U23
"Garuda Muda"
- Timnas Indonesia U-23 baru pertama kali meraih medali emas SEA Games pada edisi 2023 Kamboja setelah 32 tahun penantian sejak 1991.
- Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) telah menjadi saksi 3 laga final SEA Games yang melibatkan Garuda Muda, termasuk kekalahan pahit pada 2019.
- Indra Sjafri adalah satu-satunya pelatih yang berhasil membawa Timnas Indonesia U-23 juara di dua turnamen berbeda: AFF U-23 2019 dan SEA Games 2023.
⚡ ANALISIS MENDALAM SBH
Identitas & Asal Usul Timnas: Pondasi Emas Garuda Muda
Tim Nasional Indonesia U-23, yang diatur secara resmi di bawah manajemen PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), merupakan jenjang seleksi formasi paling krusial sebelum para punggawa menembus level skuad senior. Kesebelasan dengan julukan kebesaran Garuda Muda ini pertama kali diorganisasi secara sistematis pada awal kalender dekade 1990-an. Tujuan absolut pembentukan kelompok usia ini adalah memastikan sirkulasi regenerasi talenta sepak bola nasional berjalan konstan tanpa hambatan, sekaligus memberikan arena kompetitif antarnegara guna mengasah mental bertanding atlet pada batasan usia di bawah 23 tahun.
Mengenakan seragam ikonik merah menyala yang berpadu dengan aksen putih suci merefleksikan bendera kebangsaan, tim nasional ini menetapkan markas sakralnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, wilayah ibukota Jakarta. Area stadion bersejarah berkapasitas daya tampung 77.200 kursi penonton tersebut senantiasa menjadi saksi riuh beragam peristiwa magis serta pertandingan sarat tekanan emosional. Karakteristik pakem yang amat melekat pada fondasi identitas permainan tim mencakup daya juang spartan di atas rumput, kelincahan penetrasi dari sektor sayap, dan nyali pantang menyerah meski harus meladeni postur fisik menjulang pemain lawan asal kawasan Timur Tengah maupun kekuatan elit Asia Timur.
[!NOTE] Julukan “Garuda Muda” disematkan untuk memancarkan roh kebanggaan lambang burung mitologi nasional pembawa keberanian. Filosofi ini diterapkan secara murni saat bertanding melalui manuver tekanan agresif dan ketidakinginan pemain untuk menundukkan kepala meski taktik tengah tertinggal dari skor musuh.
Sejarah & Prestasi Piala Dunia: Pencapaian Elit dan Misi Olimpiade
Walaupun tidak berkompetisi pada gelanggang raksasa Piala Dunia FIFA di level kategori senior, pergerakan kekuatan Timnas Indonesia U-23 diukur secara nyata lewat turnamen prestisius konfederasi umur terbatas layaknya Piala Asia U-23 yang sistematis difungsikan sebagai tahapan babak kualifikasi penentu laju menuju turnamen akbar Olimpiade. Rentetan catatan sejarah paling manis sekaligus fenomenal sukses tertoreh indah pada kalender ajang olahraga multinasional, lewat pencapaian dua buah perolehan kepingan medali emas sepak bola Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games).
Medali supremasi agung pertama berhasil dipanen pada gelaran ajang edisi 1991 yang berpusat di Manila, Filipina. Rasa penantian panjang puasa gelar selama interval periode 32 tahun berikutnya kemudian berhasil dituntaskan secara sempurna nan dramatis pada ajang sengit SEA Games 2023 yang berlokasi di Phnom Penh, daratan Kamboja. Di turnamen pamungkas tersebut, keuletan taktik skuad asuhan komando juru racik Indra Sjafri sukses mempecundangi dominasi pakem rival serumpun Timnas Thailand U-23 melalui agregat akhir skor telak 5-2 pada pertempuran babak perpanjangan waktu ekstra.
| Turnamen Kompetisi | Prestasi Tertinggi Akhir | Tahun Pencapaian | Rekaman Laga Bersejarah Penentu Gelar |
|---|---|---|---|
| SEA Games | Medali Emas Supremasi | 1991, 2023 | Kemenangan dominan skor 5-2 melibas negara Thailand (2023) |
| Piala AFF U-23 | Juara Pertama Regional | 2019 | Tampil epik menaklukkan skuad liat Timnas Vietnam U-23 di daratan Asia Tenggara |
| Piala Asia U-23 | Menempati Peringkat Keempat | 2024 | Mengalahkan negara adikuasa Timnas Korea Selatan U-23 memanfaatkan letupan adu penalti 11-10 |
| Asian Games | Mencapai Fase Babak 16 Besar | 2018, 2022 | Terhenti dengan perlawanan alot oleh benteng kokoh Timnas Uzbekistan U-23 edisi 2022 |
Gebrakan gemuruh paling mencengangkan sukses tercipta secara masif pada kejuaraan pamungkas benua, Piala Asia U-23 2024 di negara tuan rumah Qatar. Berbekal status tim anak bawang debutan kualifikasi, para petarung Garuda Muda menerjang keras membuyarkan prediksi pakar pengamat bola benua dengan meluncur kencang hingga berhasil menembus babak elit semifinal.
Taktik & Pelatih Saat Ini: Strategi Progresif Era Shin Tae-yong
Pergeseran mendasar pendekatan strategi Timnas Indonesia U-23 mencatatkan lonjakan evolusi radikal semenjak masuknya kepemimpinan peracik sihir taktik warisan Korea Selatan, Shin Tae-yong. Ia mematikan membuang skema kuno berbasis gaya reaktif murni serangan balik panjang, menggantinya menuju skema kendali sirkulasi permainan progresif sepak bola modern berbasis transisi umpan pendek kilat. Mengedepankan kerangka struktur dasar taktik 3-4-3 yang adaptif, atau transformasi formasi padat 5-3-2 kala mengaplikasikan pertahanan total mengusir serangan, cetak biru sistem racikannya murni menitikberatkan agresi merebut penguasaan bola pada sepertiga area tengah batas lapangan.
Trio palang pintu bek sentral tangguh yang kerap dipimpin komando kecerdasan kapten Rizky Ridho mendapat mandat wajib memulai laju operan progresi sirkulasi serangan dari kaki ke kaki (build-up) langsung sejajar wilayah kotak penjaga gawang terdalam. Bertolak membedah penempatan ruang sisi tepi sayap (wing-back), kehadiran figur spesialis daya tahan cepat layaknya Pratama Arhan serta kelincahan eksplosif Ilham Rio Fahmi dipatenkan wajib membelah garis pertahanan dengan mempraktikkan manuver lari overlap konstan bertempo tinggi merusak konsentrasi penyelarasan pertahanan musuh.
[!TIP] Desain penerapan disiplin penekanan blok tinggi (high press) mengamanatkan gerombolan formasi lini serang secara instan mencekik alur sirkulasi ruang umpan empat bek lawan. Penyesuaian absolut implementasi strategi militer ini murni mutlak bersyarat rekor ketersediaan VO2 Max serta laju kapasitas pemulihan stamina fisiologis prima di lapangan.
Pelatih peraih kehormatan mutlak medali emas level Asia Tenggara, Indra Sjafri, juga menanamkan andil magis mumpuni saat dimandatkan penugasan khusus pada pergelaran turnamen berjenjang tertentu. Racikan tangannya secara tajam mengedepankan ritme simfoni permainan umpan pendek cepat murni (short passing tiki-taka) memadukan efisiensi bentuk struktur klasik 4-3-3.
Pemain Kunci & Wonderkid: Sinergi Talenta Lokal dan Diaspora
Kekuatan destruktif penunjang performa Timnas Indonesia U-23 masa mutakhir mengandalkan letupan kualitas amunisi bakat individu bintang kompetisi lokal hasil didikan akademi nasional disilangkan sentuhan kematangan pengalaman diaspora pemain berdarah kental keturunan silang Eropa. Motor generator penyuplai roda kendali pergerakan alur bola murni bertumpu pada sosok sang kreator gelandang brilian, Marselino Ferdinan. Bintang belia kelahiran tahun 2004 ini berani mengasah ketahanan bermain keras melompat benua hingga menandatangani kontrak profesional bersama klub strata divisi Championship Liga Inggris, Oxford United. Sepasang kakinya lihai melancarkan agresi kelincahan manuver dribel maut mengurai penjagaan kerumunan pertahanan ketat, dilengkapi insting tembakan meriam presisi dari luar batas kotak penalti, plus intuisi visi cerdik mencetak sodoran umpan penyelesaian akhir ruang mematikan (killer pass).
Garis akhir pertahanan kiper bertumpu kukuh berkat kelenturan reaksi Ernando Ari Sutaryadi. Penjaga gawang tangkas berfisik atletis bentukan tim kebanggaan Jawa Timur Persebaya Surabaya ini menorehkan rekam jejak aksi gemilang melayang menangkis beragam rentetan letupan bola tembakan penalti krusial, sangat diandalkan membaca arah pandang laju tebakan penyerang musuh secara tenang dengan insting mematikan. Daya eksplosivitas kecepatan manuver sisi tepi murni didorong gairah konsisten Witan Sulaeman pilar serangan tajam skuad Persija Jakarta, master spesialis penyayat rusuk lebar ruang sempit bek bek kokoh rival internasional.
Ketersediaan gerbong gerak amunisi armada diaspora mengatrol kualitas kestabilan teknik permainan merata meroket tajam konstan. Gelandang pengendali ritme pandai Ivar Jenner, punggawa sentral kompetisi elit divisi FC Utrecht, rajin memberikan proteksi ketenangan aliran suplai bola mutlak di depan barikade tiga poros pertahanan. Melengkapi barisan penggempur depan gawang, aset tempaan bakat sistem akademi ADO Den Haag, sang penyerang oportunis Rafael Struick, berperan cerdas mengecoh menempati pergerakan murni ujung tombak penarik konsentrasi murni tak beraturan posisi striker palsu (false nine).
Ekosistem Sepak Bola (Liga Domestik): Kontribusi Vital Liga 1
Kestabilan rentetan pencapaian performa mentereng kasta kebanggaan pilar Timnas Indonesia U-23 disokong berkat sehatnya persaingan kompetitif arena Liga 1 Indonesia. Otoritas regulasi mutlak konfederasi olahraga nasional PSSI dibantu penggerak bisnis pelaksana PT Liga Indonesia Baru secara konstan menjatuhkan kebijakan aturan pelindung operasional berani, menitahkan kewajiban mengikat pada 18 klub partisipan pertempuran takhta supremasi kasta paling atas demi memberikan alokasi jaminan menit bermain wajib sekurang-kurangnya interval hitungan 45 menit pertama spesifik kepada penggawa kelompok umur muda bertaraf status pemain batas bawah U-23. Regulasi saklek tanpa toleransi inilah yang terbukti menjadi palu pembuka keberanian memacu mental jajaran pelatih manajer klub kesebelasan elit untuk menurunkan bertaruh garansi mempromosikan bibit pemain belia di susunan formasi paten susunan pertandingan sebelas posisi utama.
Pusat markas kawah formasi kebesaran sejarah klub klub legendaris seperti ibukota metropolitan macan kemayoran Persija Jakarta, skuad jagoan nyali kebanggaan bajul ijo pelabuhan Persebaya Surabaya, laskar gigih ayam jantan timur PSM Makassar, serta raksasa pesut tim Borneo FC bermetamorfosis bertransformasi fungsional selaku ladang pusat perakitan penyedia cetakan tenaga murni penggerak skuad nasional. Standarisasi piramida sistem edukasi binaan akademi mereka dirancang bertingkat paralel berselaras sistem kurikulum turnamen bentukan pusat kepemimpinan wadah sistem Elite Pro Academy (EPA). Lewat rangkaian pertandingan arena ketat penjenjangan level perantara kompetisi murni kejuaraan liga cadangan amatir usia muda menuju jajaran elit profesional berformat matang, fase kemulusan perpindahan adaptasi sirkulasi pemain terjamin berlangsung natural optimal tiada cacat hambatan.
Banyak punggawa perhiasan garuda baru berusia dini antara bilangan kisaran 19 hingga angka kematangan 20 tahun sekarang berani tegak mantap menggenggam menyandang predikat absolut kepercayaan pemain reguler jaminan pertempuran menit starter inti dalam persaingan ketat rotasi pilar klubnya sendiri masing-masing bernaung. Ditempa penderitaan rutinitas intensitas jadwal kalender laga pertandingan, kerasnya gesekan sentuhan duel bahu tabrakan tulang raksasa tempur serdadu legiun pemain benua asing, serta tempaan mental menelan makian paduan tekanan raungan yel nyanyian fanatik sorakan jutaan lautan nyali suporter tribun rumahan tuan rumah, daya tahan struktur fisik psikologis psikis karakter nyali anak anak bakat muda terpilih ditempa berwujud padat keras mengeras wujud berlian tanpa cacat.
Koneksi dengan Sepak Bola Indonesia: Harapan Bangsa dan Militansi Suporter
Ikatan simpul tali roh persaudaraan suci terjalin erat antara gerbong pemain kesebelasan perwakilan barisan skuad pilar Timnas Indonesia U-23 dan puluhan juta tatapan dada harapan seluruh jajaran populasi rakyat warga seantero penjuru wilayah kepulauan raya bumi pusaka nusantara menghidupkan letupan fanatisme militansi pengikut tak tertandingi murni absolut pada bentangan kancah pergaulan bola daratan luas Benua Kuning konfederasi Asia. Di mata nurani publik masyarakat segenap pelosok tanah air pecinta tontonan bola akar rumput merdeka, tegaknya identitas berdirinya serdadu pasukan garuda sayap Garuda Muda sama sekali tidak diukur nilai sebagai sekadar formasi barikade kelompok atlet pemuda atlet pengejar kepingan medali logam material fisik perhiasan lemari museum emas, namun menancapkan posisi suci bertindak menjelma wadah pembawa panji duta tonggak simbol nyata manifestasi kebangkitan gerakan membela muruah pertarungan harga diri nilai nilai kedaulatan bangsa. Pada tiap momentum saat tiupan nyaring gema peluit sepak mula bergulir dibunyikan merobek perhelatan pembuka partai di seluruh kejuaraan panggung mayor arena elit turnamen berlabel regional, puluhan hingga beratus ratus ribu gerombolan formasi kumpulan setia elemen gelombang pendukung patriot suporter loyalis sejati senantiasa siap sedia memadati mengisi menjejali seluruh lorong kapasitas sudut kursi bangku memutar melingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno.
[!WARNING] Visual atraksi pembuatan format koreografi kanvas instalasi kain desain lembar spanduk karya murni lukisan (tifo) berukuran dimensi super maha raksasa tiga wujud dimensi yang dibentangkan lebar terhampar ditarik kuat memanjang tegak pada sudut deretan lautan tribun penonton bertindak murni mutlak menjatuhkan merobek ancaman teror kengerian intimidasi dampak senjata perang psikologis mental psikis sangat masif merusak nyali musuh.
Generasi lapis murni rentang kelompok emas batas umur skuad ini seutuhnya diwariskan beban posisi mengangkut berdirinya pondasi tiang utama kerangka sistem formasi struktur arsitektur wajah depan kejayaan cetak biru persepakbolaan sejarah Nusantara. Pancaran kobaran ekspektasi optimisme kembali melambung mendaki memanjat puncak langit angkasa seusai rentetan mukjizat keajaiban berhasil ditorehkan mengemas lembaran deret rekor sukses menumbangkan sejarah benteng penakluk kebanggaan para langganan raksasa negara peserta supremasi dominator dominan kejuaraan turnamen level mapan edaran kelompok umur di Asia. Tongkat pelari estafet kelanjutan pergerakan revolusi kemajuan kini resmi ditegakkan teguh di pijakan murni alas tapak sepatu ujung kaki para pemain penggawa pemberani perwira barisan formasi garuda muda demi meneruskan perjuangan gigih membawa mengibarkan mengerek melambungkan sakral tingginya menjulang kibaran bendera panji warna dwi warna sakti suci Merah Putih setara sederajat bersanding meroket mensejajarkan letak wibawa negara bersama elit jajaran adikuasa di pergaulan bola merumput pada panggung pertarungan pentas unjuk gigi olimpiade kelas dunia global masa mendatang.
👤 SKUAD LENGKAP TIMNAS
Penjaga Gawang
Andritany Ardhiyasa
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Awan Setho Raharjo
Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ernando Ari
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Ernando Ari Sutaryadi
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
I Made Wirawan
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 1,5 Miliar
Maarten Paes
FC Dallas
Nilai Pasar
Rp 60 Miliar
Muhammad Riyandi
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Nadeo Argawinata
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Teja Paku Alam
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Yuran Fernandes
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 7,8 Miliar
Bek
Achmad Jufriyanto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 1,5 Miliar
Aidil Zafuan
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Aji Putra Kalampung
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Alfeandra Dewangga
PSIS Semarang
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Arif Satria
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Asnawi Mangkualam
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Bagas Kaffa
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Bio Paulin
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Bruno Moreira
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Calvin Verdonk
NEC Nijmegen
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Charis Yulianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Daisuke Sato
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Dane Milovanovic
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
Dedy Gusmawan
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Diego Assis
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
Diego Michiels
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Dion Markx
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Elkan Baggott
Bristol Rovers
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Fachruddin Aryanto
Madura United
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Fajar Faturahman
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Firza Andika
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Flabio Andrade
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Frengky Deaner Missa
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 2,17 Miliar
Hamka Hamzah
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 1,5 Miliar
Hansamu Yama Pranata
Barito Putera
Nilai Pasar
Rp 3.5 Miliar
Haykal Alhafiz
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Henhen Herdiana
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Indra Kahfi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Irianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Ismed Sofyan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 300 Juta (Pensiun)
Jaimerson Xavier
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Jandia Eka Putra
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Jay Idzes
Venezia FC
Nilai Pasar
Rp 25 Miliar (€1.5 juta)
Johan Alfarizi
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 4,8 Miliar
Jordi Amat
Johor Darul Ta'zim FC (JDT)
Nilai Pasar
Rp 20 Miliar
Justin Hubner
Wolves U21
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Kakang Rudianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Kevin Diks
FC København
Nilai Pasar
Rp 50 Miliar
Leonard Tupamahu
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Mees Hilgers
FC Twente
Nilai Pasar
Rp 70 Miliar
Mikael Alfredo Tata
Arema FC
Muhammad Ferarri
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Muhammad Segu Samosir
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Nathan Tjoe-A-On
SC Heerenveen
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ondrej Kudela
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 1,2 Miliar
Otavio Dutra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Paulo Henrique
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,2 Miliar
Pratama Arhan
Bangkok United
Nilai Pasar
Rp 4.8 Miliar
Putu Gede Juni Antara
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 5,5 Miliar
Rasyid Bakri
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Rayhan Hannan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Renan Alves
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Rendi Irwan
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Resky Fandi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Rezaldi Hehanusa
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 4.5 Miliar
Rezaldi Hehanussa
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 5,5 Miliar
Rian Firmansyah
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ricky Fajrin
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Rizky Eka Putra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Rizky Ridho
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Ryan Kurnia
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Sandy Walsh
KV Mechelen
Nilai Pasar
Rp 25 Miliar
Shayne Pattynama
KAS Eupen
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Slamet Nurcahyo
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Thiago Ferreria
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
Willian Pacheco
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Yann Motta
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Zulfialdi
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Gelandang
Achmad Maulana
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ahmad Mahrus Asa
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,2 Miliar
Ali Firmansyah
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Arkhan Fikri
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Arsan Makarin
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Bayu Pradana
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Beckham Putra Nugraha
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Bima Sakti
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Braif Fatari
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Bruno Matos
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Brwa Nouri
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Dedi Hartono
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Eber Bessa
Bali United
Nilai Pasar
Rp 4.8 Miliar
Erwin Gutawa
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Evan Dimas
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Evandro Brandao
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Fadil Sausu
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Febri Hariyadi
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Feby Eka Putra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,8 Miliar
Firman Utina
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Gaston Castano
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Hanif Sjahbandi
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Hanno Behrens
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 6 Miliar
Ilham Jaya Kesuma
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ivar Jenner
FC Utrecht
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Jansen Lumbantoruan
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Jonathan Cantillana
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
M. Arfan
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
M. Hargianto
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Makan Konate
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Marc Klok
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Marselino Ferdinan
Oxford United
Nilai Pasar
Rp 20 Miliar
Matias Mier
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 2,5 Miliar
Michael Essien
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Nabil Husain
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,2 Miliar
Pablo Denizon
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Paulo Gali Freitas
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
Paulo Sergio
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12,5 Miliar
Wilhelmus Simon Petrus Pluim
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 8.5 Miliar
Ponaryo Astaman
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Rachmat Irianto
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ricky Kambuaya
Dewa United
Nilai Pasar
Rp 5 Miliar (€300 Ribu)
Riko Simanjuntak
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Rizky Pora
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Rocky Septian
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ryo Matsumura
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,2 Miliar
Saddil Ramdani
Sabah FC
Nilai Pasar
Rp 6,2 Miliar
Septian David Maulana
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 5 Miliar
Sho Yamamoto
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Song Ui-young
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Stefano Cugurra
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Stefano Lilipaly
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 4,5 Miliar
Syahrian Abimanyu
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Taisei Marukawa
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Thom Haye
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar (€900 ribu)
Valeri Qazaishvili
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Vitinho
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Wiljan Pluim
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Yakob Sayuri
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Yance Sayuri
PSM Makassar
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Zahaby Gholy
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Zanadin Fariz
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ze Valente
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Penyerang
Abdulla Yusuf Helal
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ahmad Nur Hardianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Arkhan Kaka
Bhayangkara Presisi Indonesia FC (pinjaman dari Persis Solo)
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Bambang Pamungkas
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Boaz Solossa
Persipura Jayapura
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Ciro Alves
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
David da Silva
Persib Bandung
Nilai Pasar
Rp 15 Miliar
Dedik Setiawan
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 12 Miliar
Dendy Sulistyawan
Bhayangkara FC
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Dimas Drajad
Persikabo 1973
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Egy Maulana Vikri
Dewa United
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Gali Freitas
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 5,5 Miliar
Greg Nwokolo
Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Hokky Caraka
PSS Sleman
Nilai Pasar
Rp 8,5 Miliar
Ilija Spasojevic
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Kurniawan Dwi Yulianto
Persebaya Surabaya
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Kushedya Hari Yudo
Arema FC
Nilai Pasar
Rp 3,2 Miliar
Matheus Pato
Persik Kediri
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Muhammad Rafli
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Ole Romeny
FC Utrecht
Nilai Pasar
Rp 42 Miliar
Privat Mbarga
Bali United
Nilai Pasar
Rp 6,5 Miliar
Rafael William Struick
Brisbane Roar
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar (€450 ribu)
Ragnar Oratmangoen
KAS Eupen
Nilai Pasar
Rp 8 Miliar
Ramadhan Sananta
Persis Solo
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Ilija Spasojevic
Bali United FC
Nilai Pasar
Rp 2,5 Miliar
Terens Puhiri
Borneo FC Samarinda
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar
Witan Sulaeman
Persija Jakarta
Nilai Pasar
Rp 7,5 Miliar
Yabes Roni
Bali United F.C.
Nilai Pasar
Rp 3,5 Miliar