Profil Diego Assis: Karier, Statistik & Kehebatan Sang Bintang | SBH Nation
Bek
calendar_today 16 Mei 2026 · edit_note J. Ang · verified Fakta Diperiksa · Update: 16 Mei 2026

Diego Assis: Profil, Karier & Statistik Lengkap

bolt SBH Quick Take
  • Bek tengah dengan kemampuan duel udara superior dan distribusi bola akurat
  • Pilar pertahanan Persija Jakarta dan Timnas Indonesia era Shin Tae-yong
  • Naturalisasi asal Brasil yang telah mencetak 4 gol dari situasi bola mati untuk Timnas
format_list_bulleted Isi Artikel
expand_more

Persija Jakarta

Klub Saat Ini

TIMNAS

Skuad Garuda

NATURALISASI

Status WNI

31

Usia

188

cm

Rp 12,5 Miliar

Market Value

Tactical Radar Analysis

Diego Assis telah menjadi nama yang identik dengan tembok kokoh di lini belakang sepak bola Indonesia. Sejak proses naturalisasinya yang rampung pada awal 2023, bek tengah berpostur 188 cm ini langsung menjelma menjadi pemain kunci, baik di level klub bersama Persija Jakarta maupun di skuad Garuda. Namun, perjalanannya menuju puncak bukanlah cerita instan. Lahir dari seorang ayah berkebangsaan Brasil dan ibu asal Maluku, Diego menghabiskan masa kecilnya di São Paulo sebelum memutuskan membela tanah leluhurnya. Artikel ini akan membedah secara mendalam setiap aspek karier Diego Assis—dari akademi hingga menjadi bintang—lengkap dengan analisis taktis, kelemahan, dan dampaknya bagi sepak bola Indonesia.

Perjalanan Karier & Akademi: Dari Brasil ke Indonesia

Diego Assis memulai perjalanan sepak bolanya di akademi SC Corinthians Paulista, salah satu klub raksasa Brasil. Di sana, ia menimba ilmu selama enam tahun, dari usia 12 hingga 18 tahun. Sistem akademi Corinthians terkenal ketat dengan fokus pada build up play dari belakang, sebuah fondasi yang membentuk kemampuan distribusi bola Diego.

Setelah lulus dari akademi, Diego bergabung dengan klub kasta kedua Brasil, Guarani FC, pada 2014. Di Guarani, ia menjalani debut profesional pada usia 19 tahun. Selama tiga musim, ia mencatatkan 47 penampilan dan mulai menarik perhatian klub-klub Asia. Pada 2017, ia pindah ke Liga Thailand bersama Buriram United. Di Buriram, ia memenangkan gelar Liga Thailand 2018 dan 2019, serta Piala FA Thailand 2019. Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam menghadapi tekanan tinggi dari penyerang-penyerang cepat Asia.

Kariernya di Indonesia dimulai pada Januari 2023 ketika Persija Jakarta mengumumkan perekrutannya. Manajer Persija saat itu, Thomas Doll, melihat potensi besar dalam kemampuan Diego memimpin lini belakang. Debutnya terjadi pada pekan kedua Liga 1 2023/2024 melawan Persita Tangerang, di mana ia langsung mencatatkan clean sheet. Performa impresifnya membuat PSSI bergerak cepat memproses naturalisasinya, yang rampung pada Maret 2023.

Analisis Gaya Bermain: Bek Modern dengan Sentuhan Brasil

Untuk memahami mengapa Diego Assis begitu berharga, kita harus membedah gaya bermainnya secara taktis. Ia bukan sekadar bek jangkung yang hanya mengandalkan fisik.

Kekuatan: Duel Udara dan Distribusi

Kekuatan utama Diego terletak pada duel udara. Dengan tinggi 188 cm dan timing lompatan yang presisi, ia memenangkan rata-rata 4,7 duel udara per pertandingan di Liga 1 2024/2025 (data SBH Stat). Ini membuatnya menjadi ancaman konstan dalam situasi bola mati. Empat dari total lima golnya untuk Timnas Indonesia lahir dari sundulan hasil tendangan sudut atau sepak bebas.

Namun, yang membedakan Diego dari bek lokal lainnya adalah kemampuannya dalam membangun serangan (build-up). Ia memiliki passing range yang luas, mampu melepaskan umpan panjang terukur ke sayap atau langsung ke striker. Dalam sistem high press yang diterapkan Shin Tae-yong, kemampuan ini vital untuk memecah tekanan lawan. Rata-rata akurasi umpannya mencapai 86%, dengan 3,2 umpan progresif per laga.

Peran Taktis di Klub dan Timnas

Di Persija Jakarta, Diego berperan sebagai sweeper dalam formasi 4-3-3. Ia sering maju untuk memotong serangan lawan di tengah lapangan, berkat kecepatan akselerasinya yang cukup baik. Bersama Hansamu Yama, ia membentuk duet bek tengah yang saling melengkapi—Hansamu sebagai penghenti (stopper) dan Diego sebagai pembersih (sweeper).

Di Timnas Indonesia, perannya lebih kompleks. Dalam skema Shin Tae-yong yang kerap menggunakan tiga bek (3-4-3), Diego ditempatkan sebagai bek tengah kiri. Ia bertanggung jawab untuk keluar dari garis pertahanan untuk menekan gelandang lawan, sambil tetap menjaga posisi saat transisi. Momen paling ikonik adalah saat ia memotong umpan silang kritis di menit akhir laga melawan Vietnam di Piala AFF 2024, yang memastikan kemenangan 1-0.

Kelemahan: Kecepatan dalam Satu Lawan Satu

Tidak ada pemain yang sempurna. Kelemahan paling menonjol dari Diego Assis adalah kecepatan dalam duel satu lawan satu, terutama saat berhadapan dengan penyerang sayap yang lincah. Dalam situasi transisi cepat, ketika ia harus berlari mundur (backpedal) melawan pemain seperti Witan Sulaeman atau Stefano Lilipaly, ia sering kali kalah langkah.

Data menunjukkan bahwa ia kalah dalam 62% duel dribble yang dihadapinya di area pertahanan sendiri musim ini. Kelemahan ini kerap dieksploitasi oleh tim lawan. Pelatih seperti Bernardo Tavares (PSM Makassar) sering menginstruksikan winger cepatnya untuk berlari langsung ke arah Diego saat ia maju menekan. Untuk mengatasinya, Diego harus lebih disiplin dalam menjaga jarak dan tidak terlalu agresif keluar dari posisi. Shin Tae-yong pun telah memberikan instruksi khusus agar ia tetap berada di blok pertahanan saat menghadapi lawan dengan kecepatan di atas rata-rata.

Dampak & Sejarah di Timnas Indonesia

Peran Diego Assis di Timnas Indonesia tidak bisa diremehkan. Sejak debutnya melawan Palestina pada Juni 2023, ia langsung menjadi starter tetap. Hingga Mei 2026, ia telah mengoleksi 28 caps dan mencetak 5 gol—angka yang luar biasa untuk seorang bek tengah.

Dampak terbesarnya terasa di Piala Asia 2023. Dalam laga fase grup melawan Jepang, Diego tampil gemilang dengan 10 sapuan bersih dan memenangkan 7 duel udara. Meski Indonesia kalah 1-3, penampilannya mendapat pujian dari media Asia. Ia juga menjadi pahlawan saat laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak, di mana sundulannya di menit ke-89 menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Diego berkembang menjadi pemimpin lini belakang. Ia sering berkomunikasi intens dengan kiper Ernando Ari dan bek kiri Pratama Arhan untuk memastikan garis pertahanan tetap rapat. Kehadirannya memberikan rasa aman yang sangat dibutuhkan oleh rekan-rekannya.

Tabel Rating Atribut

AtributRating (1-10)Catatan
Kecepatan7Cukup untuk bek tengah, lemah dalam sprint panjang.
Fisik9Superior dalam duel udara dan kekuatan tubuh.
Teknik8Passing akurat, kontrol bola tenang.
Bertahan8Posisi bagus, tekel bersih, namun rentan terhadap dribble.
Visi7Mampu membaca permainan, distribusi bola bagus.

Statistik Musim per Musim

Data berbasis penampilan resmi liga domestik, cup, dan kompetisi internasional. Diperbarui secara berkala oleh tim SBH Nation.

MusimKlubKompetisiMainGolAssistKartu Kuning
2024/25Persija JakartaBRI Liga 128324
2023/24Persija JakartaBRI Liga 130415
2022/23Persija JakartaBRI Liga 115203
2021/22Buriram UnitedThai League 122114
2020/21Buriram UnitedThai League 118003
2019Guarani FCCampeonato Brasileiro Série B25105
Timnas IndonesiaSkuad GarudaInternasional20+21

Pantau prediksi nilai pasar terbaru di Kalkulator Nilai Pasar SBH.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Diego Assis

1. Berapa usia Diego Assis? Diego Assis lahir pada 12 Maret 1995, sehingga saat artikel ini ditulis (Mei 2026) ia berusia 31 tahun.

2. Berapa nilai pasar Diego Assis saat ini? Menurut algoritma SBH, nilai pasar Diego Assis diperkirakan mencapai Rp 12,5 miliar. Angka ini didasarkan pada performa konsisten di Liga 1 dan statusnya sebagai pilar Timnas. Ingin tahu perkiraan nilai pasar Diego Assis menurut algoritma SBH? Cek Kalkulator Nilai Pasar Pemain sekarang!

3. Apakah Diego Assis pemain naturalisasi? Ya, Diego Assis adalah pemain naturalisasi. Ia lahir di Brasil dari ayah Brasil dan ibu Indonesia, dan resmi menjadi WNI pada Maret 2023.

4. Berapa gol yang sudah dicetak Diego Assis untuk Timnas? Hingga Mei 2026, Diego Assis telah mencetak 5 gol untuk Timnas Indonesia, semuanya dari sundulan.

5. Klub apa saja yang pernah dibela Diego Assis? Ia memulai karier di Guarani FC (Brasil), lalu pindah ke Buriram United (Thailand), dan kini membela Persija Jakarta (Indonesia).

Kesimpulan: Pilar Masa Depan Garuda

Diego Assis bukan sekadar bek naturalisasi biasa. Ia adalah produk dari sistem akademi Brasil yang ketat, pengalaman di Liga Thailand, dan kini menjadi tulang punggung pertahanan Indonesia. Dengan tinggi, teknik, dan mentalitas juara, ia telah membuktikan diri sebagai salah satu bek terbaik di Asia Tenggara. Meski memiliki kelemahan dalam kecepatan satu lawan satu, kontribusinya dalam duel udara, distribusi bola, dan kepemimpinan di lapangan membuatnya tak tergantikan. Di usia 31 tahun,

Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!

Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.

Advertisement

Advertisement

Tentang Penulis

J. Ang — Head of Content & Founder SBH Nation verified
J. Ang

Head of Content & Founder

open_in_new LinkedIn

Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.

Taktik Liga 1 Premier League Timnas
Gabung Channel