🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: LIGA-CHAMPIONS VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Andy Robertson Pamit: Cinta Sejati pada Liverpool dan Kenangan Pahit Manis Anfie | SBH.co.id | SBH Nation
liga champions
calendar_today 22 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 22 Mei 2026

Andy Robertson Pamit: Cinta Sejati pada Liverpool dan Kenangan Pahit Manis Anfield

bolt SBH Quick Take
  • Andy Robertson resmi meninggalkan Liverpool setelah delapan musim penuh gelar.
  • Bek kiri Skotlandia itu mengaku jatuh cinta pada klub sejak hari pertama.
  • Kenangan manis seperti comeback Barcelona hingga tragedi kekalahan di final jadi bagian perjalanannya.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Hari itu akhirnya tiba. Andy Robertson, sang bek kiri ikonik asal Skotlandia, resmi mengucapkan selamat tinggal pada Liverpool. Dalam wawancara perpisahan yang emosional, Robertson mengungkapkan perasaannya yang mendalam terhadap klub yang telah membesarkan namanya.

“Sangat mudah untuk jatuh cinta pada Liverpool. Saya beruntung karena Liverpool juga jatuh cinta pada saya,” ujarnya dengan nada haru. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Selama delapan musim membela The Reds, Robertson telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah klub, dari masa-masa kejayaan hingga tragedi yang memilukan.

Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan karier Robertson di Anfield, termasuk momen-momen puncak yang membuatnya dicintai, serta sisi kelam yang tak akan pernah ia lupakan. Sebagai penggemar sepak bola Indonesia, kita pasti paham betapa beratnya melepas pemain yang sudah menjadi legenda.

## Dari Hull ke Anfield: Perjalanan Tak Terduga Seorang Bek Kiri

Ketika Liverpool mendatangkan Andy Robertson dari Hull City pada musim panas 2017, banyak yang meragukan. Manajer Jurgen Klopp saat itu butuh bek kiri baru setelah Alberto Moreno sering tampil inkonsisten. Namun, siapa sangka pemain muda Skotlandia ini akan menjadi salah satu pembelian paling cemerlang dalam sejarah klub.

Robertson datang dengan harga murah, hanya sekitar £8 juta. Namun, dalam waktu singkat, ia mampu merebut posisi inti dan menjadi andalan. Kecepatan, stamina, dan kemampuannya dalam memberikan umpan silang membuat lini serang Liverpool semakin mematikan. Bersama Trent Alexander-Arnold di sisi kanan, Robertson membentuk duet bek sayap paling produktif di Eropa.

“Saya tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini. Dari bermain di divisi Championship hingga memenangkan Liga Champions, ini seperti mimpi,” kenangnya. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi bisa mengubah segalanya.

## Malam Ajaib di Anfield: Saat Robertson Mengacak-acak Rambut Messi

Siapa yang bisa melupakan malam 7 Mei 2019? Liverpool menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions. Tertinggal 0-3 dari leg pertama, semua orang mengira The Reds sudah habis. Tapi, apa yang terjadi kemudian adalah keajaiban.

Liverpool menang 4-0 di Anfield, salah satu comeback terbesar dalam sejarah sepak bola. Robertson menjadi salah satu pahlawan di laga itu. Ia bermain penuh energi, membantu serangan dan bertahan dengan disiplin tinggi. Namun, momen yang paling ikonik adalah ketika ia dengan santai mengacak-acak rambut Lionel Messi saat bintang Argentina itu terlihat frustrasi.

“Itu spontan saja. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kami tidak gentar. Malam itu, seluruh stadion menjadi satu. Itu adalah perasaan yang tidak bisa dijelaskan,” kata Robertson. Momen tersebut menjadi simbol keberanian dan keyakinan Liverpool di bawah asuhan Klopp.

## Puncak Kesuksesan: Trofi Liga Champions, Premier League, dan Lainnya

Keajaiban comeback Barcelona bukanlah akhir, melainkan awal dari era keemasan. Liverpool kemudian mengalahkan Tottenham di final Liga Champions 2019. Robertson menjadi starter dan tampil solid. Trofi itu adalah yang pertama dari banyak gelar yang akan datang.

Musim berikutnya, Liverpool akhirnya memutus puasa gelar liga selama 30 tahun. Mereka memenangkan Premier League 2019/2020 dengan dominasi luar biasa. Robertson kembali menjadi kunci, mencatatkan assist demi assist dari sisi kiri. Ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan Piala FA, Piala Liga, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Bagi Robertson, semua trofi itu terasa istimewa. “Setiap trofi memiliki ceritanya sendiri. Tapi gelar Premier League mungkin yang paling berarti. Itu untuk para suporter yang telah menunggu begitu lama. Melihat mereka bahagia adalah hadiah terbesar,” ujarnya.

## Tragedi dan Kekecewaan: Sisi Lain dari Sebuah Perjalanan

Namun, karier Robertson di Liverpool tidak selalu diwarnai tawa dan pesta. Ada juga momen-momen pahit yang membentuk karakternya. Final Liga Champions 2022 melawan Real Madrid menjadi salah satu luka terdalam. Liverpool tampil dominan, namun harus kalah 0-1 berkat gol Vinicius Junior.

“Kekalahan itu sangat berat. Kami merasa pantas menang, tapi sepak bola kadang tidak adil. Itu adalah pelajaran berharga tentang kerendahan hati,” kenangnya. Selain itu, musim lalu juga terasa berat ketika Liverpool sempat terpuruk dan gagal lolos ke Liga Champions.

Yang paling tragis mungkin adalah kekalahan di final Liga Europa 2024 melawan Atalanta. Robertson harus menyaksikan lawan yang dianggap lebih lemah justru tampil superior. Momen-momen seperti ini mengingatkan bahwa sepak bola bisa kejam, bahkan untuk tim sebesar Liverpool.

## Warisan Robertson di Liverpool: Lebih dari Sekadar Pemain

Kini, setelah delapan musim, Robertson meninggalkan Liverpool sebagai legenda. Ia tidak hanya meninggalkan warisan berupa trofi, tapi juga semangat juang yang tak kenal lelah. Ia adalah contoh sempurna dari pemain yang datang sebagai “anak bawang” dan pergi sebagai pahlawan.

“Saya berharap para penggemar mengingat saya sebagai pemain yang selalu memberikan segalanya. Saya tidak pernah menyerah, tidak peduli seberapa sulit situasinya,” katanya. Robertson juga meninggalkan pesan untuk penggantinya di pos bek kiri Liverpool.

“Jaga klub ini dengan baik. Berikan segalanya setiap kali Anda mengenakan jersey ini. Para penggemar layak mendapatkan yang terbaik,” pesannya. Kata-kata ini menjadi cerminan bagaimana ia memandang klub yang telah memberinya segalanya.

## Masa Depan: Apa Selanjutnya untuk Andy Robertson?

Dengan kontrak yang akan habis, Robertson harus memikirkan langkah selanjutnya. Beberapa klub besar Eropa dikabarkan tertarik. Namun, di usianya yang sudah 32 tahun, ia mungkin akan memilih petualangan baru di liga yang berbeda.

“Saya belum memutuskan apa pun. Yang pasti, saya akan selalu menjadi penggemar Liverpool. Saya akan mendukung mereka dari mana pun saya berada,” ujarnya. Bagi para penggemar di Indonesia, mungkin kita akan melihatnya bermain di Saudi Pro League atau kembali ke Skotlandia.

Apapun keputusannya, satu hal yang pasti: Andy Robertson telah menorehkan namanya di hati setiap pendukung Liverpool. Ia adalah bukti bahwa cinta sejati pada klub bisa berbalas dengan indah.

Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Siapa yang menurut kalian layak menjadi penerus Andy Robertson di pos bek kiri Liverpool? Apakah ada pemain muda yang bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkannya? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain racikan tim analis SBH Nation!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel