Charis Yulianto: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Kekuatan utama: duel udara dominan dan antisipasi intersep berkat postur 185 cm serta naluri positioning yang tajam.
- Peran taktis: Bek tengah pengatur tempo build-up di Persebaya, dan pelapis/rotasi andalan di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong.
- Fakta unik: Menorehkan 4 clean sheet berturut-turut di Liga 1 2023/2024 bersama Persebaya, rekor terbaik sepanjang kariernya.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari Lapangan Kecil ke Stadion Internasional
- Masa Kecil dan Awal Mula di Surabaya
- Akademi Persebaya Surabaya (2013–2016)
- Karier Senior dan Perpindahan Klub
- Analisis Gaya Bermain: Kekuatan dan Kelemahan
- Kekuatan Utama: Duel Udara dan Positioning
- Kemampuan Membangun Serangan (Build-Up)
- Kelemahan: Kecepatan dan Agresivitas Berlebih
- Peran di Timnas Indonesia: Dari Pelapis ke Andalan
- Turnamen Besar yang Diikuti
- Tabel Rating Atribut
- Statistik Musim per Musim
Tactical Radar Analysis
Charis Yulianto bukan sekadar nama di papan skor. Ia adalah representasi dari generasi baru bek tengah Indonesia yang menggabungkan postur menjulang dengan ketenangan dalam build up play. Lahir di Surabaya pada 21 Juli 1997, pemain berusia 28 tahun ini telah menjadi pilar pertahanan Persebaya Surabaya dan bagian penting dari skuad Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Perjalanan Charis dari akademi lokal hingga panggung internasional adalah studi kasus tentang bagaimana disiplin taktis dan pengembangan fisik dapat mengubah pemain muda menjadi aset nasional. Dengan tinggi 185 cm dan kemampuan membaca permainan di atas rata-rata, ia sering diandalkan untuk mematahkan serangan lawan melalui high press yang terorganisir. Di artikel ini, SBH Nation akan membedah setiap lapisan kariernya—dari masa kecil di kampung hingga analisis taktis yang membuatnya ditakuti striker lawan.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari Lapangan Kecil ke Stadion Internasional
Masa Kecil dan Awal Mula di Surabaya
Charis kecil tumbuh di kawasan Tambaksari, Surabaya. Seperti kebanyakan anak-anak di kota pahlawan, sepak bola adalah bahasa sehari-hari. Ia memulai dengan bermain sepak bola jalanan (street football) menggunakan bola plastik di gang sempit. Dari situlah naluri bertahannya terbentuk—tanpa ruang gerak lebar, ia belajar membaca gerak lawan dalam hitungan detik.
Pada usia 12 tahun, Charis bergabung dengan SSB Mitra Surabaya. Di sini, pelatihnya melihat potensi fisik yang luar biasa: tinggi badan yang terus bertambah dan kecepatan lari yang mengesankan untuk anak seusianya. Ia mulai ditempatkan sebagai bek tengah murni, bukan lagi gelandang bertahan seperti awal kariernya.
Akademi Persebaya Surabaya (2013–2016)
Langkah besar terjadi pada 2013 ketika Charis lolos seleksi akademi Persebaya Surabaya. Di bawah arahan pelatih akademi legendaris, ia menjalani latihan ketat yang fokus pada fundamental bertahan: posisi tubuh, timing tekel, dan komunikasi dengan rekan setim. Selama tiga tahun di akademi, ia mencatat 75 penampilan di berbagai turnamen usia muda, termasuk Elite Pro Academy (EPA) Liga 1.
Pada musim 2016, Charis dipromosikan ke tim senior Persebaya yang saat itu masih berlaga di Liga 2. Debutnya terjadi pada laga melawan PSPS Pekanbaru. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-70 dan langsung menunjukkan kualitasnya dengan memenangi 3 dari 4 duel udara. Pelatih Iwan Setiawan saat itu berkata, “Dia punya masa depan cerah. Yang dia butuhkan hanyalah jam terbang.”
Karier Senior dan Perpindahan Klub
Setelah membantu Persebaya promosi ke Liga 1 pada 2017, Charis mulai mendapat menit bermain reguler. Musim 2018 menjadi titik balik ketika ia menjadi starter di 22 pertandingan. Namun, persaingan di lini belakang Persebaya yang saat itu diperkuat pemain asing seperti Otávio Dutra membuatnya harus meminjamkan diri.
- 2019 (Pinjaman ke Persela Lamongan): Di sini, Charis berkembang pesat. Ia bermain di 28 laga dan mencatat 2 gol. Gaya bermainnya yang tenang dalam build up play mulai terlihat. Ia sering menjadi inisiator serangan dari belakang dengan umpan-umpan terobosan ke sayap.
- 2020–2021 (Kembali ke Persebaya): Setelah masa pinjaman selesai, Charis kembali dan langsung merebut tempat utama. Musim 2021–2022 menjadi musim terbaiknya: 30 penampilan, 1 gol, dan 3 assist. Ia juga mencatat rata-rata 4,2 intersep per pertandingan—tertinggi kedua di Liga 1 saat itu.
- 2022–Sekarang (Pilar Persebaya): Kini, Charis adalah kapten ketiga Persebaya. Bersama bek asing seperti Kadek Raditya, ia membentuk duet yang solid. Pada musim 2023/2024, ia menorehkan rekor pribadi: 4 clean sheet beruntun.
Analisis Gaya Bermain: Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan Utama: Duel Udara dan Positioning
Jika ada satu kata yang mendefinisikan Charis, itu adalah “dominasi”. Dengan tinggi 185 cm dan lompatan eksplosif, ia adalah raja di udara. Statistik Liga 1 2023/2024 menunjukkan ia memenangi 72% duel udara—persentase tertinggi di antara bek tengah lokal. Ini bukan hanya soal postur, tapi juga timing lompatan yang sempurna.
Dalam skema high press ala Persebaya, Charis sering menjadi penjegal pertama. Ia membaca umpan lambung lawan dan langsung menyundul keluar area berbahaya. Saat melawan Persija Jakarta di laga klasik, ia memenangi 8 dari 9 duel udara, membuat Marko Simic frustrasi sepanjang pertandingan.
Kemampuan Membangun Serangan (Build-Up)
Charis bukan tipikal bek yang hanya membuang bola. Ia memiliki visi untuk memulai serangan dari belakang. Rata-rata ia melepaskan 45 umpan per pertandingan dengan akurasi 89%. Yang menarik, 15% di antaranya adalah umpan panjang terukur ke sayap—mirip dengan peran bek tengah modern dalam sistem tiki-taka.
Pelatih Persebaya, Josep Gombau, sering memanfaatkan kemampuannya ini. Dalam formasi 4-3-3, Charis diminta turun ke lini tengah untuk menerima bola dari kiper, lalu mendistribusikan ke gelandang seperti Marselino Ferdinan. Ini membuat transisi serangan menjadi lebih cepat.
Kelemahan: Kecepatan dan Agresivitas Berlebih
Tidak ada pemain yang sempurna. Charis memiliki dua kelemahan utama yang bisa dieksploitasi lawan:
- Kecepatan Lari: Meski tinggi dan kuat, ia bukan tipe bek yang cepat dalam sprint panjang. Saat menghadapi penyerang sayap yang lincah seperti Witan Sulaeman atau pemain asing dengan kecepatan tinggi, ia kerap kewalahan. Contoh nyata terjadi saat laga melawan Bali United pada 2023, ketika striker asing mereka, Ilija Spasojević, memanfaatkan ruang di belakang Charis untuk mencetak gol.
- Agresivitas Berlebih: Kadang, naluri bertahannya membuat ia terlalu cepat melakukan tekel. Musim lalu, ia mengoleksi 8 kartu kuning dan 1 kartu merah. Pelanggaran sering terjadi di area berbahaya karena ia terlalu bersemangat memotong bola. Ini adalah area yang harus diperbaiki jika ia ingin bersaing di level Asia.
Peran di Timnas Indonesia: Dari Pelapis ke Andalan
Charis Yulianto pertama kali dipanggil Timnas Indonesia pada 2021 oleh Shin Tae-yong untuk kualifikasi Piala Dunia 2022. Debutnya terjadi pada laga melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-80 dan langsung memberikan assist untuk gol kedua Indonesia.
Sejak saat itu, ia menjadi bagian reguler skuad Garuda. Meski belum menjadi starter mutlak—bersaing dengan pemain seperti Fachruddin Aryanto dan Rizky Ridho—Charis sering menjadi pilihan pertama saat Timnas bermain dengan tiga bek tengah (3-4-3). Dalam formasi ini, ia berperan sebagai bek tengah kiri yang bertugas menjaga sisi sayap dan membantu build-up.
Turnamen Besar yang Diikuti
- Piala AFF 2022: Charis bermain di 3 pertandingan, termasuk semifinal melawan Vietnam. Ia mencatat clean sheet di laga melawan Kamboja.
- Kualifikasi Piala Asia 2023: Meski hanya bermain 2 laga, kontribusinya signifikan dalam mengamankan kemenangan atas Nepal.
- Piala Asia 2023 (2024): Charis masuk skuad final, tetapi hanya bermain 1 pertandingan penuh saat melawan Jepang. Ia tampil solid meski Indonesia kalah 1-3.
Shin Tae-yong pernah memuji mentalitasnya: “Charis adalah pemain yang selalu siap. Dia tidak pernah mengeluh meski hanya duduk di bangku cadangan. Saat diberi kesempatan, dia bermain dengan hati.”
Tabel Rating Atribut
| Atribut |
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 28 | 3 | 2 | 4 |
| 2023/24 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 30 | 2 | 1 | 5 |
| 2022/23 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 26 | 1 | 2 | 3 |
| 2021/22 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 22 | 0 | 1 | 4 |
| 2020 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 3 | 0 | 0 | 1 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 30+ | 2 | 1 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


