🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: BARCELONA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Ketimpangan Mengerikan: Juara LaLiga Barcelona Kalah Kaya dari Burnley yang Degr | SBH.co.id | SBH Nation
premier league
calendar_today 21 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 21 Mei 2026

Ketimpangan Mengerikan: Juara LaLiga Barcelona Kalah Kaya dari Burnley yang Degradasi

bolt SBH Quick Take
  • Barcelona juara LaLiga 2022/2023 hanya mendapat sekitar €20 juta, sementara Burnley yang degradasi dari Premier League menerima lebih dari €100 juta dari hak siar.
  • Ketimpangan ini menunjukkan dominasi finansial Premier League yang semakin tidak terkendali, mengancam keberlangsungan kompetisi di liga lain.
  • Jika tidak ada reformasi, kesenjangan akan terus melebar dan membuat sepak bola Eropa hanya didominasi oleh segelintir klub kaya.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Pernah membayangkan sebuah klub yang berhasil menjadi juara di liga top Eropa justru memiliki pemasukan lebih kecil dibandingkan klub yang terdegradasi dari liga lain? Ini bukan skenario fiksi ilmiah atau mimpi buruk di tengah malam. Ini adalah realita pahit yang kini dihadapi oleh raksasa Catalan, Barcelona. Fakta mengejutkan ini terungkap dari laporan finansial yang membandingkan pendapatan juara LaLiga musim 2022/2023 dengan pendapatan Burnley yang finis di posisi terbawah Premier League pada musim yang sama.

Data yang dirilis oleh beberapa sumber keuangan sepak bola Eropa menunjukkan bahwa Barcelona, yang mengangkat trofi LaLiga, hanya menerima sekitar €20 juta dari hak siar dan hadiah juara. Sementara itu, Burnley yang terdegradasi ke Championship justru mendapatkan dana lebih dari €100 juta dari Premier League berkat kesepakatan hak siar yang sangat besar dan sistem parachute payment. Angka ini membuat banyak pengamat sepak bola, termasuk kami di tercengang sekaligus prihatin.

Mengapa Bisa Terjadi? Akar dari Segala Ketimpangan

Akar masalah dari ketimpangan ini sebenarnya sudah terbentuk sejak lama dan terus menguat. Premier League, sebagai liga dengan daya tarik komersial terbesar di dunia, berhasil menjual hak siar mereka dengan nilai yang fantastis. Kontrak hak siar domestik dan internasional Premier League bernilai miliaran poundsterling per musim. Uang sebesar itu kemudian didistribusikan kepada 20 klub peserta dengan formula yang relatif merata, meskipun klub-klub papan atas tetap mendapat bagian lebih besar.

Sebaliknya, LaLiga, meskipun memiliki dua raksasa seperti Barcelona dan Real Madrid, memiliki daya jual yang jauh lebih rendah. Kontrak hak siar LaLiga secara keseluruhan hanya sepertiga atau bahkan seperempat dari nilai Premier League. Distribusi pendapatan di LaLiga pun lebih timpang, dengan Barcelona dan Madrid seringkali mendapat porsi yang sangat besar dibandingkan klub-klub lain. Ironisnya, meskipun menjadi juara, Barcelona tidak bisa menikmati kue yang sebesar yang didapat Burnley yang hanya menjadi juru kunci.

Selain itu, ada faktor parachute payment. Premier League memiliki sistem yang dirancang untuk melindungi klub yang terdegradasi agar tidak bangkrut. Klub yang turun kasta akan menerima dana talangan besar selama tiga musim pertama di Championship. Tujuannya mulia, tapi dampaknya justru menciptakan ketimpangan antar liga. Burnley, meskipun finis di posisi ke-18, tetap menjadi salah satu klub dengan pendapatan tertinggi di Eropa, mengalahkan banyak klub papan atas dari liga lain.

Dampak Langsung bagi Barcelona dan LaLiga

Ketimpangan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dampaknya langsung terasa pada operasional klub. Barcelona, meskipun berstatus juara, harus berjuang keras memenuhi aturan Financial Fair Play (FFP) LaLiga. Mereka terpaksa menjual aset masa depan, seperti hak siar dan BLM (Barcelona Licensing and Merchandising), untuk bisa mendaftarkan pemain baru. Kebijakan palanca yang kontroversial ini adalah bukti nyata betapa sulitnya kondisi finansial mereka.

Sementara itu, Burnley yang degradasi justru memiliki keleluasaan finansial yang lebih besar. Mereka bisa mempertahankan pemain bintang dengan gaji tinggi atau bahkan merekrut pemain baru dengan harga mahal untuk memastikan promosi kembali ke Premier League. Ini menciptakan siklus yang tidak sehat: klub yang gagal di satu liga justru memiliki daya beli lebih kuat dibandingkan klub yang sukses di liga lain.

Bagi LaLiga, ini adalah alarm bahaya. Jika Barcelona dan Real Madrid, dua lokomotif utama, terus terhambat secara finansial, daya saing liga secara keseluruhan akan menurun. Para pemain top dunia akan lebih memilih Premier League yang menawarkan gaji lebih besar, dan pada akhirnya, kualitas permainan di LaLiga akan tergerus.

Analisis SBH Nation: Masa Depan Sepak Bola yang Suram?

Dari sudut pandang kami di fenomena ini adalah simbol dari kapitalisme sepak bola yang sudah tidak terkendali. Premier League telah menjadi monster finansial yang sulit ditandingi. Kekuatan uang telah mengalahkan prestasi olahraga. Sebuah klub bisa menjadi juara di liga terbaik kedua di Eropa, tetapi secara ekonomi masih kalah dari klub yang gagal total di liga teratas.

Ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah kita sedang menuju ke arah di mana hanya ada satu liga super, yaitu Premier League, yang layak disebut sebagai kompetisi elit? Sementara liga-liga lain seperti LaLiga, Serie A, dan Bundesliga hanya menjadi “ladang penggembalaan” bagi bakat-bakat muda yang nantinya akan dijual ke Inggris?

Ketimpangan ini juga mengancam prinsip dasar olahraga: bahwa kesuksesan di atas lapangan harus dihargai. Jika seorang juara saja tidak bisa bersaing secara finansial dengan tim degradasi, maka apa gunanya berprestasi? Ini adalah krisis identitas yang serius bagi sepak bola Eropa.

Reformasi Mendesak atau Kehancuran Total?

Para pengambil keputusan di UEFA dan liga-liga nasional harus segera bertindak. Salah satu usulan yang sering muncul adalah penerapan salary cap atau batasan gaji yang ketat di seluruh Eropa, bukan hanya di level klub. Selain itu, distribusi pendapatan hak siar harus dibuat lebih adil, tidak hanya di dalam satu liga, tetapi antar liga.

Namun, hal ini sulit diwujudkan karena Premier League memiliki kekuatan negosiasi yang sangat besar. Mereka tidak akan rela membagi kue mereka dengan liga lain. Solusi jangka pendek yang mungkin adalah dengan memperkuat sistem Financial Fair Play di liga-liga seperti LaLiga agar klub-klubnya bisa lebih sehat, meskipun pendapatannya tidak sebesar Premier League.

Barcelona harus belajar dari pengalaman pahit ini. Mereka harus membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan tanpa bergantung pada palanca atau pinjaman. Begitu pula dengan klub-klub lain di Eropa. Jika tidak, kita akan semakin sering melihat pemandangan ironis seperti ini: sang juara harus hidup pas-pasan, sementara tim yang kalah di liga lain justru bermandikan uang.

Pertanyaan untuk Pembaca Setia SBH Nation

Menurut kalian, apakah ini pertanda bahwa sepak bola Eropa sedang menuju kehancuran? Ataukah ini hanya siklus alami di mana Premier League memang layak menjadi yang teratas? Bagaimana seharusnya LaLiga dan liga-liga lain menyikapi ketimpangan ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Kami di SBH Nation sangat ingin mendengar suara kalian.

Cek juga: Klasemen Premier League Terbaru dan analisis taktis mingguan kami.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel