Jadwal & Hasil
Apa Itu Bicycle Kick? | SBH Nation
umum
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Apa Itu Bicycle Kick?

bolt SBH Quick Take
  • Bicycle kick adalah tendangan salto di udara untuk mencetak gol atau membuang bola, dengan tubuh membelakangi gawang.
  • Teknik ini membutuhkan timing sempurna saat bola melambung di atas kepala, lalu pemain melompat dan menendang dengan ayunan kaki penuh.
  • Contoh ikonik: gol Wayne Rooney vs Man City (2011), gol Zlatan Ibrahimovic vs Inggris (2012), dan gol Pele di final Piala Dunia 1958.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Definisi Bicycle Kick

Bicycle kick adalah tendangan akrobatik yang dilakukan pemain ketika tubuhnya melayang di udara dengan posisi horizontal atau miring, sementara kaki menendang bola yang melambung di atas kepala. Dalam bahasa sehari-hari, gerakan ini sering disebut “tendangan gunting” atau “salto sepak bola” karena pola ayunan kakinya menyerupai gerakan mengayuh sepeda — satu kaki mendorong ke atas, kaki lainnya menyambut bola dengan pukulan keras. Bicycle kick bukan sekadar trik pamer; ia adalah solusi taktis untuk situasi di mana bola datang terlalu tinggi dan terlalu cepat untuk disundul atau dikontrol dada.

Cara kerjanya dimulai dari antisipasi lintasan bola. Pemain harus membaca arah umpan silang atau bola muntah, lalu memposisikan tubuh membelakangi gawang. Saat bola mencapai titik tertinggi di atas kepala, pemain melompat ke belakang dengan tumpuan satu kaki, melentingkan punggung, dan mengayunkan kaki tendangan dari bawah ke atas. Kontak terjadi di bagian punggung kaki atau instep, menghasilkan tembakan dengan power dan efek turun (dip) yang sulit diantisipasi kiper. Contoh paling terkenal adalah gol Wayne Rooney untuk Manchester United melawan Manchester City pada 12 Februari 2011 — bola datang dari umpan silang Nani, Rooney melompat mundur, dan tendangannya melengkung masuk ke pojok gawang Joe Hart.

Sejarah & Evolusi

Asal-usul bicycle kick sulit dilacak dengan pasti, tetapi catatan pertama muncul di Amerika Selatan pada awal abad ke-20. Legenda sepak bola Chili, David Arellano, dikreditkan sebagai penemu teknik ini pada 1920-an. Arellano, yang bermain untuk Colo-Colo, meninggal dalam pertandingan di Spanyol pada 1927, tetapi warisannya hidup: gerakan itu disebut “chilena” di negara-negara berbahasa Spanyol sebagai penghormatan padanya. Di Brasil, teknik serupa dikenal sebagai “bicicleta” dan dipopulerkan oleh Leônidas da Silva pada 1930-an. Leônidas bahkan mencetak gol bicycle kick di Piala Dunia 1938 melawan Polandia, menjadikannya momen pertama yang terekam kamera.

Evolusi bicycle kick berlanjut ke era modern. Pada 1958, Pele mencetak gol bicycle kick di final Piala Dunia melawan Swedia — meski gagal mengenai bola dengan sempurna, momen itu menginspirasi generasi baru. Di tahun 1980-an, Hugo Sánchez dari Real Madrid menjadikan “chilena” sebagai senjata andalannya, dengan lebih dari 20 gol akrobatik tercatat. Puncak popularitas teknik ini terjadi di era media sosial: gol Zlatan Ibrahimovic untuk Swedia melawan Inggris pada 2012 (jarak 30 meter, tendangan salto sempurna) dan gol Cristiano Ronaldo untuk Real Madrid melawan Juventus pada 2018 (applause dari fans tuan rumah) menjadi viral global. Kini, bicycle kick bukan lagi barang langka di level elite, tetapi tetap menjadi momen yang menghentikan waktu setiap kali terjadi.

Implementasi Taktis di Lapangan

Secara taktis, bicycle kick bukan gerakan yang bisa direncanakan dalam formasi. Ia lahir dari chaos — bola muntah di kotak penalti, umpan silang yang terlalu tinggi, atau sepak pojok yang gagal disundul. Namun, pemain tertentu memiliki kecenderungan untuk mencobanya lebih sering: target-man dengan kelenturan tubuh tinggi dan keberanian untuk melompat mundur. Dalam konteks posisi, striker atau gelandang serang yang bergerak di antara bek lawan adalah kandidat utama. Zona lapangan paling umum adalah area kotak penalti, tepatnya di antara titik penalti dan garis gawang, di mana sudut tembakan masih terbuka lebar.

Teknik ini memiliki risiko tinggi. Jika timing salah, pemain bisa mendarat dengan posisi berbahaya (cedera punggung atau leher), atau justru memberikan bola kepada lawan. Pelatih seperti Pep Guardiola melarang pemainnya melakukan bicycle kick di sesi latihan karena risiko cedera tidak sebanding dengan manfaatnya — namun di pertandingan, insting pemain sering mengalahkan instruksi. Data dari Opta menunjukkan bahwa rata-rata hanya 1 dari 30 percobaan bicycle kick di lima liga top Eropa berujung gol. Bandingkan dengan sundulan yang rasio golnya 1:8. Artinya, bicycle kick lebih spektakuler daripada efisien.

AspekDetail
Aturan DasarTidak ada larangan khusus, tetapi wasit bisa memberikan kartu kuning jika gerakan membahayakan lawan (kaki terlalu tinggi).
Siapa yang TerlibatStriker, gelandang serang, atau bek sayap yang maju membantu serangan.
Zona LapanganKotak penalti, terutama area 5-12 meter dari gawang.

Contoh Nyata di Dunia Sepak Bola

Selain Rooney dan Ibrahimovic, ada beberapa momen bicycle kick yang tercatat dalam sejarah. Pelé mencetak gol bicycle kick di final Piala Dunia 1958 melawan Swedia — bola dari umpan silang, ia melompat dan menendang, meski bola sedikit meleset dari kaki, tetap masuk. Hugo Sánchez mencetak gol bicycle kick paling ikonik untuk Real Madrid pada 1988 melawan Sporting Gijon: ia menerima umpan dari Miguel Pardeza, melompat mundur, dan bola meluncur deras ke gawang. Gareth Bale melakukannya untuk Real Madrid di final Liga Champions 2018 melawan Liverpool — tendangan salto dari jarak 2 meter yang membuat kiper Loris Karius hanya bisa terdiam.

Di level klub, Zlatan Ibrahimovic memiliki koleksi paling banyak: lebih dari 10 gol bicycle kick tercatat sepanjang kariernya, termasuk gol jarak jauh untuk LA Galaxy pada 2018 dan untuk AC Milan pada 2012. Cristiano Ronaldo mencetak satu gol bicycle kick spektakuler untuk Juventus melawan Real Madrid di perempat final Liga Champions 2018 — tendangan dengan ketinggian 2,38 meter dari tanah, menerima umpan silang Carvajal. Momen itu mendapat standing ovation dari fans Real Madrid di Santiago Bernabéu, sebuah pengakuan langka untuk pemain lawan.

Relevansi bagi Sepak Bola Indonesia

Di Liga 1 Indonesia, bicycle kick masih tergolong langka. Sejak era Liga Indonesia dimulai pada 1994, hanya segelintir gol akrobatik yang tercatat. Bambang Pamungkas (Bepe) dikenal pernah mencetak gol bicycle kick untuk Persija Jakarta pada 2007 melawan PSMS Medan, meski kualitas videonya buram. Cristian Gonzáles juga beberapa kali melakukannya untuk Persik Kediri dan Arema. Namun, seiring meningkatnya fisik pemain lokal, tren bicycle kick mulai muncul. Alfriyanto Nico dari Persija mencetak gol salto pada 2023 melawan Persib Bandung, dan Ramadhan Sananta (Timnas Indonesia) mencoba teknik serupa di ajang SEA Games 2023.

Tantangan utama di Indonesia adalah latihan dan risiko cedera. Banyak pelatih lokal masih melarang pemain muda mencoba bicycle kick karena khawatir cedera punggung atau leher. Padahal, teknik ini bisa menjadi senjata tambahan jika dilatih dengan benar — terutama dalam situasi sepak pojok atau bola mati di kotak penalti. Timnas Indonesia, dengan pemain seperti Rafael Struick yang memiliki postur tinggi dan kelenturan, bisa memanfaatkan bicycle kick sebagai variasi serangan. Namun, konsistensi tetap menjadi kunci: lebih baik sundulan akurat daripada bicycle kick gagal yang berujung serangan balik lawan.

FAQ: Pertanyaan Paling Sering tentang Bicycle Kick

Apa perbedaan Bicycle Kick dengan tendangan voli biasa? Bicycle kick dilakukan dengan tubuh melayang horizontal dan membelakangi gawang, sementara tendangan voli biasa dilakukan dengan posisi tubuh tegak atau sedikit miring menghadap gawang. Bicycle kick membutuhkan lompatan mundur dan ayunan kaki penuh dari bawah ke atas, sedangkan voli menggunakan ayunan kaki dari depan ke belakang atau samping.

Kapan Bicycle Kick paling efektif digunakan? Paling efektif saat bola melambung setinggi dada hingga kepala di dalam kotak penalti, dan tidak ada pemain lawan yang langsung menghadang. Situasi ideal: umpan silang dari sayap yang terlalu tinggi untuk disundul, atau bola muntah dari sundulan pemain bertahan. Risiko rendah jika dilakukan di area yang tidak terlalu ramai pemain.

Siapa pelatih atau tim yang paling dikenal dengan Bicycle Kick? Tidak ada pelatih yang secara khusus mengajarkan bicycle kick sebagai strategi utama. Namun, tim-tim Amerika Latin seperti Brasil dan Argentina secara historis menghasilkan pemain dengan teknik ini — dari Pele hingga Neymar. Di level klub, Real Madrid memiliki tradisi panjang: Hugo Sánchez, Cristiano Ronaldo, dan Gareth Bale semuanya mencetak gol bicycle kick ikonik untuk Los Blancos.

**Cek juga: [Kalkulator Nilai Pasar Pemain Liga 1](/alat/kalkulator-nilai

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel