Foto Evan Dimas bermain sepak bola | SBH Nation
Gelandang
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Evan Dimas: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Kreator serangan utama dengan visi passing kelas atas dan kemampuan dead ball situation yang mematikan.
  • Beroperasi sebagai gelandang serang atau deep-lying playmaker di bawah asuhan Shin Tae-yong dan pelatih klub.
  • Satu-satunya pemain Indonesia yang pernah mencetak hat-trick di ajang Piala AFF U-19.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persija Jakarta

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

31

Usia

168

cm

Rp 4,5 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Evan Dimas Darmono adalah salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Sejak mencuat sebagai bintang muda di level kelompok umur, Evan telah menjadi simbol konsistensi dan kecerdasan taktis yang langka di skuad Garuda. Dengan tinggi badan yang tidak dominan secara fisik, ia justru mengandalkan visi lapangan, akurasi distribusi bola, dan kemampuan membaca permainan untuk mendikte tempo pertandingan. Di usianya yang kini menginjak 31 tahun, Evan Dimas tetap menjadi pilar utama di lini tengah Persija Jakarta dan tulang punggung Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong. Artikel ini akan membedah secara komprehensif setiap aspek perjalanan kariernya, mulai dari akademi hingga analisis taktis yang mendalam, termasuk sisi gelap yang jarang dibahas.

Perjalanan Karier & Akademi

Masa Kecil dan Awal Mula di Surabaya

Lahir di Surabaya pada 13 Maret 1995, Evan Dimas tumbuh di lingkungan yang dekat dengan sepak bola. Ayahnya, Darmono, adalah mantan pemain Persebaya era 1990-an yang kemudian menjadi pelatih di SSB Mitra Surabaya. Sejak usia 5 tahun, Evan sudah rutin berlatih di SSB tersebut, tempat ia pertama kali mengenal filosofi build up play dari bawah. Sistem latihan yang menekankan penguasaan bola pendek dan pergerakan tanpa bola membuat Evan kecil lebih cepat matang secara teknis dibanding rekan sebayanya.

Pada usia 12 tahun, ia direkrut oleh Persebaya Surabaya U-14 setelah tampil impresif di turnamen Danone Nations Cup tingkat kota. pada titik ini ia mulai berlatih di bawah asuhan pelatih muda, Budi Santoso, yang pertama kali melihat potensi Evan sebagai deep-lying playmaker—bukan sekadar gelandang biasa.

Karier di Akademi dan Tim Senior

Evan Dimas meniti jenjang karier akademi dengan gemilang. Setelah tiga tahun di Persebaya U-14 dan U-16, ia dipromosikan ke tim U-19 pada 2012. Di level ini, ia langsung menjadi kapten tim dan membawa Persebaya U-19 menjuarai Piala Soeratin 2013. Performanya yang konsisten membuat pelatih tim senior, Rahmad Darmawan, memberinya debut di Indonesia Super League pada musim 2014.

Namun, perjalanan Evan tidak selalu mulus. Setelah Persebaya mengalami krisis finansial dan bubar pada 2015, ia pindah ke Bhayangkara FC dengan status pinjaman. Di klub yang saat itu dilatih oleh Simon McMenemy, Evan justru menemukan bentuk permainan terbaiknya. Ia menjadi motor serangan dengan catatan 5 gol dan 7 assist dalam 28 pertandingan, membawa Bhayangkara FC finis di posisi ke-4 klasemen. Pada 2017, ia bergabung dengan Selangor FA di Malaysia Super League, pengalaman pertamanya bermain di luar negeri. Sayangnya, cedera lutut yang ia alami pada pertengahan musim membatasi penampilannya menjadi hanya 12 laga.

Kembali ke Indonesia pada 2019, Evan memilih Barito Putera sebagai pelabuhan berikutnya. Di bawah arahan pelatih Djadjang Nurdjaman, ia berperan sebagai gelandang box-to-box yang lebih agresif. Statistiknya meningkat drastis: 8 gol dan 6 assist dalam 24 pertandingan, termasuk gol spektakuler dari jarak 30 meter ke gawang Persib Bandung. Performa ini membuat Persija Jakarta kepincut dan merekrutnya pada 2021 dengan status bebas transfer. Sejak saat itu, Evan menjadi andalan di lini tengah Macan Kemayoran, berduet dengan pemain seperti Riko Simanjuntak dan Muhammad Ferarri.

Analisis Gaya Bermain

Peran Taktis di Lapangan

Evan Dimas adalah tipikal gelandang serang modern yang mampu bermain di berbagai peran. Dalam formasi 4-3-3 favorit Shin Tae-yong, ia biasanya ditempatkan sebagai gelandang tengah kiri dengan tugas ganda: membantu build up play dari lini belakang dan menusuk ke kotak penalti saat serangan balik. Kemampuan first touch dan kontrol bola yang presisi membuatnya jarang kehilangan bola meskipun dalam tekanan lawan.

Salah satu keunggulan utama Evan adalah dead ball situation. Sepak pojok dan tendangan bebasnya memiliki akurasi yang sangat tinggi, sering kali menciptakan peluang gol langsung bagi rekan setimnya seperti Marc Klok atau Witan Sulaeman. Dalam satu musim Liga 1 2023-2024, ia mencatatkan 4 assist dari situasi bola mati, tertinggi kedua di kompetisi.

Kemampuan Passing dan Visi

Visi lapangan Evan Dimas berada di level elit sepak bola Asia Tenggara. Ia mampu membaca pergerakan lawan dan memberikan through ball terobosan yang memotong garis pertahanan. Data dari Instat menunjukkan bahwa ia memiliki persentase operan sukses mencapai 87,3% per pertandingan, dengan 4,2 operan kunci per laga. Ini menjadikannya salah satu gelandang paling efisien di Liga 1.

Namun, yang membuat Evan istimewa adalah kemampuannya melakukan switching play—mengalihkan serangan dari satu sisi ke sisi lain dengan satu umpan panjang akurat. Kemampuan ini sering kali membuka ruang bagi sayap seperti Egy Maulana Vikri untuk berlari bebas.

Kelemahan

Seperti halnya pemain lain, Evan Dimas memiliki kelemahan yang jelas. Pertama, kecepatan lari. Dengan catatan sprint maksimal hanya 28,5 km/jam (data 2024), ia sering kalah cepat saat harus mengejar gelandang lawan yang lebih atletis, seperti pemain Vietnam atau Thailand di level internasional. Kedua, fisik duel. Tinggi badan 168 cm membuatnya rentan saat berduel udara—hanya memenangkan 38% duel udara per pertandingan. Ini menjadi masalah saat menghadapi tim yang mengandalkan long ball dan pressing tinggi.

Ketiga, inkonsistensi performa di laga besar. Dalam beberapa pertandingan krusial melawan Persib Bandung atau Arema FC, Evan kerap tampil di bawah standar, dengan tingkat kesalahan passing meningkat hingga 20%. Ini menunjukkan bahwa ia masih belum sepenuhnya matang secara mental untuk menjadi pemimpin absolut di lini tengah.

Rating Atribut

Berikut adalah tabel rating atribut Evan Dimas berdasarkan skala 1-100, dengan catatan analitis per atribut:

AtributRatingCatatan
Kecepatan65Kecepatan lari di bawah rata-rata gelandang Asia Tenggara. Sering tertinggal dalam transisi cepat.
Fisik45Fisik merupakan kelemahan utama. Mudah didorong dan kalah duel udara.
Teknik85Kontrol bola dan first touch kelas dunia untuk level ASEAN. Mampu mengontrol bola dalam situasi sempit.
Bertahan60Kemampuan membaca intersep cukup baik, tetapi lemah dalam melakukan tekel keras.
Visi92Salah satu gelandang dengan visi terbaik di Indonesia. Mampu memberikan umpan terobosan yang mematikan.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Era Kelompok Umur

Evan Dimas pertama kali dipanggil ke Timnas Indonesia U-19 pada 2013 oleh pelatih Indra Sjafri. pada titik ini ia menorehkan sejarah dengan mencetak hat-trick ke gawang Timnas Vietnam U-19 di final Piala AFF U-19 2013, membawa Indonesia juara setelah puasa gelar selama 23 tahun. Prestasi ini membuatnya dijuluki “The Next Bambang Pamungkas” oleh media lokal—meskipun perannya berbeda.

Pada Piala Asia U-19 2014, Evan menjadi kapten tim dan mencetak satu gol serta dua assist, membawa Indonesia lolos ke perempat final untuk pertama kalinya. Penampilannya menarik perhatian beberapa klub Eropa, termasuk Ajax Amsterdam yang dikabarkan tertarik, namun masalah administrasi visa menghalangi transfer tersebut.

Karier Senior

Debut di tim senior terjadi pada 2014 di bawah pelatih Alfred Riedl, dalam laga persahabatan melawan Timnas Kamerun. Evan langsung tampil impresif dengan memberikan assist untuk gol Irfan Bachdim. Sejak itu, ia menjadi pilihan utama di lini tengah Garuda.

Di bawah era Shin Tae-yong, Evan Dimas memainkan peran krusial. Dalam Piala AFF 2020 (digelar 2021), ia menjadi pemain kunci dengan catatan 2 gol dan 3 assist

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persija JakartaBRI Liga 126453
2023/24Persija JakartaBRI Liga 128364
2022/23Persija JakartaBRI Liga 124245
2021/22Persija JakartaBRI Liga 122333
2020Persija JakartaBRI Liga 13010
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional30+45

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel