🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-EUROPA VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Unai Emery dan Jajaran Legenda: Siapa Raja Piala Eropa Sejati? | SBH.co.id
liga europa
calendar_today 20 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 20 Mei 2026

Unai Emery dan Jajaran Legenda: Siapa Raja Piala Eropa Sejati?

bolt SBH Quick Take
  • Unai Emery akan memimpin Aston Villa di final Liga Europa 2026, berpeluang menjadi pelatih paling sukses di kompetisi ini.
  • Artikel ini membandingkan pencapaian Emery dengan legenda seperti Ferguson, Ancelotti, dan Guardiola dalam meraih trofi Eropa.
  • Pertanyaan besarnya: apakah dominasi di Liga Europa cukup untuk menempatkannya di jajaran elit pelatih dunia?
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

SBH.co.id – Jagat sepak bola Eropa kembali dihadapkan pada satu nama yang tak asing lagi: Unai Emery. Pelatih asal Spanyol ini berpeluang menorehkan sejarah baru pada Rabu dini hari WIB nanti saat Aston Villa menghadapi lawannya di final Liga Europa. Jika menang, Emery akan mengoleksi lima gelar Liga Europa, sebuah rekor yang belum pernah dicapai oleh pelatih mana pun. Namun, pertanyaan yang lebih besar mengemuka: di mana sebenarnya posisi Emery dalam hierarki para pelatih pemenang trofi Eropa sepanjang masa?

BBC Sport baru-baru ini merilis sebuah analisis menarik yang mencoba meranking para pelatih tersukses di kompetisi Eropa. Dari Sir Alex Ferguson yang legendaris hingga Carlo Ancelotti yang dingin, dan Pep Guardiola yang revolusioner. Artikel ini akan mengupas tuntas peringkat tersebut dari sudut pandang khas Indonesia, dengan segala antusiasme dan kedalaman analisisnya.

Unai Emery: Spesialis Liga Europa yang Masih Diragukan?

Tidak ada yang meragukan status Unai Emery sebagai “Raja Liga Europa”. Sejak menjuarai kompetisi ini tiga kali berturut-turut bersama Sevilla (2014, 2015, 2016) dan kemudian memenangkannya lagi bersama Villarreal (2021), namanya identik dengan trofi bergagang besar itu. Kini, bersama Aston Villa, ia kembali ke panggung final dan siap menambah koleksinya menjadi lima.

Namun, jika kita bicara tentang “pelatih Eropa terbaik”, seringkali ada keraguan. Mengapa? Karena dominasinya hanya terjadi di kompetisi “kasta kedua” Eropa. Di Liga Champions, Emery belum pernah menyentuh trofi. Pencapaian terbaiknya adalah final bersama Villarreal pada 2022, di mana ia kalah dari Liverpool. Prestasinya di Arsenal dan Paris Saint-Germain juga dianggap kurang memuaskan di panggung tertinggi.

Analisis SBH Nation: Emery adalah pelatih yang luar biasa dalam meramu taktik untuk tim-tim yang tidak difavoritkan. Ia piawai dalam mengatur pressing dan transisi. Tapi, untuk masuk ke jajaran “Dewa” seperti Ferguson atau Ancelotti, ia harus membuktikan diri di Liga Champions. Trofi Liga Europa adalah fondasi yang kokoh, tapi belum menjadi mahkota.

Carlo Ancelotti: Raja Adaptasi dengan Empat Gelar Champions

Di puncak piramida, nama Carlo Ancelotti berdiri tegak. Pelatih asal Italia ini adalah satu-satunya pelatih yang pernah memenangkan liga domestik di lima negara besar (Italia, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol) dan yang terpenting, ia telah mengoleksi empat gelar Liga Champions (dua bersama AC Milan, dua bersama Real Madrid). Ia juga memenangkan Liga Europa bersama Chelsea pada 2013.

Kehebatan Ancelotti bukan hanya pada jumlah trofi, tetapi pada kemampuannya beradaptasi. Ia bisa menerapkan taktik “catenaccio” di Italia, “tiki-taka” di Spanyol, atau sepak bola langsung di Inggris. Ia adalah manajer pemain (players’ manager) sejati yang mampu mengelola ego para bintang. Di Indonesia, kita sering menyebutnya sebagai “pelatih yang dingin tapi mematikan”. Ia tidak butuh revolusi, cukup evolusi.

Pep Guardiola dan Sir Alex Ferguson: Dua Kutub Filosofi

Jika Ancelotti adalah adaptasi, maka Pep Guardiola adalah dogma. Pelatih asal Catalunya ini telah merevolusi sepak bola dengan filosofi penguasaan bola (possession football) yang khas. Ia memenangkan dua Liga Champions bersama Barcelona, satu bersama Manchester City, serta puluhan trofi domestik. Namun, kritik yang sering muncul adalah bahwa ia selalu melatih tim-tim super kaya. Prestasinya di Liga Champions bersama City baru datang setelah investasi besar-besaran.

Di sisi lain, Sir Alex Ferguson adalah simbol dari konsistensi dan pembangunan jangka panjang. Ia membangun Manchester United dari puing-puing menjadi raksasa Eropa. Dua gelar Liga Champions (1999, 2008) adalah puncak dari sebuah era. Bedanya dengan Guardiola, Ferguson tidak memiliki filosofi tunggal; ia pragmatis. Ia bisa bermain cantik atau bermain kotor, yang penting menang.

Dalam konteks Indonesia, Ferguson adalah sosok yang sangat dihormati karena ia seperti “bapak” yang membesarkan anak-anaknya. Guardiola lebih seperti “guru” yang mengajarkan rumus-rumus rumit.

Siapa yang Paling Berjasa di Mata SBH Nation?

Pertanyaan ini selalu subjektif. Namun, jika kita menggunakan parameter “pengaruh terhadap permainan” dan “kemampuan meraih trofi di luar zona nyaman”, maka nama José Mourinho juga layak disebut. Pria Portugal ini memenangkan Liga Champions bersama Porto (sebuah keajaiban) dan Inter Milan, serta dua Liga Europa (Porto dan Manchester United). Ia adalah pelatih yang paling “Indonesia” dalam hal mentalitas: garang, defensif, dan penuh drama.

Kembali ke Emery, jika ia berhasil memenangkan Liga Europa kelima kalinya, ia mungkin akan menyalip Mourinho dalam hal jumlah trofi Eropa. Tapi, secara kualitas, ia belum bisa mengalahkan “The Special One” yang berhasil memenangkan Liga Champions dengan tim non-favorit.

Kesimpulan SBH Nation: Peringkat pelatih Eropa terbaik bukanlah soal hitungan matematis. Ini tentang narasi. Ancelotti adalah narasi tentang kedewasaan, Ferguson tentang kesetiaan, Guardiola tentang inovasi, dan Emery tentang spesialisasi. Masing-masing memiliki tempatnya sendiri.

Pertanyaan untuk Pembaca: Menurut kamu, apakah Unai Emery sudah pantas disebut sebagai salah satu dari lima pelatih terbaik Eropa sepanjang masa? Ataukah gelar Liga Europa tetap dianggap “kelas dua” dan tidak cukup untuk menyaingi para legenda Liga Champions? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel