Luke Shaw Kembali Bersinar, Bek Manchester United Itu Layak ke Piala Dunia 2026?
- Luke Shaw tampil konsisten bersama Manchester United di musim 2025/2026, menunjukkan performa solid sebagai bek kiri.
- Banyak kalangan menilai pemain 30 tahun itu pantas kembali memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
- Keputusan akhir ada di tangan pelatih Gareth Southgate yang memiliki banyak opsi di posisi bek kiri.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id - Jakarta — Isu panggilan Luke Shaw ke Timnas Inggris kembali menghangat. Bek kiri Manchester United itu baru-baru ini mendapat sorotan tajam setelah penampilannya yang impresif di beberapa laga krusial. Bukan rahasia lagi bahwa posisi bek kiri adalah salah satu sektor yang paling kompetitif di skuad The Three Lions. Namun, dengan usia yang kini menginjak 30 tahun, apakah Luke Shaw masih memiliki tempat di hati Gareth Southgate?
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Beberapa musim terakhir, karier Shaw di level internasional sempat redup. Cedera berkepanjangan dan inkonsistensi performa membuatnya kehilangan tempat utama di mata pelatih. Namun, musim 2025/2026 ini, pemain kelahiran Kingston upon Thames itu seolah menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Penampilannya yang solid di sisi kiri pertahanan Setan Merah membuat publik kembali berbisik: “Luke Shaw pantas dipanggil.”
Performa yang Kembali Moncer di Old Trafford
Jika kita berbicara tentang kebangkitan, maka Luke Shaw adalah salah satu contoh paling nyata di skuad Manchester United saat ini. Setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera hamstring yang parah, ia berhasil bangkit dan menjadi andalan di bawah asuhan pelatih baru. Statistiknya musim ini cukup mentereng. Ia tidak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan. Rata-rata umpan silang akuratnya per pertandingan meningkat drastis, begitu pula dengan kontribusinya dalam menciptakan peluang.
Yang paling menarik adalah ketenangannya dalam menguasai bola di bawah tekanan. Dalam beberapa pertandingan besar melawan tim-tim papan atas Premier League, Shaw menjadi jaminan keamanan di sisi kiri. Kecepatannya dalam melakukan overlap dan kemampuannya memotong ke dalam memberikan dimensi serangan yang berbeda bagi Manchester United. Ini adalah kualitas yang sangat dihargai dalam sepak bola modern, dan Shaw kini memilikinya kembali secara konsisten.
Kompetisi Sengit di Sektor Bek Kiri Timnas Inggris
Meski performanya membaik, jalan Shaw menuju skuad Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Gareth Southgate memiliki banyak pilihan berkualitas di posisi bek kiri. Nama-nama seperti Ben Chilwell (Chelsea) dan Kieran Trippier (Newcastle United) yang bisa bermain di kedua sisi, atau talenta muda seperti Rico Lewis (Manchester City) terus menunjukkan perkembangan.
Belum lagi munculnya bintang baru seperti Levi Colwill yang lebih natural bermain sebagai bek tengah namun juga bisa diplot di sisi kiri. Southgate dikenal sebagai pelatih yang sangat mementingkan kebugaran dan performa terkini. Jika Shaw mampu menjaga konsistensinya hingga pengumuman skuad final, ia memiliki peluang besar. Namun, ia harus bersaing ketat dengan pemain-pemain yang juga tampil apik di klub masing-masing.
Analisis Taktis: Mengapa Shaw Bisa Menjadi Pilihan Utama?
Dari sudut pandang taktis, kehadiran Luke Shaw memberikan keseimbangan yang jarang dimiliki bek kiri Inggris lainnya. Ia memiliki fisik yang kuat, cocok untuk duel satu lawan satu, dan sangat disiplin dalam posisi bertahan. Ini menjadi nilai plus, terutama saat Inggris menghadapi tim-tim dengan sayap cepat. Chilwell mungkin lebih eksplosif dalam menyerang, tetapi Shaw seringkali lebih aman dalam bertahan.
Selain itu, chemistry Shaw dengan pemain-pemain Manchester United di Timnas Inggris, seperti Marcus Rashford atau Harry Maguire (jika dipanggil), bisa menjadi faktor. Kombinasi mereka di sisi kiri sudah teruji di level klub. Dalam turnamen besar yang penuh tekanan, memiliki hubungan yang sudah terbangun di lapangan bisa menjadi keuntungan tersendiri. Southgate pasti mempertimbangkan hal ini.
Faktor Usia dan Pengalaman: Beban atau Berkah?
Usia 30 tahun seringkali dianggap sebagai ujung tombak karier seorang pemain sepak bola, terutama untuk posisi bek yang membutuhkan kecepatan dan stamina. Namun, bagi Luke Shaw, usia ini justru bisa menjadi berkah. Pengalamannya di dua Piala Dunia sebelumnya (2014 dan 2018) serta Euro 2020 dan 2024 memberinya perspektif yang tidak dimiliki pemain muda.
Ia sudah merasakan pahitnya gagal di final, manisnya lolos dari grup maut, dan tekanan luar biasa sebagai pemain Manchester United. Mentalitas ini sangat berharga di ruang ganti. Shaw bukan lagi pemain muda yang labil secara emosional. Ia kini menjadi sosok yang tenang dan bisa diandalkan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ini adalah kualitas yang sulit diukur dengan statistik, namun sangat penting di turnamen seperti Piala Dunia.
Keputusan di Tangan Southgate
Pada akhirnya, semua kembali pada keputusan Gareth Southgate. Pelatih yang akrab disapa Gareth itu memiliki visi sendiri tentang skuad impiannya. Jika ia menginginkan bek kiri yang lebih defensif dan berpengalaman, Luke Shaw adalah jawabannya. Namun, jika ia lebih memilih opsi ofensif atau regenerasi pemain muda, maka nama Shaw mungkin akan tersisih.
Yang jelas, performa Luke Shaw musim ini adalah sinyal kuat bahwa ia belum selesai. Ia masih lapar akan prestasi, baik di level klub maupun internasional. Panggilan ke Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 bukanlah sekadar mimpi, melainkan sebuah target yang sangat realistis.
Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Menurut kalian, apakah Luke Shaw layak mendapatkan tempat di skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026? Ataukah Southgate harus memberikan kesempatan kepada pemain yang lebih muda seperti Rico Lewis? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Kita diskusi bareng di sini.
Cek juga: Profil Lengkap Pemain Timnas Indonesia dan berita eksklusif skuad Garuda.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


