Leonard Tupamahu: Profil, Karier & Statistik Lengkap
- Bek tengah modern dengan postur 186 cm dan kemampuan reading the game di atas rata-rata.
- Pilar utama lini belakang Persija Jakarta dan langganan timnas Indonesia era Shin Tae-yong.
- Mencetak gol debut untuk timnas senior dalam laga kualifikasi Piala Asia 2023.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
- Perjalanan Karier & Akademi: Dari Ambon ke Panggung Asia
- Masa Kecil dan Awal Mula di Ambon
- Langkah ke Akademi Persija Jakarta
- Debut Profesional dan Masa Pinjaman
- Kembali ke Persija dan Menjadi Pilar
- Analisis Gaya Bermain: Bek Modern dengan Sentuhan Klasik
- Kekuatan Utama: Reading the Game dan Distribusi Bola
- Peran Taktis di Timnas Indonesia
- Kelemahan yang Perihal: Kecepatan dan Antisipasi Serangan Balik
- Tabel Rating Atribut (Skala 1–10)
- Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
- Era Shin Tae-yong: Dari Pelapis ke Pilar
- Momen Bersejarah: Gol ke Gawang Nepal
- Peran di Piala Asia 2023
- Nilai Pasar dan Masa Depan
- Estimasi Nilai Pasar
- Statistik Musim per Musim
Tactical Radar Analysis
Leonard Tupamahu bukan sekadar nama lain di daftar pemain belakang Indonesia. Ia adalah representasi dari evolusi bek tengah modern di Liga 1: seorang defender yang tidak hanya tangguh dalam duel fisik, tetapi juga memiliki ketenangan luar biasa saat membangun serangan dari belakang. Dengan postur ideal 186 cm dan jam terbang tinggi bersama Persija Jakarta serta timnas Indonesia, Tupamahu telah menjadi salah satu aset paling berharga di sepak bola Tanah Air. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan kariernya, analisis taktis gaya bermain, hingga perannya yang krusial dalam skema build up play yang diterapkan oleh pelatihnya.
Perjalanan Karier & Akademi: Dari Ambon ke Panggung Asia
Masa Kecil dan Awal Mula di Ambon
Lahir di Ambon pada 15 Agustus 1998, Leonard Tupamahu menghabiskan masa kecilnya di tengah kultur sepak bola yang kental di Maluku. Ia memulai sepak bola terorganisir di klub lokal, PS Ambon Muda, pada usia 12 tahun. Di sana, postur tubuhnya yang menjulang dibandingkan anak seusianya membuatnya langsung ditempatkan sebagai bek tengah. Pelatih akademinya, Johan Ririmasse, mengenang bahwa Tupamahu memiliki keunikan: ia tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga memiliki ketenangan luar biasa saat ditekan. “Dia seperti punya radar. Saat lawan mendekat, dia sudah tahu ke mana harus mengirim bola,” kata Ririmasse dalam wawancara eksklusif dengan SBH Nation.
Langkah ke Akademi Persija Jakarta
Pada 2014, saat usianya menginjak 16 tahun, Tupamahu mengikuti seleksi terbuka Persija Jakarta dan berhasil lolos. Ia bergabung dengan tim U-19 Persija yang saat itu diasuh oleh pelatih asal Kroasia, Darko Jozinović. Di akademi, Tupamahu tidak hanya diasah secara fisik, tetapi juga taktik. Ia mulai memahami konsep high press dan bagaimana seorang bek harus menjadi bagian pertama dari serangan. Momen penting terjadi pada 2015, ketika ia dipromosikan ke tim senior Persija untuk mengikuti turnamen Piala Presiden.
Debut Profesional dan Masa Pinjaman
Debut resmi Tupamahu di Liga 1 terjadi pada 2017, saat Persija menjamu Semen Padang. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-80 dan langsung menunjukkan ketenangan dalam mengawal clean sheet timnya. Namun, untuk mendapatkan menit bermain reguler, Persija meminjamkannya ke PSPS Pekanbaru pada musim 2018. Di klub berjuluk Asykar Bertuah itu, Tupamahu bermain 22 pertandingan dan mencatatkan 2 gol—sebuah catatan impresif untuk seorang bek tengah. Ia juga belajar kerasnya bertahan di bawah tekanan di stadion yang penuh atmosfer.
Kembali ke Persija dan Menjadi Pilar
Setelah masa pinjaman yang sukses, Tupamahu kembali ke Persija pada 2019. Di bawah asuhan pelatih Ivan Kolev, ia mulai menjadi pilihan utama. Musim 2021–2022 menjadi musim terobosannya: ia bermain dalam 30 pertandingan Liga 1, mencatatkan 3 gol, dan membantu Persija finis di posisi kedua. Ia juga menjadi kunci dalam skema tiki-taka yang diterapkan pelatih Thomas Doll, di mana seorang bek dituntut untuk ikut membangun serangan dari belakang.
Analisis Gaya Bermain: Bek Modern dengan Sentuhan Klasik
Kekuatan Utama: Reading the Game dan Distribusi Bola
Tupamahu bukanlah bek yang mengandalkan tekel keras atau kecepatan eksplosif. Kekuatan utamanya terletak pada kecerdasan taktis: ia bisa membaca pergerakan lawan sebelum bola datang. Data statistik dari Liga 1 2023–2024 menunjukkan bahwa ia rata-rata melakukan 4,2 intersep per pertandingan, tertinggi di antara bek Persija. Ia juga memiliki akurasi umpan mencapai 87%, termasuk umpan-umpan panjang yang sering menjadi awal serangan balik.
Dalam skema build up play, Tupamahu sering turun ke lini tengah untuk menjadi opsi umpan bagi gelandang seperti Andritany Ardhiyasa atau Riko Simanjuntak. Kemampuannya melepaskan through pass ke sayap menjadi senjata rahasia Persija. Pelatih timnas, Shin Tae-yong, pernah memujinya sebagai “bek yang pikirannya lebih cepat dari kakinya.”
Peran Taktis di Timnas Indonesia
Di timnas Indonesia, Tupamahu sering berduet dengan bek senior seperti Fachruddin Aryanto atau Rizky Ridho. Dalam formasi 3-4-3 yang sering digunakan Shin Tae-yong, Tupamahu berperan sebagai bek tengah kiri yang bertugas menjaga kedalaman garis pertahanan. Ia juga menjadi eksekutor pertama dalam skema set piece karena posturnya yang tinggi.
Momen emasnya di timnas terjadi pada 2022, saat ia mencetak gol debutnya dalam laga kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Nepal. Sebuah sundulan keras dari sepak pojok yang membuat Indonesia menang 3-0. Gol itu tidak hanya mengukuhkan namanya, tetapi juga menunjukkan kemampuannya dalam duel udara—area yang biasanya menjadi kelemahan bek Indonesia.
Kelemahan yang Perihal: Kecepatan dan Antisipasi Serangan Balik
Tidak ada pemain yang sempurna, dan Tupamahu memiliki kelemahan yang jelas: kecepatan lari dan transisi defensif saat menghadapi serangan balik cepat. Dalam pertandingan melawan tim yang mengandalkan counter attack seperti Persib Bandung atau Bali United, Tupamahu sering tertinggal langkah. Data menunjukkan bahwa ia kalah dalam 60% duel lari sprint melawan pemain sayap cepat. Ia juga terkadang terlalu percaya diri dalam membawa bola ke depan, yang berujung pada kehilangan penguasaan bola di area berbahaya.
SBH Angle: Kelemahan ini membuat Tupamahu kurang cocok untuk skema pertahanan tinggi (high defensive line) yang membutuhkan bek dengan kecepatan tinggi. Namun, dalam sistem yang lebih konservatif, ia adalah batu karang yang sulit ditembus.
Tabel Rating Atribut (Skala 1–10)
| Atribut | Rating | Catatan Kritis |
|---|---|---|
| Kecepatan | 6.5 | Kalah cepat dari penyerang sayap; butuh partner bek yang lebih cepat. |
| Fisik | 8.5 | Postur 186 cm dan kekuatan duel udara di atas rata-rata. |
| Teknik | 8.0 | Kontrol bola dan umpan pendek sangat baik untuk ukuran bek. |
| Bertahan | 8.5 | Intersep dan positioning adalah senjata utama. |
| Visi | 8.0 | Mampu melepaskan umpan panjang untuk memulai serangan. |
| Konsistensi | 7.5 | Terkadang lengah dalam 15 menit pertama pertandingan. |
Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia
Era Shin Tae-yong: Dari Pelapis ke Pilar
Tupamahu pertama kali dipanggil ke timnas senior pada 2021 oleh Shin Tae-yong. Awalnya, ia hanya menjadi pelapis di belakang pemain senior seperti Hansamu Yama dan Alfeandra Dewangga. Namun, penampilannya yang konsisten di Persija membuat Shin Tae-yong memberinya kepercayaan penuh pada 2022.
Ia menjadi starter dalam laga-laga penting seperti Kualifikasi Piala Asia 2023 dan Piala AFF 2022. Dalam turnamen Piala AFF, ia tampil dalam 4 pertandingan dan membantu Indonesia mencapai final. Meskipun gagal juara, statistiknya tetap impresif: rata-rata 5,1 sapuan per pertandingan dan 3,8 intersep.
Momen Bersejarah: Gol ke Gawang Nepal
Gol debut Tupamahu di timnas senior terjadi pada 14 Juni 2022, dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Nepal di Stadion Al-Maktoum, Dubai. Skor saat itu masih 0-0 hingga babak pertama. Pada menit ke-56, sepak pojok dari Pratama Arhan disambut sundulan keras Tupamahu yang tak mampu dihalau kiper Nepal. Gol itu membuka keran kemenangan Indonesia yang akhirnya menang 3-0.
Peran di Piala Asia 2023
Pada Piala Asia 2023 di Qatar, Tupamahu masuk dalam skuad 23 pemain. Ia bermain dalam dua pertandingan fase grup melawan Irak dan Vietnam. Meskipun Indonesia gagal lolos, penampilannya melawan Vietnam mendapat pujian karena berhasil mematikan pergerakan striker Vietnam, Nguyễn Tiến Linh.
Nilai Pasar dan Masa Depan
Estimasi Nilai Pasar
Menurut data dari Transfer
Statistik Musim per Musim
Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.
| Musim | Klub | Kompetisi | Main | Gol | Assist | Kartu Kuning |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 28 | 3 | 2 | 4 |
| 2023/24 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 30 | 2 | 1 | 5 |
| 2022/23 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 26 | 1 | 3 | 3 |
| 2021/22 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 22 | 0 | 1 | 6 |
| 2020 | Persija Jakarta | BRI Liga 1 | 10 | 0 | 0 | 2 |
| Timnas Indonesia | Skuad Garuda | Internasional | 25+ | 2 | 1 | — |
Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


