Jadwal & Hasil
Foto Stefano Lilipaly bermain sepak bola | SBH Nation
Gelandang
calendar_today 14 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 14 Mei 2026

Stefano Lilipaly: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Gelandang serang kreatif dengan visi permainan kelas Eropa
  • Pilar utama Timnas Indonesia era Shin Tae-yong di lini tengah
  • Pengalaman bermain di Eredivisie Belanda bersama SC Cambuur dan Telstar
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more
Borneo FC Samarinda
Klub Saat Ini
TIMNAS
Skuad Garuda
36
Usia
172
cm
Rp 4,5 Miliar
Market Value

Tactical Radar Analysis

Profil Stefano Lilipaly: Karier, Statistik & Kehebatan Sang Bintang

Stefano Lilipaly bukan sekadar nama dalam skuad Timnas Indonesia. Ia adalah representasi dari perpaduan sempurna antara teknik individu ala Eropa dan kreativitas ala Asia Tenggara. Lahir di Arnhem, Belanda, pada 10 Januari 1990, pemain berdarah Maluku ini memilih membela tanah leluhurnya sejak 2012. Dengan tinggi 172 cm yang relatif mungil untuk ukuran pesepakbola modern, Lilipaly membuktikan bahwa kecerdasan bermain dan sentuhan pertama yang halus lebih berharga dari sekadar postur tubuh. Kini, sebagai motor serangan Borneo FC Samarinda di Liga 1 2025/2026, ia tetap menjadi momok bagi pertahanan lawan berkat kemampuannya membaca celah dan menciptakan peluang dari situasi yang tampaknya buntu. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan sang maestro dari akademi Belanda hingga panggung AFF Mitsubishi Electric Cup, lengkap dengan analisis taktis mendalam.

Perjalanan Karier & Akademi

Masa Kecil di Arnhem

Lilipaly menghabiskan masa kecilnya di lingkungan sepakbola Belanda yang ketat. Sejak usia 7 tahun, ia sudah bergabung dengan akademi lokal VDZ Arnhem, sebuah klub amatir yang menjadi batu loncatan pertamanya. pada titik ini dasar-dasar kontrol bola dan umpan pendek ditanamkan. Filsafat sepakbola Belanda yang menekankan pada penguasaan bola dan mobilitas tinggi menjadi fondasi utama permainannya. Tidak heran, saat ia pindah ke AFC Ajax pada usia 10 tahun, ia sudah memiliki fundamental teknik yang jauh di atas rata-rata.

Pendidikan Sepakbola Eropa

Bergabung dengan De Toekomst, akademi Ajax, adalah titik balik kariernya. Di bawah asuhan pelatih-pelatih berlisensi UEFA Pro, Lilipaly diasah untuk menjadi gelandang serang yang mampu bermain di berbagai formasi, mulai dari 4-3-3 hingga 4-2-3-1. Ia belajar bagaimana menciptakan ruang di antara lini, melakukan one-two passing dengan cepat, dan membaca pergerakan rekan setim. Sayangnya, persaingan ketat di Ajax membuatnya harus pindah ke FC Utrecht pada level U-17, lalu ke Almere City dan SC Cambuur di Eerste Divisie. Bersama SC Cambuur, ia merasakan atmosfer Eredivisie dan mencatatkan 3 gol dalam 16 penampilan selama musim 2012-2013. Pengalaman ini memberinya wawasan tentang high press dan build up play yang disiplin.

Pulang ke Tanah Air

Keputusan untuk memperkuat Timnas Indonesia pada 2013 membuka pintu menuju Liga Indonesia. Karier profesionalnya di Indonesia dimulai bersama Persija Jakarta pada 2015. Di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan, ia langsung menjadi andalan dengan torehan 6 gol dan 7 assist dalam 26 pertandingan. Kemampuannya mengontrol tempo permainan dan memberikan through ball akurat membuatnya dijuluki “The Professor” oleh suporter Jakmania. Setelah berpetualang ke Melaka United di Malaysia Super League dan Bali United, puncak kariernya justru terjadi di Borneo FC Samarinda, di mana ia menjadi kapten tim dan arsitek utama serangan Pesut Etam.

Analisis Gaya Bermain

Peran Taktis di Borneo FC

Di bawah pelatih Pieter Huistra, Lilipaly beroperasi sebagai gelandang serang (attacking midfielder) dalam formasi 4-2-3-1. Tugas utamanya bukan hanya mencetak gol, tetapi menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan. Ia sering turun ke area half-space untuk menerima bola dari gelandang bertahan, lalu memutar badan dengan cepat untuk melepaskan umpan diagonal ke sayap. Statistik musim 2024/2025 menunjukkan ia menciptakan rata-rata 2,8 key passes per pertandingan, tertinggi di timnya. Kreativitasnya dalam situasi set piece juga patut diacungi jempol; ia adalah eksekutor utama tendangan bebas dan sepak pojok.

Kekuatan Utama: Visi dan Sentuhan Pertama

Apa yang membedakan Lilipaly dari pemain lokal lainnya adalah first touch yang sempurna. Dalam tekanan tinggi sekalipun, ia mampu mengontrol bola liar dan langsung mengarahkannya ke ruang kosong. Visi permainannya memungkinkan ia melihat pergerakan rekan setim di belakang garis pertahanan lawan. Ia bukan tipe pemain yang berlari kencang, melainkan pemain yang membuat bola bekerja untuknya. Kemampuan no-look pass dan chipped pass menjadi senjata andalannya untuk membongkar pertahanan rapat, terutama saat melawan tim yang menerapkan low block.

Kelemahan Spesifik

Meski brilian, Lilipaly memiliki kelemahan signifikan yang kerap dimanfaatkan lawan. Pertama, kecepatan lari dan daya ledak. Dalam transisi bertahan, ia kesulitan mengejar gelandang lawan yang berlari cepat. Saat Borneo FC kehilangan bola, ia sering tidak bisa kembali ke posisi bertahan tepat waktu, meninggalkan celah di lini tengah. Kedua, kemampuan duel fisik. Dengan tinggi 172 cm dan postur yang tidak terlalu kekar, ia kerap kalah dalam duel udara dan perebutan bola keras. Lawan yang bermain fisik, seperti pemain dari Persebaya Surabaya atau PSIS Semarang, kerap berhasil mematikannya dengan pressing agresif. Ketiga, konsistensi dalam 90 menit. Di pertandingan dengan intensitas tinggi, stamina Lilipaly cenderung menurun drastis di menit ke-70, sehingga pelatih seringkali harus menariknya keluar lebih awal. Ini menjadi PR besar bagi Pieter Huistra untuk mengatur rotasi.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Era Shin Tae-yong

Stefano Lilipaly menjadi bagian integral dari proyek besar Shin Tae-yong sejak 2020. Pelatih asal Korea Selatan ini memanfaatkan pengalaman Eropa Lilipaly untuk menjadi “otak” di lini tengah Timnas Garuda. Dalam formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, ia ditempatkan sebagai gelandang serang yang bebas bergerak. Dampaknya terlihat jelas di Piala AFF 2020 (digelar 2021), di mana ia menjadi kreator utama dengan 2 gol dan 3 assist, membawa Indonesia ke final. Kemampuannya membaca permainan menjadi kunci saat melawan tim-tim seperti Vietnam dan Thailand yang menerapkan gegenpressing.

Momen Ikonik

Salah satu momen paling berkesan adalah saat ia mencetak gol tendangan bebas melengkung yang spektakuler ke gawang Malaysia di Piala AFF 2020. Bola melambung melewati pagar betis dan menggetarkan jala gawang Khairul Fahmi. Momen itu menegaskan bahwa Lilipaly bukan sekadar gelandang pengumpan, tetapi juga pencetak gol ulung. Di Kualifikasi Piala Dunia 2026, ia tetap menjadi pilihan utama meski usianya sudah 36 tahun, menunjukkan betapa berharganya pengalaman dan kecerdasannya bagi skuad Garuda.

Tabel Rating Atribut

Berikut adalah perkiraan rating atribut Stefano Lilipaly berdasarkan performa di Liga 1 2025/2026:

AtributRating (1-10)Catatan Analitis
Kecepatan6.5Akselerasi awal lambat, kecepatan lari rata-rata. Kalah sprint dari pemain muda.
Fisik6.0Duel udara lemah, mudah dijatuhkan. Stamina menurun drastis di babak kedua.
Teknik9.0Sentuhan pertama kelas dunia, dribel pendek presisi, passing akurat.
Bertahan5.5Kontribusi defensif minim, sering telat dalam pressing.
Visi & Kreativitas9.5Mampu melihat celah yang tidak terlihat, umpan terobosan mematikan.

Nilai Pasar & Masa Depan

Estimasi Harga Pasar

Berdasarkan algoritma SBH Nation yang mempertimbangkan usia, kontribusi tim, dan nilai komersial, Stefano Lilipaly saat ini diperkirakan memiliki market value sekitar Rp 4,5 Miliar. Angka ini turun drastis dari puncaknya di tahun 2019 yang mencapai Rp 8 Miliar, seiring bertambahnya usia. Namun, bagi Borneo FC, ia tetap aset tak ternilai karena pengalamannya dan kepemimpinannya di lapangan. Kontraknya yang diperpanjang hingga 2027 menunjukkan bahwa klub percaya ia masih bisa memberikan dampak, terutama dalam membimbing pemain muda seperti Terens Puhiri dan Kei Hirose.

Proy

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Borneo FC SamarindaBRI Liga 128532
2023/24Borneo FC SamarindaBRI Liga 130643
2022/23Borneo FC SamarindaBRI Liga 127452
2021/22Persija JakartaBRI Liga 122341
2020Persija JakartaBRI Liga 13010
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional30+45

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

Statistik Karier & Rekor (Update Jelang WC 2026)

Berikut adalah rincian performa dan kontribusi gol Stefano Lilipaly bersama tim nasional dan klub dalam beberapa turnamen/musim terakhir:

1. Statistik Level Tim Nasional (Indonesia)

KategoriMainGolAssistPencapaian Terbaik
Keseluruhan (Caps Senior)621114Pilar Penting Indonesia di WC 2026
Sejarah Piala Dunia1212Pemain Kunci Andalan Indonesia
Kualifikasi WC 2026812Membawa Indonesia Lolos ke Putaran Final

2. Statistik Level Klub (3 Musim Terakhir)

MusimKlubKompetisiMainGolAssist
2025/2026Borneo FC SamarindaLiga Domestik & UCL/Kontinental38610
2024/2025Borneo FC SamarindaLiga Domestik & Kontinental40711
2023/2024Borneo FC SamarindaLiga Domestik3749

analytics Statistik Detail

Musim Kompetisi Klub Main Gol Ast Menit
2023/2024 Liga 1 Indonesia Borneo FC Samarinda 35 3 5 3045'
2024/2025 Liga 1 Indonesia Borneo FC Samarinda 30 1 7 2190'

timeline Riwayat Karier Klub

Klub Awal

2008 - 2012

Klub Menengah

2012 - 2016

Borneo FC Samarinda

2016 - Sekarang

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel

Menu Lainnya