🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: RC LENS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Lens Cetak Sejarah: Juara Piala Prancis Perdana Usai Kalahkan Nice 3-1 | SBH Nation
internasional
calendar_today 24 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 24 Mei 2026

Lens Cetak Sejarah: Juara Piala Prancis Perdana Usai Kalahkan Nice 3-1

bolt SBH Quick Take
  • Lens menang 3-1 atas Nice di final Piala Prancis, mencetak trofi pertama dalam sejarah klub.
  • Florian Thauvin tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist, menjadi motor serangan Lens.
  • Kemenangan ini melengkapi musim impresif Lens yang juga finis di papan atas Ligue 1.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Mimpi yang terpendam puluhan tahun akhirnya menjadi kenyataan. RC Lens, klub kebanggaan wilayah tambang batu bara di utara Prancis, resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Negeri Mode setelah untuk pertama kalinya meraih gelar Piala Prancis. Dalam partai puncak yang digelar di Stade de France, Saint-Denis, Jumat malam waktu setempat, Les Sang et Or (Si Darah dan Emas) sukses menaklukkan OGC Nice dengan skor meyakinkan 3-1.

Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah buah dari konsistensi, kerja keras, dan sebuah proyek jangka panjang yang dibangun dengan cermat oleh manajemen klub. Di bawah sorotan lampu ibu kota, Lens tampil sebagai tim yang lebih agresif, lebih terorganisir, dan memiliki determinasi baja. Bintang lapangan malam itu adalah Florian Thauvin, pemain sayap yang kembali ke performa terbaiknya setelah masa-masa sulit di awal karier.

Jalan Menuju Final: Perjalanan Epik Lens

Perjalanan Lens menuju final musim ini bisa dibilang spektakuler. Mereka tidak mendapat jalan mudah. Di babak 16 besar, mereka harus menjalani adu penalti yang menegangkan melawan Lyon. Lalu di perempat final, mereka menyingkirkan raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain, dengan skor 2-1 yang dramatis. Kemenangan itu menjadi sinyal bagi seluruh Prancis bahwa Lens bukanlah tim penggembira.

“Kami tidak pernah takut,” ujar pelatih Lens, Franck Haise, dalam konferensi pers usai pertandingan. “Kami tahu kami memiliki kualitas dan mentalitas yang tepat. Kami bermain untuk kota kami, untuk para penambang yang telah membangun sejarah klub ini. Ini untuk mereka.”

Semifinal melawan Toulouse juga tidak kalah sengit, namun Lens berhasil lolos berkat gol tunggal Florian Sotoca di menit-menit akhir. Konsistensi inilah yang membuat mereka layak berada di final dan akhirnya menjadi juara.

Babak Pertama: Dominasi dan Gol Cepat Lens

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Lens langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menerapkan high press yang sangat efektif, memaksa lini belakang Nice yang diperkuat Dante dan Jean-Clair Todibo melakukan kesalahan. Gol pembuka datang pada menit ke-14. Berawal dari umpan terobosan brilian Florian Thauvin yang membelah pertahanan Nice, Wesley Saïd berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan tenang menceploskan bola ke pojok gawang Marcin Bulka.

Nice sempat mencoba bangkit melalui serangan balik cepat yang dimotori oleh Gaëtan Laborde dan Terem Moffi. Namun, lini tengah Lens yang digalang oleh Nampalys Mendy dan Salis Abdul Samed tampil sangat solid dalam memutus rantai umpan lawan. Mereka tidak memberikan ruang bagi gelandang kreatif Nice untuk mengatur irama permainan.

Pada menit ke-33, keunggulan Lens bertambah. Kali giliran Thauvin yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok, bola liar jatuh ke kaki Thauvin yang langsung melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau Bulka. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Perlawanan Nice dan Puncak Kejayaan Lens

Memasuki babak kedua, Nice mencoba keluar dari tekanan. Pelatih Nice, Francesco Farioli, melakukan beberapa perubahan taktis dengan memasukkan Morgan Sanson untuk menambah daya gedor di lini tengah. Hasilnya, pada menit ke-58, Nice berhasil memperkecil ketertinggalan. Sebuah tendangan bebas dari sisi kanan disundul oleh Dante dan mengenai tiang, lalu bola rebound disambar oleh Evann Guessand yang sukses menjebol gawang Brice Samba.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali hidup. Nice terus menekan, sementara Lens sesekali mengancam lewat serangan balik. Ketegangan semakin memuncak ketika Nice hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan Moffi yang masih melebar tipis.

Namun, saat pertandingan memasuki 10 menit terakhir, keajaiban terjadi lagi untuk Lens. Sebuah serangan balik cepat yang dimulai dari kaki Jonathan Gradit berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Adrien Thomasson yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Thomasson menerima umpan tarik dari sisi kiri dan langsung melepaskan tembakan first-time yang meluncur deras ke sudut atas gawang Nice. Skor 3-1 memastikan kemenangan Lens dan membuat suporter mereka yang memadati Stade de France bergemuruh.

Analisis Taktis: Mengapa Lens Layak Menang?

Kemenangan Lens bukanlah kebetulan. Secara taktis, Franck Haise berhasil mengungguli Farioli. Ada beberapa kunci keberhasilan Lens pada laga ini:

  1. Transisi Cepat: Lens sangat efektif dalam transisi dari bertahan ke menyerang. Begitu merebut bola, mereka langsung meluncur ke depan dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan kelengahan lini belakang Nice.
  2. Kreativitas Thauvin: Florian Thauvin kembali ke performa terbaiknya. Dengan pengalaman dan skill individu, ia menjadi pembeda. Satu assist dan satu golnya menunjukkan kelas seorang pemain bintang.
  3. Soliditas Lini Belakang: Brice Samba kembali menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu kiper terbaik Ligue 1. Selain itu, duet bek tengah Kevin Danso dan Facundo Medina tampil disiplin dan hampir tidak melakukan kesalahan fatal.
  4. Mentalitas Juara: Ketika Nice mencetak gol dan mulai menekan, Lens tidak panik. Mereka tetap tenang, menjalankan rencana permainan, dan akhirnya dihargai dengan gol penutup yang indah.

Bagi Nice, kekalahan ini pasti sangat pahit. Mereka adalah tim yang bagus, tetapi pada malam final, Lens tampil sebagai tim yang lebih lapar dan lebih berani mengambil risiko.

Makna Gelar Ini bagi Lens dan Sepak Bola Prancis

Gelar Piala Prancis ini adalah yang pertama bagi Lens sejak klub didirikan pada tahun 1906. Ini adalah momen yang sangat emosional, terutama bagi para suporter setia yang dikenal sebagai salah satu basis pendukung paling fanatik di Prancis. Stadion Bollaert-Delelis, markas Lens, akan menjadi panggung perayaan yang tak terlupakan.

Kemenangan ini juga melengkapi musim yang luar biasa bagi Lens. Mereka finis di posisi ketiga klasemen Ligue 1 dan lolos ke Liga Champions musim depan. Proyek yang dibangun sejak promosi kembali ke kasta tertinggi pada 2020 kini mencapai puncaknya. Franck Haise, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai pelatih akademi, kini telah mengukir namanya sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa.

Bagi sepak bola Prancis, kemenangan Lens menunjukkan bahwa dominasi Paris Saint-Germain bukanlah sesuatu yang mutlak. Klub-klub dengan sejarah panjang dan basis pendukung yang kuat seperti Lens, Marseille, atau Lyon masih bisa bersaing dan meraih gelar. Ini adalah angin segar bagi kompetisi Ligue 1.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah keberhasilan RC Lens musim ini hanya akan menjadi sebuah kejutan satu musim, atau akankah mereka mampu menjadi kekuatan baru yang konsisten di Eropa? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel