O'Neill Tak Mau Bahas Masa Depan Sebelum Final Piala Skotlandia | SBH.co.id
internasional
calendar_today 18 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 18 Mei 2026

O'Neill Tak Mau Bahas Masa Depan Sebelum Final Piala Skotlandia

bolt SBH Quick Take
  • Martin O'Neill tidak akan berdiskusi soal kontrak barunya bersama Celtic sebelum laga final Piala Skotlandia akhir pekan ini.
  • Pelatih berusia 74 tahun itu mengaku ragu memiliki energi yang cukup untuk melanjutkan karier kepelatihannya.
  • Keputusan final kemungkinan baru akan diumumkan setelah partai puncak melawan Rangers, dengan spekulasi pengganti mulai bermunculan.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.co.id - Glasgow - Suasana di sekitar Celtic Park memang sedang panas, tapi bukan karena persiapan final Piala Skotlandia. Justru, isu masa depan manajer legendaris mereka, Martin O’Neill, menjadi perbincangan utama di kalangan Bhoys. Dalam wawancara eksklusif menjelang laga puncak melawan Rangers, O’Neill dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan membahas kontrak barunya sebelum pertandingan besar tersebut.

“Saya tidak berharap ada diskusi apa pun soal posisi saya sebelum final hari Sabtu,” ujar O’Neill kepada media seperti dikutip dari BBC Sport. “Fokus saya saat ini 100 persen kepada tim dan bagaimana kami bisa membawa pulang trofi.”

Pernyataan ini sekaligus mematikan spekulasi yang berkembang bahwa pihak manajemen Celtic akan segera mengumumkan perpanjangan kontrak. Bagi para pendukung setia The Hoops, pengumuman semacam itu tentu akan menjadi suntikan moral tambahan. Namun, O’Neill memilih untuk tidak mencampuradukkan urusan administratif dengan konsentrasi taktis timnya.

Keraguan Energi di Usia 74 Tahun

Yang lebih mengejutkan dari pernyataan O’Neill adalah pengakuannya soal kondisi fisik dan mentalnya. Pria asal Irlandia Utara itu secara blak-blakan mengungkapkan keraguannya untuk melanjutkan karier kepelatihan.

“Saya ragu apakah saya masih memiliki energi untuk terus berjalan,” kata O’Neill dengan nada datar. “Sepak bola modern itu sangat menguras tenaga. Bukan hanya soal taktik di lapangan, tapi juga tekanan media, manajemen skuat, dan harapan yang selalu tinggi.”

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa O’Neill mungkin akan pensiun setelah musim ini berakhir. Di usianya yang ke-74 tahun, ia adalah salah satu pelatih tertua yang masih aktif di level tertinggi sepak bola Eropa. Meski pengalaman dan kebijaksanaannya tak diragukan, fisik dan stamina memang menjadi tantangan tersendiri.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada sosok pelatih senior seperti Rahmad Darmawan yang juga pernah merasakan tekanan besar di puncak kariernya. O’Neill, dengan segudang prestasi bersama Celtic di era pertamanya (2000-2005), jelas memiliki tempat spesial di hati para Bhoys.

Momen Tepat untuk Pensiun atau Tetap Bertahan?

Jika melihat dari sisi karier, O’Neill sebenarnya telah mencapai hampir semua yang bisa diraih seorang manajer di Skotlandia. Ia membawa Celtic meraih tiga gelar Liga Premier Skotlandia, tiga Piala Skotlandia, dan satu Piala Liga. Prestasi paling berkesan tentu saja saat membawa Celtic ke final Piala UEFA 2003.

Kini, dengan satu trofi Piala Skotlandia di depan mata, momen ini bisa menjadi akhir yang sempurna. Namun, di sisi lain, tim yang ia besut saat ini menunjukkan perkembangan positif. Gaya bermain yang lebih cair dan agresif berhasil mengembalikan kepercayaan diri para pemain muda Celtic.

“Dia adalah manajer yang sempurna untuk klub ini saat ini,” komentar salah satu pengamat sepak bola Skotlandia. “Tapi jika dia merasa tidak sanggup lagi, lebih baik mundur dengan anggun daripada memaksakan diri dan merusak reputasi.”

Dampak bagi Final Piala Skotlandia

Keputusan O’Neill untuk menunda pembicaraan kontrak jelas akan mempengaruhi atmosfer ruang ganti. Para pemain mungkin akan bermain dengan beban emosional tambahan, ingin memberikan kemenangan terakhir untuk manajer mereka.

“Saya pikir para pemain akan memberikan segalanya,” tambah O’Neill. “Mereka tahu betapa pentingnya pertandingan ini, bukan hanya untuk klub, tapi juga untuk saya secara pribadi.”

Final Piala Skotlandia antara Celtic dan Rangers selalu menjadi laga yang sarat gengsi. Namun, musim ini, laga tersebut memiliki narasi yang lebih dalam. Ini bukan sekadar pertarungan dua raksasa Glasgow, tapi juga bisa menjadi pertandingan perpisahan bagi salah satu manajer terhebat dalam sejarah Celtic.

Apakah para pemain Celtic bisa mengatasi tekanan dan memberikan trofi perpisahan untuk O’Neill? Atau justru beban emosional ini yang akan membuat mereka lengah?

Siapa Pengganti O’Neill?

Jika O’Neill benar-benar memutuskan untuk pergi, spekulasi nama pengganti sudah mulai bermunculan. Beberapa nama seperti Ange Postecoglou yang sukses di masa lalu, atau pelatih muda berbakat seperti Kieran McKenna dari Ipswich Town, menjadi kandidat kuat.

Namun, satu hal yang pasti, siapapun penggantinya nanti akan memiliki tugas berat. Mengikuti jejak seorang Martin O’Neill bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ia berhasil menutup musim dengan gelar juara Piala Skotlandia.

Pertanyaan untuk Sobat SBH: Menurut kalian, apakah Martin O’Neill sebaiknya pensiun setelah final ini atau tetap bertahan untuk musim depan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel