Profil Zanadin Fariz: Karier, Statistik & Kehebatan Sang Bintang | SBH Nation
Gelandang
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Zanadin Fariz: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Kreator serangan utama dengan visi permainan di atas rata-rata dan kemampuan melepaskan through pass mematikan.
  • Beroperasi sebagai gelandang serang (attacking midfielder) di skema 4-2-3-1 Persija dan Timnas Indonesia.
  • Memiliki tingkat akurasi umpan silang mencapai 78% dan kontribusi 0,4 key pass per pertandingan di Liga 1 2025/2026.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persija Jakarta

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

24

Usia

175

cm

Rp 7,5 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Zanadin Fariz adalah nama yang tengah naik daun di kancah sepak bola Indonesia. Gelandang serang kelahiran 22 Agustus 2001 ini menjadi motor serangan Persija Jakarta dan mulai dipercaya mengisi lini tengah Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong. Dengan postur 175 cm yang ideal untuk seorang playmaker, Zanadin dikenal karena visi bermainnya yang tajam dan kemampuan distribusi bola yang presisi. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan karier, analisis taktis, statistik, hingga nilai pasar pemain yang dijuluki “The Maestro Muda” oleh suporter Macan Kemayoran.

Perjalanan Karier & Akademi

Awal Mula di SSB Tunas Muda

Zanadin Fariz memulai perjalanan sepak bolanya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda, Depok, sejak usia 8 tahun. pada titik ini bakat alamiahnya sebagai pengatur serangan mulai terlihat. Pelatih akademi saat itu, Ahmad Rizali, mengingat bahwa Zanadin kecil sudah memiliki kemampuan membaca permainan yang tidak biasa untuk anak seusianya. Ia sering ditempatkan sebagai gelandang tengah dan menjadi otak permainan tim.

Masuk Akademi Persija Jakarta

Pada usia 14 tahun, Zanadin lolos seleksi dan resmi bergabung dengan Akademi Persija Jakarta. Di sini, ia mengalami transformasi besar. Di bawah asuhan pelatih pengembangan pemain muda, Bambang Pamungkas (legenda hidup Persija), Zanadin diasah secara intensif dalam hal teknik dasar, positioning, dan pengambilan keputusan. Ia menjadi bagian dari skuad U-16 yang menjuarai Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 pada 2017. Momen ini menjadi fondasi penting bagi kariernya.

Debut Senior dan Masa Pinjaman

Zanadin menjalani debut seniornya bersama Persija Jakarta pada ajang Piala Indonesia 2019. Namun, untuk mendapatkan menit bermain reguler, ia dipinjamkan ke Persita Tangerang pada musim 2021/2022. Di bawah pelatih Widodo C. Putro, Zanadin mendapatkan kepercayaan penuh sebagai gelandang serang utama. Ia mencatatkan 4 gol dan 6 assist dalam 22 pertandingan Liga 1 musim tersebut. Performa impresifnya membuat Persija menariknya kembali pada musim berikutnya.

Kembali ke Persija dan Menjadi Pilar

Sejak musim 2023/2024, Zanadin Fariz menjadi bagian tak terpisahkan dari skema permainan Persija Jakarta. Pelatih Thomas Doll memberinya peran sentral sebagai creative hub di lini tengah. Ia dipasangkan dengan gelandang bertahan seperti Andritany Ardhiyasa (meski Andritany kiper, sinergi lini belakang penting) dan Riko Simanjuntak di sisi sayap. Kemampuannya untuk memecah pertahanan lawan dengan umpan-umpan pendek atau long ball menjadi senjata utama Persija.

Analisis Gaya Bermain

Visi dan Distribusi Bola (What)

Zanadin Fariz adalah tipikal gelandang serang modern yang mengandalkan kecerdasan spasial. Statistik Liga 1 2025/2026 menunjukkan ia memiliki akurasi umpan mencapai 85%, dengan rincian 78% akurasi umpan silang dan 72% akurasi umpan panjang. Ia rata-rata melepaskan 0,4 key pass per pertandingan, angka yang sangat baik untuk pemain di posisinya.

Peran dalam Build Up Play (Why)

Dalam skema build up play Persija, Zanadin sering turun ke area setengah lapangan untuk menerima bola dari bek tengah. Ia berfungsi sebagai penghubung antara lini belakang dan depan. Ketika lawan menerapkan high press, Zanadin mampu melepaskan diri dari pressure dengan gerakan quick turn dan memberikan umpan terobosan kepada penyerang sayap yang berlari di belakang garis pertahanan. Kemampuan ini membuatnya sulit diantisipasi oleh gelandang bertahan lawan.

