🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MAARTEN-PAES VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Maarten Paes Pahlawan Ajax: Dua Penalti Diselamatkan, Tiket Conference League Di | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 25 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 25 Mei 2026

Maarten Paes Pahlawan Ajax: Dua Penalti Diselamatkan, Tiket Conference League Diamankan

bolt SBH Quick Take
  • Maarten Paes menggagalkan dua penalti FC Utrecht di final playoff, memastikan Ajax lolos ke Conference League musim depan.
  • Kinerja gemilang ini mengonfirmasi statusnya sebagai kiper nomor satu Ajax dan memperkuat posisinya di Timnas Indonesia.
  • Kesuksesan ini menjadi modal berharga bagi Ajax untuk membangun kembali reputasi di kancah Eropa setelah musim yang penuh gejolak.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.co.id – Amsterdam — Malam itu, Stadion Johan Cruijff ArenA bergemuruh. Bukan karena suporter yang memadati tribun, melainkan karena gemuruh haru dan euforia yang tak terbendung. Di tengah lapangan, seorang pemain berjersey hitam-merah berlutut, mengepalkan tangan, dan menatap langit Amsterdam yang kelabu. Dia adalah Maarten Paes, kiper Ajax yang baru saja menorehkan namanya dalam sejarah klub dengan cara yang paling dramatis: menggagalkan dua tendangan penalti di final playoff melawan FC Utrecht.

Ya, Ajax akhirnya memastikan tiket ke Liga Conference Eropa musim depan. Namun, jalan menuju kesuksesan itu tidaklah mulus. Sebaliknya, itu adalah sebuah ujian mental yang nyaris membuat para penggemar kehilangan harapan. Dan di saat yang paling kritis, Paes muncul sebagai pahlawan yang tak terduga.

Drama Penalti: Dari Ketegangan Menjadi Keajaiban

Pertandingan yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB itu berjalan dengan intensitas tinggi. Ajax yang unggul agregat 2-1 dari leg pertama harus menghadapi tekanan luar biasa dari tuan rumah FC Utrecht. Sepanjang 90 menit waktu normal, gawang Paes nyaris bobol beberapa kali. Namun, petaka datang di menit-menit akhir ketika wasit menunjuk titik putih untuk Utrecht setelah pelanggaran keras di kotak penalti Ajax.

Stadion Galgenwaard, markas Utrecht, bergemuruh. Penendang pertama, kapten Utrecht, maju dengan percaya diri. Namun, Paes sudah membaca arah bola. Dengan refleks kilat, ia melompat ke sisi kiri dan menepis bola dengan ujung jari tangannya. Sorak sorai pendukung tuan rumah berubah menjadi isak tangis.

Namun, drama belum usai. Di babak perpanjangan waktu, Ajax kembali kebobolan dan skor agregat menjadi 2-2. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti. Di sinilah Paes benar-benar menunjukkan kelasnya. Dari lima penendang Utrecht, dua di antaranya berhasil digagalkan dengan gemilang. Tendangan pertama yang melambung tinggi dan tendangan keempat yang terlalu lemah ke tengah gawang sukses diamankan. Ajax pun menang 4-2 dalam adu penalti dan memastikan tempat di Conference League.

Reaksi Maarten Paes: “Ini untuk Suporter yang Tak Pernah Berhenti Percaya”

Usai pertandingan, Paes yang masih berlumuran keringat dan air mata memberikan pernyataan eksklusif kepada media. Wajahnya sumringah namun juga terlihat sangat lega. “Saya tidak bisa berkata-kata. Ini adalah momen yang luar biasa. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Tapi yang terpenting, ini untuk suporter Ajax yang tidak pernah berhenti percaya pada kami sepanjang musim yang sulit ini,” ujarnya dengan nada bergetar.

Paes juga mengakui bahwa tekanan menjelang adu penalti sangat besar. “Ketika Anda tahu bahwa satu kesalahan bisa mengakhiri mimpi Anda dan klub, itu sangat berat. Tapi saya hanya fokus pada apa yang bisa saya kendalikan. Saya percaya pada latihan dan insting saya. Ketika bola pertama saya tepis, saya tahu kami bisa melakukannya,” tambahnya.

Penampilan gemilang ini langsung menjadi trending topic di media sosial. Banyak pengamat sepak bola Belanda memuji ketenangan Paes di bawah tekanan. “Dia bukan sekadar kiper biasa. Dia adalah pemimpin di lini belakang. Mentalitasnya baja,” tulis analis ESPN Belanda, Jan van der Meer.

Analisis Taktis: Mengapa Paes Begitu Sulit Dikalahkan?

Dari segi taktis, keberhasilan Paes menggagalkan dua penalti bukanlah kebetulan. Sejak bergabung dengan Ajax dari FC Dallas pada awal musim, Paes telah menunjukkan perkembangan pesat dalam membaca pergerakan penendang. Dalam adu penalti melawan Utrecht, ia tidak hanya mengandalkan insting, tetapi juga mempelajari rekaman video kebiasaan para pemain lawan.

“Saya sudah mempelajari cara mereka menendang. Beberapa pemain cenderung ke kiri, beberapa ke kanan. Saya hanya berusaha membuat diri saya sebesar mungkin dan memaksa mereka untuk mengambil keputusan yang salah,” jelas Paes.

Selain itu, postur tubuh Paes yang tinggi (196 cm) memberinya jangkauan luar biasa. Ia mampu menutup sudut tembakan dengan efektif. Namun, yang paling membedakan adalah ketenangannya. Dalam momen penuh tekanan seperti adu penalti, banyak kiper yang gugup. Paes justru terlihat semakin tenang, seperti seorang samurai yang siap menebas lawan.

Dampak bagi Ajax dan Timnas Indonesia

Keberhasilan Ajax lolos ke Conference League memiliki dampak besar. Secara finansial, klub akan mendapatkan tambahan pendapatan dari hak siar dan tiket pertandingan Eropa. Namun, yang lebih penting adalah secara moral. Musim ini Ajax mengalami penurunan performa yang signifikan setelah kepergian banyak pemain bintang. Lolos ke kompetisi Eropa adalah bukti bahwa klub ini masih memiliki daya juang.

Bagi Maarten Paes, penampilan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai kiper utama Ajax. Ia telah menggeser Remko Pasveer yang lebih senior. Lebih dari itu, bagi Timnas Indonesia, ini adalah kabar gembira. Sebagai salah satu pilar utama di bawah mistar gawang Garuda, performa apik Paes di level tertinggi Eropa akan sangat membantu dalam persiapan menuju Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pasti tersenyum lebar mendengar berita ini. Memiliki kiper yang terbiasa bermain di tekanan tinggi seperti laga Eropa adalah keuntungan besar. Mentalitas baja yang dimiliki Paes bisa menular ke pemain lain di skuad Garuda.

Apa Kata Suporter? Antara Bangga dan Haru

Reaksi suporter Ajax di media sosial pun tak kalah heboh. Banyak yang membandingkan Paes dengan legenda kiper Ajax seperti Edwin van der Sar. “Dia adalah Van der Sar baru. Tenang, berwibawa, dan bisa diandalkan di momen krusial,” tulis akun @AjaxLoyal sejak 1970.

Sementara itu, suporter Indonesia juga berbondong-bondong memberikan dukungan. Tagar #MaartenPaesPahlawan sempat menjadi trending di Twitter Indonesia. “Dia bukti bahwa darah Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Eropa. Bangga banget,” tulis seorang warganet.

Namun, ada juga yang mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang. “Ini baru awal. Conference League adalah panggung yang lebih besar. Semoga dia bisa konsisten,” komentar akun @BolaGaruda.

Kesimpulan: Sebuah Awal yang Manis

Kemenangan dramatis Ajax atas FC Utrecht bukan sekadar tentang lolos ke Conference League. Ini adalah tentang kebangkitan semangat, tentang seorang kiper yang berani mengambil tanggung jawab di saat paling genting. Maarten Paes telah membuktikan bahwa dirinya layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik di Eredivisie saat ini.

Bagi Ajax, ini adalah fondasi untuk membangun kembali kejayaan. Bagi Timnas Indonesia, ini adalah aset berharga yang harus dijaga dan dimaksimalkan. Dan bagi kita semua, ini adalah kisah inspiratif tentang bagaimana kerja keras, fokus, dan keberanian bisa mengubah segalanya.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kalian, apakah Maarten Paes sudah layak disebut sebagai kiper terbaik Asia Tenggara saat ini? Dan seberapa besar perannya nanti bagi Timnas Indonesia di Piala Asia? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel