🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG :: 🔥 [ SBH NATION LIVE ] :: NEXT MATCH: MANCHESTER-CITY VS THE WORLD | 24 OKT | 19:00 WIB | KLASEMEN: #2 | 📊 LIHAT ANALISA PREDIKSI SEKARANG ::
Guardiola Pasrah: City Fokus ke Final FA, Harap Arsenal Tergelincir | SBH Nation
premier league
calendar_today 14 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 14 Mei 2026

Guardiola Pasrah: City Fokus ke Final FA, Harap Arsenal Tergelincir

bolt SBH Quick Take
  • Pep Guardiola mengakui perburuan gelar Premier League sudah di luar kendali Manchester City.
  • City kini fokus penuh pada final Piala FA melawan Manchester United.
  • Guardiola hanya bisa berharap Arsenal tergelincir di dua laga sisa Premier League.
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Musim ini menjadi salah satu yang paling menegangkan dalam sejarah Premier League. Manchester City yang biasa tampil dominan dan tanpa ampun di penghujung musim, kali ini harus mengakui superioritas Arsenal yang tampil konsisten. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, manajer City, Pep Guardiola, dengan nada pasrah mengakui bahwa perburuan gelar liga musim ini sudah sepenuhnya di luar kendali timnya.

“Kami tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain memenangkan pertandingan kami dan berharap,” ujar Guardiola dalam konferensi pers jelang laga melawan Tottenham Hotspur. “Kami sudah memberikan segalanya, tetapi Arsenal tidak pernah berhenti. Sekarang, fokus kami adalah pada final Piala FA. Itu adalah satu-satunya trofi yang masih bisa kami raih dengan tangan kami sendiri.”

Pernyataan ini menandai sebuah momen langka di mana Guardiola, yang dikenal sebagai seorang perfeksionis dan pengendali, secara terbuka mengakui bahwa timnya tidak lagi menjadi favorit. Arsenal kini unggul dua poin di puncak klasemen dengan dua pertandingan tersisa, sementara City juga memiliki dua laga, termasuk laga tunda yang krusial. Namun, dengan selisih gol yang juga menguntungkan Arsenal, jalan untuk mempertahankan gelar terasa semakin sempit.

## Mengapa Guardiola Akhirnya Pasrah? Analisis Situasi Klasemen

Untuk memahami kepasrahan Guardiola, kita harus melihat peta persaingan dengan cermat. Arsenal memuncaki klasemen dengan 86 poin dari 36 pertandingan. Mereka memiliki selisih gol +61. Sementara itu, Manchester City berada di posisi kedua dengan 84 poin dari 36 laga, dengan selisih gol +54.

Artinya, meskipun City memenangkan dua pertandingan sisa mereka (melawan Tottenham dan West Ham), total poin mereka akan menjadi 90. Arsenal, jika memenangkan dua laga sisa mereka (melawan Manchester United dan Everton), juga akan mencapai 90 poin. Dalam skenario itu, gelar juara akan ditentukan oleh selisih gol. Dengan Arsenal unggul tujuh gol, City harus menang dengan selisih gol yang sangat besar di dua laga sisa, sambil berharap Arsenal kalah telak.

“Matematikanya sangat sederhana. Kami harus menang, dan kami harus berharap mereka kalah poin,” tegas Guardiola. “Kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan Arsenal. Mereka adalah tim yang hebat. Kami hanya bisa mengontrol diri kami sendiri. Dan saat ini, satu-satunya cara untuk mengontrol nasib kami adalah di final Piala FA.”

Pernyataan ini bukanlah sebuah strategi psikologis untuk menekan Arsenal. Ini adalah pengakuan realistis dari seorang manajer yang tahu persis bahwa timnya sudah kehilangan momentum krusial setelah hasil imbang kontra Arsenal di Etihad beberapa pekan lalu. Hasil imbang 0-0 itu, di mana City mendominasi tetapi gagal mencetak gol, menjadi titik balik yang membuat Arsenal tetap berada di atas angin.

## Fokus Bergeser ke Wembley: Final Piala FA Jadi Prioritas

Dengan peluang juara liga yang semakin tipis, Guardiola secara eksplisit menyatakan bahwa final Piala FA melawan Manchester United di Wembley pada akhir pekan depan adalah prioritas utama. Ini adalah langkah yang cerdas secara manajerial. Dengan mengalihkan tekanan dari para pemainnya, Guardiola berusaha menjaga moral tim agar tidak runtuh di saat-saat genting.

“Final Piala FA adalah final. Tidak ada yang lebih besar dari itu untuk saat ini,” ujar Guardiola. “Kami ingin memberikan trofi lain kepada para penggemar. Kami ingin mengakhiri musim dengan perasaan positif. Premier League mungkin sudah lepas, tetapi kami masih punya kesempatan untuk meraih gelar ganda domestik.”

Pernyataan ini juga menjadi tamparan halus bagi Setan Merah. Manchester United, yang juga sedang berjuang untuk finis di empat besar, pasti akan melihat final ini sebagai kesempatan emas untuk menggagalkan ambisi City. Namun, Guardiola tampaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk laga tersebut. Ia mungkin akan merotasi pemain di laga liga sisa untuk memastikan skuad inti dalam kondisi prima saat berlaga di Wembley.

## Harapan Terakhir: Berharap Arsenal Tergelincir di Old Trafford

Satu-satunya harapan tipis bagi City untuk tetap bersaing di Premier League adalah jika Arsenal kehilangan poin di salah satu dari dua laga sisa mereka. Laga yang paling mungkin menjadi jebakan adalah saat Arsenal bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United.

Manchester United, meskipun tidak konsisten, adalah tim yang berbahaya di kandang sendiri. Mereka memiliki rekor kandang yang solid dan pasti akan termotivasi untuk mengamankan poin demi finis di empat besar. Jika Arsenal gagal menang di Old Trafford, maka pintu kejuaraan akan terbuka kembali untuk City.

“Saya percaya pada tim-tim lain. Saya percaya pada Manchester United. Mereka adalah klub besar,” kata Guardiola dengan nada diplomatis. “Kami hanya perlu melakukan bagian kami. Menang. Dan kemudian berdoa. Itulah sepak bola. Terkadang Anda tidak bisa mengendalikan segalanya.”

Namun, bergantung pada hasil tim lain bukanlah karakteristik seorang juara sejati. City, yang terbiasa memenangkan gelar dengan gaya dominan, kini harus merasakan pahitnya menunggu dan berharap. Ini adalah posisi yang tidak nyaman bagi Guardiola dan para penggemar City.

## Analisis Taktis: Apa yang Salah dengan City di Akhir Musim?

Jika kita melihat performa City dalam beberapa pekan terakhir, ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka kehilangan kendali. Pertama, kebuntuan gol di laga-laga krusial. Selain imbang 0-0 melawan Arsenal, City juga hanya menang tipis 1-0 atas tim-tim papan bawah seperti Bournemouth dan Nottingham Forest. Ketajaman lini depan yang biasanya menjadi senjata utama mereka tampak tumpul.

Kedua, cedera pemain kunci. Kevin De Bruyne yang sempat absen cukup lama memberikan dampak signifikan pada kreativitas lini tengah. Meskipun Erling Haaland tetap menjadi mesin gol, ia tidak mendapat pasokan bola yang cukup di momen-momen genting. Guardiola juga beberapa kali melakukan rotasi yang justru membuat tim kehilangan ritme permainan.

Ketiga, konsistensi Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta tampil luar biasa di bawah tekanan. Mereka tidak hanya menang, tetapi juga menang dengan penuh gaya dan keyakinan. Mentalitas juara yang selama ini menjadi ciri khas City, kini justru dimiliki oleh Arsenal. Ini adalah pergeseran kekuasaan yang nyata di Premier League.

## Kesimpulan: Akhir dari Sebuah Era Dominasi?

Apakah ini akhir dari era dominasi Manchester City di Premier League? Mungkin terlalu dini untuk mengatakan demikian. Namun, musim ini telah membuktikan bahwa Arsenal adalah pesaing yang layak dan siap untuk merebut tahta. Jika Arsenal berhasil memenangkan gelar, itu akan menjadi pukulan telak bagi Guardiola dan proyeknya di Etihad.

Guardiola kini berada di persimpangan jalan. Ia harus memilih antara bertahan dengan skuad yang ada atau melakukan perombakan besar-besaran di bursa transfer musim panas. Satu hal yang pasti, final Piala FA akhir pekan depan akan menjadi ujian karakter yang sesungguhnya. Mampukah City bangkit dan meraih trofi hiburan, atau akankah mereka mengakhiri musim tanpa gelar?

Pertanyaan untuk Sobat SBH Nation: Menurut kalian, apakah Manchester City masih punya peluang untuk mempertahankan gelar Premier League, atau sudah saatnya kita mengakui keunggulan Arsenal sebagai juara musim ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!


Jelajahi SBH Nation

📲 Gabung Channel Telegram SBH Nation untuk update bola terkini!

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

SBH NATION BATTLEGROUND

SIAPA YANG BAKAL
HANCUR MINGGU INI?

VS

Klik tim pilihanmu untuk analisa mendalam

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel