London, Chelsea dikabarkan akan mendukung keputusan Liam Rosenior. Pertarungan di papan tengah dan puncak klasemen semakin panas. Setiap poin sangat berharga.

Jadi, dari kisah diskriminasi Ashley Cole, kelemahan set piece Roma, hingga hiruk-pikuk Premier League, satu hal yang jelas: sepak bola adalah permainan detail. Detail dalam memberikan kesempatan, detail dalam taktik, dan detail dalam eksekusi di menit-menit akhir.

Sebelum peluit akhir berbunyi… Menurut kalian, mana yang lebih mendesak untuk diperbaiki sepak bola Indonesia: sistem regenerasi pelatih atau kedisiplinan taktis dalam menghadapi bola mati?

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel