Carragher Sebut Wajar Jika Foden Absen di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
- Jamie Carragher menilai Phil Foden gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama Timnas Inggris.
- Pernyataan ini memicu perdebatan tentang konsistensi Foden di level internasional.
- Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Inggris, termasuk Foden.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Pernyataan legenda Liverpool, Jamie Carragher, baru-baru ini menggegerkan jagat sepak bola Inggris. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Carragher dengan tegas menyatakan bahwa wajar jika gelandang serang Manchester City, Phil Foden, tidak dibawa ke Piala Dunia 2026. Pernyataan ini tentu saja kontroversial, mengingat Foden adalah salah satu talenta muda paling bersinar di Premier League. Namun, Carragher punya argumen yang kuat berdasarkan fakta di lapangan.
Carragher, yang kini menjadi analis sepak bola papan atas, menilai bahwa Foden belum pernah mampu menunjukkan potensi terbaiknya saat membela Timnas Inggris. “Dia pemain yang luar biasa di level klub, tetapi di level internasional, dia seperti pemain yang berbeda,” ujar Carragher dalam wawancara tersebut. “Kita semua tahu kualitasnya, tetapi sepak bola internasional adalah soal konsistensi dan adaptasi. Foden belum membuktikan itu.”
## Mengapa Foden Gagal Bersinar di Timnas Inggris?
Analisis Carragher ini bukan tanpa dasar. Sejak debutnya bersama Timnas Inggris pada tahun 2020, Foden memang kerap tampil impresif di beberapa laga, tetapi seringkali menghilang di momen-momen krusial. Di Piala Eropa 2024, misalnya, Foden hanya menjadi pemain pelapis dan tidak mampu memberikan dampak signifikan saat dibutuhkan. Banyak pengamat yang menyebut bahwa sistem permainan Timnas Inggris yang cenderung pragmatis di bawah asuhan Gareth Southgate tidak cocok dengan gaya bermain Foden yang lebih bebas dan eksplosif.
Foden dikenal sebagai pemain yang membutuhkan kebebasan bergerak untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Di Manchester City, Pep Guardiola memberinya peran yang sangat fleksibel, baik sebagai gelandang sayap, gelandang serang, atau bahkan penyerang palsu. Namun, di Timnas Inggris, peran itu seringkali dibatasi. Foden lebih sering dimainkan sebagai pemain sayap kiri yang harus disiplin bertahan, atau sebagai gelandang tengah yang harus lebih banyak berpartisipasi dalam build-up play. Akibatnya, insting menyerangnya yang tajam menjadi tumpul.
## Perbandingan dengan Pemain Lain
Carragher juga membandingkan situasi Foden dengan pemain-pemain muda Inggris lainnya yang lebih konsisten. “Lihatlah Bukayo Saka, Jude Bellingham, atau Cole Palmer. Mereka semua langsung tampil gemilang saat pertama kali dipanggil timnas. Mereka tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi,” tegas Carragher. “Foden memiliki bakat yang sama, bahkan mungkin lebih, tetapi mentalitas dan konsistensinya di level internasional masih dipertanyakan.”
Perbandingan ini memang menarik. Saka, misalnya, langsung menjadi andalan di sisi kanan pertahanan Inggris sejak debutnya. Bellingham, yang lebih muda, sudah menjadi pemain kunci di lini tengah. Sementara Palmer, yang juga bermain di Chelsea, menunjukkan performa impresif di beberapa laga uji coba. Ketiganya memiliki satu kesamaan: mereka mampu menunjukkan performa terbaik mereka di momen-momen penting, sesuatu yang belum bisa dilakukan Foden.
## Dampak bagi Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi ajang pembuktian bagi Foden. Jika ia tidak mampu menunjukkan peningkatan performa bersama Timnas Inggris dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin namanya akan dicoret dari skuad utama. Carragher bahkan menyebut bahwa pelatih Timnas Inggris saat itu, siapa pun dia, harus berani mengambil keputusan sulit.
“Sepak bola adalah soal hasil. Jika seorang pemain tidak memberikan kontribusi maksimal, dia harus ditinggalkan, tidak peduli seberapa besar namanya,” kata Carragher. “Piala Dunia bukanlah tempat untuk bereksperimen. Timnas Inggris harus membawa pemain-pemain yang siap tempur dan bisa diandalkan di setiap pertandingan.”
Pernyataan ini tentu menjadi alarm bagi Foden. Ia harus segera menemukan cara untuk mentransfer performa gemilangnya di level klub ke level internasional. Jika tidak, kariernya bersama Timnas Inggris bisa terancam.
## Masa Depan Foden di Timnas Inggris
Meski pernyataan Carragher terdengar keras, banyak pihak yang setuju dengan argumennya. Foden memang memiliki bakat luar biasa, tetapi sepak bola internasional membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Dibutuhkan adaptasi, konsistensi, dan mentalitas baja. Foden masih berusia 26 tahun pada Piala Dunia 2026, jadi masih ada waktu baginya untuk membuktikan diri. Namun, waktu terus berjalan, dan persaingan di Timnas Inggris semakin ketat.
Apakah Foden akan bangkit dan membungkam kritik? Atau justru akan tenggelam dalam tekanan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, pernyataan Jamie Carragher telah membuka mata banyak orang tentang realitas yang dihadapi Phil Foden di Timnas Inggris.
Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah Jamie Carragher benar dengan pernyataannya? Apakah Phil Foden layak dibawa ke Piala Dunia 2026? Atau justru sebaliknya, Foden adalah pemain yang wajib dibawa karena kualitas individunya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Profil Lengkap Pemain Timnas Indonesia dan berita eksklusif skuad Garuda.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


