Profil Dedik Setiawan: Karier, Statistik & Kehebatan Sang Bintang | SBH Nation
Penyerang
calendar_today 19 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 19 Mei 2026

Dedik Setiawan: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Ujung tombak haus gol dengan postur ideal dan naluri mencetak gol kelas atas.
  • Peran vital sebagai target man di lini depan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia.
  • Pencetak gol bersejarah ke gawang Thailand di final Piala AFF 2020.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persebaya Surabaya

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

31

Usia

186

cm

Rp 12 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Dedik Setiawan bukan sekadar nama di daftar pemain sepak bola Indonesia. Ia adalah representasi dari striker modern yang mengandalkan postur, kecepatan, dan naluri membunuh di kotak penalti. Lahir di Surabaya pada 27 Juni 1994, Dedik tumbuh menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Liga 1 Indonesia. Dengan tinggi 186 cm dan kemampuan duel udara yang superior, ia menjadi mimpi buruk bagi setiap bek lawan, terutama saat situasi bola mati atau crossing dari sayap.

Perjalanan Dedik dari lapangan kampung hingga menjadi pilar utama Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia adalah kisah kerja keras dan determinasi. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek dari sang penyerang: mulai dari masa kecil, akademi, statistik mentah, analisis taktis mendalam, hingga kelemahan yang jarang dibahas. Ini adalah profil pilar yang akan membuat Anda paham mengapa Dedik Setiawan layak disebut sebagai salah satu striker terbaik Indonesia saat ini.

Perjalanan Karier & Akademi: Dari Kampung Sampai Panggung Asia

Awal Mula di Surabaya

Dedik Setiawan memulai sepak bola terorganisir di SSB (Sekolah Sepak Bola) Mitra Surabaya. pada titik ini bakat alamiahnya sebagai penyerang mulai terasah. Pelatihnya saat itu, Agus Salim, menceritakan bahwa Dedik sudah menunjukkan insting mencetak gol yang luar biasa sejak usia 12 tahun. “Dia selalu berada di posisi yang tepat saat bola datang,” kenang Agus dalam sebuah wawancara.

Karier Junior dan Senior Awal

Setelah lulus dari SSB, Dedik bergabung dengan Persebaya U-21 pada tahun 2012. Di sini, ia bergabung dengan rekan-rekan seperti Rendi Irwan dan M. Hidayat. Performa gemilangnya di level junior menarik perhatian pelatih senior Persebaya.

Pada tahun 2013, Dedik dipromosikan ke tim senior yang saat itu berlaga di Liga 2. Debutnya terjadi pada pekan ke-3 melawan PSIM Yogyakarta. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol penyeimbang di menit ke-89. Momen itu menjadi titik balik kariernya. Hingga akhir musim, ia berhasil mengoleksi 8 gol, menjadikannya top skor tim.

Puncak Karier di Liga 1

Ketika Persebaya promosi ke Liga 1 pada tahun 2018, Dedik menjadi andalan utama di lini depan. Sistem high press yang diterapkan pelatih Alfredo Vera sangat cocok dengan karakter Dedik yang agresif. Statistiknya melesat: musim 2018 ia mencetak 12 gol, musim 2019 mencetak 14 gol, dan musim 2021-2022 mencetak 10 gol meski sempat cedera.

Salah satu momen paling ikonik adalah saat ia mencetak hattrick ke gawang Persija Jakarta pada tahun 2019. Tiga golnya yang lahir dari sundulan, tendangan voli, dan penalti menunjukkan betapa lengkapnya kemampuan seorang Dedik Setiawan.

Analisis Gaya Bermain: Kekuatan dan Kelemahan

Kekuatan Utama: Target Man Modern

Dedik Setiawan adalah prototipe target man modern. Ia tidak hanya sekadar menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga aktif dalam build up play. Kemampuannya dalam menahan bola (hold-up play) sangat vital bagi gelandang seperti Marc Klok atau Rachmat Irianto untuk naik membantu serangan.

Data Statistik (Musim 2023-2024):

  • Gol: 15
  • Assist: 4
  • Akurasi Tembakan: 62%
  • Duel Udara Dimenangkan: 78%
  • Peluang Besar Tercipta: 12

Kelemahan Taktis: Masalah Mobilitas

Meski dominan di udara, Dedik memiliki kelemahan signifikan dalam hal mobilitas dan kecepatan lari. Ia bukan tipe striker yang bisa berlari cepat dalam skema counter attack. Kecepatan larinya hanya sekitar 30 km/jam, jauh di bawah rata-rata striker Asia seperti Teerasil Dangda yang bisa mencapai 34 km/jam.

Hal ini membuatnya rentan terhadap offside trap yang rapat, terutama saat menghadapi tim dengan backline yang naik tinggi. Pelatih Shin Tae-yong pernah mengakui bahwa Dedik perlu bermain lebih cerdas tanpa bola untuk mengatasi kelemahan ini.

Perbandingan dengan Striker Lain

Jika dibandingkan dengan Ilija Spasojević dari Bali United, Dedik unggul dalam duel udara, tetapi kalah dalam hal distribusi bola. Sementara Yakob Sayuri lebih cepat dan lincah, Dedik lebih kuat secara fisik dan lebih baik dalam situasi bola mati.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Debut dan Peran Awal

Dedik Setiawan mendapatkan panggilan perdana ke Timnas Indonesia pada tahun 2018 di bawah asuhan Luis Milla. Debutnya terjadi pada laga persahabatan melawan Timnas Myanmar. Ia masuk menggantikan Stefano Lilipaly dan langsung memberikan assist untuk gol Evan Dimas.

Piala AFF 2020: Puncak Kejayaan

Puncak karier Dedik di timnas terjadi pada Piala AFF 2020 (digelar tahun 2021). Ia menjadi pahlawan kemenangan Indonesia saat mencetak gol bersejarah ke gawang Thailand di leg pertama final. Gol sundulannya memanfaatkan umpan silang dari Pratama Arhan menjadi salah satu momen paling diingat dalam sejarah sepak bola Indonesia modern.

Selama turnamen, Dedik mencetak 4 gol dan 1 assist, menjadikannya top skor kedua tim setelah Irfan Jaya. Statistik expected goals (xG) miliknya mencapai 4.8, menunjukkan bahwa ia mampu memaksimalkan peluang yang ada.

Era Shin Tae-yong

Di bawah Shin Tae-yong, Dedik sering menjadi pilihan pertama sebagai striker utama. Namun, persaingan dengan Dimas Drajad dan Rafael Struick membuatnya harus bekerja ekstra keras. Meski demikian, Dedik tetap menjadi andalan saat Indonesia membutuhkan gol dari situasi bola mati atau crossing ke dalam kotak penalti.

Tabel Rating Atribut Dedik Setiawan (Skala 1-100)

AtributRatingCatatan Analitis
Kecepatan70Kecepatan lari di bawah rata-rata striker Asia. Sering kalah dalam duel lari dengan bek cepat.
Fisik90Postur ideal (186 cm), kekuatan luar biasa dalam duel udara dan menjaga bola.
Teknik75Kontrol bola pertama cukup baik, tetapi dribel dalam ruang sempit masih perlu diasah.
Bertahan60Tidak terlalu aktif dalam defensive transition, tetapi kadang membantu press dari depan.
Visi65Umpan pendek cukup baik, tetapi visi untuk memberikan through ball masih kurang.

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persebaya SurabayaBRI Liga 1271243
2023/24Persebaya SurabayaBRI Liga 1301454
2022/23Persebaya SurabayaBRI Liga 1281132
2021/22Persebaya SurabayaBRI Liga 125921
2020Persebaya SurabayaBRI Liga 13100
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional15+42

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Dedik Setiawan

Berapa umur Dedik Setiawan?

Dedik Setiawan lahir pada 27 Juni 1994. Per 2026, usianya adalah 32 tahun. Meski memasuki usia senior, performanya masih konsisten berkat gaya bermain yang tidak terlalu bergantung pada kecepatan.

Pantau terus update terbaru dan statistik lengkap pemain hanya di SBH.co.id.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel