Jersey Baru Arsenal, Liverpool, dan Man City 2026/27: Revolusi Desain atau Sekadar Gimmick?
- Arsenal, Liverpool, dan Manchester City resmi meluncurkan jersey kandang, tandang, dan ketiga untuk musim 2026/27.
- Desain mengusung tema retro-futuristik dengan teknologi Dri-FIT ADV dan AEROREADY terbaru.
- Fans Indonesia bereaksi campur aduk, dari pujian untuk detail klasik hingga kritik terhadap harga premium.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Arsenal: Kembali ke Akar dengan Sentuhan Modern
- Liverpool: Merah yang Lebih Berani, Hitam yang Lebih Misterius
- Manchester City: Elegansi Minimalis yang Membelah Opini
- Teknologi di Balik Kain: Bukan Sekadar Gaya
- Harga dan Ketersediaan: Siapkan Dompetmu!
- Pertanyaan untuk Pembaca: Mana Jersey Favoritmu?
Musim panas 2026 benar-benar panas bagi para pecinta fashion sepak bola. Tiga raksasa Premier League — Arsenal, Liverpool, dan Manchester City — secara bersamaan merilis jersey baru mereka untuk musim 2026/27. Bukan cuma soal warna, kali ini pabrikan seperti Nike dan Adidas benar-benar bermain dengan elemen nostalgia dan teknologi terkini. Seperti apa detailnya? Dan yang lebih penting, apakah jersey ini layak masuk wishlist belanja akhir tahunmu? Yuk, kita bedah satu per satu.
Arsenal: Kembali ke Akar dengan Sentuhan Modern
Arsenal, yang disponsori oleh Adidas, mengambil pendekatan “less is more” untuk musim depan. Jersey kandang utama mereka tetap setia dengan warna merah tua khas klub, namun dengan detail yang lebih bersih. Tidak ada garis-garis tebal atau pola rumit. Yang menonjol adalah kerah polo klasik yang mengingatkan kita pada era Invincibles 2003/2004.
Yang menarik adalah jersey tandang mereka. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, Arsenal menggunakan warna biru laut (navy) sebagai dasar, dipadukan dengan aksen emas di logo dan sponsor. Menurut bocoran dari Sky Sports, desain ini terinspirasi dari jersey yang digunakan pada tahun 1971 saat mereka meraih gelar liga dan Piala FA (double winners). Bagi para kolektor, ini jelas barang wajib punya.
Namun, ada satu hal yang bikin fans di Indonesia sedikit mengernyitkan dahi: logo sponsor utama, Emirates, kali ini dicetak dengan font yang lebih besar dari biasanya. “Kayak iklan berjalan,” komentar salah satu warganet di forum diskusi. Tapi secara keseluruhan, koleksi Arsenal musim ini mendapat nilai plus karena desainnya yang timeless.
Liverpool: Merah yang Lebih Berani, Hitam yang Lebih Misterius
Berpindah ke Anfield, Liverpool yang juga tetap bersama Nike untuk musim 2026/27, memilih untuk tampil lebih berani. Jersey kandang mereka masih bertema merah total (all-red), namun kali ini terdapat pola geometri halus yang menyatu dengan serat kain. Pola ini disebut-sebut terinspirasi dari arsitektur stadion Anfield yang baru direnovasi.
Tapi yang paling mencuri perhatian adalah jersey ketiga Liverpool. Warna dasarnya hitam pekat, dengan aksen hijau neon dan kuning yang kontras. Desainnya sangat “streetwear”, cocok untuk dipakai nongkrong di kafe atau nonton bareng. Nike mengklaim bahwa jersey ini menggunakan teknologi Dri-FIT ADV terbaru yang mampu mendinginkan suhu tubuh atlet hingga 2 derajat Celcius lebih cepat dari generasi sebelumnya.
Sayangnya, jersey tandang Liverpool justru menuai kritik. Warna putih dengan garis-garis tebal merah dan biru dianggap terlalu mirip dengan jersey klub lain, bahkan ada yang bercanda kalau itu “jersey pinjaman dari tim Serie A”. Namun, bagi fans sejati, yang penting adalah logo liverbird di dada tetap terlihat gagah.
Manchester City: Elegansi Minimalis yang Membelah Opini
Manchester City, yang juga disponsori oleh Puma untuk musim 2026/27 (setelah kontrak dengan Puma berakhir dan diperpanjang), memilih jalan yang paling aman namun elegan. Jersey kandang mereka adalah biru langit (sky blue) polos tanpa corak, hanya dengan detail garis tipis di bagian samping. Ini adalah desain yang sangat “Pep Guardiola”: bersih, rapi, dan fokus pada fungsi.
Namun, yang menjadi perbincangan hangat adalah jersey tandang mereka. Untuk pertama kalinya, City menggunakan warna maroon (merah anggur) sebagai warna dasar. Ini adalah warna yang sangat jarang digunakan oleh klub-klub Premier League. Menurut pihak klub, warna ini terinspirasi dari lambang kota Manchester yang bersejarah.
Reaksi fans Indonesia? Campur aduk. Ada yang memuji karena berani tampil beda, ada juga yang mengeluh karena warna maroon dianggap “membawa sial” atau tidak cocok dengan identitas biru langit yang sudah melekat. Tapi secara teknis, jersey ini memiliki teknologi Puma Ultraweave yang diklaim sangat ringan dan cepat kering.
Teknologi di Balik Kain: Bukan Sekadar Gaya
Jangan salah, di balik desain yang cantik, ada teknologi serius yang disematkan. Nike untuk Liverpool menggunakan sistem “Thermal Mapping” di jersey kandangnya, yang berarti ada zona-zona tertentu di kain yang memiliki pori-pori lebih besar untuk sirkulasi udara optimal. Sementara Adidas untuk Arsenal menggunakan teknologi “HEAT.RDY” yang dirancang khusus untuk pemain yang bermain di iklim panas.
Ini penting untuk diketahui oleh para pembeli di Indonesia. Jika kamu sering main futsal atau jogging di siang hari, memilih jersey dengan teknologi heat regulation bisa membuat perbedaan besar. Jangan sampai kamu membeli jersey hanya karena desainnya keren, tapi ternyata bahannya panas dan tidak nyaman dipakai.
Harga dan Ketersediaan: Siapkan Dompetmu!
Tentu, semua keindahan ini tidak datang dengan harga murah. Jersey kandang original untuk ketiga klub ini dipatok di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk versi stadion (replika). Sementara versi pemain (authentic) bisa mencapai Rp3 juta lebih. Untuk versi ketiga yang limited edition, harganya bisa melambung lebih tinggi lagi di pasar sekunder.
Di Indonesia, jersey-jersey ini sudah mulai dipesan pre-order melalui official store masing-masing klub di platform e-commerce. Namun, waspadai barang palsu! Banyak sekali jersey KW yang beredar dengan kualitas jahitan yang buruk dan logo sponsor yang salah. Pastikan kamu membeli dari seller terpercaya atau langsung dari official store.
Pertanyaan untuk Pembaca: Mana Jersey Favoritmu?
Dari ketiga raksasa Premier League ini, mana jersey yang paling menarik perhatianmu? Apakah kamu lebih suka desain klasik Arsenal, warna berani Liverpool, atau elegansi minimalis Manchester City? Atau mungkin kamu justru lebih menunggu jersey dari klub lain seperti Persib atau Persija yang juga tidak kalah keren?
Tulis pendapatmu di kolom komentar! Apakah kamu akan langsung membeli jersey baru musim depan, atau menunggu diskon akhir musim? Jangan lupa share artikel ini ke grup sepak bola kamu ya!
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


