Conte Tinggalkan Napoli dengan 'Terlalu Banyak Racun'; Como ke Liga Champions
- Antonio Conte resmi tinggalkan Napoli setelah pertandingan terakhir Serie A, menyebut atmosfer klub 'terlalu banyak racun'.
- Como 1907, klub milik grup Hartono, mencuri perhatian dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
- Juventus dan AC Milan gagal finis di empat besar, memaksa mereka harus puas bermain di kompetisi Eropa level kedua.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Pekan terakhir Serie A musim 2025/26 menyajikan drama yang luar biasa. Bukan hanya tentang perebutan gelar Scudetto yang sudah lama menjadi milik Inter Milan, tetapi juga tentang perpisahan emosional, kejutan besar, serta kegagalan klub-klub raksasa. Puncaknya adalah pengumuman mengejutkan dari Antonio Conte yang memutuskan untuk meninggalkan Napoli setelah pertandingan terakhir mereka.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Conte dalam konferensi pers bersama presiden klub, Aurelio De Laurentiis, sesaat setelah Napoli menaklukkan Udinese dengan skor 1-0 di Stadio Diego Armando Maradona. Kemenangan itu memang mengamankan posisi Napoli di papan atas, tetapi tidak cukup untuk menyembunyikan luka yang sudah menganga di dalam tubuh klub.
Conte: “Terlalu Banyak Racun” di Napoli
Suasana di Naples sebenarnya sudah panas sejak beberapa pekan terakhir. Hubungan antara Conte dan manajemen klub, khususnya De Laurentiis, dikabarkan mulai merenggang. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa perpisahan akan terjadi secepat ini dan dengan pernyataan yang begitu blak-blakan.
Dalam konferensi pers, Conte tidak menahan diri. “Saya sudah memutuskan. Saya tidak akan melanjutkan sebagai pelatih Napoli musim depan,” ujar pelatih berusia 56 tahun itu dengan nada datar. “Ada terlalu banyak racun di sini. Saya tidak bisa bekerja dalam lingkungan seperti ini.”
Pernyataan “too much poison” ini langsung menjadi headline di seluruh media Italia. Conte, yang dikenal sebagai pelatih dengan karakter keras dan penuh tuntutan, merasa bahwa visinya tidak lagi sejalan dengan arah klub. Ia menyebut bahwa ada keputusan-keputusan internal yang membuatnya frustrasi dan menghambat perkembangan tim.
“Kami telah bekerja keras untuk membawa Napoli kembali ke jalur kemenangan, tetapi jika fondasinya sudah rapuh, mustahil untuk membangun sesuatu yang besar,” tambah Conte. De Laurentiis yang duduk di sampingnya hanya terdiam, sesekali menggelengkan kepala. Sang presiden kemudian hanya memberikan pernyataan singkat bahwa pihaknya akan menghormati keputusan Conte dan mulai mencari pengganti.
Como 1907: Mimpi yang Menjadi Nyata
Jika Napoli dilanda duka, maka di sisi lain peta Serie A, ada euforia yang tak terbendung. Como 1907, klub yang dimiliki oleh grup Djarum (Hartono bersaudara), berhasil menuliskan salah satu kisah paling indah dalam sejarah klub. Mereka resmi lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah mengalahkan lawannya di pertandingan terakhir.
Perjalanan Como musim ini sungguh luar biasa. Dari tim yang sempat berjuang di papan bawah, mereka menjelma menjadi kuda hitam yang disegani. Pelatih mereka, yang berhasil meracik strategi jitu, mampu memaksimalkan potensi skuad yang tidak terlalu gemerlap. Kunci keberhasilan Como adalah soliditas pertahanan dan efektivitas serangan balik yang mematikan.
Kepastian lolos ke Liga Champions ini bukan hanya kemenangan bagi klub, tetapi juga bagi proyek jangka panjang yang digagas oleh pemilik asal Indonesia. Investasi yang terus digelontorkan untuk infrastruktur, akademi, dan pembelian pemain berkualitas mulai menunjukkan hasil. Stadion Giuseppe Sinigaglia dipastikan akan menjadi saksi bisu pertandingan-pertandingan megah melawan raksasa Eropa musim depan.
Juventus dan Milan Gigit Jari: Gagal ke Empat Besar
Drama pekan terakhir Serie A juga menjadi mimpi buruk bagi dua raksasa Italia, Juventus dan AC Milan. Kedua klub ini dipastikan gagal finis di posisi empat besar, yang berarti mereka harus puas bermain di kompetisi Eropa level kedua, kemungkinan besar Liga Europa.
Bagi Juventus, ini merupakan pukulan telak. Setelah melalui musim yang penuh gejolak dengan perubahan pelatih dan performa inkonsisten, mereka berharap bisa menyelamatkan muka di pertandingan terakhir. Namun, hasil di laga lain tidak berpihak pada mereka. Kegagalan ini memicu kemarahan besar para tifosi Bianconeri yang sudah muak dengan manajemen klub.
Sementara itu, AC Milan juga mengalami nasib serupa. Meskipun memiliki skuad yang di atas kertas kuat, konsistensi menjadi masalah utama. Mereka kerap kehilangan poin di saat-saat krusial. Kegagalan lolos ke Liga Champions dipastikan akan memicu evaluasi besar-besaran di dalam klub, termasuk kemungkinan perubahan besar di bursa transfer musim panas nanti.
Derby Turin yang Tertunda: Insiden di Luar Lapangan
Sebagai catatan tambahan, laga Derby della Mole antara Torino dan Juventus pada hari yang sama juga sempat diwarnai insiden. Pertandingan yang digelar di Stadio Olimpico Grande Torino harus ditunda akibat adanya bentrokan antara suporter kedua tim di luar stadion sebelum laga dimulai.
Polisi setempat terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Akibatnya, kick-off pertandingan molor hingga hampir satu jam. Meskipun akhirnya pertandingan tetap digelar, insiden ini menambah daftar panjang masalah keamanan dalam sepak bola Italia. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa suporter dilaporkan mengalami luka-luka ringan.
Analisis SBH: Akhir dari Sebuah Era di Napoli?
Kepergian Antonio Conte dari Napoli menandai berakhirnya salah satu era yang penuh potensi namun juga kontroversi. Conte datang dengan reputasi sebagai “pembawa gelar” dan berhasil membangkitkan semangat juang tim. Namun, karakternya yang keras dan tidak kenal kompromi seringkali berbenturan dengan kebijakan klub.
Pertanyaan besarnya sekarang adalah: siapa yang akan menggantikan Conte? Dan mampukah Napoli mempertahankan pemain-pemain bintangnya di tengah ketidakpastian ini? Di sisi lain, keberhasilan Como membuka mata dunia bahwa sepak bola Italia tidak lagi hanya milik klub-klub besar tradisional. Ada angin segar yang bertiup, dan ini adalah kabar baik bagi persaingan Serie A.
Pertanyaan untuk Sobat SBH: Menurut kalian, apakah keputusan Conte untuk meninggalkan Napoli adalah langkah yang tepat? Dan siapa yang pantas menjadi pelatih baru Partenopei? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


