Setan Merah Ogah Puasa Gelar: Project 150 Jadi Senjata MU Kembali ke Puncak
- Manchester United meluncurkan Project 150, target juara Premier League pada 2027/2028.
- Klub ogah puasa gelar panjang seperti Arsenal (20 tahun) dan Liverpool (30 tahun).
- Project 150 mencakup renovasi Old Trafford, restrukturisasi skuad, dan peningkatan pendapatan.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
SBH.co.id – Manchester United tak ingin bernasib sama seperti Arsenal atau Liverpool yang harus menahan lapar gelar Premier League selama puluhan tahun. Lewat inisiatif ambisius bernama Project 150, Setan Merah menargetkan untuk kembali menjadi juara liga pada musim 2027/2028. CEO klub, Omar Berrada, secara terbuka menyatakan bahwa puasa gelar panjang bukanlah budaya yang bisa diterima di Old Trafford.
Keputusan ini diambil setelah Manchester United menyadari bahwa mereka sudah terlalu lama terpuruk. Sejak era Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Setan Merah hanya mampu meraih gelar Premier League sekali pun, yaitu pada musim 2012/2013. Sementara itu, Arsenal harus menunggu 20 tahun untuk kembali juara liga setelah era Invincibles, dan Liverpool bahkan menanti 30 tahun sebelum akhirnya menjuarai Premier League pada 2020. MU tidak mau menjadi klub berikutnya yang mengalami ‘puasa gelar’ semacam itu.
Apa Itu Project 150? Rencana Besar MU Kembali ke Puncak
Project 150 bukan sekadar slogan kosong. Ini adalah cetak biru jangka panjang yang dirancang oleh Omar Berrada bersama dengan direktur olahraga klub. Nama “150” sendiri merujuk pada target ambisius: menjadikan Manchester United sebagai klub sepak bola terbaik di dunia pada perayaan 150 tahun berdirinya klub pada tahun 2028.
Rencana ini mencakup tiga pilar utama:
- Renovasi Total Old Trafford: Stadion legendaris ini akan dirombak habis-habisan. Kapasitas akan ditingkatkan hingga 90.000 kursi, menjadikannya stadion terbesar di Inggris. Fasilitas modern seperti ruang ganti berteknologi tinggi, area VIP mewah, dan sistem audio-visual terkini akan dipasang. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga £2 miliar.
- Restrukturisasi Skuad: MU akan fokus pada perekrutan pemain muda berbakat dengan potensi jangka panjang. Model bisnis ala Brighton atau Brentford akan diadopsi, di mana klub membeli pemain di harga murah, mengembangkannya, lalu menjualnya dengan harga tinggi. Namun, MU juga tidak menutup kemungkinan untuk merekrut pemain bintang yang sudah matang, asalkan sesuai dengan filosofi permainan pelatih.
- Peningkatan Pendapatan Komersial: MU ingin menjadi klub dengan pendapatan tertinggi di dunia. Mereka akan menjajaki kerja sama dengan sponsor global, memperluas basis penggemar di Asia dan Amerika, serta memaksimalkan pendapatan dari hak siar dan merchandise.
Mengapa MU Ogah Puasa Gelar Seperti Arsenal dan Liverpool?
Kegagalan Arsenal dan Liverpool untuk mempertahankan kejayaan dalam waktu lama menjadi pelajaran berharga bagi Manchester United. Arsenal, setelah era Invincibles pada 2003/2004, harus menunggu hingga 2022/2023 untuk kembali bersaing di puncak. Liverpool, setelah kejayaan di era 80-an, baru kembali juara liga pada 2020 setelah 30 tahun puasa.
CEO Omar Berrada, dalam wawancara dengan The Athletic, menegaskan bahwa budaya kemenangan di Old Trafford tidak boleh mati. “Kami tidak bisa menerima kenyataan bahwa klub sebesar ini harus menunggu 20 atau 30 tahun untuk meraih satu gelar liga. Itu bukanlah standar Manchester United,” ujar Berrada. “Kami harus segera bangkit dan kembali ke tempat kami seharusnya: di puncak.”
Dengan Project 150, MU ingin memastikan bahwa masa-masa sulit seperti yang dialami Arsenal dan Liverpool tidak akan terulang. Klub ingin membangun fondasi yang kuat agar bisa bersaing secara konsisten setiap musim, bukan hanya sekali dalam satu dekade.
Tantangan Besar di Depan Mata
Meski ambisius, Project 150 bukan tanpa tantangan. Pertama, MU harus bersaing dengan klub-klub kaya lainnya seperti Manchester City yang sudah mapan dengan infrastruktur dan skuad yang matang. Kedua, renovasi Old Trafford membutuhkan waktu bertahun-tahun dan akan mengganggu jadwal pertandingan kandang. Ketiga, MU harus mencari pelatih yang tepat yang bisa menjalankan filosofi jangka panjang, bukan hanya mencari hasil instan.
Selain itu, tekanan dari suporter juga menjadi faktor krusial. Suporter MU terkenal tidak sabar. Jika dalam dua musim pertama Project 150 belum menunjukkan hasil nyata, bisa saja muncul krisis kepercayaan terhadap manajemen.
Namun, dengan kepemimpinan Omar Berrada yang visioner dan dukungan penuh dari pemilik klub, Project 150 memiliki peluang untuk berhasil. Kuncinya adalah konsistensi, kesabaran, dan eksekusi yang tepat di lapangan.
Apakah Target 2027/2028 Realistis?
Pertanyaan besarnya: apakah target menjadi juara Premier League pada 2027/2028 realistis? Jawabannya: mungkin saja. Jika MU berhasil merekrut pemain-pemain muda potensial seperti Marselino Ferdinan (yang sudah mulai bersinar di level internasional) dan mengembangkan akademi mereka dengan baik, bukan tidak mungkin mereka bisa bersaing dalam waktu dekat.
Namun, MU juga harus realistis. Persaingan di Premier League saat ini sangat ketat. Arsenal, Liverpool, Manchester City, dan bahkan Chelsea terus berbenah. MU harus bekerja ekstra keras untuk bisa menyalip mereka.
Satu hal yang pasti: dengan Project 150, Manchester United telah memberikan sinyal jelas bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Mereka siap berinvestasi besar-besaran untuk mengembalikan kejayaan. Kini, tugas para pemain dan pelatih adalah mewujudkan ambisi tersebut di atas lapangan hijau.
Pertanyaan untuk Sobat SBH:
Apakah kamu yakin Project 150 bisa membawa Manchester United kembali ke puncak Premier League dalam 2-3 musim ke depan? Ataukah ini hanya sekadar proyek marketing belaka? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Cek juga: Klasemen Premier League Terbaru dan analisis taktis mingguan kami.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?
Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


