Jordi Amat: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Bek tengah kidal dengan kemampuan distribusi bola kelas Eropa dan duel udara dominan.
- Peran vital sebagai libero modern di skema Shin Tae-yong, membangun serangan dari lini belakang.
- Pemain naturalisasi pertama Indonesia yang pernah bermain di La Liga dan Premier League.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari La Masia ke Asia
- Awal Mula di Catalunya
- Debut Profesional di La Liga
- Petualangan di Inggris dan Eropa
- Analisis Gaya Bermain: Libero Modern di Bawah Shin Tae-yong
- Kekuatan Taktis
- Kelemahan Spesifik
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Pelatih dan Turnamen
- Rekan Setim dan Taktik
- Tabel Rating Atribut
- Statistik Musim per Musim
- FAQ: Pertanyaan Umum tentang Jordi Amat
Johor Darul Ta'zim FC (JDT)
Klub Saat Ini
TIMNAS
Skuad Garuda
NATURALISASI
Status WNI
34
Usia
184
cm
Rp 20 Miliar
Market Value
Tactical Radar Analysis
Jordi Amat Maas adalah fenomena langka dalam sepak bola Indonesia. Ia bukan sekadar pemain naturalisasi biasa; ia adalah bek tengah yang lahir dan besar di akademi sepak bola Spanyol, menembus La Liga bersama Rayo Vallecano, dan bahkan menorehkan jejak di Premier League bersama Swansea City. Kini, sebagai pilar utama lini pertahanan Tim Nasional Indonesia dan Johor Darul Ta’zim (JDT), Amat telah menjadi simbol transisi sepak bola Indonesia dari tim underdog menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Asia Tenggara. Artikel ini akan membedah secara total perjalanan karier, analisis taktis, dampak di timnas, hingga kelemahan yang masih melekat pada sang bek.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari La Masia ke Asia
Awal Mula di Catalunya
Lahir di Barcelona, Spanyol, pada 21 Maret 1992, Jordi Amat memulai perjalanan sepak bolanya di klub lokal CD Can Parellada. Bakatnya sebagai bek tengah yang tenang dan visioner segera tercium oleh raksasa Catalan, RCD Espanyol. Di akademi Espanyol, Amat ditempa dengan filosofi sepak bola posisional yang khas Spanyol. Ia tidak hanya diajari cara bertahan, tetapi juga cara membaca permainan dan membangun serangan dari belakang (build up play). Ia bergabung dengan sistem junior Espanyol pada usia 12 tahun dan melewati setiap jenjang usia hingga mencapai tim B.
Debut Profesional di La Liga
Puncak kerja kerasnya di akademi terjadi pada 24 Maret 2012. Saat itu, pelatih Espanyol, Mauricio Pochettino, memberikan kepercayaan kepada Amat untuk debut di La Liga melawan Rayo Vallecano. Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk Espanyol, dan Amat tampil solid. Namun, persaingan di lini belakang Espanyol saat itu sangat ketat dengan pemain seperti Héctor Moreno dan Diego Colotto. Untuk mendapatkan menit bermain reguler, Amat memutuskan bergabung dengan Rayo Vallecano pada musim 2012/2013.
Di bawah asuhan Paco Jémez, Amat berkembang pesat. Jémez menerapkan gaya sepak bola menyerang yang sangat berani (high risk-high reward). Sebagai bek, Amat dituntut untuk menjadi pemain pertama yang memulai serangan. Musim itu, ia mencatatkan akurasi umpan mencapai 85% dan sering kali menjadi pemain dengan sentuhan bola terbanyak di timnya. Performa apiknya membuat Swansea City yang saat itu dilatih Michael Laudrup tertarik. Pada musim panas 2013, Amat diboyong ke Premier League dengan biaya transfer sekitar £2,5 juta.
Petualangan di Inggris dan Eropa
Perjalanan Amat di Swansea City tidak semulus yang dibayangkan. Premier League adalah liga yang sangat berbeda dengan La Liga. Kecepatan permainan, fisik, dan intensitas duel menjadi tantangan besar. Amat lebih sering menjadi pilihan ketiga atau keempat di lini belakang Swansea. Namun, ia tetap mencatatkan momen bersejarah, yaitu menjadi pemain kelahiran Spanyol pertama yang bermain untuk Swansea di Premier League.
Ia sempat dipinjamkan ke Middlesbrough (Championship) dan Rayo Vallecano (La Liga) untuk mencari jam terbang. Setelah kontraknya di Swansea berakhir, ia bergabung dengan klub Belgia, KAS Eupen. Di Eupen, Amat kembali menemukan performa terbaiknya. Ia menjadi kapten tim dan memimpin pertahanan dengan gaya yang lebih tenang dan berwibawa. Dari Belgia, ia kemudian pindah ke Malaysia untuk bergabung dengan Johor Darul Ta’zim (JDT) pada tahun 2022.
Analisis Gaya Bermain: Libero Modern di Bawah Shin Tae-yong
Kekuatan Taktis
Jordi Amat adalah prototipe bek modern yang sempurna. Ia bukan tipe bek keras seperti bek tengah tradisional. Sebaliknya, ia adalah pemain yang membangun serangan dari belakang (build up play specialist). Dalam skema high press ala Shin Tae-yong, Amat sering kali menjadi titik awal serangan. Ia memiliki kemampuan melepaskan umpan terobosan jarak jauh yang akurat ke sayap atau langsung ke penyerang.
