Ballon d'Or: Sejarah, Pemenang Terbanyak & Kandidat 2025
- Ballon d'Or pertama kali diberikan tahun 1956 oleh majalah France Football kepada Stanley Matthews.
- Lionel Messi memegang rekor pemenang terbanyak dengan 8 trofi (2009–2023), unggul atas Cristiano Ronaldo (5 trofi).
- Kandidat 2025 diprediksi diperebutkan oleh Vinícius Jr, Jude Bellingham, Erling Haaland, dan Kylian Mbappé.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Sejarah dan Evolusi Ballon d’Or: Sejarah, Pemenang Terbanyak & Kandidat 2025
Ballon d’Or adalah penghargaan individu tahunan yang diberikan oleh majalah France Football kepada pemain sepak bola pria terbaik di dunia. Didirikan pada tahun 1956, penghargaan ini awalnya hanya terbuka untuk pemain Eropa yang bermain di klub Eropa. Namun, pada tahun 1995, aturan diperlonggar untuk mencakup semua pemain yang bermain di klub Eropa, terlepas dari kewarganegaraannya. Pada tahun 2007, penghargaan ini menjadi global sepenuhnya, dengan semua pemain profesional di dunia memenuhi syarat. Momen bersejarah terjadi pada 2010–2015 saat Ballon d’Or bergabung dengan FIFA World Player of the Year menjadi “FIFA Ballon d’Or”, sebelum akhirnya kembali ke format asli France Football pada 2016.
Format voting saat ini melibatkan jurnalis sepak bola dari 100 negara peringkat teratas FIFA (untuk pria) dan 50 negara (untuk wanita). Setiap juri memilih lima pemain dengan urutan prioritas, dengan sistem poin: 6, 4, 3, 2, 1. Kriteria penilaian utama meliputi penampilan individu, prestasi tim, dan fair play. Untuk edisi 2024, kriteria baru ditambahkan yaitu performa selama musim kompetisi (Agustus–Juli), bukan tahun kalender, untuk menyelaraskan dengan kalender sepak bola Eropa.
Evolusi penting lainnya adalah diperkenalkannya Trophée Kopa (2018) untuk pemain U-21 terbaik, Trophée Yachine (2019) untuk kiper terbaik, dan Ballon d’Or Wanita (2018). Di Indonesia, antusiasme terhadap Ballon d’Or selalu tinggi, terutama saat pemain seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo bersaing. Banyak penggemar Liga 1 dan Timnas Indonesia yang menjadikan penghargaan ini sebagai tolok ukur karier pemain idola mereka.
Daftar Pemenang dan Rekor
Berikut adalah tabel pemenang Ballon d’Or dari 2015 hingga 2024, yang menunjukkan dominasi dua raksasa sepak bola modern:
| Tahun | Pemenang | Klub | Negara | Pencapaian Utama |
|---|---|---|---|---|
| 2024 | Lionel Messi | Inter Miami | Argentina | Trofi ke-8, rekor terbanyak sepanjang masa |
| 2023 | Lionel Messi | Paris Saint-Germain | Argentina | Juara Piala Dunia 2022, pencetak gol terbanyak |
| 2022 | Karim Benzema | Real Madrid | Prancis | Top scorer La Liga & Liga Champions |
| 2021 | Lionel Messi | Barcelona | Argentina | Copa América 2021, trofi ke-7 |
| 2019 | Lionel Messi | Barcelona | Argentina | Pichichi La Liga, top skor Liga Champions |
| 2018 | Luka Modrić | Real Madrid | Kroasia | Juara Liga Champions, runner-up Piala Dunia |
| 2017 | Cristiano Ronaldo | Real Madrid | Portugal | Juara La Liga & Liga Champions |
| 2016 | Cristiano Ronaldo | Real Madrid | Portugal | Juara Euro 2016, Liga Champions |
| 2015 | Lionel Messi | Barcelona | Argentina | Treble winner (La Liga, Copa, UCL) |
Rekor Messi vs Ronaldo: Lionel Messi memimpin dengan 8 Ballon d’Or (2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, 2021, 2023), sementara Cristiano Ronaldo memiliki 5 trofi (2008, 2013, 2014, 2016, 2017). Persaingan keduanya mendominasi dari 2008 hingga 2021, di mana hanya Luka Modrić (2018) dan Karim Benzema (2022) yang berhasil mematahkan hegemoni mereka. Jika melihat konteks Indonesia, perbandingan Messi vs Ronaldo sering menjadi perdebatan hangat di media sosial dan forum sepak bola tanah air, bahkan lebih sengit dari rivalitas klub.
Pemenang terbanyak sepanjang masa:
- Lionel Messi (8 trofi)
- Cristiano Ronaldo (5 trofi)
- Johan Cruyff, Michel Platini, Marco van Basten (masing-masing 3 trofi)
Kandidat 2025 diperkirakan akan menjadi ajang rebutan antara pemain muda yang bersinar di musim 2024/25 dan Piala Dunia 2026 (jika dihitung). Nama-nama seperti Vinícius Jr (Real Madrid, setelah musim gemilang 2023/24), Jude Bellingham (Real Madrid, gelandang serba bisa), Erling Haaland (Manchester City, mesin gol), dan Kylian Mbappé (Real Madrid, setelah pindah dari PSG) menjadi favorit awal. Namun, jika ada pemain yang membawa negaranya juara Piala Dunia 2026, bisa jadi ia menjadi kandidat kuat.
Analisis SBH Nation
Dari perspektif Indonesia, Ballon d’Or bukan sekadar penghargaan individu, tetapi juga cerminan bagaimana sepak bola global dipersepsikan di negeri ini. Penggemar sepak bola Indonesia sangat terobsesi dengan statistik dan rekor, terutama yang melibatkan Messi dan Ronaldo. Hal ini terlihat dari tingginya minat terhadap konten perbandingan keduanya di YouTube, Twitter, dan TikTok Indonesia.
Dampak Ballon d’Or terhadap sepak bola Indonesia:
- Motivasi pemain muda: Banyak pemain muda Liga 1 yang menjadikan Ballon d’Or sebagai target mimpi, meskipun realistis sangat sulit. Namun, hal ini mendorong mereka untuk berlatih lebih keras.
- Peningkatan kualitas liga: Dengan semakin populernya sepak bola Eropa, standar permainan di Liga 1 perlahan meningkat, meskipun masih jauh dari level Eropa.
- Kesadaran taktis: Diskusi tentang kriteria Ballon d’Or (seperti pentingnya trofi tim vs statistik individu) membuat penggemar Indonesia lebih paham tentang analisis sepak bola modern.
Prediksi 2025: Jika Vinícius Jr atau Jude Bellingham memenangkan Ballon d’Or 2025, itu akan menjadi bukti bahwa era baru sepak bola telah dimulai. Namun, jangan remehkan kemungkinan kejutan seperti yang dilakukan Luka Modrić di 2018. Di Indonesia, kemenangan pemain non-Messi/Ronaldo akan disambut dengan diskusi panjang tentang “siapa yang pantas” di grup WhatsApp dan forum online.
FAQ
1. Apa perbedaan Ballon d’Or dengan FIFA The Best? Ballon d’Or diberikan oleh jurnalis France Football dengan kriteria fokus pada performa musim kompetisi, sementara FIFA The Best dipilih oleh kombinasi jurnalis, kapten tim nasional, pelatih, dan penggemar. Pada 2010–2015, keduanya sempat digabung menjadi FIFA Ballon d’Or. Untuk konteks Indonesia, banyak penggemar yang lebih menganggap Ballon d’Or sebagai penghargaan paling prestisius, sementara The Best dianggap lebih politis.
2. Siapa pemain Indonesia yang pernah masuk nominasi Ballon d’Or? Belum ada pemain Indonesia yang pernah masuk nominasi Ballon d’Or. Namun, beberapa pemain keturunan Indonesia seperti Jordi Amat (naturalisasi) atau pemain diaspora lainnya belum mencapai level tersebut. Mimpi untuk melihat pemain Indonesia masuk nominasi masih sangat jauh, tetapi perkembangan sepak bola Tanah Air perlahan menunjukkan perbaikan.
3. Apakah Ballon d’Or 2025 sudah bisa diprediksi? Belum bisa dipastikan karena tergantung pada performa musim 2024/25 dan Piala Dunia 2026. Namun, kandidat utama saat ini adalah Vinícius Jr (setelah musim 2023/24 yang impresif), Jude Bellingham (yang langsung bersinar di Real Madrid), dan Erling Haaland (jika kembali ke performa terbaiknya). Jika ada pemain yang membawa negaranya juara Piala Dunia 2026, ia akan menjadi favorit mutlak.
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


