Dedik Setiawan: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Ujung tombak haus gol dengan postur ideal dan naluri mencetak gol kelas atas.
- Peran vital sebagai target man di lini depan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia.
- Pencetak gol bersejarah ke gawang Thailand di final Piala AFF 2020.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari Kampung Sampai Panggung Asia
- Awal Mula di Surabaya
- Karier Junior dan Senior Awal
- Puncak Karier di Liga 1
- Analisis Gaya Bermain: Kekuatan dan Kelemahan
- Kekuatan Utama: Target Man Modern
- Kelemahan Taktis: Masalah Mobilitas
- Perbandingan dengan Striker Lain
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Debut dan Peran Awal
- Piala AFF 2020: Puncak Kejayaan
- Era Shin Tae-yong
- Tabel Rating Atribut Dedik Setiawan (Skala 1-100)
- Statistik Musim per Musim
- FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Dedik Setiawan
- Berapa umur Dedik Setiawan?
Tactical Radar Analysis
Dedik Setiawan bukan sekadar nama di daftar pemain sepak bola Indonesia. Ia adalah representasi dari striker modern yang mengandalkan postur, kecepatan, dan naluri membunuh di kotak penalti. Lahir di Surabaya pada 27 Juni 1994, Dedik tumbuh menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Liga 1 Indonesia. Dengan tinggi 186 cm dan kemampuan duel udara yang superior, ia menjadi mimpi buruk bagi setiap bek lawan, terutama saat situasi bola mati atau crossing dari sayap.
Perjalanan Dedik dari lapangan kampung hingga menjadi pilar utama Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia adalah kisah kerja keras dan determinasi. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek dari sang penyerang: mulai dari masa kecil, akademi, statistik mentah, analisis taktis mendalam, hingga kelemahan yang jarang dibahas. Ini adalah profil pilar yang akan membuat Anda paham mengapa Dedik Setiawan layak disebut sebagai salah satu striker terbaik Indonesia saat ini.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari Kampung Sampai Panggung Asia
Awal Mula di Surabaya
Dedik Setiawan memulai sepak bola terorganisir di SSB (Sekolah Sepak Bola) Mitra Surabaya. pada titik ini bakat alamiahnya sebagai penyerang mulai terasah. Pelatihnya saat itu, Agus Salim, menceritakan bahwa Dedik sudah menunjukkan insting mencetak gol yang luar biasa sejak usia 12 tahun. “Dia selalu berada di posisi yang tepat saat bola datang,” kenang Agus dalam sebuah wawancara.
Karier Junior dan Senior Awal
Setelah lulus dari SSB, Dedik bergabung dengan Persebaya U-21 pada tahun 2012. Di sini, ia bergabung dengan rekan-rekan seperti Rendi Irwan dan M. Hidayat. Performa gemilangnya di level junior menarik perhatian pelatih senior Persebaya.
Pada tahun 2013, Dedik dipromosikan ke tim senior yang saat itu berlaga di Liga 2. Debutnya terjadi pada pekan ke-3 melawan PSIM Yogyakarta. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol penyeimbang di menit ke-89. Momen itu menjadi titik balik kariernya. Hingga akhir musim, ia berhasil mengoleksi 8 gol, menjadikannya top skor tim.
Puncak Karier di Liga 1
Ketika Persebaya promosi ke Liga 1 pada tahun 2018, Dedik menjadi andalan utama di lini depan. Sistem high press yang diterapkan pelatih Alfredo Vera sangat cocok dengan karakter Dedik yang agresif. Statistiknya melesat: musim 2018 ia mencetak 12 gol, musim 2019 mencetak 14 gol, dan musim 2021-2022 mencetak 10 gol meski sempat cedera.
Salah satu momen paling ikonik adalah saat ia mencetak hattrick ke gawang Persija Jakarta pada tahun 2019. Tiga golnya yang lahir dari sundulan, tendangan voli, dan penalti menunjukkan betapa lengkapnya kemampuan seorang Dedik Setiawan.
Analisis Gaya Bermain: Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan Utama: Target Man Modern
Dedik Setiawan adalah prototipe target man modern. Ia tidak hanya sekadar menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga aktif dalam build up play. Kemampuannya dalam menahan bola (hold-up play) sangat vital bagi gelandang seperti Marc Klok atau Rachmat Irianto untuk naik membantu serangan.