Data statistik dari laman WhoScored menunjukkan bahwa rata-rata akurasi umpan Amat di level internasional mencapai 88% per pertandingan. Ia juga sangat jarang melakukan kesalahan operan di area berbahaya. Selain itu, postur tubuhnya yang 184 cm membuatnya dominan dalam duel udara. Ia memenangkan rata-rata 3,5 duel udara per laga di Piala Asia 2023, menjadi salah satu yang terbaik di turnamen.
SBH Angle: Kehadiran Amat di Timnas Indonesia seperti memiliki “asuransi” di lini belakang. Ia tidak hanya memotong bola, tetapi juga memberikan ketenangan. Ketika pemain lain panik, Amat justru mencari ruang untuk menerima bola dan memulai serangan balik. Ini adalah kualitas yang tidak dimiliki oleh bek lokal pada umumnya.
Kelemahan Spesifik
Tidak ada pemain yang sempurna. Kelemahan utama Jordi Amat adalah kecepatan dan mobilitas dalam duel satu lawan satu. Karena usianya yang sudah 34 tahun (pada 2026), kecepatan lari Amat sudah menurun drastis. Dalam situasi transisi bertahan, terutama saat menghadapi penyerang cepat seperti penyerang Thailand atau Vietnam, Amat sering kali kewalahan.
Contoh Kasus: Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia melawan Irak (2024), Amat beberapa kali terlambat menutup ruang karena lawan melakukan serangan balik cepat (counter attack). Penyerang Irak yang lebih muda dan cepat mampu memanfaatkan celah di antara Amat dan bek lainnya. Kelemahan ini menjadi alasan mengapa Shin Tae-yong sering memainkan bek dengan kecepatan tinggi seperti Rizky Ridho di samping Amat untuk menutupi kekurangannya.
Selain itu, Amat terkadang terlalu percaya diri dalam membawa bola. Ketika ia kehilangan bola di area pertahanan sendiri, hasilnya bisa menjadi bencana. Statistik menunjukkan ia rata-rata kehilangan penguasaan bola 1,2 kali per pertandingan di area pertahanan sendiri.
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Pelatih dan Turnamen
Jordi Amat resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2022 setelah melalui proses naturalisasi yang panjang. Pelatih Shin Tae-yong langsung memasukkannya ke dalam skuad utama. Debut resminya terjadi pada laga FIFA Matchday melawan Curacao pada September 2022. Sejak saat itu, Amat langsung menjadi pilihan utama di lini belakang.
Ia menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 (yang digelar pada Januari 2024). Indonesia berhasil lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dalam turnamen tersebut, Amat bermain sebagai bek tengah kiri dalam formasi 3-4-3 atau 5-4-1. Ia mencatatkan 20 sapuan (clearances) dan 5 intersepsi dalam tiga pertandingan grup.
Selain itu, ia juga menjadi kapten lapangan di beberapa laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kepemimpinannya di lapangan sangat terasa, terutama saat memberikan instruksi kepada pemain muda seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On.
Rekan Setim dan Taktik
Amat memiliki chemistry yang kuat dengan bek tengah lainnya seperti Elkan Baggott dan Rizky Ridho. Dalam skema Shin Tae-yong, Amat berperan sebagai “sweeper” atau libero yang berada di belakang dua bek lainnya. Ia bebas bergerak ke depan untuk memutus serangan lawan atau membantu build up play di lini tengah.
SBH Angle: Kombinasi Amat dengan pemain muda seperti Marselino Ferdinan sangat menarik. Amat sering kali memberikan umpan lambung terukur ke arah Marselino yang bergerak dari sayap. Ini adalah pola serangan yang sangat efektif karena memanfaatkan visi Amat yang kelas Eropa.
Tabel Rating Atribut
| Atribut | Rating (1-10) | Catatan |
|---|---|---|
| Kecepatan | 6.5 | Menurun signifikan, mudah dilewati dalam sprint panjang. |
| Fisik & Duel Udara | 9.0 | Salah satu kekuatan utama. Dominan dalam bola atas. |
| Teknik & Umpan | 9.5 | Level terbaik di Asia Tenggara. Akurasi umpan panjang sangat tinggi. |
| Bertahan (Tackling) | 7.5 | Posisi bagus, tetapi agresivitas tackling kadang terlambat. |
| Visi & Distribusi | 9.0 | Mampu membaca permainan dan memulai serangan dari belakang. |
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Johor Darul Ta’zim FC | Malaysia Super League | 22 | 2 | 1 | 4 |
| 2023/24 | Johor Darul Ta’zim FC | Malaysia Super League | 25 | 3 | 2 | 5 |
| 2022/23 | Johor Darul Ta’zim FC | Malaysia Super League | 20 | 1 | 0 | 3 |
| 2021/22 | Rayo Vallecano | La Liga | 8 | 0 | 0 | 1 |
| 2020/21 | Rayo Vallecano | Segunda División | 15 | 1 | 0 | 2 |
| 2019/20 | Rayo Vallecano | Segunda División | 12 | 0 | 1 | 3 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 30+ | 4 | 5 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Jordi Amat
Q: Berapa usia Jordi Amat? A: Jordi Amat lahir pada 21 Maret 1992. Pada tahun 2026, usianya adalah 34 tahun.
Q: Apa posisi asli Jordi Amat?
Pantau terus update terbaru dan statistik lengkap pemain hanya di SBH.co.id.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


