Puskas Award: Gol Terbaik Dunia & Cara Voting FIFA | SBH Nation
- Puskas Award pertama kali digelar pada 2009 untuk menghormati legenda sepak bola Hungaria, Ferenc Puskas.
- Voting dilakukan oleh publik (50%) dan panel pakar FIFA (50%) melalui situs resmi FIFA.
- Gol-gol ikonik seperti sepakan jarak jauh James Rodríguez (2014) dan akrobatik Zlatan Ibrahimović (2013) pernah memenangi penghargaan ini.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Sejarah dan Evolusi Puskas Award: Gol Terbaik Dunia & Cara Voting FIFA
Puskas Award adalah penghargaan tahunan yang diberikan oleh FIFA untuk gol terbaik yang dicetak dalam satu tahun kalender. Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan pada 20 Oktober 2009 dalam acara FIFA Ballon d’Or Gala di Zurich, Swiss. Dinamai dari legenda sepak bola Hungaria, Ferenc Puskas, yang dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling produktif dan ikonik sepanjang sejarah. Puskas, yang bermain untuk klub seperti Real Madrid dan tim nasional Hungaria, mencetak lebih dari 700 gol dalam kariernya, sehingga namanya diabadikan sebagai simbol keindahan dan kualitas gol.
Awalnya, Puskas Award merupakan bagian dari FIFA Ballon d’Or, namun sejak 2016, penghargaan ini diberikan dalam acara The Best FIFA Football Awards yang terpisah. Tujuan utama penghargaan ini adalah untuk menghormati gol-gol spektakuler yang tidak hanya penting secara teknis, tetapi juga estetis dan dramatis. Gol yang dinominasikan bisa berasal dari berbagai kompetisi, termasuk liga domestik, turnamen internasional, hingga pertandingan persahabatan, asalkan memenuhi kriteria tertentu.
Kriteria Nominasi dan Voting Publik
Proses nominasi Puskas Award dilakukan oleh panel ahli FIFA yang terdiri dari mantan pemain, pelatih, dan jurnalis sepak bola. Mereka memilih 10 gol terbaik dari seluruh dunia berdasarkan faktor seperti:
- Kesulitan teknis: Apakah gol tersebut membutuhkan keterampilan tinggi seperti tendangan salto, sepakan jarak jauh, atau dribel melewati banyak pemain.
- Keindahan visual: Apakah gol tersebut memiliki nilai artistik yang tinggi.
- Pentingnya pertandingan: Gol dalam laga besar seperti final Piala Dunia atau derby klasik sering mendapat perhatian lebih.
- Fair play: Gol yang dicetak tanpa pelanggaran atau kontroversi.
Setelah 10 nominasi diumumkan, voting publik dibuka melalui situs resmi FIFA (fifa.com) dan aplikasi FIFA. Proses voting berlangsung selama beberapa minggu, biasanya dari November hingga Desember. Bobot voting adalah 50% dari suara publik dan 50% dari suara panel pakar FIFA. Ini berbeda dengan penghargaan [Ballon d’Or] yang sepenuhnya diputuskan oleh jurnalis. Sistem campuran ini memastikan bahwa suara penggemar memiliki dampak signifikan, namun tetap ada filter dari para ahli.
Gol-Gol Paling Ikonik yang Pernah Menang
Beberapa gol yang memenangi Puskas Award telah menjadi legenda dalam dunia sepak bola. Berikut adalah yang paling ikonik:
-
2014: James Rodríguez (Kolombia vs Uruguay, Piala Dunia 2014) Gol ini terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2014. James menerima umpan dari Abel Aguilar, mengontrol bola dengan dada, lalu melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang melengkung masuk ke gawang. Gol ini dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah [Piala Dunia].
-
2013: Zlatan Ibrahimović (Swedia vs Inggris, Persahabatan) Ibra mencetak gol spektakuler dengan tendangan salto dari jarak 30 meter setelah kiper Inggris, Joe Hart, gagal mengantisipasi bola. Gol ini viral di seluruh dunia dan dianggap sebagai salah satu yang paling atletis.
-
2018: Mohamed Salah (Liverpool vs Everton, Premier League) Salah mencetak gol indah dengan kontrol bola dan tembakan melengkung dari sisi kanan kotak penalti dalam derby Merseyside. Gol ini memenangi Puskas Award berkat popularitasnya di media sosial.
-
2022: Marcin Oleksy (Polandia vs Iran, Piala Dunia Amputasi) Gol ini istimewa karena dicetak oleh pemain amputasi dalam Piala Dunia Amputasi 2022. Oleksy mencetak gol tendangan voli dengan satu kaki, menunjukkan bahwa sepak bola inklusif juga bisa menghasilkan momen indah.
Di Indonesia, Puskas Award juga sering menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar [Liga 1]. Banyak gol indah di Liga 1 yang dianggap layak dinominasikan, seperti tendangan bebas atau voli dari pemain lokal. Namun, hingga kini belum ada pemain Indonesia yang masuk nominasi resmi. Hal ini menunjukkan bahwa standar global masih tinggi, tetapi potensi selalu ada.
Daftar Pemenang dan Rekor
Berikut adalah tabel lengkap pemenang Puskas Award dari tahun 2009 hingga 2025:
| Tahun | Pemenang | Tim | Gol Melawan | Kompetisi |
|---|---|---|---|---|
| 2009 | Cristiano Ronaldo | Manchester United | Porto | Liga Champions UEFA |
| 2010 | Hamit Altıntop | Turki | Kazakhstan | Kualifikasi Euro 2012 |
| 2011 | Neymar | Santos | Flamengo | Campeonato Brasileiro Série A |
| 2012 | Miroslav Stoch | Fenerbahçe | Gençlerbirliği | Süper Lig |
| 2013 | Zlatan Ibrahimović | Swedia | Inggris | Persahabatan |
| 2014 | James Rodríguez | Kolombia | Uruguay | Piala Dunia 2014 |
| 2015 | Wendell Lira | Goianésia | Atlético Goianiense | Campeonato Goiano |
| 2016 | Mohd Faiz Subri | Penang | Pahang | Malaysia Super League |
| 2017 | Olivier Giroud | Arsenal | Crystal Palace | Premier League |
| 2018 | Mohamed Salah | Liverpool | Everton | Premier League |
| 2019 | Dániel Zsóri | Debreceni | Ferencváros | Nemzeti Bajnokság I |
| 2020 | Son Heung-min | Tottenham Hotspur | Burnley | Premier League |
| 2021 | Erik Lamela | Tottenham Hotspur | Arsenal | Premier League |
| 2022 | Marcin Oleksy | Warta Poznań | Polandia (amputasi) | Piala Dunia Amputasi |
| 2023 | Guilherme Madruga | Botafogo-SP | Novorizontino | Campeonato Brasileiro Série B |
| 2024 | Alejandro Garnacho | Manchester United | Everton | Premier League |
| 2025 | Belum diumumkan | TBD | TBD | TBD |
Rekor dan Fakta Menarik
- Cristiano Ronaldo menjadi pemenang pertama pada 2009 dengan gol jarak jauh melawan Porto.
- Mohd Faiz Subri dari Malaysia adalah satu-satunya pemenang dari Asia Tenggara, membuktikan bahwa gol indah bisa datang dari liga kecil.
- James Rodríguez (2014) dan Mohamed Salah (2018) adalah pemenang dengan dampak global terbesar karena gol mereka terjadi di ajang besar.
- Tidak ada pemain Indonesia yang pernah menang atau masuk nominasi, meskipun gol-gol seperti tendangan bebas Stefano Lilipaly di Liga 1 sering disebut-sebut.
Analisis SBH Nation
Puskas Award memiliki relevansi khusus bagi sepak bola Indonesia. Di tengah hiruk-pikuk [Klasemen] [Liga 1], penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemain lokal untuk menciptakan momen spektakuler. Sayangnya, hingga 2025, belum ada gol dari Indonesia yang masuk nominasi resmi FIFA. Penyebabnya bisa jadi karena minimnya eksposur global Liga 1, atau kualitas gol yang belum mencapai standar FIFA.
Namun, ada beberapa gol di Liga 1 yang layak diingat:
- Gol tendangan bebas Stefano Lilipaly untuk Bali United pada 2019: Bola melengkung dari jarak 30 meter yang masuk ke sudut atas gawang.
- Gol voli Marc Klok untuk Persija Jakarta pada 2022: Tendangan akrobatik setelah menerima umpan silang.
Dengan format voting publik, popularitas di media sosial menjadi kunci. Jika pemain Indonesia bisa mencetak gol viral di [Piala Dunia] atau turnamen internasional, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita akan melihat nama Indonesia di daftar nominasi. Ini adalah mimpi yang realistis, mengingat perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin baik.
FAQ
1. Bagaimana cara voting Puskas Award? Voting dilakukan melalui situs resmi FIFA (fifa.com) atau aplikasi FIFA selama periode yang ditentukan (biasanya November-Desember). Penggemar dapat memilih satu dari 10 gol nominasi. Suara publik memiliki bobot 50%, sisanya dari panel pakar FIFA.
2. Apakah gol dari Liga 1 bisa masuk nominasi Puskas Award? Ya, bisa. Puskas Award menerima nominasi dari semua kompetisi yang diakui FIFA, termasuk Liga 1. Namun, hingga 2025, belum ada gol dari Indonesia yang masuk nominasi. Untuk meningkatkan peluang, gol harus viral secara global dan memiliki kualitas teknis tinggi.
3. Siapa pemain Asia yang pernah menang Puskas Award? Ada dua pemain Asia yang pernah menang: Hamit Altıntop (Turki) pada 2010 dan Mohd Faiz Subri (Malaysia) pada 2016. Son Heung-min (Korea Selatan) juga menang pada 2020, tetapi ia adalah pemain Asia yang bermain di Eropa.
📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini langsung di HP kamu!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


