Fabian Ruiz Rindu Napoli: Kenangan Indah di Kota Partenopei
- Fabian Ruiz mengaku 'sangat merindukan' Napoli dan selalu mengikuti perjalanan mereka di setiap pertandingan.
- Gelandang PSG itu menyebut kekalahan di final Liga Champions sebagai momen paling pahit dalam kariernya.
- Hubungan emosional Ruiz dengan Napoli tetap kuat meski ia sudah hijrah ke Paris.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Ada yang namanya cinta sejati, meski jarak dan waktu memisahkan. Itulah yang dirasakan oleh gelandang Paris Saint-Germain, Fabian Ruiz, terhadap mantan klubnya, Napoli. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pemain asal Spanyol itu dengan jujur mengaku masih merindukan atmosfer Stadio Diego Armando Maradona dan seluruh elemen yang melekat di kota Napoli.
“Saya sangat merindukan Napoli. Itu adalah kota yang spesial, klub yang spesial. Saya selalu mengikuti setiap pertandingan mereka,” ujar Ruiz, seperti dikutip dari Football Italia. Pengakuan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan sebuah ungkapan tulus dari seorang pemain yang pernah merasakan puncak kebahagiaan dan juga kepahitan bersama I Partenopei.
## Kenangan Manis di Bawah Gunung Vesuvius
Fabian Ruiz bergabung dengan Napoli pada tahun 2018 setelah ditebus dari Real Betis dengan mahar sekitar €30 juta. Selama lima musim berseragam biru langit, ia menjelma menjadi salah satu gelandang tengah paling elegan di Serie A. Visi bermainnya yang luar biasa, kemampuan mengatur ritme permainan, serta kaki kirinya yang mematikan membuatnya menjadi idola baru di San Paolo.
“Setiap kali saya memikirkan Napoli, yang terbayang adalah tifosi yang luar biasa. Mereka hidup untuk sepak bola, mereka bernapas bersama kami. Itu adalah energi yang tidak bisa Anda dapatkan di tempat lain,” kenang Ruiz.
Puncak kariernya di Napoli terjadi pada musim 2022/2023, di mana ia menjadi bagian integral dari skuad asuhan Luciano Spalletti yang sukses memenangkan Scudetto setelah 33 tahun penantian. Momen itu, menurut Ruiz, adalah salah satu yang terindah dalam hidupnya.
Namun, seperti roda yang berputar, kebersamaan itu harus berakhir. Pada musim panas 2023, PSG mengaktifkan klausul rilis Ruiz sebesar €40 juta, membawanya ke Paris. Meski begitu, ikatan batinnya dengan Napoli tidak pernah putus.
## Luka di Final Liga Champions: Sebuah Kenangan Pahit
Tak hanya kenangan manis, Ruiz juga menyimpan luka mendalam bersama Napoli. Ia menyebut kekalahan di final Liga Champions sebagai momen paling sulit yang pernah ia alami.
“Itu adalah laga yang sangat berat. Bukan hanya karena kami kalah, tetapi karena kami tahu betapa dekatnya kami dengan mimpi itu. Kami telah berjuang mati-matian sepanjang musim, dan kehilangan di partai puncak adalah pukulan telak,” ungkapnya dengan nada sendu.
Meski ia tidak secara eksplisit menyebut musim mana, publik sepak bola pasti ingat bagaimana Napoli nyaris mencapai final Liga Champions pada musim 2022/2023, di mana mereka akhirnya tersingkir oleh AC Milan di perempat final. Atau mungkin Ruiz merujuk pada final yang lebih baru? Yang jelas, pernyataan ini menunjukkan betapa dalamnya ambisi dan rasa memiliki Ruiz terhadap Napoli.
## Adaptasi di Paris: Antara Tantangan dan Kesempatan
Bergabung dengan PSG tentu membawa tantangan tersendiri bagi Ruiz. Bersaing dengan gelandang sekelas Vitinha, Warren Zaïre-Emery, dan Manuel Ugarte bukanlah perkara mudah. Namun, pemain berusia 28 tahun ini tetap optimis.
“PSG adalah klub besar dengan ambisi yang sangat tinggi. Saya datang ke sini untuk belajar dan berkembang. Setiap hari saya berlatih dengan pemain-pemain top dunia, dan itu membuat saya menjadi lebih baik,” jelasnya.
Di bawah asuhan Luis Enrique, Ruiz perlahan menemukan ritme permainannya. Gaya permainan PSG yang mengedepankan penguasaan bola dan pressing tinggi sangat cocok dengan karakteristiknya sebagai gelandang serba bisa. Ia sering dimainkan sebagai gelandang tengah yang bertugas menghubungkan lini belakang dan depan, sebuah peran yang ia kuasai dengan baik.
## Masa Depan: Akankah Kembali ke Napoli?
Pertanyaan besar yang kini menggelayuti benak para tifosi Napoli adalah: akankah Fabian Ruiz kembali suatu hari nanti?
“Siapa yang tahu? Di sepak bola, segalanya mungkin terjadi. Saat ini saya fokus penuh bersama PSG. Saya ingin memenangkan banyak trofi di sini. Tapi hati saya akan selalu memiliki tempat khusus untuk Napoli,” jawabnya diplomatis.
Pernyataan ini jelas menggoda. Banyak penggemar Napoli yang berharap suatu hari nanti Ruiz bisa kembali dan memimpin tim kesayangan mereka meraih kejayaan lagi. Dengan kontraknya di PSG yang masih panjang, kepindahan itu mungkin belum akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, di dunia sepak bola, tidak ada yang mustahil.
## Analisis SBH: Rindu yang Produktif
Dari sudut pandang SBH.co.id, pengakuan Fabian Ruiz ini sangat menarik. Ini menunjukkan bahwa hubungan emosional antara pemain dan klub bisa melampaui sekadar transaksi bisnis. Napoli bukan sekadar klub baginya, melainkan rumah kedua.
“Ini adalah contoh langka di era sepak bola modern yang serba pragmatis. Ruiz tidak malu-malu mengakui bahwa ia masih mencintai mantan klubnya. Ini menunjukkan kualitas dirinya sebagai manusia, bukan hanya sebagai pemain,” ujar redaksi SBH.
Rasa rindu ini, jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi Ruiz untuk tampil lebih baik bersama PSG. Ia ingin membuktikan bahwa Napoli telah melahirkan pemain kelas dunia yang pantas bersinar di panggung terbesar Eropa.
Pertanyaan untuk Pembaca:
Menurut kalian, akankah Fabian Ruiz suatu hari nanti kembali berseragam Napoli? Atau ia akan mengakhiri kariernya di Paris? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, SBH Nation!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