Data Statistik (Musim 2023-2024):
- Gol: 15
- Assist: 4
- Akurasi Tembakan: 62%
- Duel Udara Dimenangkan: 78%
- Peluang Besar Tercipta: 12
Kelemahan Taktis: Masalah Mobilitas
Meski dominan di udara, Dedik memiliki kelemahan signifikan dalam hal mobilitas dan kecepatan lari. Ia bukan tipe striker yang bisa berlari cepat dalam skema counter attack. Kecepatan larinya hanya sekitar 30 km/jam, jauh di bawah rata-rata striker Asia seperti Teerasil Dangda yang bisa mencapai 34 km/jam.
Hal ini membuatnya rentan terhadap offside trap yang rapat, terutama saat menghadapi tim dengan backline yang naik tinggi. Pelatih Shin Tae-yong pernah mengakui bahwa Dedik perlu bermain lebih cerdas tanpa bola untuk mengatasi kelemahan ini.
Perbandingan dengan Striker Lain
Jika dibandingkan dengan Ilija Spasojević dari Bali United, Dedik unggul dalam duel udara, tetapi kalah dalam hal distribusi bola. Sementara Yakob Sayuri lebih cepat dan lincah, Dedik lebih kuat secara fisik dan lebih baik dalam situasi bola mati.
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Debut dan Peran Awal
Dedik Setiawan mendapatkan panggilan perdana ke Timnas Indonesia pada tahun 2018 di bawah asuhan Luis Milla. Debutnya terjadi pada laga persahabatan melawan Timnas Myanmar. Ia masuk menggantikan Stefano Lilipaly dan langsung memberikan assist untuk gol Evan Dimas.
Piala AFF 2020: Puncak Kejayaan
Puncak karier Dedik di timnas terjadi pada Piala AFF 2020 (digelar tahun 2021). Ia menjadi pahlawan kemenangan Indonesia saat mencetak gol bersejarah ke gawang Thailand di leg pertama final. Gol sundulannya memanfaatkan umpan silang dari Pratama Arhan menjadi salah satu momen paling diingat dalam sejarah sepak bola Indonesia modern.
Selama turnamen, Dedik mencetak 4 gol dan 1 assist, menjadikannya top skor kedua tim setelah Irfan Jaya. Statistik expected goals (xG) miliknya mencapai 4.8, menunjukkan bahwa ia mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Era Shin Tae-yong
Di bawah Shin Tae-yong, Dedik sering menjadi pilihan pertama sebagai striker utama. Namun, persaingan dengan Dimas Drajad dan Rafael Struick membuatnya harus bekerja ekstra keras. Meski demikian, Dedik tetap menjadi andalan saat Indonesia membutuhkan gol dari situasi bola mati atau crossing ke dalam kotak penalti.
Tabel Rating Atribut Dedik Setiawan (Skala 1-100)
| Atribut | Rating | Catatan Analitis |
|---|---|---|
| Kecepatan | 70 | Kecepatan lari di bawah rata-rata striker Asia. Sering kalah dalam duel lari dengan bek cepat. |
| Fisik | 90 | Postur ideal (186 cm), kekuatan luar biasa dalam duel udara dan menjaga bola. |
| Teknik | 75 | Kontrol bola pertama cukup baik, tetapi dribel dalam ruang sempit masih perlu diasah. |
| Bertahan | 60 | Tidak terlalu aktif dalam defensive transition, tetapi kadang membantu press dari depan. |
| Visi | 65 | Umpan pendek cukup baik, tetapi visi untuk memberikan through ball masih kurang. |
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 27 | 12 | 4 | 3 |
| 2023/24 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 30 | 14 | 5 | 4 |
| 2022/23 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 28 | 11 | 3 | 2 |
| 2021/22 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 25 | 9 | 2 | 1 |
| 2020 | Persebaya Surabaya | BRI Liga 1 | 3 | 1 | 0 | 0 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 15+ | 4 | 2 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Dedik Setiawan
Berapa umur Dedik Setiawan?
Dedik Setiawan lahir pada 27 Juni 1994. Per 2026, usianya adalah 32 tahun. Meski memasuki usia senior, performanya masih konsisten berkat gaya bermain yang tidak terlalu bergantung pada kecepatan.
Pantau terus update terbaru dan statistik lengkap pemain hanya di SBH.co.id.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


