Apa Itu Second Striker? Posisi Penghubung Serangan
- Second Striker adalah penyerang yang beroperasi di 'lubang' antara gelandang dan striker utama.
- Posisi ini menggabungkan kemampuan mencetak gol dengan visi dan kreativitas untuk mengumpan bola ke striker utama.
- Contoh ikonik: Francesco Totti di AS Roma dan Dennis Bergkamp di Arsenal.
format_list_bulleted
Isi Artikel
expand_more
Definisi Second Striker
Second Striker adalah penyerang yang beroperasi di ruang antara lini tengah dan striker utama. Cara kerjanya: ia bukan target man yang berdiam di kotak penalti, melainkan pemain yang turun mencari bola, menciptakan ruang, dan menjadi otak kreatif di sepertiga akhir lapangan. Contoh paling terkenal: Dennis Bergkamp di Arsenal era Arsène Wenger, yang menjadi mitra sempurna bagi Thierry Henry.
Posisi ini sering disalahartikan sebagai false-nine atau gelandang serang. Bedanya, second striker tetap memiliki DNA penyerang murni — ia diharapkan mencetak gol, tetapi tugas utamanya adalah membuat gol untuk orang lain. Ia adalah penghubung yang mengubah build-up play dari tengah menjadi peluang mematikan di depan gawang. Di Liga 1, kita sering melihat pemain asing yang diberi label “playmaker” sebenarnya menjalankan peran ini.
Sejarah & Evolusi
Konsep second striker lahir dari kebutuhan taktis untuk mengisi “lubang” yang ditinggalkan oleh formasi dua striker kaku. Pada era 1990-an dan awal 2000-an, formasi 4-4-2 klasik mulai dimodifikasi. Pelatih seperti Giovanni Trapattoni di Juventus dan Marcello Lippi menggunakan Alessandro Del Piero bukan sebagai penyerang murni, tetapi sebagai trequartista — gelandang serang yang bermain sangat tinggi.
Evolusi besar terjadi di Serie A Italia, di mana ruang sangat sempit dan pertahanan rapat. Second striker menjadi senjata untuk membongkar low-block lawan. Nama-nama seperti Roberto Baggio dan Francesco Totti mendefinisikan ulang posisi ini, menunjukkan bahwa seorang penyerang bisa menjadi pengumpul assist terbanyak sekaligus pencetak gol penting. Mereka adalah jawaban Italia terhadap tiki-taka Spanyol yang mengandalkan ball possession — sebuah solusi kreatif dalam transisi cepat.
Implementasi Taktis di Lapangan
Second striker bergerak bebas di sepertiga akhir lapangan, sering kali menarik bek tengah lawan keluar dari posisinya. Gerakan “drop deep” ini menciptakan dua masalah bagi lawan: jika bek mengikutinya, ia membuka ruang di belakang untuk striker utama; jika tidak, second striker punya waktu dan ruang untuk mengolah bola. Kemampuan teknis satu lawan satu, visi passing terobosan, dan tembakan dari luar kotak adalah senjata wajib.
Posisi ini membutuhkan pemahaman kimia yang hampir telepati dengan striker utama. Bukan sekadar umpan satu-dua, tetapi sinkronisasi gerak tanpa bola. Saat tim kehilangan bola, second striker sering menjadi garis pressing pertama, menekan gelandang atau bek yang membawa bola untuk memutus aliran serangan lawan sejak dini.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Aturan Dasar | Beroperasi di “ruang antara” (between the lines), bertugas menciptakan peluang sekaligus mencetak gol. |
| Siapa yang Terlibat | Membentuk partnership dengan 1 striker utama (target man atau speedster) dan gelandang serang. |
| Zona Lapangan | Dominan di “half-space” (kanan/kiri tengah) dan area tepi kotak penalti, jarang masuk ke dalam kotak 6-yard. |
Contoh Nyata di Dunia Sepak Bola
Francesco Totti di AS Roma adalah purwarupa sempurna. Di bawah arahan pelatih Luciano Spalletti, Totti secara resmi dicatat sebagai gelandang serang, tetapi pergerakan dan produktivitas golnya adalah second striker sejati. Mitranya, Vincenzo Montella atau Gabriel Batistuta, yang menjadi ujung tombak. Di Premier League, Dennis Bergkamp dan Thierry Henry membentuk duo legendaris. Bergkamp yang kidal menarik bek ke kanan, lalu memberi umpan terobosan kepada Henry yang melesat dari kiri.
Era modern masih melestarikan posisi ini, meski dengan nama berbeda. Kevin De Bruyne di Manchester City sering beroperasi seperti second striker dalam fase final, begitu pula Thomas Müller di Bayern Munich yang menguasai “raumdeuter” (penerjemah ruang). Di Asia, Shinji Kagawa di masa jayanya di Borussia Dortmund adalah contoh second striker yang brilian, menjadi kunci counter-attack cepat Jurgen Klopp.
Relevansi bagi Sepak Bola Indonesia
Di Liga 1, kita jarang melihat second striker murni karena tuntutan taktik yang lebih pragmatis. Banyak tim lebih memilih dua striker murni atau satu striker yang didukung gelandang serang. Namun, potensi ada. Pemain seperti Egy Maulana Vikri (ketika fit) punya karakteristik yang cocok: kemampuan dribbling di ruang sempit, passing akhir yang baik, dan naluri mencetak gol. Tantangannya adalah menemangkan striker utama yang kompatibel.
Untuk Timnas Indonesia, eksperimen dengan second striker bisa menjadi solusi menghadapi tim yang bertahan rapat. Daripada memaksakan target-man melawan bek fisik, menggunakan pemain seperti Marselino Ferdinan di belakang striker seperti Dimas Drajad bisa menciptakan variasi serangan. Ini membutuhkan keberanian pelatih untuk meninggalkan formasi flat dan mengadopsi sistem yang lebih fluid, seperti 4-2-3-1 atau 4-4-1-1, di mana “1” di belakang striker itu adalah second striker.
FAQ: Pertanyaan Paling Sering tentang Second Striker
Apa perbedaan Second Striker dengan taktik lainnya? Berbeda dengan false-nine yang bermulai dari posisi striker lalu turun, second striker bermulai dari posisi lebih dalam lalu naik. Berbeda dengan gelandang serang (AMC) yang fokus menciptakan peluang, second striker memiliki beban gol yang setara dengan striker utama. Ia adalah hybrid antara penyerang dan playmaker.
Kapan Second Striker paling efektif digunakan? Paling efektif melawan tim yang bermain low-block dengan dua bek tengah yang rapat. Second striker menarik salah satu bek keluar, merusak struktur pertahanan. Posisi ini juga vital dalam transisi cepat (counter-attack), di mana keputusan sepersekian detik untuk memberi umpan terobosan atau menembak menentukan gol.
Siapa pelatih atau tim yang paling dikenal dengan Second Striker? Arsène Wenger di Arsenal (dengan duo Bergkamp-Henry) dan Luciano Spalletti di AS Roma (dengan Totti sebagai titik pusat). Di era modern, Julian Nagelsmann sering memanfaatkan pemain seperti Christopher Nkunku dalam peran hybrid ini. Konsep ini juga akar dari kesuksesan Timnas Italia di Piala Dunia 2006 dengan Totti di belakang Luca Toni.
Cek juga: Kalkulator Nilai Pasar Pemain Liga 1 racikan tim SBH Nation sekarang!
Berikan Reaksi Kamu, SBH Nation!
Gimana menurut kamu artikel ini? Klik buat kasih tau dunia.
Advertisement
Advertisement
Tentang Penulis
verified Head of Content & Founder
Penggila taktik sepak bola yang percaya bahwa analisis yang baik bisa mengubah cara orang menonton pertandingan. Founder SBH Nation sejak 2024.


