🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Bencana 35 Tahun: Juventus dan AC Milan Absen dari Liga Champions | SBH.co.id | SBH Nation
liga champions
calendar_today 25 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 25 Mei 2026

Bencana 35 Tahun: Juventus dan AC Milan Absen dari Liga Champions

bolt SBH Quick Take
  • Juventus dan AC Milan gagal lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 35 tahun.
  • Kegagalan ini menandai kemerosotan tajam sepak bola Italia di level Eropa.
  • Dampak finansial dan reputasi sangat besar, memaksa kedua raksasa ini melakukan revolusi.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Sepak bola Italia sedang berduka. Untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, dua raksasa Serie A, Juventus dan AC Milan, dipastikan absen dari Liga Champions musim depan. Ini bukan sekadar kegagalan biasa; ini adalah sebuah bencana bersejarah yang mengguncang fondasi Calcio. Dalam sejarah kompetisi, sejak musim 1990-1991, selalu ada setidaknya satu dari kedua klub ini yang berlaga di panggung terelit Eropa. Kini, untuk musim 2026-2027, keduanya hanya bisa menjadi penonton.

Kegagalan ini bukanlah sebuah kejutan instan, melainkan puncak dari akumulasi masalah yang sudah menggerogoti kedua klub selama beberapa musim terakhir. Dari kesalahan manajemen, krisis finansial, hingga keputusan transfer yang buruk, semuanya bermuara pada satu titik: ketidakmampuan bersaing di papan atas Serie A. SBH Nation akan mengupas tuntas kronologi, analisis, dan dampak dari mimpi buruk ini.

## Kronologi Kejatuhan: Dari Puncak Menuju Jurang

Perjalanan menuju jurang ini dimulai dengan pola yang berbeda untuk masing-masing klub. Juventus, yang selama sembilan tahun berturut-turut mendominasi Serie A, mulai goyah setelah kepergian Cristiano Ronaldo dan skandal finansial yang mengguncang klub. Manajemen klub, yang dipimpin oleh Andrea Agnelli, membuat serangkaian keputusan kontroversial, termasuk mendatangkan pelatih tanpa pengalaman di level atas dan merekrut pemain-pemain mahal yang tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Sementara itu, AC Milan, yang sempat bangkit dengan meraih Scudetto pada 2022, gagal mempertahankan konsistensi. Kebijakan transfer yang sporadis dan cedera pemain kunci membuat mereka kesulitan bersaing di level tertinggi. Musim lalu, mereka nyaris lolos ke Liga Champions, namun kegagalan di laga-laga krusial membuat mereka harus puas dengan Liga Europa.

Musim 2025-2026 menjadi puncak dari semua kegagalan itu. Juventus yang dilatih oleh Thiago Motta tampil inkonsisten sepanjang musim. Mereka kalah dari tim-tim papan bawah dan gagal memanfaatkan peluang emas di laga-laga big match. AC Milan, di bawah asuhan pelatih baru, justru tampil lebih buruk. Pertahanan mereka jebol, lini depan tumpul, dan semangat juang tim tampak luntur. Kedua tim ini finis di peringkat kelima dan keenam klasemen Serie A, jauh dari zona Liga Champions.

## Analisis Taktis: Mengapa Kedua Raksasa Ini Jatuh?

Jika kita bedah secara taktis, ada beberapa kelemahan fundamental yang membuat Juventus dan AC Milan gagal. Juventus terjebak dalam filosofi sepak bola yang kaku. Mereka terlalu bergantung pada permainan individu pemain bintang seperti Dusan Vlahovic yang seringkali mati gaya saat di-marking ketat. Sistem high press yang coba diterapkan seringkali tidak efektif karena kurangnya koordinasi lini tengah. Bek sayap mereka terlalu sering naik, meninggalkan lubang besar di pertahanan yang mudah dieksploitasi lawan.

AC Milan memiliki masalah yang lebih parah di lini pertahanan. Mereka kebobolan lebih dari 50 gol musim ini, sebuah catatan yang sangat buruk untuk klub sebesar Milan. Tidak ada chemistry antara bek tengah, dan kiper mereka sering melakukan blunder fatal. Di lini depan, mereka terlalu bergantung pada Rafael Leao yang performanya naik-turun. Ketika Leao dalam kondisi buruk, Milan tidak memiliki senjata alternatif yang mematikan. Kedua klub juga gagal di bursa transfer. Pembelian pemain mahal yang tidak sesuai ekspektasi menjadi beban finansial dan taktis yang berat.

## Dampak Finansial dan Reputasi: Pukulan Telak bagi Calcio

Absennya Juventus dan AC Milan dari Liga Champions bukan hanya soal gengsi, tetapi juga pukulan telak secara finansial. Partisipasi di Liga Champions bisa mendatangkan pendapatan minimal 50-70 juta Euro per musim dari hak siar, bonus performa, dan tiket pertandingan. Tanpa pemasukan ini, kedua klub dipastikan akan kesulitan memenuhi regulasi Financial Fair Play (FFP) dan harus melakukan penghematan besar-besaran.

Dampaknya akan terasa di bursa transfer musim panas. Mereka tidak akan bisa mendatangkan pemain bintang dengan harga selangit. Sebaliknya, mereka mungkin harus menjual aset-aset berharga mereka untuk menyeimbangkan keuangan. Nama-nama seperti Federico Chiesa, Kenan Yildiz, atau Rafael Leao bisa saja hengkang ke klub-klub yang bermain di Liga Champions.

Lebih dari itu, reputasi sepak bola Italia di mata dunia ikut terpuruk. Selama ini, Juventus dan Milan adalah duta besar Calcio di Eropa. Ketika keduanya absen, Serie A kehilangan magnetnya. Sponsor, pemain top, dan jaringan televisi asing akan mulai mempertanyakan daya tarik kompetisi ini. Ini adalah krisis identitas yang serius bagi sepak bola Italia.

## Jalan ke Depan: Revolusi atau Kehancuran?

Pertanyaan besarnya sekarang: apa langkah selanjutnya bagi Juventus dan AC Milan? Kedua klub ini tidak punya pilihan selain melakukan revolusi total. Ini bukan lagi soal mengganti pelatih atau membeli satu dua pemain. Ini soal mengubah struktur klub, filosofi sepak bola, dan bahkan budaya kerja.

Untuk Juventus, mereka harus kembali ke akar: membangun tim yang solid dengan pemain-pemain muda berbakat dan pelatih yang memiliki visi jelas. Mereka harus berhenti menjadi klub yang hanya mengandalkan nama besar dan mulai bekerja keras seperti klub-klub lainnya. Manajemen harus bersikap lebih realistis dan tidak membuat janji-janji muluk yang tidak bisa ditepati.

Untuk AC Milan, prioritas utama adalah memperbaiki pertahanan. Mereka harus mendatangkan bek tengah kelas dunia dan kiper yang bisa diandalkan. Selain itu, mereka harus memiliki rencana cadangan yang jelas untuk lini serang jika Leao cedera atau performanya menurun. Membangun kembali mentalitas juara juga menjadi kunci. Para pemain harus kembali merasa bahwa bermain untuk Milan adalah sebuah kehormatan yang harus diperjuangkan.

Satu hal yang pasti, musim depan akan menjadi musim yang sangat berat bagi kedua klub ini. Mereka harus berjuang di Liga Europa atau bahkan Conference League, sambil berusaha kembali ke papan atas Serie A. Kegagalan dalam melakukan revolusi bisa berarti mereka akan terpuruk lebih lama lagi.

Pertanyaan untuk Anda, pembaca setia SBH Nation: Menurut kalian, siapa yang lebih siap bangkit musim depan antara Juventus dan AC Milan? Atau justru ini awal dari kehancuran total sepak bola Italia? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel