Mohamed Salah Banjir Air Mata: Tangis Perpisahan Terakhir di Liverpool | SBH.co.id | SBH Nation
internasional
calendar_today 25 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 25 Mei 2026

Mohamed Salah Banjir Air Mata: Tangis Perpisahan Terakhir di Liverpool

bolt SBH Quick Take
  • Mohamed Salah mengaku menangis lebih deras dari seumur hidupnya di laga perpisahan bersama Liverpool.
  • Salah merasa bangga bisa memenangkan segalanya di Anfield, termasuk Liga Champions dan Premier League.
  • Kepergian Salah meninggalkan lubang besar di lini depan Liverpool, memicu perombakan besar di bursa transfer.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Momen perpisahan selalu menjadi adegan yang paling emosional dalam dunia sepak bola. Namun, apa yang dirasakan oleh Mohamed Salah saat laga terakhirnya bersama Liverpool benar-benar melampaui batas ekspektasi. Dalam sebuah wawancara eksklusif yang mengguncang publik, Salah mengaku bahwa ia “menangis lebih banyak daripada sepanjang hidupnya” selama pertandingan perpisahan tersebut. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan dari ikatan batin yang luar biasa antara seorang pemain dengan klub yang telah membesarkan namanya.

Bagi kami di SBH.co.id, pengakuan Salah ini bukanlah hal yang mengejutkan. Sejak kedatangannya pada tahun 2017, ia telah menjadi lebih dari sekadar pemain; ia adalah simbol kebangkitan Liverpool. Laga perpisahan itu bukan hanya akhir dari sebuah era, tetapi juga awal dari babak baru yang penuh tanda tanya. Mari kita bedah lebih dalam tentang momen bersejarah ini, dari air mata di lapangan hingga dampaknya terhadap skuad The Reds musim depan.

## Kronologi Air Mata di Anfield

Pertandingan terakhir Mohamed Salah bersama Liverpool berlangsung di Anfield, stadion yang selama bertahun-tahun menjadi rumahnya. Meskipun detail pertandingan mungkin sudah diketahui, yang paling membekas adalah momen setelah peluit panjang dibunyikan. Salah, yang biasanya tenang dan fokus, tidak mampu menahan emosinya.

Dalam wawancara tersebut, ia mengakui, “Saya menangis lebih banyak daripada sepanjang hidup saya di pertandingan itu. Bukan karena sedih meninggalkan klub, tapi karena saya terlalu bahagia dengan apa yang telah kami capai bersama.” Kata-kata ini langsung viral di media sosial, mengingatkan kita pada momen-momen ikonik lainnya seperti saat Steven Gerrard menangis di laga perpisahannya. Namun, bagi Salah, tangisannya adalah campuran antara kebanggaan, rasa syukur, dan sedikit kesedihan karena harus mengucapkan selamat tinggal.

Para penggemar yang hadir di stadion pun ikut larut dalam suasana haru. Beberapa dari mereka terlihat membawa spanduk bertuliskan “Terima Kasih, Raja Mesir”. Suasana di tribun menjadi saksi bisu perpisahan yang tak akan terlupakan. Bagi kami, ini adalah bukti bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan gol, tetapi juga soal hubungan emosional yang mendalam antara pemain dan pendukung.

## Kebanggaan “Winning It All” di Anfield

Salah tidak hanya meninggalkan Liverpool dengan air mata, tetapi juga dengan segudang prestasi. Dalam pernyataannya, ia menekankan betapa bangganya bisa “memenangkan segalanya” di Anfield. Frasa ini bukanlah omong kosong. Bersama Liverpool, Salah telah meraih gelar Premier League, Liga Champions UEFA, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.

Pencapaian ini menempatkannya sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah klub. Ia menjadi andalan utama di lini depan, mencetak lebih dari 200 gol untuk The Reds. Kolaborasinya dengan Sadio Mane dan Roberto Firmino di lini depan telah menjadi legenda. Namun, yang paling membanggakan bagi Salah adalah bagaimana ia bisa membawa timnya kembali ke puncak setelah masa-masa sulit.

“Ketika saya datang, banyak orang yang meragukan saya. Tapi saya percaya pada proyek ini. Saya percaya pada Jurgen Klopp. Dan sekarang, saya pergi dengan kepala tegak karena saya telah memberikan segalanya,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi tamparan bagi para kritikus yang dulu meremehkan kemampuannya. Bagi ini adalah pelajaran berharga tentang kegigihan dan keyakinan.

## Analisis Taktis: Kehilangan Sang Mesin Gol

Kepergian Mohamed Salah meninggalkan lubang besar di lini depan Liverpool. Secara taktis, ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga seorang kreator ulung. Kemampuannya dalam melakukan cutting inside dari sayap kanan, melepaskan tembakan kaki kiri yang mematikan, serta visi bermainnya yang cemerlang sulit untuk digantikan.

Musim lalu, Salah menyumbang lebih dari 30 gol di semua kompetisi. Angka ini menunjukkan dominasinya di area pertahanan lawan. Tanpa dia, Liverpool harus mencari pola serangan baru. Mungkin mereka akan lebih bergantung pada Darwin Nunez atau pemain sayap muda seperti Harvey Elliott. Namun, menggantikan pemain sekelas Salah bukanlah tugas yang mudah.

Dari segi data, xG (expected goals) Salah selalu berada di puncak. Ia memiliki kemampuan untuk berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Kehilangan insting seperti ini bisa membuat Liverpool kehilangan daya gedor yang selama ini menjadi andalan mereka. Para penggemar pasti khawatir, tapi manajemen klub tampaknya sudah menyiapkan rencana jangka panjang.

## Dampak Finansial dan Bursa Transfer

Kepergian Salah juga memiliki dampak finansial yang signifikan. Gajinya yang tinggi selama ini membebani struktur upah klub. Dengan perginya dia, Liverpool memiliki ruang lebih di neraca keuangan untuk mendatangkan pemain baru. Namun, di sisi lain, kehilangan ikon global seperti Salah juga berarti kehilangan pemasukan dari penjualan jersey dan hak siar.

Bursa transfer musim panas ini akan menjadi krusial bagi Liverpool. Mereka harus segera mencari pengganti yang setara. Beberapa nama seperti Jude Bellingham atau pemain sayap muda asal Brasil telah dikaitkan dengan klub. Namun, menemukan pemain yang bisa langsung beradaptasi dengan Premier League dan filosofi permainan Liverpool bukanlah perkara mudah.

Kami di SBH Nation meyakini bahwa Liverpool tidak akan terburu-buru. Mereka lebih memilih untuk menunggu pemain yang tepat daripada membeli pemain asal-asalan. Sejarah menunjukkan bahwa Liverpool selalu cerdas dalam bursa transfer, seperti saat mereka merekrut Salah dari Roma. Kita lihat saja bagaimana kelanjutan drama ini.

## Pertanyaan untuk Pembaca

Setelah membaca artikel ini, apa pendapat kalian tentang perpisahan Mohamed Salah? Apakah menurut kalian Liverpool akan mampu bangkit tanpa sang bintang? Atau justru kepergiannya menjadi awal dari kemunduran The Reds? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah! Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan berita sepak bola terupdate hanya di SBH.co.id.

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel