IDN
- Satu-satunya penampilan Piala Dunia pada 1938 (sebagai Hindia Belanda), kalah 0-6 dari Hungaria.
- Pemain paling ikonik: Bambang Pamungkas, legenda Persija dengan 38 gol internasional.
- Relevansi untuk Liga 1: Semakin banyak pemain naturalisasi dan peningkatan kualitas kompetisi domestik.
⚡ ANALISIS MENDALAM SBH
Sepak bola Indonesia memiliki napas dan denyut nadi yang tidak pernah terlepas dari denyut kehidupan masyarakatnya. Dari sudut gang sempit di ibu kota hingga lapangan berdebu di pelosok desa, gairah olahraga ini menyala sebagai bahasa universal pemersatu bangsa. Berada di bawah naungan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), tim nasional berjuluk Skuad Garuda kini tengah meretas jalan kebangkitan untuk mendobrak hegemoni sepak bola Asia dan menembus kembali panggung global, demi menebus penantian panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pada era sepak bola modern, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi raksasa yang tertidur. Melalui modernisasi sistem, gelombang pemain diaspora yang merumput di liga top Eropa, hingga pembenahan infrastruktur taktis oleh jajaran pelatih kelas dunia, tim nasional kini menatap asa baru. Transformasi yang agresif ini membawa harapan bagi ratusan juta penggemar yang memimpikan lambang Garuda kembali mengepakkan sayap di turnamen bergengsi seperti Piala Asia dan, ambisi terbesarnya, putaran final Piala Dunia FIFA.
Dengan basis pendukung yang diakui sebagai salah satu yang paling fanatik di dunia sepak bola, setiap pertandingan tim nasional selalu menjadi peristiwa nasional. Perpaduan antara talenta lokal berbakat, visi bermain modern, dan semangat militan di lapangan hijau menjadikan profil Tim Nasional Indonesia sebagai salah satu subjek paling menarik untuk dibahas dalam konstelasi sepak bola Asia saat ini.
Identitas & Asal Usul Timnas: Sang Garuda di Pentas Asia
Sepak bola diperkenalkan di Nusantara oleh bangsa Eropa pada akhir abad ke-19, dimulai di kota-kota pelabuhan seperti Batavia (Jakarta), Surabaya, dan Medan. Klub-klub awal pada masa itu lebih banyak didominasi oleh kalangan elite kolonial dan etnis Tionghoa. Namun, kebangkitan rasa nasionalisme memicu lahirnya berbagai perkumpulan pribumi, yang kemudian berujung pada peristiwa monumental di Yogyakarta pada tanggal 19 April 1930. Pada hari bersejarah itu, Ir. Soeratin Sosrosoegondo mendirikan PSSI sebagai alat perjuangan dan pemersatu bangsa.
Identitas tim nasional sangat melekat pada lambang Burung Garuda Pancasila yang tersemat bangga di dada kiri seragam. Menariknya, berbeda dengan kebanyakan negara lain yang memajang logo federasi di jersey timnas mereka, Indonesia adalah satu dari sedikit negara (selain negara-negara Eropa timur tertentu) yang memilih menggunakan lambang negara secara langsung, menyiratkan bahwa setiap pemain yang turun ke lapangan adalah duta pejuang bangsa.
Warna kebesaran merah dan putih, yang diadopsi dari Sang Saka Merah Putih, merupakan elemen utama seragam bertanding. Seragam merah-merah mencerminkan keberanian dan daya juang yang berapi-api, sementara seragam putih-putih (atau putih-hijau di masa lampau) melambangkan kesucian dan ketulusan niat berjuang. Skuad ini bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, sebuah kuil sepak bola megah berkapasitas 77.193 penonton, yang keriuhannya selalu berhasil mengintimidasi lawan mana pun yang bertandang.
[!TIP] Tahukah Anda? Pada era 1950-an hingga 1970-an, Timnas Indonesia dijuluki “Macan Asia”. Prestasi fenomenal seperti menahan imbang raksasa Uni Soviet 0-0 pada Olimpiade Melbourne 1956 menjadi salah satu bukti ketangguhan historis skuad Merah Putih.
Sejarah & Prestasi Piala Dunia: Mengenang Hindia Belanda 1938
Meskipun secara de facto Indonesia modern belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia, sejarah resmi FIFA mencatat bahwa Indonesia adalah negara Asia pertama yang pernah mencicipi rumput panggung terbesar sepak bola dunia tersebut. Pencapaian luar biasa itu terjadi pada edisi Piala Dunia 1938 di Prancis. Kala itu, tim masih menggunakan entitas nama Hindia Belanda (Dutch East Indies).
Perjalanan ke Prancis tidak diraih dengan mudah, melainkan karena mundurnya lawan di babak kualifikasi asal Asia, yaitu Jepang. Sayangnya, sistem turnamen pada masa itu menggunakan format gugur langsung sejak pertandingan pertama. Menghadapi tim kuat Hungaria di Kota Reims, skuad yang dikapteni oleh Achmad Nawir ini tak mampu berbuat banyak dan harus menyerah telak dengan skor 6-0. Meskipun durasi penampilan mereka sangat singkat, nama mereka telah terukir abadi sebagai pionir representasi benua Asia.
| Kompetisi Utama | Penampilan | Prestasi Terbaik | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Piala Dunia FIFA | 1x (1938) | Babak Pertama | Tampil sebagai Hindia Belanda |
| Piala Asia AFC | 5x | Babak 16 Besar | Lolos dari fase grup untuk pertama kalinya pada edisi 2023 di Qatar |
| Piala AFF | 14x | Runner-Up (6x) | Menjadi “Raja Tanpa Mahkota” terbanyak di turnamen Asia Tenggara |
| SEA Games | Berkali-kali | Medali Emas | Meraih emas pada tahun 1987, 1991, dan terakhir kali pecah telur di edisi 2023 |
Pasca kemerdekaan, puasa prestasi di panggung dunia masih berlangsung. Namun, kebangkitan secara bertahap mulai terlihat. Kesuksesan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 di bawah arahan pelatih modern memberikan bukti konkret bahwa Indonesia perlahan mulai kembali menempatkan dirinya di radar persaingan elit benua kuning, menyingkirkan status sebagai “kuda hitam” dan bertransformasi menjadi pesaing yang disegani.
Taktik & Pelatih Saat Ini: Revolusi Shin Tae-yong dan Modernisasi Gaya Main
Wajah sepak bola Indonesia mengalami pergeseran paradigma taktis secara masif sejak ditangani oleh pelatih kelas dunia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, pada akhir tahun 2019. Sebelum kedatangannya, timnas kerap mengandalkan permainan sayap cepat dengan skema kick and rush khas lokal yang mengandalkan keunggulan individu namun lemah secara organisasi kolektif. Shin Tae-yong merevolusi segalanya—dimulai dari kedisiplinan fisik, asupan gizi, hingga transisi pola pikir dari sepak bola konvensional ke sepak bola modern berintensitas tinggi.
Dalam penerapannya, pelatih berkacamata ini sangat gemar menggunakan variasi formasi fleksibel berbasis tiga bek tengah (3-4-3 atau 3-5-2). Sistem blok pertahanan yang kokoh ini didesain secara spesifik untuk meminimalisir celah antarlini yang sering menjadi titik lemah masa lalu. Wing-back dituntut memiliki kapasitas work rate yang sangat ekstrim, naik membantu serangan melalui overlap dan seketika turun membentuk lini lima bek saat menghadapi transisi negatif.
[!NOTE] Salah satu kekuatan taktis yang paling mencolok dari skuad bentukan Shin Tae-yong adalah skema lemparan ke dalam jarak jauh (long throw-in), yang dieksekusi secara apik oleh bek sayap Pratama Arhan. Taktik ini kerap menjadi “senjata mematikan” yang memecahkan kebuntuan di laga-laga krusial.
Kehadiran pemain-pemain keturunan (diaspora) yang dididik di akademi-akademi Eropa, dipadukan dengan kecepatan agresif para talenta lokal terbaik, menciptakan harmoni permainan transisi (counter-press) yang mematikan. Mereka tidak lagi takut memainkan bola-bola pendek dari belakang (build-up dari kiper), yang mencerminkan kepercayaan diri tinggi dalam menjaga penguasaan bola menghadapi tim-tim raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, atau Australia.
Pemain Kunci & Wonderkid: Skuad Emas Era Baru
Generasi timnas Indonesia masa kini sering dilabeli sebagai Generasi Emas Baru berkat melimpahnya stok talenta muda berkualitas yang merumput di kasta kompetisi Eropa. Pilar pertahanan dikawal oleh sosok karismatik nan elegan, Jay Idzes, yang merumput di liga Serie A Italia bersama Venezia. Pemain berpostur tinggi besar ini memiliki ketenangan layaknya bek-bek top Eropa, menjadikannya jenderal pengatur garis pertahanan yang sulit dilewati penyerang lawan.
Di sektor lini tengah, keseimbangan diatur oleh “Profesor” Thom Haye, seorang gelandang tengah bervisi brilian asal SC Heerenveen yang dibekali kemampuan tendangan bebas mematikan serta distribusi umpan jauh yang sangat akurat. Perannya dibantu oleh dinamisme Calvin Verdonk serta kreativitas tanpa batas dari pemain berlabel wonderkid mutlak kebanggaan nasional, Marselino Ferdinan. Berusia sangat muda, Marselino sudah memiliki keberanian untuk mengambil inisiatif menembak dari luar kotak penalti serta merumput di Eropa sejak usia belasan tahun.
Sektor penjaga gawang mendapat suntikan jaminan keamanan absolut dari sosok Maarten Paes, kiper berpostur jangkung yang berkarier di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Refleks kilat, jangkauan yang luas, dan kemampuannya membaca arah tendangan penalti telah menyelematkan Indonesia di berbagai kesempatan kritis. Di lini depan, penyerang ulet seperti Ragnar Oratmangoen siap mendobrak barikade lawan dengan dribel liarnya, sementara legenda hidup yang pernah menjadi top scorer sepanjang masa timnas, Bambang Pamungkas (38 gol), tetap dikenang sebagai standar ketajaman seorang penyerang Indonesia.
Ekosistem Sepak Bola (Liga Domestik): Transformasi Liga 1 Indonesia
Fondasi utama pembentukan talenta lokal bertumpu pada kompetisi kasta tertinggi, Liga 1 Indonesia. Dikelola di bawah payung PT Liga Indonesia Baru (LIB), liga ini merupakan rumah bagi 18 klub profesional yang diwarnai oleh rivalitas panas penuh gairah dan fanatisme suporter yang menembus batas-batas teritori. Klub-klub legendaris sarat sejarah seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, hingga Persebaya Surabaya menjadi representasi budaya dan denyut kehidupan setiap daerah.
Dalam beberapa musim terakhir, kualitas Liga 1 terus membaik secara signifikan. Pengenalan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada tahun 2024 menjadi langkah bersejarah yang meminimalisir drama keputusan wasit yang kontroversial, menjamin tingkat keadilan di setiap laga. Selain itu, banyak tim yang mulai dikelola secara korporat, berinvestasi pada akademi usia muda (Elite Pro Academy), serta merenovasi fasilitas training center.
[!WARNING] Meskipun terdapat banyak peningkatan, ekosistem Liga 1 masih perlu berjuang keras memberantas isu klasik seperti keterlambatan gaji pemain, standar rumput stadion yang belum merata, serta perlunya edukasi perilaku suporter untuk mencegah terjadinya gesekan destruktif di luar stadion.
Gairah kompetisi domestik juga menarik minat pemain dan pelatih asing berkualitas, menjadikan Liga 1 sebagai salah satu kompetisi paling bernilai komersial di wilayah Asia Tenggara. Kompetisi yang sehat, dinamis, dan menjunjung asas profesionalitas adalah kunci mutlak agar suplai talenta muda lokal bagi tim nasional tidak pernah putus.
Koneksi dengan Sepak Bola Indonesia: Refleksi Identitas dan Kebanggaan Nasional
Secara fundamental, hubungan antara Tim Nasional Indonesia dengan struktur sepak bola domestiknya bukanlah sekadar hubungan administratif; ini adalah cerminan dari semangat kebangsaan (national pride). Timnas adalah medium di mana seluruh sekat-sekat perbedaan suku, agama, dan afiliasi klub (seperti rivalitas El Clasico antara Persija dan Persib) melebur menjadi satu dukungan solid untuk Merah Putih.
Program besar-besaran integrasi pemain keturunan (naturalisasi diaspora) membawa corak taktik Eropa yang sangat disiplin, namun gaya bermain tersebut kemudian dengan sangat natural diinkorporasikan ke dalam mentalitas “ngotot dan pantang menyerah” khas pemain lokal kita. Harmonisasi ini menciptakan entitas timnas yang memiliki standar kecerdasan taktik Eropa, namun dengan jiwa juang (fighting spirit) khas Nusantara.
Mimpi kolektif menuju Piala Dunia 2030 atau 2034 bukan lagi sekadar bualan belaka, melainkan peta jalan (roadmap) yang kini diyakini oleh setiap elemen pengurus PSSI, staf pelatih, hingga fans arus bawah. Harapan ini akan terus hidup, sama seperti nyanyian lagu “Indonesia Raya” yang selalu berkumandang megah menggetarkan gemuruh Stadion Utama Gelora Bung Karno, meresonansi keyakinan bahwa masa depan kejayaan Garuda telah tiba.
👤 SKUAD LENGKAP TIMNAS
Penjaga Gawang
Muhammad Adi Satryo
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Andritany Ardhiyasa
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Awan Setho Raharjo
Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Mochammad Diky Indriyana
Madura United
Nilai Pasar
Rp 1,3 Miliar
Ernando Ari
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Ernando Ari Sutaryadi
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Fitrah Maulana Muhammad Ridwan
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
I Made Wirawan
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 1,5 Miliar
Kurniawan Kartika Ajie
Persita Tangerang
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Maarten Paes
FC Dallas
Nilai Pasar
Rp 60 Miliar
Muhammad Riyandi
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Nadeo Argawinata
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Rendy Razzaqu Mochtar
Madura United
Nilai Pasar
Rp 0,87 Miliar
Reza Arya Pratama
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Teja Paku Alam
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
I Wayan Arta Wiguna
Bali United
Nilai Pasar
Rp 868 Juta
Yuran Fernandes
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Bek
Achmad Jufriyanto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Aidil Zafuan
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Aji Putra Kalampung
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Alfeandra Dewangga
PSIS Semarang
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Arif Satria
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Asnawi Mangkualam
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Bagas Kaffa
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Bio Paulin
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Bruno Moreira
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Calvin Verdonk
NEC Nijmegen
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Charis Yulianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Daisuke Sato
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Dane Milovanovic
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Dedy Gusmawan
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Diego Assis
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Diego Michiels
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Dion Markx
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Elkan Baggott
Bristol Rovers
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Fachruddin Aryanto
Madura United
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Muhammad Fajar Fathur Rahman
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 5,65 Miliar
Fajar Faturahman
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Firza Andika
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
Flabio Andrade
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Frengky Deaner Missa
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Gavin Kwan Adsit
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Habil Akbar
PSIS Semarang
Nilai Pasar
Rp 1.30 Miliar
Hamka Hamzah
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Hansamu Yama Pranata
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Hansamu Yama Pranata
Barito Putera
Nilai Pasar
Rp 3.5 Miliar
Haykal Alhafiz
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Henhen Herdiana
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Indra Kahfi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Irianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Ismed Sofyan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Jaimerson Xavier
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Jandia Eka Putra
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Jay Idzes
Venezia FC
Nilai Pasar
Rp 25 Miliar (€1.5 juta)
Johan Alfarizi
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Jordi Amat
Johor Darul Ta'zim FC (JDT)
Nilai Pasar
Rp 20 Miliar
Justin Hubner
Wolves U21
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Kakang Rudianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Kevin Diks
FC København
Nilai Pasar
Rp 50 Miliar
Koko Ari Araya
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Komang Teguh Trisnanda Putra
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Leonard Tupamahu
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
I Made Andhika Pradana Wijaya
Bali United
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Mees Hilgers
FC Twente
Nilai Pasar
Rp 70 Miliar
Mikael Alfredo Tata
Arema FC
Nilai Pasar
Unknown
Muhammad Ferarri
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
Muhammad Segu Samosir
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Nathan Tjoe-A-On
SC Heerenveen
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Novri Setiawan
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 1.74 Miliar
Ondrej Kudela
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Otavio Dutra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Paulo Henrique
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Pratama Arhan
Bangkok United
Nilai Pasar
Rp 4.8 Miliar
Putu Gede Juni Antara
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 5,5 Miliar
I Putu Panji Apriawan
Bali United
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Rasyid Bakri
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Rayhan Hannan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Renan Alves
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Rendi Irwan
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Resky Fandi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Rezaldi Hehanusa
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Rezaldi Hehanussa
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Rian Firmansyah
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Ricky Fajrin
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Ilham Rio Fahmi
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Rizky Dwi Febrianto
Bali United
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Rizky Eka Putra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Rizky Ridho
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 6,96 Miliar
Ryan Kurnia
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Muhammad Salman Alfarid
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Sandy Walsh
KV Mechelen
Nilai Pasar
Rp 25 Miliar
Shayne Pattynama
KAS Eupen
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Slamet Nurcahyo
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Thiago Ferreria
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Vava Mario Yagalo
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 0,87 Miliar
Willian Pacheco
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Yann Motta
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Zalnando
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 1.74 Miliar
Zulfialdi
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Gelandang
Achmad Maulana
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Achmad Zidan Ar Rosyid
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 174 Juta
Adam Alis Setyano
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3.04 Miliar
Ahmad Agung Setia Budi
Borneo FC
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Ahmad Mahrus Asa
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,2 Miliar
Ahmad Nufiandani
Madura United
Nilai Pasar
Rp 2.61 Miliar
Ali Firmansyah
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Arkhan Fikri
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Arsan Makarin
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Bayu Pradana
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Beckham Putra Nugraha
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,0 Miliar
Beckham Putra Nugraha
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Bima Sakti
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Braif Fatari
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Bruno Matos
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Brwa Nouri
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Dedi Hartono
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Dedi Kusnandar
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2.61 Miliar
Muhammad Dzaky Asraf Huwaidi Syam
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Eber Bessa
Bali United
Nilai Pasar
Rp 4.8 Miliar
Eliano Reijnders
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 10,4 Miliar
Erwin Gutawa
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Evan Dimas
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Evandro Brandao
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Ezra Harm Ruud Walian
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Fadil Sausu
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Febri Hariyadi
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Feby Eka Putra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Firman Utina
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Gaston Castano
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Hanif Sjahbandi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Hanno Behrens
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Ikhsan Nul Zikrak
Borneo FC
Nilai Pasar
Rp 1.74 Miliar
Ilham Jaya Kesuma
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Irfan Samaling Kumi
Bali United
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Irkham Zahrul Mila
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Ivar Jenner
FC Utrecht
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Jack Alan Brown
Persita Tangerang
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Jansen Lumbantoruan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Jehan Pahlevi
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 434 Juta
Jonathan Cantillana
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
I Kadek Agung Widnyana Putra
Bali United
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Mohammad Kanu Helmiawan
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 0,87 Miliar
Kim Jeffrey Kurniawan
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 0,43 Miliar
M. Arfan
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
M. Hargianto
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
I Made Tito Wiratama
Bali United
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Makan Konate
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Maouri Ananda Yves Ramli Simon
Bali United
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Marc Klok
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 6,09 Miliar
Marselino Ferdinan
Oxford United
Nilai Pasar
Rp 20 Miliar
Matias Mier
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Michael Essien
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Muhammad Mufli Hidayat
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Muhammad Arfan
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Nabil Husain
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Muhammad Narendra Tegar Islami
Borneo FC
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Pablo Denizon
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Paulo Gali Freitas
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Paulo Sergio
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Paulo Oktavianus Sitanggang
Madura United
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Wilhelmus Simon Petrus Pluim
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Ponaryo Astaman
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Rachmat Irianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Muhammad Rahmat Syamsuddin Leo
Bali United
Nilai Pasar
Rp 0,17 Miliar
Ricky Kambuaya
Dewa United
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Rifqi Ray Farandi
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 0,87 Miliar
Riko Simanjuntak
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Muhammad Riski Afrisal
Madura United
Nilai Pasar
Rp 1,3 Miliar
Rivaldo Enero Pakpahan
Borneo FC
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Muhammad Rizky Eka Pratama
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Rizky Pora
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Robi Darwis
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 2,6 Miliar
Rocky Septian
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Ryo Matsumura
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Saddil Ramdani
Sabah FC
Nilai Pasar
Rp 6,2 Miliar
Septian David Maulana
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Sho Yamamoto
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
Song Ui-young
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Stefano Cugurra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Stefano Lilipaly
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Syahrian Abimanyu
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Taisei Marukawa
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Taufany Muslihuddin
Madura United
Nilai Pasar
Rp 2,2 Miliar
Tegar Infantrie Sukamto
PSIS Semarang
Nilai Pasar
Rp 1.5 Miliar
Thom Haye
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 52,14 Miliar
Toni Firmansyah
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Valeri Qazaishvili
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 26,09 Miliar
Vitinho
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Wawan Febrianto
PSIS Semarang
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Wiljan Pluim
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Yakob Sayuri
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Yance Sayuri
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
Zahaby Gholy
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Zanadin Fariz
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Ze Valente
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 5,22 Miliar
Penyerang
Abdulla Yusuf Helal
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ahmad Nur Hardianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Arkhan Kaka
Bhayangkara Presisi Indonesia FC (pinjaman dari Persis Solo)
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Arlyansyah Abdulmanan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Bambang Pamungkas
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Boaz Solossa
Persipura Jayapura
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Ciro Alves
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
David da Silva
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Dedik Setiawan
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 2,61 Miliar
Dendi Santoso
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 869 Juta
Dendy Sulistyawan
Bhayangkara FC
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Dimas Drajad
Persikabo 1973
Nilai Pasar
Rp 3,91 Miliar
Egy Maulana Vikri
Dewa United
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Esal Sahrul Muhrom
Persita Tangerang
Nilai Pasar
Rp 1,74 Miliar
Gali Freitas
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 5,5 Miliar
Greg Nwokolo
Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Hokky Caraka
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Ilija Spasojevic
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Jens Raven
Bali United
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Kurniawan Dwi Yulianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 435 Juta
Kushedya Hari Yudo
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Malik Risaldi
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Matheus Pato
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 6,09 Miliar
Mauro Zijlstra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,30 Miliar
Mochammad Supriadi
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 1.30 Miliar
Muhammad Rafli
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,48 Miliar
Ole Romeny
FC Utrecht
Nilai Pasar
Rp 42 Miliar
Privat Mbarga
Bali United
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Rafael William Struick
Brisbane Roar
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar (€450 ribu)
Ragnar Oratmangoen
KAS Eupen
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Ramadhan Sananta
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 4,78 Miliar
Teuku Razzaa Fachrezi Aziz
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 0,87 Miliar
Salim Tuharea
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Septian Satria Bagaskara
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 3,04 Miliar
Ilija Spasojevic
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 2,5 Miliar
Terens Puhiri
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Witan Sulaeman
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,35 Miliar
Yabes Roni
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Yardan Yafi
Persita Tangerang
Nilai Pasar
Rp 1.74 Miliar