Premier League 2025-26: Deretan Pemain dan Pelatih yang Gagal Total Musim Ini
- Yoane Wissa gagal total di Newcastle setelah dibeli £55 juta, hanya mencetak satu gol sepanjang musim.
- Ange Postecoglou dipecat setelah hanya 12 pertandingan bersama Nottingham Forest dengan rekor buruk.
- Deretan pemain bintang lainnya juga mengecewakan, membuat persaingan papan atas Premier League makin panas.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Musim Premier League 2025-26 sudah resmi berakhir, dan seperti biasa, selalu ada cerita manis dan pahit. Jika di satu sisi kita melihat Manchester City atau Arsenal kembali bersaing di puncak, di sisi lain ada sederet nama besar yang justru tampil memalukan.
kali ini kita tidak akan membahas para pahlawan atau tim kejutan. Kita akan mengupas tuntas siapa saja yang layak menyandang gelar “flop” musim ini. Dari rekrutan termahal yang mandek di lini depan, hingga pelatih yang gagal total membawa angin segar. Yuk, simak ulasan selengkapnya!
Yoane Wissa: Dari Mesin Gol Brentford Jadi Hantu di Newcastle
Pembelian termahal musim panas lalu akhirnya menjadi salah satu cerita paling tragis di Premier League musim ini. Newcastle United menggelontorkan dana sebesar £55 juta untuk mendatangkan Yoane Wissa dari Brentford. Saat itu, semua orang antusias. Bagaimana tidak? Musim sebelumnya, Wissa mencetak 19 gol untuk Brentford dan menjadi mimpi buruk bagi setiap bek tengah.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Wissa yang datang dengan status striker tajam berubah menjadi pemain yang kehilangan naluri golnya. Sepanjang musim 2025-26, ia hanya mampu mencetak satu gol untuk Newcastle. Satu gol! Itu pun terjadi di awal musim saat melawan tim juru kunci.
Banyak analis menyebut bahwa sistem permainan Eddie Howe tidak cocok dengan gaya Wissa yang lebih suka bermain sebagai second striker atau sayap. Di Brentford, ia bebas bergerak dan menjadi fokus utama serangan. Di Newcastle, ia harus berbagi ruang dengan Alexander Isak dan Anthony Gordon. Akibatnya, Wissa seperti kehilangan identitas. Fans Newcastle pun mulai gerah, dan rumor kepergiannya sudah mulai berhembus di bursa transfer musim panas nanti.
Ange Postecoglou: Janji Sepak Bola Menyerang Berujung Petaka di Nottingham Forest
Dari pemain ke pelatih, cerita flop musim ini juga menghampiri Ange Postecoglou. Setelah sukses di Celtic, pelatih asal Australia itu memutuskan untuk kembali ke Premier League dengan menangani Nottingham Forest. Forest yang musim lalu nyaris terdegradasi, berharap Postecoglou bisa membawa sepak bola menyerang yang atraktif seperti yang ia lakukan di Tottenham sebelumnya.
Sayangnya, kenyataan pahit harus diterima. Postecoglou hanya bertahan selama 12 pertandingan sebelum dipecat. Rekor buruknya: 2 menang, 3 imbang, dan 7 kalah. Gaya sepak bola menyerang yang ia janjikan justru membuat pertahanan Forest menjadi sangat rapuh. Mereka kebobolan rata-rata 2,5 gol per pertandingan di bawah asuhannya.
Kritik pedas datang dari berbagai pihak. Banyak yang menilai Postecoglou terlalu naif dan tidak mau beradaptasi dengan kualitas pemain yang dimiliki Forest. Ia memaksakan High Press dan build-up dari belakang, padahal lini belakang Forest tidak memiliki kecepatan dan ketenangan yang cukup. Akhirnya, ia harus angkat koper lebih cepat dari yang diperkirakan. Nottingham Forest pun kembali terpuruk dan harus berjuang keras untuk bertahan di Premier League musim depan.
Rekrutan Mahal Lainnya yang Mengecewakan
Selain Wissa, ada beberapa nama lain yang layak masuk dalam daftar flop musim ini. Misalnya, pemain sayap muda yang didatangkan dari klub Italia dengan harga £40 juta ke Manchester United. Ia diharapkan menjadi solusi di sisi sayap, namun malah sering cedera dan hanya tampil dalam 15 pertandingan dengan torehan 2 assist.
Di kubu Chelsea, seorang gelandang bertahan yang dibeli seharga £60 juta dari Liga Jerman juga tampil inkonsisten. Ia sering kehilangan bola di area berbahaya dan gagal menjadi jangkar yang kokoh di lini tengah. Chelsea yang musim ini kembali berganti pelatih, akhirnya harus merelakan pemain tersebut dipinjamkan di bursa Januari.
Fenomena ini menunjukkan bahwa membeli pemain mahal tidak selalu menjamin kesuksesan. Adaptasi taktik, tekanan publik, dan chemistry tim menjadi faktor krusial yang seringkali terabaikan oleh klub-klub besar.
Analisis Taktis: Mengapa Mereka Gagal?
Jika kita lihat secara garis besar, ada dua pola kegagalan yang menonjol musim ini. Pertama, kesalahan dalam perekrutan pemain. Newcastle membeli Wissa tanpa memikirkan bagaimana ia akan cocok dengan skema yang sudah ada. Mereka hanya tergiur dengan statistik musim lalu tanpa menganalisis konteks permainannya.
Kedua, kegagalan pelatih dalam membaca situasi. Postecoglou adalah contoh sempurna. Ia datang dengan filosofi yang kaku dan tidak mau berkompromi. Di Premier League, fleksibilitas taktik adalah segalanya. Pelatih seperti Pep Guardiola atau Mikel Arteta pun terkadang harus mengubah pendekatan mereka saat menghadapi lawan tertentu. Postecoglou tidak melakukan itu, dan hasilnya adalah bencana.
Bagi musim ini menjadi pelajaran berharga. Bahwa sepak bola bukan hanya soal uang atau nama besar. Tapi soal bagaimana menyatukan visi, pemain, dan strategi di lapangan hijau.
Apa Kata Fans?
Tentu saja, para pendukung klub memiliki pendapatnya sendiri. Di media sosial, banyak fans Newcastle yang menuntut manajemen untuk segera menjual Wissa dan mencari striker baru yang lebih cocok. Sementara itu, fans Nottingham Forest masih trauma dengan era Postecoglou dan berharap pelatih anyar bisa membawa stabilitas.
Pertanyaan untuk kalian, SBH Nation: Siapa menurut kalian flop terbesar musim ini? Apakah Yoane Wissa yang mandek di Newcastle, atau Ange Postecoglou yang gagal total di Forest? Atau ada pemain lain yang lebih layak? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! Jangan lupa share artikel ini ke grup sepak bola kalian ya!
Cek juga: Klasemen Premier League Terbaru dan analisis taktis mingguan kami.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


