🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: TOTTENHAM-HOTSPUR VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Dari Raksasa Keuangan ke Pinggir Jurang: Bagaimana Tottenham Nyaris Degradasi? | SBH.co.id | SBH Nation
premier league
calendar_today 25 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 25 Mei 2026

Dari Raksasa Keuangan ke Pinggir Jurang: Bagaimana Tottenham Nyaris Degradasi?

bolt SBH Quick Take
  • Tottenham Hotspur selamat dari degradasi di hari terakhir Premier League 2025/26 setelah musim yang penuh kekacauan.
  • Keputusan transfer yang buruk, pergantian pelatih yang terlalu sering, dan krisis kepercayaan diri menjadi penyebab utama.
  • Musim depan menjadi ujian berat bagi Spurs untuk kembali ke papan atas atau justru terpuruk lebih dalam.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Pernah membayangkan sebuah klub yang stadionnya megah, pemasukannya masuk jajaran 10 besar dunia, dan julukannya “Big Six” harus berjuang mati-matian di hari terakhir Premier League hanya untuk sekadar bertahan hidup? Itulah yang dialami oleh Tottenham Hotspur. Di akhir musim 2025/26, Spurs berhasil mengamankan tiket Premier League untuk musim depan, tetapi pertanyaan besarnya adalah: bagaimana klub sekaya dan sebesar ini bisa nyaris jatuh ke jurang degradasi?

Ini bukanlah cerita tentang tim kecil yang berjuang melawan keterbatasan. Ini adalah kisah tentang sebuah klub dengan pendapatan tahunan di atas 500 juta poundsterling, stadion canggih berkapasitas 62 ribu penonton, dan skuad yang diisi pemain-pemain internasional yang tiba-tiba limbung. Mari kita bedah secara mendalam apa yang sebenarnya terjadi di London Utara.

Puncak Gunung Es: Kekayaan yang Tidak Menjamin Kemenangan

Jika kita melihat laporan keuangan, Tottenham Hotspur adalah salah satu klub paling makmur di planet ini. Mereka secara konsisten masuk dalam daftar 10 klub terkaya versi Deloitte Football Money League. Stadion baru mereka, yang diresmikan pada tahun 2019, adalah salah satu stadion sepak bola paling modern dan menguntungkan di Eropa, mampu menyelenggarakan konser dan pertandingan NFL.

Namun, kekayaan ini seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, klub memiliki infrastruktur kelas dunia. Di sisi lain, utang pembangunan stadion yang sangat besar membebani kemampuan klub untuk berbelanja pemain secara agresif. Sementara klub-klub saingan seperti Manchester City dan Arsenal terus memperkuat skuad, Spurs seringkali terjebak dalam belanja pemain yang “hemat” namun kurang tepat sasaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa memiliki uang banyak tidak otomatis membuat Anda sukses di atas lapangan. Tanpa strategi rekrutmen yang jitu dan visi jangka panjang yang jelas, kekayaan hanyalah angka di atas kertas. Tottenham adalah contoh nyata bahwa manajemen yang buruk bisa menghancurkan fondasi klub sekaya apapun.

Pusaran Masalah: Transfer Gagal dan Kekosongan Kepemimpinan

Akar masalah Tottenham sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa musim terakhir. Kegagalan menggantikan sosok kunci seperti Harry Kane yang hengkang ke Bayern Munchen pada 2023 menjadi pukulan telak. Uang hasil penjualan Kane, yang mencapai lebih dari 100 juta euro, tidak dibelanjakan dengan bijak.

Pemain-pemain seperti Brennan Johnson, Richarlison (yang terus dilanda cedera), dan Manor Solomon yang didatangkan dengan harga mahal gagal memberikan kontribusi yang diharapkan. Alih-alih menjadi mesin gol, mereka justru menjadi beban. Sektor pertahanan juga tak kalah kacau. Investasi besar pada bek tengah seperti Micky van de Ven dan Radu Dragusin belum menunjukkan konsistensi, sementara Cristian Romero seringkali menjadi bom waktu karena tingkah lakunya yang impulsif.

Di luar lapangan, kekosongan kepemimpinan struktural sangat terasa. Setelah kepergian direktur olahraga Fabio Paratici karena skandal, klub tidak pernah benar-benar menemukan pengganti yang sepadan. Keputusan transfer seringkali terkesan sporadis dan tanpa arah, tergantung pada siapa yang sedang populer di bursa, bukan pada kebutuhan taktis tim.

Badai di Ruang Ganti: Pelatih Berganti, Kekacauan Tak Berakhir

Jika ada satu hal yang paling menghancurkan musim Tottenham, itu adalah rotasi pelatih yang gila-gilaan. Musim ini saja, Spurs sudah berganti pelatih sebanyak tiga kali! Dimulai dari Ange Postecoglou yang bertahan hingga awal musim, lalu digantikan oleh pelatih sementara, dan akhirnya ditunjuklah Ryan Mason sebagai juru selamat di sisa musim.

Ketidakstabilan ini menciptakan budaya yang sangat beracun di ruang ganti. Setiap pelatih datang dengan filosofi dan taktik yang berbeda. Pemain dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem baru setiap beberapa bulan. Akibatnya, tidak ada identitas permainan yang jelas. Satu pekan mereka bermain dengan High Press ala Postecoglou, pekan berikutnya mereka harus bertahan rapat dengan formasi rendah.

Krisis kepercayaan diri juga melanda para pemain. Kapten tim, Son Heung-min, yang biasanya menjadi andalan, mengalami musim terburuknya dalam hal produktivitas gol. Dukungan dari tribun pun mulai berubah menjadi frustrasi. Setiap kali Spurs kebobolan, stadion bergemuruh dengan suara siulan dan ejekan. Atmosfer negatif ini jelas mempengaruhi performa tim di lapangan.

Pelajaran Berharga dan Masa Depan yang Suram

Akhirnya, Tottenham selamat. Namun, selamat dengan cara yang memalukan. Mereka harus bergantung pada hasil tim lain dan kemenangan tipis di kandang sendiri untuk memastikan status Premier League mereka. Ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah era baru yang penuh ketidakpastian.

Musim depan, Spurs harus melakukan revolusi total. Mulai dari membersihkan ruang ganti dari pemain-pemain yang tidak memiliki mentalitas juara, merekrut direktur olahraga yang kompeten, hingga menunjuk pelatih jangka panjang yang memiliki visi jelas. Jika tidak, bukan tidak mungkin musim depan mereka benar-benar akan terdegradasi.

Kisah Tottenham adalah pengingat bagi semua klub sepak bola, termasuk klub-klub di Indonesia. Uang memang penting, tetapi tanpa manajemen yang baik, stabilitas, dan rekrutmen yang cerdas, Anda hanyalah sebuah kapal besar yang siap karam di tengah badai.

Pertanyaan untuk Anda, pembaca setia SBH.co.id:

Menurut Anda, apa langkah paling penting yang harus dilakukan Tottenham Hotspur musim depan agar tidak kembali terpuruk? Apakah mereka harus mendatangkan pelatih bintang, atau lebih fokus pada perombakan total skuad? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

Cek juga: Klasemen Premier League Terbaru dan analisis taktis mingguan kami.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel