Kontroversi Gol Cunha: Pelanggaran Tersembunyi atau Sepak Bola Modern?
- Gol Matheus Cunha yang membawa Manchester United menang 3-2 atas Nottingham Forest dipersoalkan karena Bryan Mbeumo diduga menggunakan lengan untuk mengontrol bola.
- Pundit BBC Sport, Mark Schwarzer dan Dion Dublin, sepakat bahwa aksi Mbeumo memberikan keuntungan tidak adil bagi Setan Merah.
- Kontroversi ini kembali membuka perdebatan tentang interpretasi aturan handsball di era sepak bola modern.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Pertandingan sengit antara Manchester United dan Nottingham Forest di Premier League akhir pekan lalu menyisakan cerita yang tak kalah panas dari tiga poin yang diraih Setan Merah. Kemenangan 3-2 yang dramatis itu ternyata dibayangi kontroversi besar terkait gol kedua yang dicetak oleh Matheus Cunha. Bukan tanpa sebab, para pengamat dan mantan pemain mulai mempertanyakan apakah gol tersebut seharusnya dianulir karena adanya dugaan pelanggaran handsball dalam proses build-up-nya.
BBC Sport, melalui pundit Mark Schwarzer dan Dion Dublin, dengan lantang menyatakan bahwa ada keuntungan tidak adil yang didapatkan Manchester United sebelum gol tercipta. Titik masalahnya ada pada Bryan Mbeumo yang disebut menggunakan lengannya untuk menjatuhkan bola dan mengontrolnya dengan sempurna sebelum memberikan assist kepada Cunha. Lantas, bagaimana seharusnya aturan ini ditafsirkan? Mari kita bedah tuntas.
Kronologi Kontroversi: Dari Umpan Silang hingga Gol
Semua bermula dari sebuah serangan balik cepat yang dibangun Manchester United. Diego Dalot, yang bermain sebagai bek kanan, melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti Nottingham Forest. Bola mengarah kepada Bryan Mbeumo yang berdiri di sisi kanan penyerangan. Namun, yang menjadi perdebatan adalah saat Mbeumo menerima bola tersebut.
Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa Mbeumo menggunakan lengan kanannya untuk menahan laju bola dan menjepitnya ke sisi tubuhnya. Aksi ini membuat kontrol bola menjadi sempurna dan memungkinkannya untuk dengan mudah mengolah si kulit bundar. Setelah itu, Mbeumo dengan tenang memberikan umpan tarik kepada Matheus Cunha yang langsung melepaskan tembakan first-time ke pojok gawang Forest. Gol tersebut menjadi gol kedua bagi Setan Merah dan menjadi momentum penting untuk membalikkan keadaan.
Yang membuat situasi ini semakin rumit adalah fakta bahwa wasit, asisten wasit, dan juga tim VAR tidak melihat adanya pelanggaran. Pertandingan pun dilanjutkan, dan gol tersebut disahkan. Namun, bagi para pengamat, momen ini adalah contoh nyata dari interpretasi aturan handsball yang seringkali membingungkan.
Suara Para Ahli: Keuntungan Tidak Adil yang Terlewatkan
Mark Schwarzer, mantan kiper Timnas Australia yang malang melintang di Premier League, tidak ragu-ragu mengkritik keputusan tersebut. Dalam analisisnya di BBC Sport, ia menegaskan bahwa tindakan Mbeumo jelas-jelas memberikan keuntungan yang signifikan bagi timnya.
“Bola itu datang dengan kecepatan tinggi, dan Mbeumo dengan sengaja menggunakan lengannya untuk menghentikan bola. Tanpa bantuan lengannya, kecil kemungkinan dia bisa mengontrol bola dengan sempurna dan kemudian memberikan umpan yang akurat. Ini adalah keuntungan yang tidak adil,” ujar Schwarzer dikutip dari tayangan BBC.
Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Dion Dublin, mantan striker yang kini menjadi pundit. Dublin menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, tangan pemain tidak dalam posisi alami. Lengan Mbeumo terangkat dan bergerak ke arah bola, bukan sekadar sebagai penopang tubuh atau dalam posisi wajar.
“Ini bukan soal sengaja atau tidak sengaja. Ini soal apakah lengannya dalam posisi yang membuat tubuhnya menjadi lebih besar dan apakah dia mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut. Jawabannya jelas: ya,” tegas Dublin.
Kedua pundit ini sepakat bahwa gol tersebut seharusnya dianulir. Mereka menilai bahwa kegagalan VAR untuk mengintervensi keputusan di lapangan adalah sebuah kesalahan yang mencolok.
Analisis Aturan Handsball: Di Mana Batasnya?
Perdebatan ini membawa kita kembali pada aturan handsball yang selalu menjadi momok bagi pemain, pelatih, dan penggemar. Menurut Laws of the Game yang dikeluarkan IFAB, sebuah pelanggaran handsball terjadi ketika seorang pemain dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengannya, atau ketika tangan/lengan pemain membuat tubuhnya menjadi tidak wajar (unnaturally bigger).
Dalam kasus Mbeumo, argumen yang bisa diajukan adalah bahwa ia menggunakan lengannya untuk mengontrol bola, yang secara jelas merupakan tindakan sengaja. Namun, seringkali wasit dan VAR lebih fokus pada “posisi tangan yang wajar”. Jika tangan Mbeumo dianggap dalam posisi wajar saat berlari, maka kontak bisa dianggap tidak melanggar.
Masalahnya, posisi tangan Mbeumo saat menerima bola tidaklah wajar. Lengannya terangkat dan bergerak aktif untuk menjemput bola. Ini berbeda dengan situasi di mana seorang pemain terjatuh dan lengannya secara tidak sengaja mengenai bola. Oleh karena itu, interpretasi “wajar” inilah yang menjadi celah perdebatan.
Implikasi untuk Masa Depan: Akankah Ada Perubahan?
Kontroversi ini bukanlah yang pertama dan mungkin bukan yang terakhir. Premier League dan IFAB terus berusaha menyempurnakan aturan handsball, namun seringkali hasilnya masih menyisakan ruang untuk interpretasi. Kasus Mbeumo-Cunha ini bisa menjadi bahan evaluasi baru.
Jika aturan handsball terus diinterpretasikan secara longgar seperti ini, kita akan semakin sering melihat gol-gol kontroversial yang tercipta dari proses yang tidak seharusnya terjadi. Di sisi lain, jika aturan diperketat terlalu kaku, sepak bola bisa kehilangan dinamika dan momen-momen spektakuler.
Yang jelas, bagi para penggemar sepak bola Indonesia, insiden ini adalah pengingat bahwa teknologi VAR belum sepenuhnya sempurna. Keputusan akhir tetap berada di tangan manusia, dan manusia bisa saja salah. Pertanyaan besarnya, akankah Manchester United dan para pendukungnya merasa beruntung, atau justru menjadi bahan perdebatan panjang di dunia maya?
Pertanyaan untuk Pembaca SBH Nation: Menurut kalian, apakah gol Matheus Cunha ke gawang Nottingham Forest seharusnya dianulir karena handsball Bryan Mbeumo? Ataukah ini bagian dari sepak bola modern yang harus kita terima? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Cek juga: Klasemen Premier League Terbaru dan analisis taktis mingguan kami.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