SBH Angle: Perbandingan dengan Gelandang Lain

Jika dibandingkan dengan gelandang serang lain di Liga 1, seperti Marc Klok (Persib) yang lebih fisik, Zanadin lebih unggul dalam hal kreativitas dan penguasaan bola di ruang sempit. Ia mengingatkan pada gaya bermain Witan Sulaeman di masa jayanya, namun dengan visi yang lebih matang. Kelemahan fisiknya dalam duel udara menjadi catatan tersendiri.

Kelemahan Taktis Zanadin Fariz

Tidak ada pemain yang sempurna, dan Zanadin Fariz memiliki kelemahan yang jelas. Pertama, kemampuan duel fisik dan udara. Dengan tinggi 175 cm, ia sering kalah dalam duel udara melawan gelandang lawan yang lebih tinggi dan kuat. Statistik menunjukkan ia hanya memenangkan 45% duel udara di musim ini. Kedua, intensitas bertahan yang fluktuatif. Dalam beberapa pertandingan, terutama saat tim sedang tertekan, Zanadin cenderung tidak disiplin dalam melakukan tracking back. Ia kadang terlambat membantu bek sayap atau gelandang bertahan saat menghadapi serangan balik cepat. Kelemahan ini kerap dieksploitasi oleh tim lawan yang menggunakan counter attack cepat. Pelatih Thomas Doll perlu memberinya instruksi spesifik untuk meningkatkan aspek defensifnya agar tidak menjadi titik lemah di lini tengah.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Debut di Era Shin Tae-yong

Zanadin Fariz mendapatkan panggilan perdana ke Timnas Indonesia senior pada Maret 2024, untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pelatih Shin Tae-yong melihat potensi besarnya sebagai gelandang serang yang bisa menjadi jembatan antara lini tengah dan penyerang seperti Rafael Struick atau Ramadhan Sananta. Ia menjalani debutnya saat melawan Vietnam di SUGBK, masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Peran di Piala AFF 2024

Pada ajang Piala AFF 2024 (atau ASEAN Championship), Zanadin menjadi salah satu pemain kunci. Ia mencetak gol pertamanya untuk Timnas Indonesia saat melawan Malaysia di fase grup. Gol tersebut lahir dari skema tiki-taka pendek di lini tengah, yang kemudian diakhiri dengan sepakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti. Penampilannya yang konsisten membuatnya dipercaya menjadi starter di tiga pertandingan berikutnya.

Kontribusi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hingga pertengahan 2026, Zanadin telah mencatatkan 8 caps untuk Timnas Indonesia, dengan 1 gol dan 2 assist. Ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil menahan imbang Jepang 1-1 di SUGBK. Dalam laga itu, Zanadin mendapatkan rating tertinggi kedua setelah Shayne Pattynama berkat visi umpannya yang membuka ruang bagi serangan balik Indonesia.

Statistik & Rating Atribut

AtributRating (1-100)Catatan
Kecepatan72Bukan pemain tercepat, namun akselerasi awal cukup baik.
Fisik65Kelemahan utama. Kalah dalam duel udara dan body contact.
Teknik88Keunggulan utama. Kontrol bola dan dribel di ruang sempit sangat mumpuni.
Bertahan58Intensitas bertahan perlu ditingkatkan. Kurang disiplin dalam tracking back.
Visi92Rating tertinggi. Membaca permainan dan memberikan umpan terobosan.

Sumber data: SBH Nation Analytics & Instat (Musim 2025/2026).

Nilai Pasar & Prospek Karier

Saat ini, nilai pasar Zanadin Fariz diperkirakan mencapai Rp 7,5 Miliar berdasarkan algoritma SBH yang mempertimbangkan usia (25 tahun), caps internasional, performa di Liga 1, dan potensi jual. Angka ini menempatkannya di jajaran gelandang termahal di Indonesia. Dengan kontraknya yang masih tersisa dua tahun di Persija, ia menjadi aset berharga yang bisa dilego ke klub luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara atau Jepang. Namun, ia perlu memperbaiki kelemahan fisik dan defensifnya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

**Ingin tahu perkiraan nilai pasar Zanadin Fariz

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persija JakartaBRI Liga 128532
2023/24Persija JakartaBRI Liga 125443
2022/23Persija JakartaBRI Liga 120321
2021/22Persija JakartaBRI Liga 115211
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional30+45

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel