Fabregas: Como Seperti Universitas Sepak Bola di Liga Champions
- Como 1907 berhasil lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
- Cesc Fabregas menyebut pencapaian ini seperti universitas sepak bola yang penuh pembelajaran.
- Keberhasilan ini menjadi bukti nyata proyek ambisius Como di bawah arahan Fabregas.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Sebuah kejutan besar terjadi di kancah sepak bola Italia. Como 1907, klub yang baru promosi ke Serie A pada musim 2024/2025, berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke Liga Champions musim depan. Pelatih sekaligus legenda sepak bola, Cesc Fabregas, dengan bangga menyebut pencapaian ini sebagai “seperti universitas sepak bola” bagi timnya.
Pernyataan Fabregas ini bukanlah sekadar basa-basi. Ini adalah refleksi dari perjalanan panjang dan penuh liku yang telah dilalui Como. Dari klub yang nyaris bangkrut hingga kini bersaing di level tertinggi Eropa, kisah Como adalah salah satu cerita paling inspiratif di sepak bola modern.
Perjalanan Como: Dari Keterpurukan ke Panggung Eropa
Como 1907 bukanlah klub dengan sejarah gemilang di kancah Eropa. Sebelum era kepemilikan grup investasi asal Indonesia, klub ini lebih sering berkutat di Serie B dan bahkan Serie C. Namun, segalanya berubah ketika grup Djarum Group melalui PT. Como 1907 mengambil alih kepemilikan.
Transformasi dimulai dari pembenahan infrastruktur, akademi, hingga skuat utama. Fabregas, yang awalnya bergabung sebagai pemain, kemudian beralih menjadi pelatih kepala. Di bawah asuhannya, Como tidak hanya bermain dengan gaya sepak bola menyerang yang atraktif, tetapi juga menunjukkan mentalitas pemenang.
Musim ini adalah musim yang luar biasa. Como berhasil finis di posisi keempat klasemen Serie A, mengungguli klub-klub raksasa seperti AC Milan dan AS Roma. Kunci keberhasilan mereka adalah konsistensi di lini belakang dan ketajaman lini depan. Data menunjukkan bahwa Como memiliki salah satu pertahanan terbaik di liga, dengan catatan clean sheet yang impresif.
Fabregas: “Ini Seperti Universitas Sepak Bola”
Dalam wawancara eksklusif setelah memastikan tiket Liga Champions, Fabregas mengungkapkan perasaannya. “Ini adalah momen yang sangat emosional. Saya masih ingat bagaimana kami berjuang di awal musim, ketika banyak orang meragukan kami. Sekarang, kami berada di Liga Champions. Ini seperti universitas sepak bola bagi kami,” ujar mantan gelandang Barcelona dan Arsenal tersebut.
Fabregas melanjutkan, “Setiap pertandingan adalah pelajaran. Kami belajar bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana membaca permainan, dan bagaimana tetap tenang di saat-saat kritis. Tim ini telah tumbuh bersama, dan saya sangat bangga dengan mereka.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi Fabregas, Liga Champions bukan hanya tentang trofi atau prestise. Lebih dari itu, kompetisi ini adalah ajang pembelajaran tingkat tinggi. Como akan menghadapi klub-klub terbaik Eropa seperti Real Madrid, Manchester City, atau Bayern Munchen. Setiap pertandingan akan menjadi ujian taktis dan mental yang berat.
Dampak Bagi Sepak Bola Italia dan Indonesia
Keberhasilan Como tentu membawa dampak positif bagi sepak bola Italia. Klub kecil seperti Como berhasil menembus dominasi klub-klub besar. Ini membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik dan visi yang jelas, klub mana pun bisa bersaing.
Bagi Indonesia, Como adalah bukti nyata investasi di sepak bola Eropa bisa membuahkan hasil. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi pemain muda Indonesia untuk bergabung dengan Como. Nama-nama seperti Marselino Ferdinan atau pemain muda lainnya mungkin akan mendapatkan kesempatan emas untuk bermain di level tertinggi Eropa.
Apa yang Bisa Diharapkan dari Como di Liga Champions?
Musim depan akan menjadi musim yang sangat berat bagi Como. Mereka harus menghadapi jadwal padat antara Serie A dan Liga Champions. Fabregas sadar akan tantangan ini. “Kami harus memperkuat skuat. Kami tidak bisa hanya mengandalkan pemain yang sama. Kami butuh kedalaman tim yang lebih baik,” tegasnya.
Namun, Fabregas juga menekankan bahwa Como tidak akan mengubah identitas bermain mereka. “Kami akan tetap bermain dengan gaya kami. Kami tidak akan menjadi tim yang hanya bertahan. Kami akan menyerang dan berusaha memenangkan setiap pertandingan. Itulah filosofi saya,” tambahnya.
Dari segi taktik, Como diperkirakan akan menggunakan formasi 4-3-3 yang fleksibel. Lini tengah yang diisi oleh pemain-pemain kreatif akan menjadi kunci. Sementara di lini depan, kecepatan dan kemampuan finishing akan sangat diandalkan.
Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, sejauh mana Como bisa melangkah di Liga Champions musim depan? Apakah mereka bisa menjadi kuda hitam dan mengejutkan banyak pihak, atau justru akan kesulitan beradaptasi? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


